Anda di halaman 1dari 34

FAKTOR-FAKTOR YANG

BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN


MENIKAH MUDA REMAJA DI KUA
SELEBAR KOTA BENGKULU
TAHUN 2015

Oleh :
SANISAHHURI
NPM.130510279
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Berdasarkan data Kemenag Kota bengkulu pada tahun 2012


terdapat 9 KUA yang ada di Bengkulu. Berdasarkan data
dari KUA Selebar pada tahun 2014 KUA Selebar termasuk
tertinggi untuk remaja yang menikah muda dari 9 KUA yang
ada di kota Bengkulu yaitu sebanyak 62 orang remaja.
B. RUMUSAN MASALAH
Apa saja yang menjadi faktor yang berhubunagn
dengan keputusan menikah muda ?
C. PERTANYAAN PENELITIAN
TUJUAN UMUM ; mempelajari
apakah umur, pengetahuan, sikap, dan menjelaskan faktor-faktor
pendidikan, hamil diluar nikah, yang berhubungan dengan
pendapatan keluarga, dukungan keputusan menikah nuda

keluarga berhubungan dengan


keputusan menikah muda TUJAN KHUSUS :
menjelaskan dan
mempelajari hubungan
D. TUJAN PENELITIAN umur, pengetahuan, sikap,
pendidikan, hamil diluar
nikah, pendapatan
keluarga, dukungan
keluarga dengan keputusan
E. MANFAAT PENELITIAN menikah muda

1. MANFAAT TEORITIS
2. MANFAAT APLIKATIF
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. DEFINISI MENIKAH MUDA :


pernikahan yg dilakukan oleh wanita
sblm 20 thn dan laki-laki sblm 25 thn.

2. KONSEP REMAJA : suatu masa ketika


individu berkembang dr pertama kali ia
menunjukkan tanda2 seksual sekunder smpi
mencapai kematangan seksual
FAKTOR-FAKTOR DALAM KEPUTUSAN
MENIKAH MUDA

HAMIL DILUAR NIKAH :pernikahan di usia


UMUR : umur individu saat muda banyak terjadi pada masa pubertas, hal
mulai dilahirkan sampai ini terjadi karena remaja sangat rentan
berulang tahun terhadap prilaku seksual yang membuat mereka
melakukan aktivitas seksual sebelum menikah
PENGETAHUAN : merupakan hasil yang menyebabkan kehamilan.
tahu, dan ini terjadi stelah orang
PENDAPATAN KELUARGA : jumlah
melakukan pengindraan thd suatu
penghasilan riil dari seluruh anggota keluarga
objek tertentu
yg digunakan untuk kebutuhan bersama dalam
rumah tangga
SIKAP : respon thd stimulus atau
objek tertentu yang sudah DUKUNGAN KELUARGA : sikap, tindakan dan
melibatkan faktor pendapat dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya untuk
emosi seseorang menikah di usia muda. Anggota keluarga memandang
bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap
memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan

PENDIDIKAN : usaha memindahkan ilmu pengetahuan


kepada orang lain. Seseorang yang menerima pendidikan
yang lebih baik atau tinggi, biasanya akan lebih mampu
berpikir secara obyektif dan rasional.
BAB III

KERANGKA PEMIKIRAN

A. Kerangka Konsep
• Variabel Indenvenden Variabel Dependen
1. Umur
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Pendidikan Keputusan Menikah
5. Hamil diluar nikah Muda
6. Pendapatan keluarga
7. Dukungan keluarga
B. Hipotesis

1. Umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, hamil


diluar nikah, pendpatan keluarga, dukungan
keluarga berhubungan dengan keputusan
menikah muda remaja di KUA Selebar Kota
Bengkulu tahun 2015
c. Defenisi operasional
No Variabel Definisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Dependen Tindakan nyata Kuisioner Membagikan 0 : melakukan Nominal


