Anda di halaman 1dari 35

DEPRESI DAN RESIKO BUNUH

DIRI
Oleh,
Masdum Ibrahim
Respon Adaptif Respon Maladaptif

Masalah
Sehat Jiwa Gangguan Jiwa
Psikososial
SEHAT JIWA
 Bersikap positif
 Tumbuh, berkembang dan aktualisasi diri

 Mengatasi stres

 Bertanggung jawab

 Persepsi realistik

 Menyesuaikan diri
MASALAH PSIKOSOSIAL
 Kecemasan
 Harga Diri Rendah Situasional

 Kehilangan

 Ketidakberdayaan

 Keputusasaan
GANGGUAN JIWA
 Marah tanpa sebab
 Mengurung diri

 Tidak mengenali orang

 Bicara kacau

 Bicara sendiri

 Tidak mampu merawat diri


RENTANG RESPON KEHILANGAN
Kublier-Rose, 1969)

Fase marah Fase


depresi

Fase Fase Fase


pengingkara tawar menerima
n menawar
DEPRESI – DSM V
 mengalami penurunan suasana hati
/ mood hampir sepanjang hari hingga setidaknya
selama dua minggu,
 mengalami penurutan minat pada aktivitas
sehari-hari,
 mengalami penurunan bedat badan yang
signifikan meskipun tidak sedang diet,
 mengalami permasalahan tidur seperti insomnia
atau hypersomnia hampir setiap hari,
 penurunan kemampuan berpikir dan gerakan
melamban (berdasarkan pengamatan orang lain,
bukan perasaan subyektif),
 mengalami kelelahan dan kehilangan energi
hampir setiap hari,
 merasa tidak berharga atau rasa bersalah yang
berlebih,
 kesulitan berkonsentrasi dan berkurangnya
kemampuan berpikir,
 sering memiliki keinginan untuk mengakhiri
hidup
JENIS DEPRESI
Gangguan Depresi Mayor / Major Depressive Disorder
(MDD)
• Menurunnya suasana hati
• mengalami penurunan minat pada apa yang biasanya disukai,
• mengalami penurunan berat badan
• perubahan pola tidur, baik mengalami insomnia atau hypersomnia

Gangguan Depresi Persisten / Persistent Depressive


Disorder
• merasa putus asa,
• produktivitas menurun,
• memiliki self-esteem / harga diri yang rendah,
• kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari.

Gangguan Bipolar
• mudah marah dan gelisah,
• selalu ragu dalam mengambil keputusan dan hidupnya disorganisasi,
• putus asa dan hilangnya harga diri,
• mudah lelah, susah tidur dan lesu,
• sakit, nyeri, dan agitasi psikomotor yang tidak dapat dijelaskan.
Depresi Postpartum / Pascapersalinan
•kelesuan,
•kesedihan berkepanjangan,
•kebingungan,
•halusinasi,
•delusi.

Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)


•kelelahan ekstrim,
•sifat cepat marah,
•sulit berkonstentrasi,
•perasaan stres dan kecemasan yang parah (anxiety disorder),
•merasa sedih dan putus asa,
•mengidam makanan tertentu.

Seasonal Affective Disorder (SAD)


•Depresi,
•cepat mengantuk,
•kenaikan berat badan
Depresi Atipikal
• tidur berlebihan,
• makan berlebihan,
• mengalami kelelahan,
• memiliki perasaan terbebani,
• sensitivitas yang tinggi terhadap segala bentuk
penolakan,
• suasana hati yang reaktif.

Depresi Psikotik
• halusinasi (melihat atau mendengat hal-hal
yang sebenarnya tidak ada),
• delusi (keyakinan yang salah),
• padanoid (selalu berpikir bahwa orang lain
akan menyakitinya).
Depresi
Situasional
•Peristiwa itu bisa
berupa perceraian,
kehilangan pekerjaan
atau kematian
anggota keluarga dan
teman dekat
PENANGANAN

Psikoterapi

Obat-obatan
RENTANG RESPON PERLINDUNGAN
DIRI

Respon Respon
Adaptif Mal-
adaptif

Self Growth Indirect self Self injury Suicide


enhanceme promoting destructive
nt risk taking behavior
RESPONADAPTIF PERLINDUNGAN DIRI
 Self enhancement (pengembangan diri):
menyayangi kehidupan diri; berusaha selalu
meningkatkan kualitas diri.
 Growth-promoting risk taking: berani mengambil
risiko untuk meningkatkan perkembangan diri.
RESPON MALADAPTIF
 Indirect self-destructive behavior: perilaku
merusak diri tdk langsung; aktivitas yg dapat
mengancam kesejahteraan fisik dan berpotensi
mengakibatkan kematian; individu tak
menyadari/menyangkal bahaya aktivitas
tersebut.
 Self injury: mencederai diri; tak bermaksud
bunuh diri tetapi perilakunya bisa mengancam
jiwa.
 Suicide/bunuh diri: perilaku yg disengaja
menimbulkan kematian diri; individu sadar
bahkan menginginkan kematian
JENIS PERILAKU BUNUH DIRI
 Ancaman bunuh diri (suicide threats)
 Usaha bunuh diri (suicide attempts)

