Anda di halaman 1dari 21

ANALISA SEBAB-SEBAB

PELEDAKAN KETEL UAP

HENGKI PURNANDA
Laporan Kecelakaan Kecelakaan Harus Dianalisis
(Form Lap. Kec.)

Form Pemeriksaan Mengetahui Sebab Utama


dan Pengkajian

Akibat
(Kerugian Bersifat Ekonomis dan Non Ekonomis)

Langkah Yang
Diambil Untuk
Pencegahan

2
 Setiap kecelakaan harus dilaporkan dan
dilakukan pemeriksaan dan pengkajian agar
dapat dilakukan analisis kecelakaan
 Analisis dilakukan untuk :
 Mengetahui penyebab kecelakaan
 Mengetahui akibat kecelakaan
 Langkah apa yang perlu diambil
 Maksud Utama Analisis Kecelakaan :
 Memberi Jawaban mengapa kecelakaan
terjadi (diungkap sebab sesungguhnya)
 Ditentukan upaya pencegahannya

3
Analisis kecelakaan kerja yang efektif
harus dapat :
 Menggambarkan apa yang
sebenarnya terjadi
 Menentukan sebab apa yang
sebenarnya
 Mengukur risiko
 Mengembangkan tindakan kontrol
 Menentukan kecenderungan (trend)
 Menunjukkan peran serta

4
Setiap kecelakaan yang terjadi di
tempat kerja, meliputi :
• Kecelakaan kerja
• Penyakit Akibat Kerja
• Peledakan
• Kebakaran
• Bahaya Pembuangan Limbah
• Kejadian Bahaya Lainnya

5
SIAPA PETUGAS ANALISIS
• Petugas yang berwenang dan
mempunyai kemampuan dan keahlian
untuk tugas tersebut
• Pengawas kerja lini (line supervisor)
• Dapat dilakukan oleh manajer

6
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS
• Tanggap terhadap keadaan darurat
dengan cepat dan positif segera ambil
langkah pengamanan dan pengendalian
di tempat kerja
• Kumpulkan informasi yang terkait
• Analisa semua fakta yang penting
• Kembangkan dan ambil tindakan
perbaikan/pengendalian
• Membuat laporan analisis

7
Hasil Analisis
1. Pengelompokan Kecelakaan
 Pengelompokan tingkat keparahan
kecelakaan (Mati, luka Berat, Luka Ringan)
 Pengelompokan daerah kerja
2. Sasaran Statistik Kecelakaan
 Mengetahui pandangan menyeluruh angka
kecelakaan dari waktu ke waktu digunakan
ukuran statistik kecelakaan yang
umumnya terbagi dalam FR (Frequensi
Rate) dan SR (Saverity Rate).

8
KASUS KECELAKAAN DISEBABKAN
OLEH :

1. FAKOR MANAJEMEN.
2. FAKTOR KEADAAN YANG BERBAHAYA.
3. FAKTOR PERBUATAN YANG BERBAHAYA.
ANALISA STATISTIK KASUS
KECELAKAAN KETEL UAP

KASUS KECELAKAAN MENURUT JENIS KETEL UAP.


MENURUT DATA 10 TAHUN TERAKHIR KASUS
KECELAKAAN TERDIRI :
1. KETEL UAP BESI TUANG 46 %.
2. KETEL PIPA AIR 16 % .
3. KETEL UAP UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK 12 %.
4. KETEL UAP PIPA API 9 %
FREKWENSI TERJADINYA KECELAKAAN
DENGAN KETEL UAP
1. ANALISA FREKWENSI TERJADINYA
KECELAKAAN DILAKUKAN HANYA PADA
KASUS-KASUS YANG ADA.
2. TINAGKAT KEJADIAN KECELAKAAN
DAPAT DIHITUNG DENGAN RUMUS :
TINGKAT TERJADINYA KECELAKAAN = JUMLAH
KASUS KECELAKAAN KETEL UAP : JUMLAH
KASUS KECELAKAAN YANG DISELIDIKI X 100 %.
JENIS-JENIS KECELAKAAN
KETEL UAP.
1. KEKURANGAN AIR.
2. LEDAKAN GAS.
3. PEMECAHAN.
4. RETAKAN.
5. OVER HEATING, KEBOCORAN.
PENYEBAB KECELAKAAN
PADA KETEL UAP.
1. PADA UMUMNYA DISEBABKAN OLEH PENYEBAB GANDA.
2.TERUTAMA DISEBABKAN :
 BAHAN BAKU.
 KESALAHAN DALAM PERANCANGAN.
 KESALAHAN DALAM PEMASANGAN,
 KOROSI,
 KESALAHAN DALAM OPERASI/PEMELIHARAAN
 KESALAHAN DALAM
PEMELIHARAAN/PEMERIKSAAN,
 KESALAHAN DALAM PENGATURAN AIR,
 KERUSAKAN PADA PERLENGKAPAN
 DAN LAIN-LAIN.
KALAU
DIGAMBARKAN SBB.
KESALAHAN PEMASANGAN KOROSI
BAHAN BAKU

