Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

S
DENGAN DIAGNOSA MEDIS TB PARU DI RUANG PAVILIUN 4 Lt 1
RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA

Oleh
KELOMPOK C2
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI KEPERAWATAN
STIKES HANG TUAH SURABAYA
TA. 2019/2020

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Tuberculosis
I. Definisi
Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh
kuman TB ( Mycobacterium Tuberculosis) yang termasuk dalam family Mycobacteriacea
ce dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. Micobacteria Tuberculosis masih keluarga
besar genus Mycobacterium. Berdasarkan beberapa kompleks tersebut, Mycobacteria tu
berculosis merupakan jenis yang terpenting dan paling sering dijumpai (Kemenkes, 2011)
.
II. Etiologi
Penyebab tuberkolusis adalah Mycobacterium tuberculosis. Basil ini tidak ber
spora sehingga mudah dibasmi dengan pemanasan, sinar matahari, dan sinar ultraviolet.
Ada 2 macam Mycobacterium tuberculosis yaitu tipe human dan tipe bovin. Basil tipe hu
man isa berada di bercak ludah (droplet) di udara yang berasal dari penderita TB terbuka
dan orang yang rentan terinfeksi TB ini bila menghirup bercak ini (Nurrarif & Kusuma, 20
13).
III.KLASIFIKASI
Berdasar hasil pemeriksaan dahak (BTA)
TB paru dibagi dalam :
1) Tuberkulosis Paru BTA (+)
a. Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak menunjukkan hasil BTA positif
b. Hasil pemeriksaan satu spesimen dahak menunjukkan BTA positif dan kelainan r
adiologik menunjukkan gambaran tuberculosis aktif
c. Hasil pemeriksaan satu spesimen dahak menunjukkan BTA positif dan biakan po
sitif
2) Tuberkulosis Paru BTA (-)
a. Hasil pemeriksaan dahak 3 kali menunjukkan BTA negatif, gambaran klinik dan k
elainan radiologik menunjukkan tuberkulosis aktif serta tidak respons dengan pe
mberian antibiotic spektrum luas
b. Hasil pemeriksaan dahak 3 kali menunjukkan BTA negatif dan biakan M.tubercul
osis positif
c. Jika belum ada hasil pemeriksaan dahak, tulis BTA belum diperiksa
WEB OF CAUTION
(WOC)
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Menurut Somantri (2007) ada beberapa pemeriksaan penunjang pada klien den
gan dengan tuberkulosis paru untuk menunjang dignosis yaitu :
1. Sputum culture: untuk memastikan apakah keberadaan M. Tuberkulosis pada stadium
aktif.
2. Ziehl neelsen (Acid-fast staind applied to smear of body fluid) : positif untuk BTA.
3. Chest X-ray: dapat memperlihatkan infiltrasi kecil pada lesi awal dibagian paru paru, de
posit kalsium pada lesi primer yang membaik atau cairan pleura. Perubahan yang men
gindikasikan TB yang lebih berat dapat mencakup area berlubang dan fibrosa.
4. Biasannya dalam kasus TB Paru akan dilakukan pemeriksaan Mass chest X-ray, yaitu
pemeriksaan massal terhadap kelompok-kelompok populasi tertentu misalnya : Karyaw
an rumah sakit/puskesmas/balai pengobatan, penghuni rumah tahanan, siswa-siswi pe
santren.
Contoh gambar thorax yang tidak menderita TB Paru Contoh gambar thorax yang menderita TB Paru
Data/factor risiko Etiologi Masalah
Ds : Pasien mengatakan masih batuk dengan dahak sulit Benda asing dalam jalan nafas Bersihan jalan nafas tidak
keluar efektif
(SDKI,2016 D.0001)
Do :
- Batuk tidak efektif
- Terdengar suara ronchi saat auskultasi lapang paru

Ds : Pasien mengatakan sesak Syndrome hipoventilasi Pola nafas tidak efektif


(SDKI, 2016 D.0005)
Do :
- Pola nafas pasien takipnea
- Observasi ttv:
RR : 22 x/menit
SPO2 : 92% dengan O2 nasal kanul 4 lpm

