Anda di halaman 1dari 47

 Mineral adalah benda bentukan alam,

biasanya bersifat padat, mempunyai struktur


dalam dan komposisi kimia (anorganik)
tertentu dengan variasi komposisi kimia yang
sangat terbatas
 Komposisi kimia dan struktur dalam yang tertentu
mengakibatkan mineral mempunyai sifat fisik yang
tertentu pula, termasuk kecenderungan
membentuk pola geometri tertentu atau berbentuk
kristal.
 Jadi, mineral merupakan bagian dari batuan,
dengan kata lain, batuan adalah kumpulan mineral
sedangkan mineral itu sendiri berarti bahan
pembentuk batuan.

 Sebagian besar dari mineral dijumpai dalam


keadaan padat, namun ada pula yang dapat
dijumpai dalam bentuk cair atau bahkan gas.
Mineral padat biasanya terdapat dalam bentuk
kristal yang agak setangkup dan pada banyak
sisinya berupa bidang datar.
 Bidang-bidang geometri ini memberikan
bangun yang sifatnya tersendiri pada
mineral yang bersangkutan. Minyak bumi
adalah mineral dalam bentuk cair,
sedangkan gas alam ataupun gas bumi
merupakan mineral dalam wujud, gas.
Sebagian mineral lainnya terdapat dalam
bentuk amorf, artinya tidak mempunyai
susunan kristal sendiri sebagai ciri khas
mineral tersebut.
Para ilmuwan mempelajari mineral
berdasarkan:
- sifat fisik
- komposisi kimia
- sifat optik (dengan bantuan mikroskop
polarisasi dan pantul)
- struktur ikatan kimia (x-ray diffraction)
- kenampakan pada scanning electron
microscope (SEM)
 Mineral merupakan bahan dasar penting yang
tersebar begitu banyak di muka bumi.
Perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan dewasa ini semakin
memposisikan keberadaan mineral dalam
golongan bahan dasar yang sangat penting
dan bernilai tinggi. Hampir seluruh aspek
kehidupan umat manusia banyak dipengaruhi
oleh keberadaan mineral.
 Bentonit Na
Lumpur pemboran untuk mencegah kebocoran, campuran pembuatan cat,
lateks dan tinta cetak, bahan rekat, pengisi (filler).
 Bentonit Ca
Sebagai bahan penyerap, zat perekat pelat makanan ternak, untuk pemboran
lumpur.
 Bentonit Ca-Mg
Sebagai penjernih dan penyerap dalam industri minyak (kelapa).
 Mika
Sebagai bahan baku pembuatan isolasi, alat-alat listrik, peralatan
komunikasi, jaringan pipa email, dan benda-benda plastis.
 Zircon
Sebagai batu setengah permata sehingga dapat digunakan sebagai bahan
untuk perhiasan dan abrasif (ampelas).
 Zeolit
Menyerap air dan udara, digunakan pada industri kosmetik dan farmasi,
bahan baku water treatment, pembersih limbah cair dan rumah tangga,
digunakan pada industri pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain.
 Kalsedon
Sebagai permata.
 Asbes jenis krisotil
Serat asbes yang dipintal digunakan untuk kopling, tirai, layar, gasket,
sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding,
pakaian dalam pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil
asbes, dan lain-lain.
Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya dinding, lantai, alat
kimia dan listrik.
 Asbes
Alat pemadam api, benana asbes, pita, tali , alat penyambung pipa uap, alat
listrik, gasket keperluan laboratorium, pelilit kawat listrik. Asbes juga
digunakan sebagai atap rumah.
 Asbes amfibol
Bahan serat tekstil (krosidolit).
 Barit
Industri perminyakan, bahan baku dalam industri kimia barium yaitu sebagai
bahan pengisi dan penyeimbang (filter dan extender), agregat semen.
 Feldspar
Untuk batu gurinda dan feldspar olahan untuk keperluan industri tertentu
(keramik halus dan kaca/gelas).
 Kaolin
Baik untuk keramik.
 Fireclay
Untuk refraktori, isolator.
 Kalsit
Digunakan pada sektor pertanian, industri kimia, makanan, logam,
dan lain-lain berdasarkan sifat fisik dan sifat kimia.
 Batu bara (grafit)
Bahan bakar kereta api.

