Anda di halaman 1dari 22

TEACHING FACTORY

KONSEP TEFA

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2019
Charles A Prosser
Pendidikan kejuruan akan berhasil, jika siswa:
 dilatih dengan cara, alat, dan mesin yang sama seperti yang digunakan
dalam pekerjaan;
 dilatih dengan cara mereplikasi lingkungan kerja semirip mungkin dengan
yang terjadi di DU-DI;
 dilatih berulang-ulang secara langsung dan secara individu dalam
kebiasaan berfikir dan bekerja seperti di DU-DI; dan
 Memperhatikan permintaan pasar

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang


mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang
tertentu. Penjelasan UUSPN
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Dunia Sekolah Dunia Usaha & Dunia Industri

 Dokumen Kurikulum
 Jabatan, Tugas, dan
• SKL, KI, KD yg ingin Kompetensi
dicapai (melalui
 Prosedur/ urutan
pekerjaan nyata)
 Quality Ctr/Ass dll
 Penilaian

Tata-tertib sekolah dll Tata-nilai/Budaya industri


Diharapkan, tamatan yang:
 Memiliki kompetensi yg sesuai dengan tuntutan industri
 Memahami prosedur/urutan pengerjaan suatu barang/jasa
 Menginternalisasikan aturan di tempat kerja. dll
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Konsep TeFa SMK
PP No. 41/2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri:
Fabrik dalam sekolah (teaching factory) adalah sarana
produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan
standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan
produk sesuai dengan kondisi nyata di Dunia Usaha/Dunia
Industri (DUDI) dan tidak berorientasi mencari keuntungan”.
Permendikbud No. 34/2018 tentang SNP SMK/MAK:
Pembelajaran Industri (teaching factory) adalah model
pembelajaran yang bernuansa industri melalui sinergi
SMK/MAK dengan dunia usaha/industri untuk menghasilkan
lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Konsep TeFa SMK
Model pembelajaran berbasis produksi (barang/jasa)
yang dibutuhkan oleh masyarakat, sepenuhnya
dikerjakan oleh peserta didik, dilaksanakan dalam
ruang praktik/bengkel/lahan yang telah dikondisikan
mendekati situasi dan suasana tempat kerja yang
sesungguhnya, menyangkut: waktu, prosedur, dan
cara/aturan sesuai standar DUDI.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Konsep TeFa SMK
1. Tujuan utama: menghasilkan lulusan yang menguasai
kompetensi tertentu sesuai standar DU/DI;
2. Menggunakan produk sebagai media pembelajaran
untuk mengantarkan kompetensi kepada peserta didik;
3. Penekanan pada aktivitas peserta didik untuk
membangun pemahaman dan kemampuan:
• standar/kualitas,
• melakukan inovasi (kreativitas),
• menyelesaikan masalah,
dengan pendampingan optimal dari instruktur/
pendidik yang kompeten dan berpengalaman DU/DI;

