Anda di halaman 1dari 35

PANDUAN

PENGGUNAAN
ANTIBIOTIK
PROFILAKSIS dan
TERAPI
Edisi 2018
Pendahuluan

antimikroba
masalah
penting
kesehatan
masyarakat
Penyakit
yang penting
infeksi
Pendahuluan

Antibiotik

Antiprotozoa Antimikroba Anti jamur

Anti virus
Pendahuluan

– 40-62% antibiotik digunakan tidak tepat


– 30-80% tidak ada indikasi
– Dr. Soetomo tahun 2017  47% rawat inap dengan terapi antibiotic  39%
inappropriately (tidak ada indikasi, teralu lama dan tidak tepat)
– Panduan Penggunaan Antibiotik Profilaksis Terapi (PPAB)
Tujuan

Panduan para klinisi dalam


menetapkan pilihan jenis antibiotik,
rejimen dosis, dan lama pemberian
antibiotik yang tepat
Definisi

• Zat yang dihasilkan oleh mikroba  menghambat atau


Antibiotik membasmi mikroba jenis lain

Antibiotik • Pemberian sebelum, saat dan hingga 24 jam pasca


operasi  kasus klinis tidak didapat tanda infeksi
profilaksis mencegah infeksi luka operasi

Antibiotik • Pemberian pada kasus infeksi belum diketahui jenis


bakteri penyebabnya
empiris
Definisi

Antibiotik • Pada kasus infeksi yang sudah diketahui jenis bakteri


penyebabnya dan pola resistensinya
definitif
Resistensi • Kemampuan mikroba untuk bertahan hidup terhadap
efek antibiotik  tidak efektif dalam penggunaan klinis
antibiotik

Bakteri resisten • Bakteri  kebal terhadap antibiotik


Penggunaan antibiotik

– Penerapan antibiotic bijak  Antibiotic stewardship program (ASP)


– Meliputi indikasi profilaksis pada pembedahan dan indikasi terapi (empirisi dan
definitif)
Antibiotik terapi empiris dan
definitif

Berdasarkan PPAB

• sesuai pola mikroba dan pola sensitivitas

Empiris

• selama 3 hari  evaluasi klinis/ laboratorium

Definitif

• didasarkan dari hasil mikrobiologi


Antibiotik Profilaksis:
Antibiotik yang diberikan sebelum-saat-setelah operasi pada kasus yang
secara klinis tidak terdapat tanda infeksi. Tujuannya untuk mencegah
terjadinya ILO / SSI / IDO dan mencegah kolonisasi

Infection here may cause:

Delayed healing

Hernia
Possible evisceration

Abscess
Fistula
Other procedures needed
Indikasi • Kasus operasi bersih dan
Antibiotik bersih kontaminasi
Profilaksis • Pada operasi bersih
Diberikan apabila berisiko
komplikasi lebih merugikan
 infertilitas, operasi
jantung
• Pemasangan implant/benda
asing
Kelas
operasi
si
• Bersih
– Operasi tidak melibatkan
saluran cerna, urinarius,
vagina
• Bersih terkontaminasi
– Operasi melibatkan saluran
cerna, urinarius, vagina
– Tidak terdapat tanda klinis
infeksi
kolonisasi

Antibiotika profilaksis
• Jenis antibiotik profilaksis
• Cephalosporin gen I –II
Pemberian – Cephazolin (1 gr)
Antibiotik – Cefuroxime (1-1.5 gr)
profilaksis • Pada kasus alergi Cefalosporin
• Ampisilin sulbaktam (1 gr)
• Amoksisilin as. Klavulanat (1 gr)
• Gentamisin (5-8 mg/kg BB)
• Pada kasus bedah digestif
• Kombinasi Metronidazole ( 500 mg)
• Pada kasus bedah saraf (penetrasi BBB)
• Ceftriaxon (1-2 gr)

16
DONTS
DONTS
DONTS
DONTS
DONTS
Timing Insisi
6
5
SSI (%) 4
3
2
1
0
2 0 2 4 6 8 10

hour
s Harbarth et al, Circulation 2000
Classen et al. N Engl J Med 1992
• 30-60 menit sebelum
operasi/insisi
• Intravenous – drip
(dilarutkan dalam 100 ml normal saline)
• Lama pemberian 15-30 menit
• Dosis tunggal max 24 jam
• Tidak perlu “skin test” ?
Antibiotik profilaksis tambahan / ulangan
( max 24 jam )

Lama operasi > 3jam


Perdarahan > 1500 ml

Konsentrasi di jaringan menurun

20
Pencegahan Menjelang Operasi
infeksi
terkendali • Tidak gelisah
• Tidur cukup
– R/ Sleep inducer
• Pasien mandi bersih dengan
sabun
Elective
Surgical
Procedures
Hair Removal Clipping hair just before case is best

Hair Removal Infection Rate


Method
sore / kerok/shaving 5.2 - 8.8%
pagi / kerok 6.4 - 10%
sore / cukur 4 - 7.5%
pagi / cukur 1.8 - 3.2%

Alexander JW, et al. Arch Surg 1983; 118:347-352


• Syarat masuk kamar operasi
Pencegahan
– Cap
infeksi
terkendali – Masker
– Celemek
– Hand scrubing
– Gaun
– Sarung tangan /glove
• Antisepsis lapangan operasi 
iodophore / chlorheksidine
Antibiotik kombinasi

