Anda di halaman 1dari 20

KESELAMATAN KAPAL

Sean Chen Gyarino ( 04211740000002 )


Eka Novianto Nugroho ( 04211740000003 )
PEMBAJAKAN DAN PERAMPOKAN
BERSENJATA
IMB mendefinisikan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata sebagai;
“Tindakan naik atau mencoba naik ke kapal apa pun dengan maksud
nyata untuk melakukan pencurian atau kejahatan lainnya dan dengan
maksud yang jelas, atau
kemampuan untuk menggunakan kekerasan dalam kelanjutan dari
tindakan itu ”.
PEMBAJAKAN DAN PERAMPOKAN
BERSENJATA
Berdasarkan UNCLOS article 101 : Definisi Pembajakan terdiri dari salah satu
tindakan berikut:
a) setiap tindakan kekerasan atau penahanan ilegal, atau tindakan penghancuran
apa pun, yang dilakukan untuk tujuan pribadi oleh awak kapal atau penumpang
dari kapal pribadi atau pesawat pribadi, dan diarahkan-
(i) di laut lepas, terhadap kapal atau pesawat lain, atau terhadap orang atau
properti di atas kapal atau pesawat terbang semacam itu;
(ii) terhadap kapal, pesawat udara, orang atau properti di suatu tempat di
luar yurisdiksi Negara manapun;
PEMBAJAKAN DAN PERAMPOKAN
BERSENJATA
Berdasarkan UNCLOS article 101 : Definisi Pembajakan terdiri dari salah satu
tindakan berikut:
(b) setiap tindakan partisipasi sukarela dalam pengoperasian kapal atau pesawat
udara dengan pengetahuan tentang fakta yang menjadikannya kapal atau pesawat
bajak laut;
(C) setiap tindakan menghasut atau sengaja memfasilitasi suatu tindakan yang
dijelaskan dalam sub ayat (a) atau (b).
PEMBAJAKAN DAN PERAMPOKAN
BERSENJATA

"Perampokan Bersenjata terhadap Kapal berarti setiap


tindakan kekerasan atau penahanan yang melanggar hukum
atau tindakan penghancuran apa pun, atau ancamannya, selain
tindakan" pembajakan ", yang ditujukan terhadap kapal atau
terhadap orang atau properti di atas kapal tersebut, dalam
yurisdiksi Negara Bagian atas pelanggaran semacam itu ”
SECURITY PADA KAPAL

Pembajakan di laut lepas baik yang dilakukan oleh


kapal-kapal asing, maupun oleh kapal-kapal domestik di
wilayah perairan internasional akhir-akhir ini telah
menimbulkan keresahan bagi pelayaran internasional.
Penindakan kejahatan pembajakan laut lepas
tersebut, didasarkan pada berlakunya hukum internasional
yang berkaitan dengan pembajakan laut lepas.
Karena banyaknya kejadian pembajakan &
penyerangan yang terjadi di laut internasional, kami akan
menampilkannya dalam bentuk data – data yang sudah di
olah mulai dari :
1. Penyerangan – penyerangan pada kapal di laut
*Notes : Kami tidak memasukkan
internasional. data tahun 2018 karena masih
berupa laporan per kuartal.
2. Alat penyerangan yang di gunakan. Menurut kami data tersebut tidak
akan sebanding dengan data
3. Jenis kapal yang diserang ditahun lain yang berupa annual
report.
4. Flag state kapal yg diserang
PENYERANGAN – PENYERANGAN PADA
KAPAL DI LAUT INTERNASIONAL.
Penyerangan kapal yang Total Insiden Pertahun
terjadi pada rentang 10 2017
2016
tahun terakhir, mulai dari 2015

tahun 2008 hingga 2017, 2014


2013
dimana ada 62 negara 2012

yang menjadi tempat dari 2011


2010
penyerangan. 2009
2008

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008


- 2017 Annual Report
PENYERANGAN – PENYERANGAN PADA
KAPAL DI LAUT INTERNASIONAL.
Peningkatan terjadi dari tahun 2008 hingga Total Insiden Pertahun
2010, dimana angka-angka ini disebabkan
2017
oleh meningkatnya kemampuan perompak 2016
Somalia untuk menjangkau lebih jauh ke laut 2015
daripada sebelumnya. Ini ditambah dengan 2014
2013
ketidakmampuan pemerintah Somalia untuk
2012
merespon, mendorong para perompak. 2011
2010
Somalia menyumbang lebih dari setengah
2009
angka-angka pada tahun 2009, dengan 2008
serangan terus menjadi oportunistik di alam. 0 100 200 300 400 500