PENYEBAB KECELAKAAN

KESALAHAN OPERASI

KESALAHAN DALAM RANCANGAN

KESALAHAN PEMERIKSAAN/PEMELIHARAAN

LAIN-LAIN

KESALAHAN DALAM OPERASI / PEMELIHARAAN


KECELAKAAN DISEBABKAN
RETAKAN PADA BESI TUANG:
1. DISEBABKAN TEKANAN DARI DALAM.
2. PENYEBAB UTAMA ADALAH KESALAHAN
OPERASI /PEMELIHARAAN
3. PENYEBAB BERIKUTNYA KOROSI.
4. DAN PEMECAHAN.
KECELAKAAN KETEL UAP DAN
PENGENDALIAN OTOMATIS.
1. KETEL UAP DENGAN ALAT PENGAMAN DAN YANG
DIKENDALIKAN SECARA OTOMATIS SERING
MENIMBULKAN KECELAKAAN DIBANDINGKAN DENGAN
YANG MANUAL.
2. DATA MENUNJUKAN KECELAKAAN KETEL UAP OTOMATIS
0,8 % UNTUK KETEL UAP YANG DIKENDALIKANSECARA
MANUAL 0,5 %.
RINGKASAN HASIL ANALISA
STATISTIK KECELAKAAN KETEL UAP.
DATA KECELAKAAN TAHUN 2000:
1. TINGKAT TERJADINYA KECELAKAAN KETEL UAP SECARA
KESELURUHAN CUKUP TINGGI, YAITU 0,6 %. YANG PALING TINGGI
KETEL UAP BESI TUANG YAITU 1,88 %, KETEL UAP PIPA API 0,19
%.
2. SATU DIANTARA 53 KETEL BESI TUANG MENGALAMI
KECELAKAAN DAN 90 % DIANTARA KECELAKAAN TERSEBUT
OLEH RETAKAN AKIBAT TEKANAN PANAS YANG BERLEBIHAN.
UNTUK MENGATASI SUPAYA MEMAKAI PEMBAKAR ( BARNER )
YANG SESUAI DENGAN BEBAN.
3. TINGKAT KECELAKAAN KETEL UAP PIPA API SANGAT RENDAH,
ATAU 526 UNIT KETEL UAP PIPA API MENGALAMI KECELAKAAN.
NAMUN YANG MENONJOL ADALAH KEKURANGAN AIR.PADA
UMUMNYA AKIBAT DARI PENGOPERASIAN ATAU KESALAHAN
DALAM PENANGANAN ATAU PEMELIHARAAN.
DATA KECELAKAAN TAHUN 2000.

4. KETEL PIPA AIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK JUGA SERING


MENGALAMI KECELAKAAN , YANG DISEBABKAN KARENA
PECAHNYA PIPA AIR YANG DISEBABKAN SIRKULASI AIR YANG
TIDAK BERES ATAU KARENA KOROSI.SEHINGGA WAKTU
INSPEKSI PADA WAKTU PEMERIKSAAN BERKALA DAN
PEMELIHARAAN SEBAIKNYA DITINGKATKAN.

5. KETEL UAP ONE THROUGH SERING TERJADI KECELAKAAN


YANG DISEBABKAN KEKURANGAN AIR, PANAS BERLEBIHAN,
SERTA PEMBOCORAN.
CONTOH KECELAKAAN KETEL UAP.
3.1. KECELAKAAN KARENA KEKURANGAN AIR DENGAN KETEL UAP PIPA API.
(1). KETERANGAN MENGENAI KETEL UAP.
LUAS PEMANASAN 100 m²
TEKANAN MAKSIMAL 10 Kg/Cm²
KWANTITAS PENGUAPAN MAKSIMAL 8 t/j
BAHAN BAKAR SOLAR.
DIPASANG TAHUN 1979.
(2). KEADAAN WAKTU TERJADI KECELAKAAN
PADA HARI TERJADI KECELAKAAN, KETEL DIOPERASIAN
DIMULAI JAM 07.00. SEKITAR JAM 10.00, TERDENGAR SUARA LETUSAN.
(3). PENYEBAB KECELAKAAN
KEMUNGKINAN ADANYA HUBUNG SINGKAT.
(4).TINDAKAN UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN SERUPA.
DILAKUKAN PEMERIKSAAN BERKALA PADA BAGIAN ISOLASI.
KECELAKAAN MENGENAI KETEL UAP.
(1). KETERANGAN MENGENAI KETEL UAP.
LUAS BIDANG PEMANASAN 9,9 m²
TEKANAN MAKSIMAL YANG DIGUNAKAN 10 Kg/Cm²
KWANTITAS PENGUAPAN MAKSIMAL 1 t/jam.
BAHAN BAKAR SOLAR.
TAHUN PEMASANGAN 1990.

(2). KEADAAN WAKTU TERJADI KECELAKAAN.


PADA JAM 23.00 KETEL UAP DINYALAKAN SECARA OTOMATIS.
TEKANAN DINAIKKAN DAN DIMULAI PENGIRIMAN UDARA.SETELAH ITU
OPERATOR MENINGGALKAN TEMPAT.
PADA JAM 06.00 HARI BERIKUTNYA KETIKA OPERATOR MASUK
DITEMUKAN KETEL UAP DALAM KEADAAN BERHENTI OPERASINYA
DAN CASING BAGIAN LUAR KETEL RUSAK.
FLENSA JALAN ASAP DITEMUKAN AIRNYA BOCOR, SETELAH
DISELIDIKI DITEMUKAN 13 BUAH PIPA AIR TERBAKAR DAN TERBUKA,
9 BUAH PIPA AIR TERBAKAR.
SEKIAN