Anda di halaman 1dari 24

PERBEDAAN PENGARUH JUS JAMBU

BIJI DAN JUS APEL HIJAU DENGAN


PENURUNAN KADAR KOLESTEROL
PADA PASIEN HIPERTENSI DI
PUSKESMAS SATELIT KOTA BANDAR
LAMPUNG TAHUN 2019

MEILISA TABRANI
15320019
BAB I 1
Pendahuluan

BAB II
Tinjauan Pustaka
2

BAB III
Metode 3
Penelitian
BAB I PENDAHULUAN
1 Latar Belakang

Berdasarkan data WHO tahun 2015, 1,13 miliar


(Kemenkes RI, 2018)

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, sebesar


25,8% (Kemenkes RI, 2018)
1 Latar Belakang

MONICA I  Perempuan 13,4%


 Laki-laki 11,4%
MONICA II  Perempuan 16,2%
 Laki-laki 14%
(Naue, 2016)

Usia 25-34 tahun  9,3%


Usia 55-64 tahun  15,5% (Naue, 2016)
1 Latar Belakang

Adapun menyangkut pencegahannya, kolesterol tinggi


dapat dicegah dengan gaya hidup sehat seperti menjaga
berat badan, tidak merokok, makan asupan sehat, dan
hindari stress. Sedangkan menyangkut cara penanganan
untuk mengatasi kelebihan kolesterol dalam darah bisa
dilakukan dengan cara farmakologi dan nonfarmakologi.
Cara nonfarmakologi menurunkan kadar kolesterol dalam
darah dengan mengonsumsi jus apel dan jus jambu biji.
1 Rumusan Masalah

Apakah ada perbedaan pengaruh jus jambu biji dan jus


apel hijau dengan penurunan kadar kolesterol pada
pasien hipertensi di Puskesmas Satelit Kota Bandar
Lampung tahun 2019?
1 Tujuan Penelitian

• Untuk mengetahui perbedaan pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau
dengan penurunan kadar kolesterol pada pasien hipertensi di Puskesmas Satelit
Tujuan Kota Bandar Lampung tahun 2019
Umum

• Untuk mengetahui rata-rata kadar kolesterol pasien hipertensi di Puskesmas


Satelit Kota Bandar Lampung sebelum diberi jus jambu biji dan jus apel hijau
Tujuan • Untuk mengetahui rata-rata kadar kolesterol pasien hipertensi di Puskesmas
Satelit Kota Bandar Lampung sesudah diberi jus jambu biji dan jus apel hijau
Khusus
1 Manfaat Penelitian

Bagi Ilmu
Kesehatan

Manfaat
Penelitian

Bagi
Bagi Penulis peneliti
selanjutnya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2 Hipertensi

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara
abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan tekanan darah yang
disebabkan satu atau beberapa fakto risiko yang tidak berjalan sebagaiamana mestinya
dalam mempertahankan tekanan darah secara normal (Wijaya, 2013).

Menurut Anies (2018), etiologi hipertensi yaitu:


• Genetik
• Usia
• Olahraga
• Kolesterol
• Alkohol
• Stress
2 Kolesterol
Kolesterol adalah suatu bahan berlemak yang terjadi secara alamiah dalam tubuh manusia.
Kolesterol diperlukan tubuh sebagai sumber energi, membentuk dinding sel-sel dalam tubuh, dan
untuk membuat beberapa jenis hormon-hormon streoid yang penting. Namun demikian, bila
kadar kolesterol dalam darah meningkat, kolesterol cenderung menumpuk di dinding arteri
(Rusita, 2017).

Menurut Dalimartha (2014), kolesterol berikatan dengan apoprotein menjadi kompleks


lipoprotein. Lipoprotein terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:
• Kilomikron
• IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
• VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
• LDL (Low Density Lipoprotein)
• HDL (High Density Lipoprotein)
2 Apel

Apel adalah salah satu buah yang cukup populer, terutama di Indonesia. Terlebih
karena apel sangat membantu program diet yang sehat dan alami. Apel pun
banyak dimanfaatkan orang untuk khasiat nonfarmakologi lainnya. Jenis apel
yang beragam ini sangat baik untuk menunjang pola hidup sehat dalam
kehidupan. Pertama kali apel ditemukan di Asia Tengah, selanjutnya apel
berkembang luas menyebar hingga ke Indonesia (Jauhary, 2016).
2 Kandungan Gizi Apel per 100 gram

