Anda di halaman 1dari 39

Ilmu Kealaman Dasar (IAD)

Teknologi Kearifan Lokal

Pertemuan ke-11

I
GLOBALISASI
• Proses penyebaran hasil karya dan
pemikiran suatu budaya sehingga
melembaga dalam kebudayaan di seluruh
dunia.
• Inisiatif globalisasi umumnya berasal dari
organisasi2 di negara maju, demi
memperkuat posisinya dalam persaingan
yang semakin ketat
I
HAL2 YG MEMUNGKINKAN
GLOBALISASI
• Produk2 hasil tata nilai universal yang mudah
diterima di seluruh dunia
• Promosi dan kampanye aktif yang
mengakibatkan tumbuhnya kesediaan untuk
menerima & mengadopsi
• Tersedianya infrastruktur transportasi &
komunikasi dengan kapasitas tinggi, jangkauan
luas & efisien.
• Aktifitas ekonomi termasuk perdagangan &
industri sangat mendorong kepada globalisasi

I
LINGKUNGAN TEKNOLOGI

• KONDISI SEKITAR YANG DITANDAI DENGAN


ADANYA SARANA & PRASARANA BERUPA
• PROSES untuk meningkatkan nilai
tambah dalam setiap usaha
• SUMBER yang dikembangkan dan/atau
dimanfaatkan dalam proses
• SISTEM yang dijadikan acuan (sistemik
dan sistematik)

I
PENYEBAB
GLOBALISASI
• KEBUTUHAN
- Normatif = berdasarkan standar
- Ekspresif = dinyatakan
- Antisipatif = diperkirakan
- Komparatif = diperbandingkan
- Deklaratif = diharapkan
• KEINGINAN
• KETIDAKPUASAN
• PERGAULAN
• PERSAINGAN, dll

I
WAHANA PEMICU
GLOBALISASI
• TEKNOLOGI KOMUNIKASI &
INFORMASI
• TRANSPORTASI & PARIWISATA
• LEMBAGA PENDIDIKAN
• PERTEMUAN (konferensi, seminar dll)
• TULISAN & CETAKAN (surat, buku,
majalah, surat kabar dll)

I
WUJUD GLOBALISASI
• FISIK
- makanan & minuman
- mode & busana
- sarana elektrik & elektronik; dll
• NIR-FISIK
- Politik (demokrasi, desentralisasi)
- Ekonomi (perdagangan bebas dll)
- Hukum (HAM dll)
- IPTEK

I
PENGARUH
GLOBALISASI
• Cakrawala meluas
• Terbuka untuk inovasi
• Perubahan sosial budaya
• Modernisasi & demokrasi
• Jurang antar generasi
• Konservatif >< progresif

I
CIRI MASYARAKAT
KONSERVATIF
• Spiritual & komunal
• Membaca rendah
• Adat & tradisi
• Pandangan lokal
• Menolak inovasi
• Menyatu dengan alam
• Teknologi sederhana
I
CIRI MASYARAKAT
PROGRESIF
• Rasional & realistik
• Membaca tinggi
• Ilmu & teknologi tinggi
• Pandangan meluas
• Menerima inovasi
• Mengeksplorasi alam
• Teknologi maju
I
KECENDERUNGAN
MASA DEPAN
• MASYARAKAT INFORMASI
• TEKNOLOGI TINGGI= SENTUHAN MAKIN
HALUS
• PERENCANAAN JANGKA PANJANG
• DESENTRALISASI
• DEMOKRASI PARTISIPATIF
• POLA JARINGAN
• PILIHAN MAJEMUK (Naisbitt)

I
PENDIDIKAN MASA
DEPAN
• PEMBERDAYAAN WARGA BELAJAR
• PEMBENTUKAN WATAK & POTENSI OPTIMAL
• JARINGAN BELAJAR & TERBUKA
• KURIKULUM FLEKSIBEL & ASPIRATIF
• AZAS MANFAAT & KESETARAAN
• PROFESIONALISME & KARIR
• KESELARASAN DENGAN LINGKUNGAN