 Isyarat bunuh diri (suicide gesture)

 Completed Suicide
•Gangguan afektif
•Penyalahguna zat
•Schizophrenia
Dx medis

•Suka bermusuhan
•Impulsif
Sifat •Depresif

F. predisposisi •Berduka baru


Lingk psikososial •Perpisahan atau bercerai
•Kehilangan barang
•Berkurangnya dukungan sosial

Riwayat kelg. •Riwayat keluarga BD

•Menurunnya serotonin
F. Boikimia
FAKTOR PENCETUS

 Peristiwa kehidupan yg
memalukan
 Masalah hub
interpersonal
 Dipermalukan di depan
umum
 Kehilangan pekerjaan
 Ancaman penahanan
 Bisa juga pengaruh
media yg mengekspos
peristiwa bunuh diri
SUMBER KOPING

 Sumber di
masyarakat.
 Adakah dukungan
masyarakat
terhadap klien
dalam mengatasi
masalah
MEKANISME KOPING

 Merusak diri tak lgs:


 Denial
 Rasionalisasi
 Intelektualisasi
 Regresi
 Bunuh diri: telah gagal
menggunakan
mekanisme pertahan
diri ~ bunuh diri sbg
jalan keluar
ISYARAT BUNUH DIRI
 Perilaku yang secara tidak langsung
untuk bunuh diri
 Berkata: “Tolong jaga anak-anak saya,
saya akan pergi jauh” atau “Segala
sesuatu akan lebih baik tanpa saya.”
 Pasien mungkin sudah memiliki ide
untuk mengakhiri hidupnya
 Ungkapan perasaan: rasa bersalah, sedih,
marah, putus asa, tidak berdaya.
ANCAMAN BUNUH DIRI
 Umumnya diucapkan oleh pasien
 Berisi keinginan untuk mati

 Disertai rencana cara mengakhiri hidup,


persiapan alat untuk melaksanakan rencana
tersebut.
 Belum mencoba.
PERCOBAAN BUNUH DIRI
 Tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri
kehidupan.
 Melakukan cara misal: gantung diri, minum
racun, memotong urat nadi, terjun dari tempat
yang tinggi.
 Pasien tidak mati dengan usahanya tersebut
TUJUAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Tujuan untuk pasien:


 Pasien tetap aman dan selamat
Tujuan untuk keluarga:
 Memahami masalah risiko bunuh diri
 Dapat merawat pasien di rumah
TINDAKAN KEPERAWATAN PADA ISYARAT
BD
 Tujuan utk pasien:
 Mendapat perlindungan dr lingkungan
 Dpt mengungkapkan perasaan
 Dpt meningkatkan harga diri
 Dpt menggunakan penyelesaian masalah yg baik
 Meningkatkan harga diri pasien:
 Beri kesempatan ungkapkan perasaan
 Beri pujian
 Yakinkan bahwa dirinya penting
 Bicarakan keadaan yang perlu disyukuri
 Rencanakan aktivitas yg dapat dilakukan
TINDAKAN KEPERAWATAN PADA ISYARAT
BUNUH DIRI.

Keluarga.
 Ajarkan tanda dan gejala bunuh diri.
 Kaji tanda yg pernah muncul
 Diskusikan tanda dan gejala yg umum muncul

 Ajarkan cara melindungi perilaku bunuh


diri:
 Diskusikan cara yg dilakukan bila ada tanda dan
gejala bunuh diri
 Jelaskan cara melindungi pasien
 Anjurkan melaksanakn cara tersebut
TINDAKAN KEPERAWATAN PADA MENGANCAM
ATAU MENCOBA BUNUH DIRI.

Melindungi pasien:
 Menemani terus

 Menjauhkan benda berbahaya

 Mendapatkan org yg bisa membawa ke RS

 Memastikan obat diminum

 Jelaskan perawat akan melindungi pasien


TINDAKAN KEPERAWATAN PADA
ANCAMAN/MENCOBA BUNUH DIRI.

Keluarga:
 Anjurkan untuk mengawasi pasien secara ketat.
 Anjurkan keluarga untuk menyingkirkan benda-
benda yang membahayakan.
 Diskusikan siapa yang dapat membawa ke RS jika
perlu.
 Anjurkan kepada keluarga untuk mendukung pasien
minum obat.
 Ajarkan klg hal yg dpt dilakukan jika ada
percobaan bunuh diri:
 Cari bantuan
 Segera bawa ke rs/puskesmas
 Bantu klg cari rujukan:
 Beri info no telp darurat
 Anjurkan kontrol teratur
 Anjurkan bantu pasien minum obat
RINGKASAN TINDAKAN
KEPERAWATAN

Perilaku BD Tindakan Utk pasien Tindakan Utk


Klg
Isyarat BD  Diskusi cara atasi Penkes ttg cara
keinginan BD merawat pasien
 Tktkan harga diri BD
 Tingkatkan kemamp
penyel mslh
Ancaman BD Melindungi pasien Libatkan
Percobaan pengawasan
BD ketat