Gizi Nilai
Energi 52 kkal
Air 85.56 g
Protein 0.26 g
Lemak 0.17 g
Kolesterol 0 mg
Serat Pangan 2.4 g
Vitamin A 3 µg
Vitamin C 4.6 mg
Vitamin B3 ( Niasin ) 0.091 mg
Vitamin E 0.18 mg
Magnesium 5 mg
Fosfor 11 mg
Potasium 107 mg
2 Jambu Biji

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu yang berasal dari
Amerika Tengah lalu menyebar ke Thailand, Taiwan, dan Indonesia. Buah ini
banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan. Jambu biji terkenal
sebagai sumber antioksidan, fitokemikal, tanin, fenol, triterpen, flavonoid, saponin,
lektin, asam askorbat, karotenoid, dan polifenol
(Hadiati, & Apriyanti, 2015).
2 Kandungan Gizi Jambu Biji per 100 gram

Gizi Nilai
Energi 68 kkal
Air 80.80 g
Protein 2.55 g
Lemak 0.95 g
Kolesterol 0 mg
Serat Pangan 5.4 g
Vitamin A 31 µg
Vitamin C 228.3 mg
Vitamin B3 ( Niasin ) 1.084 mg
Vitamin E 0.73 mg
Magnesium 22 mg
Fosfor 40 mg
Potasium 417 mg
2 Kerangka Teori Pengobatan secara nonfarmakologi:
1. Jambu biji
2. Seledri
3. Kacang kedelai
4. Bayam
5. Teh
6. Bawang putih
7. Coklat
Faktor-faktor yang
menyebabkan hipertensi, yaitu : 8. Anggur
1. Genetik 9. Apel
2. Usia 10. Asam jawa
3. Olahraga 11. Belimbing manis
4. Kolesterol 12. Tempuyung
5. Alkohol 13. Jati belanda
6. Stress 14. Daun salam
15. Kemuning

Pengobatan secara farmakologi:


1. Niasin atau Asam Nikotinat
2. Derivat Asam Fibrat
3. Resin Pengikat Asam Empedu
4. Probukol
Sumber : (Anies, 2018, Rusita, 2017, & Wijaya 2013) 5. Statin
Variabel Variabel
Independen Dependen

Jus Apel
Hijau
Kolesterol
Jus Jambu
Biji
BAB III METODE PENELITIAN
Jenis Rancangan Teknik
Penelitian Penelitian Quasi Experiment Sampling
dengan pendekatan purposive
Kuantitatif Non Equivalent
Control Group
Design
sampling
3 Populasi & Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi di Puskesmas Satelit Bandar Lampung
sebanyak 263 orang yang dihitung dari jumlah rata-rata 3 bulan terakhir (Desember 2018-
Februari 2019).

Sampel dalam penelitian ini adalah 16 responden dengan penentuan jumlah sampel
menggunakan rumus Hidayat (2014). Kriteria inklusi pada penelitian adalah :
• Responden yang terdiagnosis hipertensi berdasarkan catatan rekam medis
• Pasien hipertensi dengan sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg
• Pasien hipertensi yang memiliki kolesterol > 200 mg/dL
• Responden laki-laki dan perempuan usia 45-65 tahun
• Tidak memiliki riwayat penyakit maag
• Responden tidak mengonsumsi obat kolesterol darah selama penelitian
• Bersedia menjadi responden penelitian
3 Definisi Operasional

Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur

Independen :
Jus Apel Pemberian jus apel hijau
Hijau dengan 200 ml per hari
selama 7 hari sebelum − − − −
sarapan pada kelompok
pertama
Jus Jambu Pemberian jus jambu biji
Biji dengan 200 ml per hari
selama 7 hari sebelum − − − −
sarapan pada kelompok
kedua
Dependen:
Kolesterol Kadar kolesterol Easy Touch Pengambilan Kadar kolesterol Ratio
awal dan akhir pasien Cholesterol darah di perifer oleh normal:
hipertensi sebelum dan Kit peneliti. Melihat hasil tes 160-200 mg/dL
sesudah pemberian jus apel dan Mengisi lembar
hijau dan jus jambu biji observasi
3 Analisis Data

Analisis Univariat Analisis Bivariat

• Untuk melihat ada atau


tidaknya perbedaan
pengaruh jus jambu biji dan
jus apel hijau dengan
penurunan kadar kolesterol
• menganalisis nilai pada pasien hipertensi di
mean, median, dan puskesmas satelit kota
standar deviasi bandar lampung tahun
(Notoadmodjo, 2014) 2019. Rumus yang
digunakan yaitu independen
T-Test
THANK YOU