 Dolomit
Untuk membuat marmer.
 Piropilit
Untuk pakan ternak, industri kertas, sebagai pengganti talk, dan
lain-lain.
 Kwarsa
Bahan baku tegel, mozaik keramik, fero silikon, silikon carbide
bahan abrasit (ampelas dan sand blasting), industri cor,
perminyakan dan pertambangan, bata tahan api atau refraktori.
 Masyarakat Mesir Kuno telah menggunakan
batu gamping untuk membangun piramida-
piramida.
 Masyarakat Mesopotamiam memanfaatkan
lempung untuk membuat batubata dan
barang-barang tembikar .
Pengenalan atau determinasi mineral dapat didasarkan atas berbagai
sifat dari mineral tersebut, antara lain yaitu:
 Sifat fisika

 Bentuk kristal

 Sifat-sifat optik

A. Sifat Fisik Mineral


 Warna Mineral
Warna mineral merupakan kenampakkan langsung yang dapat
dilihat, tetapi tidak dapat diandalkan didalam pemeriksaan mineral,
karena satu macam mineral dapat berwarna lebih dari satu,
tergantung keanekaragaman komposisi kimia dan pengotornya.
Sebagai contoh, mineral kwarsa dapat berwarna putih susu, ungu,
coklat kehitaman atau tidak berwarna. Walau demikian ada
beberapa mineral yang berwarna khas, seperti olivin berwarna hijau
pucat, galena berwarna abu-abu, azurit berwana biru dan malsit
berwarna hijau.
 Kilap
Merupakan kenampakkan permukaan mineral yang segar
didalam memantulkan cahaya. Warna mineral ini biasa
dipengaruhi oleh komposisi kimia. Secara garis besar kilap
mineral dibedakan menjadi dua, yaitu :
Kilap logam/ metallic : nampak seperti permukaan logam
yang telah digosok.
Kilap bukan logam yang dibedakan menjadi :
 Kilap tanah (permukaan suram seperti tanah)
 Kilap minyak (permukaan seperti minyak)
 Kilap kaca (permukaan seperti kaca)
 Kilap intan (permukaan sangat mengkilap)
 Kilap sutera (silky)
 Resinous (resin)
 Greasy (lemak)
 Pearly (mutiara)
 Kekuatan ikatan atom didalam struktur
kristal tidak seragam kesegala arah, apabila
mineral dikenai gaya (pukulan) maka
mineral akan pecah sesuai dengan arah
ikatan atom yang lemah. Ikatan atom yang
lemah biasanya membentuk suatu bidang,
sehingga belahan selalu membentuk bidang
yang rata. Karena keteraturan sifat didalam
mineral, maka belahan akan nampak
berjajar teratur dan mempunyai arah
tertentu.
Macam-macam belahan :
a. Eminent cleavage : bila mineral dengan mudah
terbelah dalam bentuk lempengan–lempengan yang
permukaannya halus sejajar, contohnya : mika.
b. Perfect cleavage : bila mineral mudah terbelah
sepanjang tertentu, contohnya adalah halit dan kalsit.
c. Medium cleavage : bila mineral dibelah dengan cara
memukul atau menumbuknya, maka mineral akan
pecah secara sama pada bidang perekat, contohnya :
feldspar.
d. Highly cleavage : bila mineral tidak mempunyai
belahan sama sekali. Pada mineral-mineral seperti ini
tidak pernah mungkin untuk menemukan bidang
perekat dari pecahan atau retakan mineral tersebut.
 Pecahan adalah kecenderungan pecahnya
mineral menurut pola yang tidak teratur. Hal
ini disebabkan tenaga pengikat atom didalam
struktur kristal sangat kuat, sehingga bidang
belah tidak nampak pada kristal.
 Jenis pecahan yang banyak dijumpai :
 Pecahan kerang (conchoidal) : pada
permukaan pecahan nampak bergelombang
memusat, seperti kenampakkan kulit kerang
atau botl yang pecah sebagai permukaannya.
 Pecahan berserat/berserabut
(splintery/fibrous) : bila pada permukaan
pecah nampak gejala serabut seperti batang
bambu atau kayu yang patah.
 Pecahan rata (even) : bila permukaan
pecahan nampak rata. Pecahan rata ini
biasanya merupakan bidang belahannya.
 Pecahan tidak rata (uneven/irreguler) : bila
permukaan pecahan nampak tidak rata,
seperti permukaan bata yang pecah.
 Perbedaan pecahan dan belahan dapat