Ds : Keluarga pasien mengatakan kurang paham cara Kurang mampu mengingat, kekeliruan Defisit Pengetahuan
memasukan minuman (susu) melaui sonde dengan benar mengikuti anjuran (SDKI, 2016)

Do :
- Keluarga pasien tampak menunjukkan perilaku tidak
sesuai dengan anjuran pemberian intake nutrisi melalui
sonde
- Keluarga pasien menunjukkan persepsi yang keliru
- terhadap pemberian intake nutrisi melalui sonde
No Masalah Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
1 Bersihan nafas Setelah dilakukan 1) Pasien mampu 1) Observasi dan dokumentasikan 1) Untuk menentukan terapi
tidak efektif b/d asuhan keperawatan mengaplikasikan apakah ada suara nafas tambahan yang sesuai dengan keadaan
benda asing di selama 3x24 jam batuk efektif . pasien.
dalam jalan diharapkan pasien 2) Tidak terdapat
nafas mampu sumbatan pada jalan 2) Posisikan pasien semifowler 45o 2) Untuk mematenkan jalan
mempertahankan nafas. nafas
jalan nafas
3) Lakukan fisiotrapi dada jika 3) Untuk mematenkan jalan
diperlukan nafas

4) Lakukan pengeluaran sekret 4) Untuk membersihkan


dengan batuk efektif jalan nafas

4) Kolaborasi dengan dokter dalam 5) Untuk mempercepat


pemberian bronkodilator (ventolin) pemulihan pasien dan secret
dapat keluar
2 Pola nafas Setelah dilakukan 1) Suara nafas 1) Observasi keadaan pasien 1) Untuk mengetahui asal
tidak efektif b/d tindakan keperawan pasien terdengar mula tnda dan gejala yang
syndrome selama 3x24jam vesicular saat muncul
hipovelemi diharapkan pasien dilakukan auskultaasi
mampu mempertahan 2) Jalan nafas 2) Mengatur akurasi O2 jika pasien te 2) Untuk memberikan
kan jalan nafas agar paten rpasang O2 asupan oksigen
pola nafas efektif 3) Ttv dalam batas
normal 3) Posisikan pasien semifowler 300 - 3) Unntuk mematenkan
45o jalan nafas

4) Bersihkan mulut, hidung, trakea jik 4) Untuk mengeluarkan


a terdapat banyak secret secret dan membersihkan
No Masalah Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
3 Defisit Setelah dilakukan 1) Keluarga pasien 1) Observasi dan nilai tingkat penget 1) Mengetahui tingkat
Pengetahuan tindakan keperawatan memahami dan ahuan pasien dan keluarga saat ini pengetahuan keluarga pasien
b/d kurang selama 3x24 jam mengerti cara
mampu diharapkan keluarga pemberian intake
mengingat, tidak defisit nutrisi melalui sonde 2) Bantu pasien menetapkan tujuan 2) Mempermudah keluarga
kekeliruan pengetahuan 2) Keluarga pasien pembelajaran cara memberikan intake dalam menentukan tujuan
Menunjukkan melalui sonde yang mudah dipahami pembelajaran
mengikuti
perilaku yang sesuai
anjuran
dalam pemberian 3) Berikan lingkungan yang kondusif
intake nutrisi untuk belajar keluarga pasien 3) Mempermudah kelaurga
melalui sonde pasien dalam menerima
informasi
4) Berikan waktu kepada keluarga
pasien untuk bertanya mengenai 4) Mempermudah keluarga
pemberian intake melalui sonde pasien memahami cara
pemberian intake nutrisi
melalui sonde dengan benar

5) Evaluasi keluarga pasien dengan 5) Agar keluarga pasien


cara mengulang informasi yang telah di benar-benar memahami cara
berikan pemberian intake nutrisi
melalui sonde
TERIMAKASIH