Keputusan dari remaja untuk Wawancara Kuesioner ke menikah muda
menikah berkeluarga di usia responden 1 : tidak melakukan
muda muda untuk diisi menikah muda
(angket)

Independen
1 Umur Usia yang dimiliki Kuisioner Membagikan 0 : usia < 17 tahun Ordinal
pada saat menikah Wawancara Kuesioner ke 1 : usia 17- 20 tahun
responden
untuk diisi
(angket)
2 Pengetahuan Pemahaman Kuisioner Membagikan 0 : rendah jika Ordinal
tentang menikah Wawancara Kuesioner ke jawaban skor ≤ 75%
muda yang diukur responden 1 : tinggi jika skor
berdasarkan skor jawaban skor ≥
untuk diisi
jawaban yang 75%
benar (angket)
No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
Sikap Respon, reaksi atau Kuisioner Membagikan 0 : mendukung jika skor Ordinal
3 tanggapan tentang Wawancara Kuesioner ke jawaban < median
menikah muda responden 1 : tidak mendukung jika
untuk diisi skor jawaban ≥ median
(angket)
Kuesioner

4 Pendidikan Jenjang sekolah Kuisioner Membagikan 0 : dasar jika tamat SD - Ordinal


formal terakhir Wawancara Kuesioner ke SMP
. 1: menengah jika tamat
yang telah responden
SMA, Akademi,
diselesaikan oleh untuk diisi
Perguruan Tinggi
remaja dan (angket)
mendapatkan Kuesioner
ijazah
No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
5 Hamil diluar Hubungan yang Kuisioner Membagikan 0 : ya, jika hamil Nominal
nikah dilakukan oleh 2 Wawancara Kuesioner diluar nikah
orang (pria dan ke responden 1 : tidak, jika tidak
wanita) tanpa ada untuk diisi hamil diluar nikah
status sah yang (angket)
menyebabkan Kuesioner
kehamilan
6 Pendapatan Penghasilan orang Kuisioner Membagikan 0 : rendah, jika Ordinal
keluarga tua perbulan Wawancara Kuesioner pendapatan < Rp.
ke responden 1.350.000
untuk diisi 1 : Tinggi, jika
(angket) pendapatan ≥ Rp.
Kuesioner 1.350.000

7 Dukungan Anjuran atau Kuisioner Membagikan 0 : mendukung jika Ordinal


keluarga nasehat dari Wawancara Kuesioner skor jawaban <
keluarga untuk ke responden median
menikah muda untuk diisi 1 : tidak
(angket) mendukung jika
Kuesioner skor jawaban ≥
median
BAB IV
METODE PENELITIAN

PENDEKATAN PENELITIAN
Pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif
dengan pendekatan case control yaitu untuk mengetahui
seberapa jauh hubungan antara variabel indevenden dan
dependen melaui pengumpulan data sekaligus pada waktu
yang sama.

LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


Penelitian ini dilakukan di Kota Bengkulu. Waktu
penelitian dilakukan pada bulan Mei 2015.

INSTRUMEN PENELITIAN
Menggunakan Lembar Kuesioner
• POPULASI
• Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang
menikah muda dan yang belum menikah usia < 20 tahun yang
ada di wilayah KUA Selebar Kota Bengkulu berjumlah 124
orang

Sampel
Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
sampling yaitu Purposive sampling dimana
pemgambilan sampel kasus 62 remaja yang menikah
muda usia < 20 tahun dan sampel kontrol 62 remaja
yang belum menikah usia < 20 tahun yang bertempat
tinggal di wilayah yg sama

PENGUMPULAN DATA
1. Data Primer
2. Data Sekunder
PENGOLAHAN DATA
Editing, Coding, Processing, Cleaning

