Anda di halaman 1dari 9

PEMERIKSAAN VISUS OBJEKTIF

REFRAKSI OBJEKTIF : RETINOSKOPI

 Menentukan secara objektif :


spherocylindrical refractive error,
astigmatisme, evaluasi opacitas dan
iregularitas
 Dikembangkan oleh Copeland
 Posisi : mata kanan diperiksa dengan mata
kanan/ sebaliknya
 Fixasi mata pasien di jarak jauh  akomodasi
(-)
Refleks Retina :
1. Emmetrop : reflek pararel
2. Myop : reflek konvergen
3. Hipermetrop : reflek divergen
Lensa Koreksi :
 Pemeriksa menggunakan lensa koreksi yg tepat untuk
mendapatkan reflek netral
 Pemeriksa mengarahkan (dengan lensa ttt) titik jauh ps
ke peephole  netral
 Perhitungkan ‘working distance’
67cm  +1,5D
50 cm  +2D
RETINOSKOPI PADA REGULAR ASTIGMATISME

Streak reflek untuk temukan axis :


1. Temukan ‘Break’  tampak jika streak tidak
pararel thd salah satu meridian
2. Lebar reflek  makin sempit jika streak segaris
dengan axis
3. Intensitas  >> jika streak pada axis yg sesuai
4. Miring
Gerakan obliq pada reflek streak. Pada silinder yg kecil.
Jika streak tidak pada axis, reflek streak akan sedikit bergerak ke arah
yg berbeda dengan reflek pupil
POWER SILINDER :
1. SPHERICAL TECHNIQUES
netralkan satu persatu axisnya dengan lensa
sferis
Co: axis 90⁰  S+1,5D, axis 180 ⁰  +2,25D
menjadi S+1,5D C +0,75D X 180
2. WITH A SPHERE AND CYLINDER
Netralkan 1 axis dengan lensa spheris.
Menggunakan lensa silinder , netralkan aksis 90 °
dari aksi lensa sferis
STRADDLING TECHNIQUES
 Teknik untuk konfirmasi axis
 Lensa koreksi silinder diletakkan pada perkiraan
axis, kemudian streak retinoskope diletakkan
pada 45⁰ di kedua sisi axis
 Axis benar jika lebar reflek sama di kedua sisi