– Sinergisme efek antibiotik infeksi yang spesifik


– Mengurangi risiko timbulnya bakteri resisten
– Indikasi
– diketahui penyebab lebih dari satu mikroba pathogen
– Tidak bisa diatasi dengan satu jenis antimikroba
Kategorisasi Restriksi Antibiotik

– Mengacu pada aturan regulasi “restriksi” Formularium Nasional (FORNAS). Jenis


kategorisasi:
1. Antibiotik lini pertama (unrestricted) diresepkan oleh dokter umum, PPDS,
dan DPJP.
2. Antibiotik lini kedua (restricted) diresepkan oleh DPJP atau PPDS dibawah
supervisi DPJP dan mendapat persetujuan konsultan infeksi.
3. Antibiotik lini ketiga (reserved) termasuk dalam antibiotik pengendalian
khusus, diresepkan DPJP untuk indikasi tertentu atas persetujuan tim ASP (tim
PGA-KPRA).
Kategorisasi Restriksi Antibiotik
Unrestricted Restricted Reserved
a. Aminoglikosida a. Cephalosporin gen III a. Golongan
b. Penisillin oral Carbapenem injeksi
c. Penisillin + b. Cephalosporin gen III b. Vancomycin injeksi
penghambat injeksi c. Piperacillin-
betalaktamase: c. Cephalosporine gen IV tazobactam injeksi
d. Cephalosporin injeksi d. Tygecycline injeksi
generasi I d. Fluoroquinolon gen e. Linezolide injeksi
e. Cephalosporin III-IV f. Polimixin-B injeksi
generasi II e. Golongan g. Colistin injeksi
f. Phenicol monobactam h. Cotrimoxazole injeksi
g. Golongan Linkosamide f. Golongan
h. Golongan makrolide aminoglikoside
i. Golongan quinolone
j. Golongan tetrasiklin
k. Kombinasi
trimethoprim/sulfame
toksazol
l. Golongan imidazol
Bedah Plastik
Kelas KET
Jenis/Prosedur Jenis dan Rejimen Dosis
Operasi Durasi (level of
operasi Antibiotik
B/BK evidence)
Rekonstruksi Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 Dosis
B A
payudara menit, 30-60 menit sebelum insisi tunggal
Operasi lain pada Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 Dosis
B A
payudara menit, 30-60 menit sebelum insisi tunggal
Skin plasty dan Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 Dosis
B A
repair luka menit, 30-60 menit sebelum insisi tunggal
Flap atau graft Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 Dosis
B A
pedikel menit, 30-60 menit sebelum insisi tunggal
Tumor otot , Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 Dosis
B A
tendon, fasia menit, 30-60 menit sebelum insisi tunggal
Amputasi dan
Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 Dosis
disartikulasi B A
menit, 30-60 menit sebelum insisi tunggal
ekstremitas
Bedah Plastik
Kelas KET
Jenis/Prosedur
Operasi Jenis dan Rejimen Dosis Antibiotik Durasi (level of
operasi
B/BK evidence)
Dosis
Eksisi luas lesi Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 tunggal
BK A
kulit + inflamasi menit, 30-60 menit sebelum insisi  max
24 jam
Dosis
Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 tunggal
Skin graft BK A
menit, 30-60 menit sebelum insisi  max
24 jam
Dosis
Skin plasty atau
Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 tunggal
repair luka + BK A
menit, 30-60 menit sebelum insisi  max
inflamasi
24 jam
Dosis
Tumor otot,
Cefazolin 1-2 gram, iv drip 15 tunggal
tendon, fasia + BK A
menit, 30-60 menit sebelum insisi  max
inflamasi
24 jam
Bedah Plastik
Kelas KET
Jenis/Prosedur
Operasi Jenis dan Rejimen Dosis Antibiotik Durasi (level of
operasi
B/BK evidence)
Reseksi Cefazolin 2gram Dosis
mandibula + metronidazole inf 500 mg, drip tunggal
BK IA
dengan selama 15 menit, saat 30 menit  max
rekonstruksi plat sebelum operasi 24 jam
Reseksi
Cefazolin 2gram Dosis
mandibula
+ metronidazole inf 500 mg, drip tunggal
dengan BK IA
selama 15 menit, saat 30 menit  max
rekonstruksi
sebelum operasi 24 jam
autograft
Palatoraphy BK
Cefazolin 2 gram, drip selama 15 Dosis
Plating mandibula B/BK menit, saat 30 menit sebelum tunggal
IA
Plating maksila B/BK operasi  max
24 jam
Plating zygoma B/BK
Penggunaan Antibiotik Empiris
Diagnosis Bakteri Pathogen
Nama dan Regimen Dosis Antibiotik Durasi Ket
infeksi penyebab tersering
Pilihan I:
Ciprofloxacin iv 400 mg tiap 12 jam
10 hari
plus
Metronidazole iv 500 mg tiap 8 jam
Diabetic
foot Bakteri gram negatif
Pilihan II:
infection
Ceftriaxon iv 1 gram tiap 12 jam
plus
10 hari
Metronidazole iv 500 mg tiap 8 jam

Pilihan I:
Ampicillin- sulbactam 500 mg IV tiap 5 hari
Bakteri gram negatif 6 jam
Sepsis
dan atau gram positif Pilihan II:
Cefoperazone- sulbactam 500 mg IV 5 hari
tiap 8 jam
Bakteri gram negatif Pilihan I:
Septik syok 5 hari -
dan atau positif Cefoperazone- sulbactam 500
Data dari RSUD Gunung Jati
Terimakasih