dilihat dari sifat permukaannya dalam
memantulkan sinar. Pemukaan bidang belah
akan nampak halus dan dapat memantulkan
sinar seperti pada cermin datar, sedangkan
bidang pecahan memantulkan sinar ke
segala arah.
 Suatu jenis mineral tertentu dapat
mempunyai belahan dan pecahan, tetapi ada
juga mineral lain yang hanya mempunyai
belahan saja dan yang lainnya hanya
mempunyai pecahan saja.
 Cerat merupakan warna serbuk halus suatu
mineral, yang dapat dipakai sebagai penciri
suatu mineral, karena walaupun warna
mineral beraneka ragam maka ceratnya
akan selalu tetap. Untuk mendapatkan
cerat, mineral digoreskan pada permukaan
perselin yang tidak diberi lapisan pengkilap
atau disebut keping cerat (streak plate).
 Cerat yang dilihat terutama untuk mineral-
mineral yang berkekerasan kurang dari 6
skala Mohs.
 Kekerasan mineral merupakan ketahanan
mineral terhadap suatu goresan. Sifat mineral ini
sangat erat kaitannya dengan struktur kristal
dan ikatan atomnya. Kekerasan itu sendiri
dipengaruhi oleh keanekaragaman komposisi
(kimia) mineral sehingga mengakibatkan
mineral yang sama dapat menjadi lebih keras
atau lebih lunak daripada kekerasan normalnya.
 Untuk kepentingan pemeriksaan mineral, tolak
ukur kekerasan telah dibuat, tolak ukur tersebut
adalah yang dibuat oleh Friedrich Mohs dari
Jerman yang dikenal sebagai Skala Mohs yang
terdiri dari 10 kekerasan yang tidak seragam.
 Berat jenis merupakan perbandingan berat mineral
dengan volume (berat air pada hitungan air yang
sama). Untuk pemberian mineral dilakukan dengan
diambil lalau dapat diperkirakan dengan cara
menimang-nimangnya dengan tangan. Volume
dibagi menjadi tiga, yaitu :
 Mineral ringan, yaitu berat jenisnya kurang dari 2-
2,5.
 Mineral sedang, yaitu berat jenisnya antara 2,5-4,5.
 Mineral berat, yaitu berat jenisnya lebih dari 4,5.
 Contoh mineral yang berat jenisnya besar antara
lain: galena 7,5 ; pirit 5 ; sedangkan mineral
pembentuk batuan yang umum seperti kwarsa,
feldspar, kalsit, mempunyai berat jenis sekitar 2,6-
2,8.
 Pada wujudnya, sebuah kristal itu seluruhnya
telah dapat ditentukan secara ilmu ukur,
dengan mengetahui sudut-sudut bidangnya.
Untuk dapat membayangkan kristal dengan
cara demikian tidaklah mungkin. Hal ini dapat
dilakukan dengan menetapkan kedudukan
masing-masing bidang tersebut dengan
pertolongan sistem koordinat. Dalam ilmu
kristalografi, geometri digunakan dengan
enam jenis sistem sumbu utama yaitu :
 Pengenalan mineral yang terdapat pada batuan umumnya
dilakukan dengan pertolongan mikroskop polarisasi.
Mikroskop ini berbeda dengan mikroskop yang digunakan
dalam penyelidikan biologi.
 Cahaya yang digunakan untuk melakukan polarisasi yaitu
cahaya yang bergetar pada sebuah bidang saja. Jenis cahaya ini
dapat diperoleh dengan menggunakan dua prisma polarisasi
atau polarisator. Benda-benda ini berfungsi untuk
mendapatkan cahaya polarisasi atau polarisator. Benda-benda
ini berfungsi untuk mendapatkan cahaya polarisasi yang lurus.
 Dari hasil analisis kimia yang dilakukan pada batuan, terbukti
bahwa ada delapan unsur yang memainkan peranan penting
dalam pembentukan kerak bumi. Unsur-unsur ini bersenyawa
membentuk berbagai macam silikat dan oksida, sebagian
besar membentuk mineral-mineral utama yang terdapat dalam
suatu batuan. Mineral-mineral demikian disebut mineral
pembentuk batuan.
 Dari sekian banyak batuan yang telah
dianalisis secara kimia oleh Washington,
Nigly, Dayly dan lain-lain, terbukti bahwa
beberapa unsur yang berperan dalam
pembentukan kerak bumi adalah:
O2 : 47% Ca : 3,5%
Si : 27% Na : 2,5%
Al : 8% K : 2,5%
Fe : 5% Mg : 2,5%
 Unsur-unsur ini membentuk kurang lebih