Analisis Univariat

ANALISIS Analisis Bivariat


DATA
Analisis Multivariat
BAB V
HASIL PENELITIAN

A. Univariat

Distribusi frekuensi Berdasarkan umur, pengetahuan, sikap,


pendidikan, hamil diluar nikah, pendapatan keluarga, dukungan
keluarga di wilayah kerja KUA Selebar kota Bengkulu
Variabel Jumlah Persentase Jumlah Persentase
kasus (n) Kasus kontrol (n) kontrol
Umur
< 17 tahun 16 25,8 17 27,4
17 – 20 tahun 46 74,2 45 72,6
Total 62 100,0 62 100,0
Pengetahuan
Rendah 54 87,0 14 22,6
Tinggi 8 13,0 48 77,4
Total 62 100,0 62 100,0
Distribusi frekuensi Berdasarkan umur, pengetahuan, sikap,
pendidikan, hamil diluar nikah, pendapatan keluarga, dukungan
keluarga di wilayah kerja KUA Selebar kota Bengkulu
Variabel Jumlah Persentase Jumlah Persentase
kasus (n) Kasus kontrol (n) kontrol
Sikap
Mendukung 37 59,7 10 16,1
Tidak mendukung 25 40,3 52 83,9
Total 62 100,0 62 100,0
Pendidikan
Dasar 33 53,2 9 14,5
Menengah 29 46,8 53 85,5
Total 62 100,0 62 100,0
Hamil diluar nikah
Ya 26 42,0 12 22,6
Tidak 36 58,0 50 77,4
Total 62 100,0 62 100,0
Pendapatan
keluarga 35 56,5 19 30,6
rendah 27 43,5 43 69,4
Tnggi 62 100,0 62 100,0
Total
Distribusi frekuensi Berdasarkan umur, pengetahuan,
sikap, pendidikan, hamil diluar nikah, pendapatan
keluarga, dukungan keluarga di wilayah kerja KUA
Selebar kota Bengkulu
Variabel Jumlah Persentase Jumlah Persentase
kasus (n) kasus kontrol (n) kontrol
Dukungan keluarga
Mendukung 29 46,8 15 24,2
Tidak mendukung 33 53,2 47 75,8
Total 62 100,0 62 100,0
Keputusan menikah
muda
Melakukan 62 50
Tidak melakukan 62 50
Total 124 100,0
B. Hasil Uji Bivariat
Hubungan umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, hamil diluar nikah,
pendapatan keluaraga, dukungan keluarga dengan keputusan menikah
muda di KUA Selebar Kota Bengkulu

Keputusan menikah
muda P
Variabel OR
Ya Tidak Value
n % n %
Umur
< 17 tahun 16 25,8 17 27,4 1,000 0,921 (0,415-
17 – 20 tahun 46 74,2 45 72,6 2,043)
Total 62 100 62 100

Responden yg menikah muda < 17 tahun lebih rendah yaitu 16 (25,8%)


dibandingkan tidak menikah muda yaitu 17 (27,4%)
Hasil chi square didapat nilai p value 1.000 > 0,05, HO diterima berarti
tidak ada hubungan yg bermakna dan hasil uji risk estimate diperoleh OR
tak terhingga artinya responden umur < 17 tahun mempunyai kemungkinan
melakukan nikah muda 0,921 kali lipat dibandingkan yg umur 17-20 tahun
Keputusan menikah
muda P
Variabel OR
Ya Tidak Value
n % n %
Pengetahuan
Rendah 54 87,1 14 22,6 0,000 23,143 (8,935-
Tinggi 8 12,9 48 77,4 59,943)
Total 62 100 62 100
Sikap
Mendukung 37 59,7 10 16,1 0,000 7,696 (3,303-
Tidak mendukung 25 40,3 52 83,9 17,932)
Total 62 100 62 100
Pendidikan
Dasar 33 53,2 9 14,5 6,701(2,822-
0,000
Menengah 29 46,8 53 85,5 15,915)

Total 62 100 62 100


Pemberian ASI
eksklusif P
Variabel OR
Tidak Ya Value
n % n %
Hamil diluar nikah
Ya 26 41,9 12 19,4 0,011 3,009(1,343-
Tidak 36 58,1 50 80,6 6,745)

