Anda di halaman 1dari 19

PENGELOLAAN TEACHING FACTORY

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


2019

http://www.banpnf.or.id
BADAN LAYANAN UMUM

http://www.banpnf.or.id
Pengertian

Badan Layanan Umum, yang selanjutnya disebut BLU, adalah


instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan
barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari
keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada
prinsip efisiensi dan produktivitas.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

• BLU beroperasi sebagai unit kerja kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah untuk tujuan
pemberian layanan umum yang pengelolaannya berdasarkan kewenangan yang didelegasikan
oleh instansi induk yang bersangkutan

• BLU merupakan bagian perangkat pencapaian tujuan kementerian negara/ lembaga/ pemerintah
daerah dan karenanya status hukum BLU tidak terpisah dari kementerian
negara/lembaga/pemerintah daerah sebagai instansi induk.

• BLU merupakan bagian perangkat pencapaian tujuan kementerian negara/ lembaga/ pemerintah
daerah dan karenanya status hukum BLU tidak terpisah dari kementerian
negara/lembaga/pemerintah daerah sebagai instansi induk. .

• Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota bertanggung jawab atas pelaksanaan


kebijakan penyelenggaraan pelayanan umum yang didelegasikannya kepada BLU dari segi
manfaat layanan yang dihasilkan.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

• BLU beroperasi sebagai unit kerja kementerian negara/lembaga/pemerintah daerah untuk tujuan
pemberian layanan umum yang pengelolaannya berdasarkan kewenangan yang didelegasikan
oleh instansi induk yang bersangkutan

• BLU merupakan bagian perangkat pencapaian tujuan kementerian negara/ lembaga/ pemerintah
daerah dan karenanya status hukum BLU tidak terpisah dari kementerian
negara/lembaga/pemerintah daerah sebagai instansi induk.

• BLU merupakan bagian perangkat pencapaian tujuan kementerian negara/ lembaga/ pemerintah
daerah dan karenanya status hukum BLU tidak terpisah dari kementerian
negara/lembaga/pemerintah daerah sebagai instansi induk. .

• Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota bertanggung jawab atas pelaksanaan


kebijakan penyelenggaraan pelayanan umum yang didelegasikannya kepada BLU dari segi
manfaat layanan yang dihasilkan.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

PERSYARATAN
• Suatu satuan kerja instansi pemerintah dapat diizinkan
mengelola keuangan dengan PPK-BLU apabila memenuhi
persyaratan substantif, teknis, dan administratif.
• Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan administratif
sebagaimana diatur dengan Peraturan Menteri
Keuangan/gubernur/bupati/walikota sesuai dengan
kewenangannya

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

PENETAPAN
• Menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD mengusulkan instansi pemerintah yang
memenuhi persyaratan substantif, teknis, dan administratif untuk menerapkan PPK-
BLU kepada Menteri Keuangan/gubernur/bupati/walikota, sesuai dengan
kewenangannya.

• Menteri Keuangan/gubernur/bupati/walikota menetapkan instansi pemerintah yang


telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk menerapkan
PPK-BLU.

• Menteri Keuangan/gubernur/bupati/walikota, sesuai dengan kewenangannya, memberi


keputusan penetapan atau surat penolakan terhadap usulan penetapan BLU paling
lambat 3 (tiga) bulan sejak diterima dan menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

PENCABUTAN
• Penerapan PPK-BLU berakhir apabila:
a. dicabut oleh Menteri Keuangan/gubernur/bupati/walikota sesuai
dengan kewenangannya;
b. dicabut oleh Menteri Keuangan/gubernur/bupati/walikota berdasarkan
usul dan menteri/pimpinan lembaga/kepala SKPD, sesuai dengan
kewenangannya; atau
c. berubah statusnya menjadi badan hukum dengan kekayaan negara
yang dipisahkan.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

Dalam rangka menilai usulan penetapan dan pencabutan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6, Menteri
Keuangan/gubernur/ bupati/walikota, sesuai dengan
kewenangannya, menunjuk suatu tim penilai.

http://www.banpaudpnf.or.id
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH

http://www.banpnf.or.id
Pengertian

• Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah


sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai
fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian
dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.

• Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah adalah unit pelaksana teknis yang
melaksanakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang
tertentu selaku kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 29 Permendagri 79 Tahun 2018

• Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah yang akan


menerapkan BLUD memenuhi persyaratan yang meliputi:
a. substantif;
b. teknis; dan
c. administratif.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 46 Permendagri 79 Tahun 2018

Permohonan
• Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan Daerah yang
akan menerapkan BLUD mengajukan permohonan
penerapan kepada kepala SKPD.

http://www.banpaudpnf.or.id
Pasal 49 Permendagri 79 Tahun 2018

Penetapan
• Penerapan BLUD ditetapkan dengan keputusan kepala
daerah.
• Keputusan kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) disampaikan kepada pimpinan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah paling lama 1 (satu) bulan sejak
tanggalditetapkan.

http://www.banpaudpnf.or.id
KEBIJAKAN TEACHING FACTORY

http://www.banpnf.or.id
Tujuan

• mewujudkan pengelolaan keuangan SMK yang menyelenggarakan


pembelajaran berbasis produksi/jasa (teaching factory) secara
akuntabel dalam rangka meningkatkan kualifikasi dan kompetensi
peserta didik SMK yang berdaya saing untuk menghadapi era
globalisasi

http://www.banpaudpnf.or.id
Kriteria
• Memiliki mitra dunia usaha/industri (DU/DI) yang terkait dengan penyelenggaraan teaching
factory;
• Menghasilkan Produk barang dan/atau jasa dari proses pembelajaran atas sinergi sekolah dan
mitra industri yang terkait dengan teaching factory;
• Lingkungan sekolah bernuansa seperti di lingkungan DUDI, atau tempat kerja/usaha yang
sesungguhnya;
• Tempat belajar praktik; workshop/bengkel/lahan/sanggar tertata dan dilengkapi fasilitas serta
sarana penunjang lainnya sesuai standar DUDI;
• Pembelajaran praktik menggunakan perangkat/ instrumen/ format untuk melakukan
kegiatan/aktivitas produksi barang dan atau layanan jasa;
• Pengelolaan pembelajaran praktik mengacu pada sistem dan jam kerja DU/DI;
• Pengelolaan outsourching (bila diperlukan);
• Hasil pembelajaran praktik peserta didik berupa produk barang atau jasa riil/utuh sesuai standar
DUDI dan kebutuhan masyarakat pada umumnya;
• Tata kelola pemanfaatan produk secara legal sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
http://www.banpaudpnf.or.id
Penetapan
• Sekolah mengajukan usulan dengan lampiran proposal
penyelenggaraan Teaching Factory kepada Dinas Pendidikan Provinsi;
• Dinas pendidikan provinsi melakukan penilaian kelayakan Teaching
Factory (Instrumen/perangkat penilaian kelayakan dapat dikembangkan
dari panduan TeFa);
• Dinas pendidikan provinsi menetapkan SMK penyelenggara Teaching
Factory.
• Tata kelola pemanfaatan produk secara legal sesuai peraturan
perundangan yang berlaku.

http://www.banpaudpnf.or.id
Tata Kelola Keuangan

• Pengelolaan Keuangan SMK yang menyelenggarakan Teaching Factory


menerapkan BLUD sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor
79/2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah;
• Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah sesuai dengan PMDN
13/2006 beserta perubahannya.

http://www.banpaudpnf.or.id