I
PARADOKS GLOBAL
• Semakin besar ekonomi semakin kuat
pemain terkecil
• Tribalisme baru (menguatnya kesukuan
dan tumbuhnya suku virtual)
• Berpikir lokal & bertindak global
• Demokrasi menyebabkan timbulnya
banyak negara (Naisbitt)

I
BIOTEKNOLOGI KELAUTAN

1.Marine Bioproduct dan Bioprocess


2.Marine Aquaculture Biotechnology
3.Marine Environmental
Biotechnology

POTENSI US$ 40 Milyar


I
MENGAPA BIOTEKNOLOGI KELAUTAN?

1. 75% Wilayah Indonesia adalah air dan


membutuhkan bioteknologi untuk
mengubah kekayaan biodiversitas menjadi
Uang
2. Menjadi prioritas riset dunia (Public health,
innovation and technology)
3. Banyak pencapaian yang telah diperoleh
dari riset bahan alami laut

I
Indonesian marine biodiversity
Algae: 782 species
Seagrass: 13 species
Mangrove: 38 species
Vertebrate, fish 3,215 species
Invertebrate, coral 590 species
soft coral 210 species
gorgonian 350 species
sponge 830 species
molluscha 2,500 species
crustacea 1,512 species
echinoderms 745 species
(Sources : Hutomo & Moosa, 2005)
I
Marine bioactive grouped by phyla

Sumber : Hunt and Vincent, 2006

I
I
Potentially Active Sponges from Indonesia

Sinularia (High Toxicity)


Xestospongia sp (High Toxicity)

Demonspongia (Antitumor)
Axinellidae (Antibacterial)

I
Potentially Active Soft Corals from Indonesia

Soft coral Dendronephtya sp. Soft coral Sarcophyton sp.


(LC50 = 6.77 ppm) (LC50 = 29.16 ppm)

Sponge family Petrosidae Sponge family Crellidae


I (LC50 = 5.05 ppm) (LC50 = 17.49 ppm)
Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025, salah
satu misi RPJPN (butir ke 7) adalah:
“mewujudkan Indonesia menjadi Negara
kepulauan yang mandiri, maju, kuat dan
berbasiskan kepentingan nasional”

I
Buku Putih Indonesia 2005 – 2025
tentang penelitian, pengembangan dan
penerapan IPTEK untuk bidang
ketahanan pangan, sumber energi baru
dan terbarukan, dan bidang kesehatan
dan obat

I
INDUSTRI
BIOTEKNOLOGI
KELAUTAN

INVESTASI

I
VISI: Indonesia Penghasil
Produk Kelautan dan
Perikanan Terbesar 2015

MISI: Mensejahterakan Masyarakat


Kelautan dan Perikanan

I
GRAND STRATEGY DKP:
(The Blue Revolution Policies)