Total 62 100 62 100


Pendapatan keluarga
Rendah 35 56,5 19 30,6 0,007 2,934(1,404-
Tinggi 27 43,5 43 69,4 6,132)

Total 62 100 62 100

Dukungan keluarga
Mendukung 29 46,8 15 24,2 0,015 2,754(1,280-
Tidak mendukung 33 53,2 47 75,8 5,923)

Total 62 100 62 100


C. MULTIVARIAT
1. SELEKSI BIVARIAT

Tabel
Hasil Analisis Bivariat Masing-masing Variabel Independen dan
Variabel Dependen
No Variabel P Value OR Keterangan
1. Umur 0,839 0,921 Bukan Kandidat
2. Pengetahuan 0,000 14,754 Kandidat

3. Sikap 0,000 24,814 Kandidat

4. Pendidikan 0,000 18,267 Kandidat


5. Hamil diluar nikah 0,007 2,085 Kandidat
6. Pendapatan keluarga 0,004 11,522 Kandidat
7. Dukungan keluarga 0,010 54,112 Kandidat
PERMODELAN MULTIVARIAT
Variabel P Value OR
Pengetahuan 0,000 23,734
Sikap 0,006 6,408
Pendidikan 0,000 14,919
Hamil diluar nikah 0,360 1.713
Pendapatan keluarga 0,696 0,792
Dukungan keluarga 0,936 0,953

Dari hasil multivariat model pertama ada 3


variabel yang memiliki nilai p > 0,05 sehingga harus
dikeluarkan dari model dimulai dari p value nya
yang paling besar yaitu dukungan keluarga (0,936)
Hasil uji regresi logistik antara variabel pengetahuan,
sikap, pendidikan, hamil dluar nikah dan pendapatan
keluarga

Variabel P Value OR
Pengetahuan 0,000 23,502
Sikap 0,006 6,396
Pendidikan 0,000 14.962
Hamil diluar nikah 0,361 1,728
Pendapatan keluarga 0,689 0,788

Setelah dilakukan uji multivariat model kedua


dapat dilihat perubahan OR
Perubahan OR setiap variabel yg sudah
dikeluarkan dari permodelan

Variabel OR OR Perubahan OR
sebelum Sesudah
Pengetahuan 23,734 23,502 0,977%
Sikap 6,408 6,396 0,187%
Pendidikan 14,919 14,962 0,288%
Hamil diluar nikah 1,731 1,728 0,173%
Pendapatan keluarga 0,792 0,788 0,505%
Dukungan keluarga 0,953 - -

Setelah variabel efikasi diri dikeluarkan dpt dilihat perubahan


nilai OR untuk setiap variabel dgn hasil perbandingan OR terlihat
< 10%, dgn demikian maka variabel dukungan dikeluarkan dari
permodelan multivariat
Hasil uji regresi logistik antara variabel pengetahuan,
sikap, pendidikan, hamil diluar nikah

Variabel P Value OR
Pengetahuan 0,000 22,502
Sikap 0,005 5,811
Pendidikan 0,000 14,421
Hamil diluar nikah 0,348 1,754

Setelah dilakukan uji regresi logistik model


ketiga dapat dilihat perubahan OR pada setiap
variabel
Perubahan OR setiap variabel yg sudah dikeluarkan dari
permodelan
Variabel OR OR Perubahan OR
Sebelum Sesudah
Pengetahuan 23,502 22,502 4,252%
Sikap 6,396 5,811 9,146%
Pendidikan 14,962 14,421 3,615%
Hamil diluar nikah 1,728 1,754 1,504%
Pendapatan keluarga 0,788 - -

Setelah variabel efikasi diri dikeluarkan dpt dilihat


perubahan nilai OR untuk setiap variabel dgn hasil
perbandingan OR terlihat < 10%, dgn demikian maka
variabel pendapatan keluarga dikeluarkan dari permodelan
multivariat
Hasil uji regresi logistik antara variabel pengetahuan,
sikap, pendidikan