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Konsep TeFa SMK
3. Proses pembelajaran dirancang dan dilaksanakan
berdasarkan:
• prosedur,
• standar, dan
• urutan kerja sebagaimana yang diterapkan di
DU/DI;
4. Diselenggarakan melalui sinergi kemitraan antara
SMK dan DU/DI.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Prinsip-prinsip TeFa
1. Dilaksanakan berdasarkan kemitraan strategis dengan DUDI.
2. Pembelajaran praktik berbasis produksi (barang/jasa)
berkualitas standar DUDI dan dibutuhkan masyarakat pada
umumnya.
3. Produk sesuai dengan kompetensi yang dipelajari peserta
didik, ditetapkan bersama mitra DUDI atau melalui kajian
mandiri, atau mengonversi produk Unit Usaha/Produksi yang
telah dimiliki.
4. Perangkat pembelajaran dirancang khusus untuk memastikan
penguasaan kompetensi dasar (KD-KD) yang digunakan
peserta didik sebagai acuan pada semua aktivitas/kegiatan
proses produksi. Dapat menggunakan perangkat atau
instrumen yang lazim digunakan atau tersedia di mitra DUDI.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Prinsip-prinsip TeFa
5. Peserta didik terlibat sepenuhnya dalam proses produksi
sehingga kompetensi, kesiapan, dan karakter kerja
terbangun melalui kegiatan yang dilakukan selama
pembuatan barang dan atau penyelesaian layanan jasa;
6. Pembelajaran praktik dilakukan di tempat yang telah
dikondisikan sesuai keadaan atau mendekati standar DUDI,
termasuk alur kegiatan produksi, aturan dan norma-norma
kerja, SOP serta ketentuan lain yang berlaku di DUDI.
7. Adanya sistem dan atau tatanan pengelolaan pemanfaatan
produk sesuai peraturan yang berlaku.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Nilai-nilai Dasar TeFa
a. Sense of Quality (Sadar mutu)
Kemampuan dan kesadaran untuk bekerja sesuai dengan
standar obyektif kualitas tertentu.
b. Sense of Efficiency (Sadar mutu, waktu, dan biaya)
Kemampuan dan kesadaran untuk bekerja secara efisien
dengan produktivitas tinggi.
c. Sense of Creativity and Innovation
Kemampuan dan kesadaran untuk mengembangkan
ide/cara baru dalam penyelesaian suatu masalah dan
menemukan peluang serta menerapkannya dalam
pekerjaan.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Nilai-nilai Dasar TeFa
d. Sense of Professional at Work (disiplin, integritas,
loyalitas)
Membangun peserta didik menjadi pekerja yang tangguh,
berkarakter, dan berbudaya dengan tingkat kesiapan kerja
sesuai sifat, tuntutan, dan kebutuhan dunia kerja (DUDI).
e. Sense of Business (Jiwa Kewirausahaan)
Meningkatkan wawasan usaha dan kewirausahaan serta
mendorong peserta didik dan unsur sekolah untuk
menciptakan usaha mandiri maupun berkelompok sesuai
dengan keunggulan dan kearifan lokal.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Tujuan TeFa SMK
MENYIAPKAN LULUSAN SMK MENJADI MANUSIA PRODUKTIF
1. Menciptakan sinergi dan integrasi perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran muatan Nasional, Kewilayahan,
dan Kejuruan untuk menunjang penguasaan kompetensi
lulusan;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills
dan hard skills kepada peserta didik;
3. Meningkatkan kolaborasi dengan DUDI melalui penyelarasan
kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi,
internalisasi standar dan budaya kerja DUDI;
4. Meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
melalui interaksi dengan DUDI;
5. Mendorong lahirnya perubahan paradigma pembelajaran dan
budaya kerja di SMK.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Tahapan Penyelarasan Kejuruan
2a
3a • Produk
1a • Job Sheet

Analisis
KD hasil
penyela
Dokumen
Kurikulum
(kelengkapa
n silabus n
S
Prosedur rasan
e
RPP)
Produksi • Jadwal
dan penyelesaian
budaya
industri
3b
kerja
l
Pembentukan
sikap di Intra
Kurikulum
a
1b
Identifikasi
2b
Pembentukan
sikap di
r
muatan
Kurikulum
Nilai n
Indikator
ekstrakurikulum Nilai /
Karakter a
Dan Budaya
s
Tata-tertib
Budaya Industri Sekolah
sekolah
sekolah
Komitmen 
Pembiasaan
Tidak

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


VISUALISASI PROSES PEMBELAJARAN
DALAM TEACHING FACTORY
Pemeca
Perilaku Kerja han
DUDI Tim Masalah

In-Put Pengantaran Out-Put


Penguatan
(peserta Kompetensi (Lulusan
Kompetensi
didik) Melalui Produk Kompeten)

Standar
Pendam Evaluasi
(DUDI,
pingan (QC)
Profesi)

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Komponen Utama TeFa

a. Produk
Ditetapkan berdasarkan hasil analisis kurikulum.
b. Perangkat Pembelajaran/Instructional Sheet
Merupakan kelengkapan dari Silabus dan RPP.
c. Jadwal Pembelajaran/Jadwal Produksi
Disusun berdasarkan prosedur proses produksi,
merupakan kelengkapan dari Prota, Promes, dan
kalender akademik.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Tahapan Penyusunan dan
Keterkaitan Komponen
3a Teaching Factory
Instruc
tional
Sheets

1 2 4 5
Kegiatan
Analisis Dokumen Pembelaja
Analisis Produk Perangkat
Kurikul ran TEFA/
(Sesuai Pembelaj
um Proses
KD) aran
produksi