•Memperkuat Kelembagaan dan SDM


secara Terintegrasi.
•Mengelola Sumber Daya Kelautan dan
Perikanan secara Berkelanjutan.
•Meningkatkan Produktivitas dan Daya
Saing Berbasis Pengetahuan.
•Memperluas Akses Pasar Domestik dan
Internasional.
I
Arah Pengembangan Industri
Bioteknologi Kelautan
• Menghasilkan produk baru
yang mempunyai nilai tambah
• Mendukung berbagai
keperluan industri dalam
negeri
• Mencegah punahnya biota laut
akibat eksploitasi berlebih
melalui sistem pengelolaan
I
secara berkesinambungan
Issu penting terkait bioteknologi
kelautan
• Eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya
hayati perairan tidak memberikan efek
negatif terhadap lingkungan
• Kurangnya pemahaman tentang potensi
ekonomi industri bioteknologi kelautan
• Belum tersedianya aturan di tingkat
operasional terkait dengan implementasi
dan pengembangan industri bioteknologi
• Belum terbentuknya kemitraan yang
ekstensif antara lembaga riset dengan
dunia usaha dalam mengembangkan
bioteknologi
I
• Belum optimalnya sosialisasi dan diseminasi
STRATEGI
• Meningkatkan kegiatan litbang
pengungkapan potensi SDK dan kearifan
lokal
• Meningkatkan litbang rehabiltasi, konservasi
dan pencegahan kerusakan lingkungan
• Menyusun program prioritas dan fokus
kegiatan litbangrap bioteknologi kelautan
• Memposisikan bioteknologi kelautan
sebagai faktor penting dalam industri dan
jasa kelautan
• Meningkatkan penyebaran dan akses
I informasi global maupun nasional untuk
• Meningkatkan kemampuan,
keahlian dan profesionalisme SDM
bidang bioteknologi kelautan
• Meningkatkan diseminasi hasil riset
bioteknologi kelautan kepada dunia
usaha dan masyarakat
• Meningkatkan jejaring kerjasama
Internasional dengan
mengedepankan kepentingan
nasional
• Mendorong terciptanya dan
implementasi kebijakan dan regulasi
I
yang terkait pengembangan
bioteknologi kelautan
Kebijakan dan peraturan
perundang-undangan
yang diperlukan
• penyediaan bahan baku
• pengaturan tata niaga produk bioteknologi
(pembatasan impor, kompensasi penggunaan
produk bioteknologi lokal dll)
• pengaturan tata ruang budidaya
• regulasi nasional turunan CITES
• kemudahan investasi di bidang industri
bioteknologi kelautan
• Insentif bagi investor di bidang bioteknologi
kelautan dan pengguna produk bioteknologi
I
lokal
Kegiatan budidaya laut
• invertebrata laut ornamental
• invertebarat laut untuk penyediaan
bahan baku farmasi, kosmetik
• rumput laut yang berpotensi untuk
non-pangan
• penyediaan starin unggul untuk
rumput laut pangan spesifik
lokasi(Eucheuma & Gracilaria, dll)
• penyediaan strain unggul
mikroalga untuk penyediaan
I bioenergi, produk pangan dan
non pangan
Pengembangan Industri
pengolahan
• rumput laut pangan dan non
pangan untuk menghasilkan
formula produk siap jadi untuk
pangan, kosmetik, nutraceutical
• pengolahan limbah industri
rumput untuk menghasilkan
produk bernilai ekonomis:
bioetanol, enzim, SCP, dll
• pengolahan invertebrata laut
I
untuk industri kosmetik dan
Pengembangan
Pengolahan limbah
industri perikanan secara
• fish peptone
biologis
• pangan fungsional
• produk turunan kitin dan kitosan
untuk aplikasi pangan, farmasi dan
kosmetik,
• gelatin & turunannya untuk
pangan, farmasi dan kosmetik
• enzim
• limbah cair industri perikanan
I
Pengembangan industri fermentasi
produk tradisional

• pengembangan bioproses
untuk menstandarisasi
produk,
• formulasi produk untuk
meningkatkan mutu dan
daya saing pasar

I
Pengembangan teknologi pengendalian
pencemaran lingkungan pesisir dan laut

• Bio Remediasi
• Penegahan Biofouling
• Biofltrasi

I
Roadmap Riset Enzim 2009-2025

U
S
E INDUSTRI farmasi, pangan, dan industri lain
R

PRODUCT Paket teknologi: produksi enzim, produksi oligomer, produk nutrasetikal dan produk aplikasi lain,
and sedaan enzim siap komersialisasi
SCIENCE

Teknolog produksi enzim rekombinan skala pilot


T
E Teknologi pemurnian, perbaikan performansi
C enzim rekombinan
H
N Teknologi kloning dan ekspresi gen
O.
Teknologi isolasi enzim