Variabel P Value OR
Pengetahuan 0,000 22,210
Sikap 0,002 6,550
pendidikan 0,000 14,603

Setelah dilakukan uji regresi model ke empat dapat dilihat


perubahan OR
Perubahan OR setiap variabel yg sudah dikeluarkan
dari permodelan

Variabel OR Sebelum OR Sesudah Perubahan OR


Pengetahuan 22,502 22,210 1,297%
Sikap 5,811 6,550 55,326%
Pendidikan 14,421 14.603 1,262%-
Hamil diluar nikah 1,754 -

Setelah variabel efikasi diri dikeluarkan dpt dilihat perubahan


nilai OR untuk setiap variabel dgn hasil perbandingan OR
terlihat > 10% yaitu hamil diluar nikah dgn demikian maka
variabel hamil diluar nikah dimasukkan kembali dalam
permodelan multivariat
Hasil uji regresi logistik antara variabel pengetahuan,
sikap, pendidikan, hamil diluar nikah
Variabel P Value OR
Pengetahun 0,000 22,502
Sikap 0,005 5,811
Pendidikan 0,000 14,421
Hamil diluar nikah 0,348 1,754

Dari keseluruhan proses analisis multivariat maka dapat


disimpulkan nilai yang signifikan terhadap keputusan menikah
muda adalah pengetahuan dengan p value (0,000), sikap
dengan p value (0,005), pendidikan dengan p value (0,000).
Faktor yang paling dominan adalah pengetahuan dengan nilai
OR tertinggi yaitu OR 22.502 artinya responden yang
pengetahuan rendah berpeluang melakukan menikah muda
sebesar 22.5 kali dibandingkan dengan yang pengetahuan
tinggi setelah dikontrol dengan variabel sikap dan pendidikan.
Hamil diluar nikah merupakan faktor conpounding.
Kesimpulan
• Responden yang melakukan menikah muda sama
besar yaitu 62 (50%) dibandingkan dengan yang
tidak melaukan menikah muda yaitu 62 (50%)
• Variabel yang signifikan berhubungan dengan
keputusan menikah muda yaitu pengetahuan, sikap,
pendidikan, hamil diluar nikah, pendapatan keluarga
dan dukungan keluarga
• Pada variabel hamil diluar nikah jumlah menikah dini
yang hamil diluar nikah 26(41%) proporsinya lebih
kecil dari yang tidak hamil diluar nikah 36(58,1%),
hal ini dimungkinkan oleh karena masyarakatnya yg
masih tradisional dimana pengawasan dari orang tua
lebih ketat dan menikah dini terjadi tanpa ada unsur
keterpaksaan atau atas kemauan sendiri.
• Variabel yang paling dominan yang berhubungan
dengan keputusan menikah muda adalah
pengetahuan, dengan nilai OR tertinggi yaitu OR
22.502 artinya responden yang pengetahuan
rendah berpeluang melakukan menikah muda
sebesar 22.5 kali dibandingkan dengan yang
pengetahuan tinggi, setelah dikontrol denagn
variabel sikap dan pendidikan. Hamil diluar nikah
merupakan faktor confounding.
Saran
Aplikatif
Disarankan kepada pihak KUA agar memberikan
sosialisasi batasan usia pernikahan yang sesuai
dengan batasan menikah secara nasional yaitu 21
tahun dan senantiasa meningkatkan pengetahuan
remaja agar tidak melakukan menikah muda
melalui pendekatan spiritual dan bekerja sama
dengan sektor kesehatan agar dapat memberikan
penyuluhan kesehatan kpd remaja sehingga tidak
mealakukan menikah muda dan menghindarkan diri
dari perilaku yang dapat mengakibatkan menikah
muda.
2. Bagi Peneliti Lebih Lanjut
Sebagai acuan dalam penelitian lebih lanjut
tentang keputusan menikah muda.
TERIMAKASIH