Anda di halaman 1dari 17

“High Alert Medication”

By : Apt. Norman Saputra


Pendahuluan
• Dalam STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH
SAKIT edisi 1 tahun 2018, Sasaran Keselamatan Pasien
(SKP), Sasaran 3 : “ Peningkatan Keamanan Obat Yang
perlu diwaspadai”, merupakan Point standar
peningkatan mutu rumah sakit dalam hal mengelola
obat-obat kewaspadaan tinggi (high alert medication)

• Sejumlah obat memiliki batas keamanan yang sangat


tipis, dan berpotensi menyebabkan bahaya yang
tinggi, sehingga diimplikasikan sebagai kejadian yang
tidak diinginkan dari sebuah obat.

• Medication error  penyebab paling sering


membahayakan pasien
High Alert Medication
• “ High alert drugs “ adalah obat-obat yang secara
signifikan berisiko membahayakan pasien bila
digunakan dengan salah atau pengelolaan yang
kurang tepat.
• Saat ini, rujukan yang digunakan adalah ISMP
Institute for Safe Medication Practice
Tujuan
• Obat yang tergolong High Alert : LASA (look alike Sound Alike
nama obat rupa ucapan mirip) mengidentifikasi area,
penentuan lokasi penyimpanan,pemberian label untuk dapat
meningkatkan kewaspadaan petugas kesehatan
• Elektrolit Konsentrat tidak boleh disimpan di unit pelayanan
pasien (ruang rawat inap) tetapi hanya boleh disimpan di
Instalasi Farmasi kecuali jika dibutuhkan secara klinis harus
diberi label yang jelas dan disimpan pada area yang dibatasi
ketat (restricted) dan terkunci
• Mengurangi kesalahan yang berhubungan dengan
penggunaan HIGH ALERT MEDICATION,untuk memastikan
keselamatan pasien
High Alert Medication
Penanganan :
• Diletakkan dirak high alert bewarna merah
• Diberi label high alert bewarna merah
• Double checker sebelum diserahkan
Contoh tempat Penyimpanan obat HA pada rak dengan list merah
Daftar Obat HA
injeksi potassium
chloride ( atau
phosphate )
concentrate,
intravenous
opium dan anticoagulants
narkotik,
( heparin )

Obat yang
paling sering sodium chloride
insulin menyebabkan solutions > dari
KTD & Sentinel 0.9%.
Event

Study oleh Institute for Safe Medication Practices ( ISMP ) di US


Contohnya :
1. Elektrolit pekat : KCl 7,46 %, NaCl 3%
2. Elektrolit : MgSO4, Meylon 8,4 %, D40 %
3. Anestetik Umum : Isoflurane, Sevoflurane, Propofol,
KTM
4. Obat yang mempengaruhi darah : Enoxaparin,
Heparin, Insulin
5. Vasokontriktor : Norepinephrin
6. Penghambat Neuromuscular : Atrakurium besilat
7. Analgetik Narkotik : Fentanil, morfin, petidin
Obat yang termasuk dalam golongan obat
LASA

• LASA (look alike sound


alike) adalah obat dengan
bentuk dan warna sediaan
ataupun kemasan yang
mirip dan obat dengan
tulisan nama obat atau
pengucapan yang mirip;
• Penyimpanan : warna dasar
Kuning dan hijau (look
alike) (sound alike)
• Diletakkan tidak
berdekatan
“Look alike Sound alike”
Narkotika dan psikotropika

• Obat –obat golongan narkotika disimpan di lemari double lock dan


masing-masing kunci dipegang (dikalungkan oleh 2 (dua) orang yang
berbeda dan diberikan stiker high alert. Penyimpanan di supervisi
apoteker
• Obat psikotropika disimpan di rak terkunci.
Elektrolit pekat
• Disimpan dalam
lemari terkunci
• Diberi label high
alert

Sumber: ISMP (Institute for Safe Medication Practices)


• Elektrolit konsentrat tidak distok/ disimpan di
ruang-ruang rawat, kecuali untuk kebutuhan klinik
boleh di stok dalam jumlah terbatas di area-area
tertentu misalnya kamar operasi, Dialysis unit,
IGD, ICU/ICCU, penyimpanan dan pemberian
harus sesuai dengan persyaratan.
• Obat diberi penandaan yang jelas berupa stiker
berwarna merah bertuliskan High alert, dan
khusus untuk elektroloit pekat harus distempel
stiker High Alert dan juga di stempel stiker yang
bertuliskan High Alert “ Elektrolit pekat, harus
diencerkan sebelum diberikan”
PENYIAPAN OBAT HIGH ALERT
• Apoteker memverifikasi resep obat HIGH ALERT
• Beri label High Alert pada semua obat HIGH ALERT yang
ada pada resep.
• Jika Apoteker tidak ada ditempat maka penanganan
obat HIGH ALERT dapat didelegasikan kepada Tenaga
Teknik Kefarmasian (TTK) yang sudah ditunjuk
• Dilakukan 2 kali pemeriksaan (double chek) oleh
petugas farmasi yang berbeda sebelum obat diberikan
kepada perawat
• Obat diserahkan kepada perawat dengan memberikan
informasi yang memadai
Kebijakan Unit yang terkait
• Konfirmasi kembali segera ke farmasi jika obat atau cairan
ditemukan tidak berlabel.
• Pastikan dilakukan pengenceran sebelum diberikan
• Memantau dan terus memperbaiki proses penangan penggunaan
dan pemberian High Alert Medication demi keamanan keselamat
pasien
• Pastikan mengerti tentang Ha dan cara penyimpanannya
• Lakukan setiap pemberian obat menerapkan prinsip 8 benar ( benar
pasien, benar obat, benar dosis obat, benar cara pemberian, benar
waktu pemberian, benar cara penyimpanan, benar dokumentasi)