3b
Jadwal
Pemb
elajar
an

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


ALURProses Alur Proses
PROSESRencana
RENCANA Rencana Pembelajaran
PEMBELAJARAN Teaching Factory
BERBASIS PRODUKSI
Alur Pembelajaran Berbasis Produksi

Produk (Barang/Jasa)
Kebutuhan
Core Kewirausahaan
Industri

Proses Teaching Factory (Pembelajaran berbasis Produksi)


Analisis Analisis Analisis Analisis
Pekerjaan Pekejaan Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pelaksanaan Finishing
Pra Syarat (Pengkondisian) Produksi
● CBC Non Fisik Seri Penanganan
● CBT ● Dok Pembelajaan ● P1 Pn Akhir
Syarat: Pekerjaan 1 Pekerjaan 2 Pekerjaan 3 Berbasis Poduksi ● Rakit Hasil
● Magang ● Jadual Blok Paralel ● Cat Produk
Industri Pekerjaan 5 Pekerjaan 4 ● SOP ● P1 ● Packaging Tefa
Guru, ● K3 P2 ● dsb
Ka Paket ● dsb P3
Keahlian Fisik Pn
KD 3 ...... & KD 3 ...... & KD 3 ...... & KD 3 ...... & ● Ruang Paktik
KD 4 ...... KD 4 ...... KD 4 ...... KD 4 ...... ● Peralatan
● Bahan
KTSP
● Layout
● dsb
RPP RPP RPP RPP

PENGEMBANGAN TEFA PEMASARAN


Jobsheet Job Sheets
(Lembar Pembelajaran)
• ●Lembar Informasi)
Lembar Informasi
BERKELANJUTAN DAN HASIL
• ●Lembar Kerja/Proses
Lembar Kerja/Proses AKUNTABEL PEMEBALAJARAN
• ●Lembar Penilaian)
Lembar Penilaian
Sintaksis (Langkah-langkah)
Model Pembelajaran Teaching Factory
1. Merancang produk;
2. Membuat contoh produk (proto type);
3. Memvalidasi proto type;
4. Mengorganisasikan pekerjaan/pembelajaran;
5. Menjadwalkan pekerjaan/pembelajaran (Misal:
sistem blok);
6. Melaksanakan produksi/pembelajaran;
7. Mengevaluasi hasil produksi;
8. Memasarkan hasil produksi.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Daya Dukung TeFa
1. Tempat praktik/bengkel di seting sesuai kondisi real di
manufacture atau tempat bekerja yang sesungguhnya;
2. Jaringan kerja antarbagian sebagai suatu sistem (aliran
kerja);
3. Setiap bagian/tahapan kerja memiliki instruksi kerja
(lembar kerja) dan kendali mutu;
4. Tersedia bahan dan spare part sesuai produk barang/jasa;
5. Pengembangan pembelajaran berdasarkan KD dan analisis
uraian pekerjaan;
6. Ada guru yang bertindak sebagai Senior Project/
Supervisor;
7. Tersedia DUDI mitra kerja strategis.
Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK
Ciri-ciri TeFa SMK
1. Lingkungan sekolah bernuansa seperti di lingkungan
DUDI, atau tempat kerja/usaha yang sesungguhnya.
2. Tempat belajar praktik; workshop/bengkel/lahan/
sanggar ditata dan dilengkapi dengan sarana
penunjang lainnya sesuai standar di dunia kerja atau
DUDI.
3. Pembelajaran praktik menggunakan perangkat/
instrumen/format untuk melakukan kegiatan/aktivitas
produksi barang dan atau layanan jasa.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Ciri-ciri TeFa SMK
4. Hasil pembelajaran praktik peserta didik berupa produk
barang atau jasa riil, utuh, dan bermakna sesuai
dengan standar DUDI dan kebutuhan masyarakat pada
umumnya.
5. Tata kelola pemanfaatan produk secara legal sesuai
peraturan perundangan yang berlaku.
6. Mempunyai outlet/business center pemasaran produk.
7. Mempunyai mitra atau partner kerja DU/DI.
8. Mempunyai pelanggan/pengguna tetap.

Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK


Subdit Kurikulum, Direktorat PSMK