99% dari unsur kimia kerak bumi sedangkan
sisanya merupakan zat-zat yang jarang
terdapat pada batuan beku dan kerak bumi.
 Dari tabel diatas, terlihat bahwa susunan rata-rata
unsur dalam batuan beku dan batuan yang
terdapat pada kerak bumi hampir sama. Dengan
demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada
saat kerak bumi terbentuk untuk pertama kalinya,
seluruh batuan adalah batuan hablur atau batuan
kristalin.
 Semua mineral yang dikenal di alam ini dapat
dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu:
a. Mineral anorganik, yaitu semua senyawa kimia
yang ada secara alami kecuali senyawa organik.
b. Mineral organik, umumnya berupa senyawa
karbon, kecuali karbonat dan karbida yang
termasuk kelompok mineral anorganik.
Mineral penting : Mineral pelengkap ::
1. Kuarsa, 1. magnetit,
2. Feldspar, 2. ilmenit,
3. apatit,
3. Feldspatoid (feldspathoid),
4. kalsit
4. Piroksen (pyroxene),
5. Horenblende (hornblende),
6. Biotit, dan
7. Olivin.
1. Lingkungan magmatik ::
Dalam lingkungan ini, mineral terbentuk pada 4
macam tipekejadian, yaitu yang berhubungan
dengan pembentukan :
a. Batuan beku,
b. Pegmatit,
c. Urat-urat hidrotermal, dan
d. Deposit mata air panas dan fumarol
2. Lingkungan sedimen,
Terjadi aktivitas sedimentasi :
a) Resistat,
b) Hidrolisat,
c) Oksidat,
d) Reduzat,
e) Presipitat, dan
f) Evaporit.
Tipe sedimen ::
 Sediman Detritus : sedimen
yang terdiri dari partikel-partikel
padat hasil dari pelapukan
mekanis.
 Sedimen kimiawi : sedimen yang
terdiri dari mineral sebagai hasil
kristalisasi larutan dengan
proses inorganik atau aktivitas
organisme.
3. Lingkungan metamorfik,
Pada proses metamorfisme, mineralnya dapat
terbentuk pada 3 macam derajat
metamorfisme:
 Metamorfisme derajat rendah,
 Metamorfisme derajat menengah, dan
 Metamorfisme derajat tinggi.
o Terjadi dalam suasana padat
o Bersifat isokimia
o Terbentuknya mineral baru yang
merupakan mineral khas metamorfosa
o Terbentuknya tekstur dan struktur
baru
 Metamorfosa kontak dominan
pengaruh suhu
 Metamorfosa dinamik dominan
pengaruh tekanan
 Metamorfosa Regional kedua-
duanya (P dan T) berpengaruh
Fasies metamorfosis dicirikan oleh mineral atau
himpunan mineral yang mencirikan sebaran T
dan P tertentu. Mineral-mineral itu disebut
sebagai mineral index
 Staurolite: intermediate high-grade
metamorphism
 Actinolite: low intermediate metamorphism
 Kyanite: intermediate high-grade
 Silimanite: high grade metamorphism
 Zeolite: low grade metamorphism
 Epidote: contact metamorphism
 Lepidoblastik : terdiri dari mineral-mineral
tabular/pipih, misalnya mineral mika (muskovit,
biotit)
 Nematoblastik : terdiri dari mineral-mineral
prismatik, misalnya mineral plagioklas, k-felspar,
piroksen
 Granoblastik : terdiri dari mineral-mineral
granular (equidimensional), dengan batas-batas
sutura (tidak teratur), dengan bentuk mineral
anhedral, misalnya kuarsa.
 Tekstur Homeoblastik : bila terdiri dari satu
tekstur saja, misalnya lepidoblastik saja.
 Tekstur Hetereoblastik : bila terdiri lebih dari
satu tekstur, misalnya lepidoblastik dan
granoblastik
Mineral anterasi merupakan perubahan
komposisi mineralogi batuan karena
pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi dan
tidak dalam kondisi isokimia menghasilkan
mineral lempung, kuarsa, atau sulfida logam.
Proses alterasi merupakan peristiwa
sekunder. Alterasi terjadi pada intrusi batuan
beku yang mengalami pemanasan dan pada
struktur tertentu yang memungkinkan
masuknya air meteoric untuk dapat
mengubah komposisi mineralogy batuan.
 Kalkopirit
 Pirit
 Limonit
 Garnierit
 Epidote
 Malakit
 Khlorit
 Orphiment
 Realgar
 Galena
 Diskusi kelompok