Uji aplikasi enzim hidrolitik dan transglutaminase


rekombinan
D Produksi enzim hidrolitik dan transglutaminase rekombinan skala pilot
R E
E
S
V Produksi enzim hidrolitik dan transglutaminase rekombinan skala lab
E
E
L Kloning dan ekspresi gen penyandi enzim potensial, termasuk
A
R
O
P perbaikan performansi
C
H M Isolasi gen penyandi hidrolitik dan transglutaminase dari isolat yang potensial
E
& N Isolasi, karakterisasi dan uji aplikasi enzim skala lab
T

Penapisan enzim hidrolitik dan transglutaminase potensial untuk industri

RESOURCES Biota/organisma laut termasuk limbah industri hasil laut

I Tahun 2005-2009 2010-2014 2015-2020 2021-2025


Roadmap Riset Bioteknologi 2009-2025

U
S
E INDUSTRI farmasi dan industri lain
R

PRODUCT Informasi struktur komponen aktif; taksonomi jenis biota laut Indonesia, produksi senyawa bioaktif untuk
and aplikasi farmasi; produksi skala lab biofabrikasi biosilika secara lestari;
SCIENCE

T
E Teknologi produksi polimer silika
C
H Teknologi deteksi molekuler gen dan kluster gen
N
Teknologi identifikasi biota laut
O.
Teknologi ekstraksi, isolasi dan elusidasi struktur

Pengembangan
komponen aktif
D
R E
E
Ekspresi kluster gen pengkode komponen aktif (metabolit sekunder)
V
S E
E Pengembangan teknik penapisan enzim dan metabolit sekunder berbasis PCR
L
A
R
O
C P Konstruksi Pustaka Metagenom Kompleks gen penyandi enzim dan
H M rekayasa genetik enzim
E
& N Isolasi senyawa ”Protein Like” dari spons sebagai sumber biokatalis
T
Analisis kimia dan bioassay senyawa bioaktif dari organisme koleksi perairan Indonesia
Ekstraksi, Bioassay, Isolasi, Elusidasi struktur Komponen aktif dan Identifikasi organisme koleksi

RESOURCES Biota/organisma laut Invertebrata Laut; Spons, Karang Lunak serta mikroorganisme dari lingkungan laut

I Tahun 2005-2009 2010-2014 2015-2020 2021-2025


Roadmap Riset Bioteknologi 2009-2025
U
S
E INDUSTRI farmasi, pangan, pertanian dan industri lain
R

PRODUCT Paket teknologi produk nutrasetikal dan pangan fungsional dari mikroalga ; Paket tekn. ekstraksi
and pewarna alami skala lab; Paket tekn produksi biomasa mikroalga alam skala pilot untuk bioenergi; Paket
SCIENCE teknologi teknik ekstraksi minyak skala pilot

Teknologi produksi bioenergi dari mikro dan makroalga


T
E Teknologi produksi nutrasetikal dari makro dan mikroalga skala lab dan pilot
C
H Teknologi deteksi molekuler gen dan kluster
N gen
O. Teknologi perbaikan genetik mikroalga

Teknologi Teknik ekstraksi minyak mikroalga skala lab dan pilot

Teknologi ekstraksi dan isolasi bioaktif dari mikro dan makroalga

D
R E Riset Rekayasa genetika untuk perbaikan hasil minyak mikroalga
E V berpotensi
S E
E Riset potensi sebagai bahan baku pangan (nutrasetikal) dan non pangan
L
A
R
O (kosmetik dan bahan baku bioenergi)
C P
H M
E Optimasi ekstraksi senyawa bioaktif (pigmen dl) yang memiliki peluang pasar
& N
T Isolasi dan uji farmakologi senyawa bioaktif dari mikro dan makroalga

RESOURCES MIKROALGA DAN MAKROALGA

I Tahun 2005-2009 2010-2014 2015-2020 2021-2025


SUMBERDAYA PROSES INDUSTRIALISASI
KELAUTAN KONSUMEN

RISET PROSES PRODUKSI

RISET SKALA
RISET LAB UJI PRODUKSI PRODUKSI
PILOT
KOMERSIAL

PENELITI PENELITI DAN STAKEHOLDERS