Puncaknya pada Desember 2010, mereka


mencapai selatan Selat Mozambik dan ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008
sejauh timur 72 ° Bujur Timur di Samudera
- 2017 Annual Report
Hindia, sebuah rentang operasi yang belum
pernah terjadi sebelumnya.
PENYERANGAN – PENYERANGAN PADA
KAPAL DI LAUT INTERNASIONAL.
Penurunan terjadi secara perlahan dari tahun Total Insiden Pertahun
2011 hingga 2017. ini tejadi karena upaya
2017
lanjutan dari pasukan Angkatan Laut 2016
internasional yang berpatroli dan 2015
menanggapi ancaman dari perompak 2014
2013
Somalia tersebut.
2012
Pembajakan di laut dunia mencapai titik 2011
2010
terendah dalam lima tahun, dengan 297
2009
kapal diserang pada tahun 2012, 2008
dibandingkan dengan 439 pada tahun 2011. 0 100 200 300 400 500
Angka-angka keseluruhan dunia turun
drastis oleh pengurangan besar dalam ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008
pembajakan Somalia, meskipun Afrika Timur - 2017 Annual Report
dan Barat tetap menjadi wilayah yang paling
terpukul, dengan 150 serangan pada tahun
2012.
PENYERANGAN – PENYERANGAN PADA
KAPAL DI LAUT INTERNASIONAL.
IMB mengatakan angkatan laut menghalangi Total Insiden Pertahun
pembajakan di lepas pantai Timur Afrika,
2017
dengan serangan pre-emptive dan tindakan 2016
tegas terhadap kapal induk. Begitu juga 2015
dengan tim keamanan bersenjata swasta, 2014
2013
dan penerapan Praktek Manajemen Terbaik
2012
oleh kru. Namun ancaman dan kemampuan 2011
perompak Somalia bersenjata lengkap tetap 2010
kuat. Kehadiran terus-menerus dari 2009
2008
angkatan laut sangat penting untuk
memastikan bahwa pembajakan Somalia 0 100 200 300 400 500

tetap rendah.
ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008
- 2017 Annual Report
PENYERANGAN – PENYERANGAN PADA
KAPAL DI LAUT INTERNASIONAL.
IMB memuji upaya yang dilakukan oleh Polisi Total Insiden Pertahun
Marinir Indonesia dalam mengatasi masalah
2017
utama yang membendung peningkatan 2016
serangan di titik-titik teridentifikasi. IMB dan 2015
Polisi Marinir Indonesia bekerja erat dalam 2014
2013
menanggapi tren baru saat mereka
2012
diidentifikasi. 2011
2010
Puncak dari penurunan insiden adalah di tahun
2009
2017, dimana sebanyak 180 insiden 2008
pembajakan dan perampokan bersenjata 0 100 200 300 400 500
terhadap kapal telah dilaporkan ke IMB RRC di
2017. Ini adalah angka tahunan terendah sejak ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008
1995 ketika 188 laporan diterima. - 2017 Annual Report
PRESENTASE DATA TOTAL INSIDEN
PERSENTASE TOTAL INSIDEN PER WILAYAH
Pembajakan paling banyak
AFRICA S E ASIA INDIAN SUB CONTINENT
terjadi di wilayah Afrika dan SOUTH AMERICA FAR EAST REST OF WORLD
Asia Tenggara dikarenakan
6% 1%
pada wilayah ini lah terjadi
7%
aktivitas perompak dari
Somalia, Nigeria dan Filipina.
8%
Motif utama pembajakan di
wilayah Afrika akibat
48%
kekurangan ekonomi yang
parah serta kepentingan politis.
Sedangkan di Asia Tenggara
motif utama pembajakan kapal
30%
adalah kebutuhan ekonomi dari
perompak.
ALAT PENYERANGAN YANG DI GUNAKAN.
Para perompak dan
pembajak biasa nya dalam Grafik Alat yang digunakan untuk
Penyerangan
melakukan aksinya 300
menggunakan senjata pada 250
saat pembajakan, biasanya 200
senjata yang di gunakan ialah 150
: 100

1. Guns 50

0
2. Knife 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Guns Knives Not stated Other weapons
3. Not stated
4. Other weapons ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008
- 2017 Annual Report
PRESENTASI DATA TOTAL ALAT
PENYERANGAN
Types of Arms

Guns paling banyak


2%
di gunakan, karena
merupakan senjata 33%
41%
yang paling mudah
di dapat dan
mempunya daya
rusak tinggi . 24%

Guns Knives Not stated Other weapons


JENIS KAPAL YANG DISERANG
Perbandingan Jenis Kapal yang diserang
Dari berbagai jenis 120
kapal yang terdapat di dunia
kami telah memelih kapal – 100
kapal yang sering menjadi
korban pembajakan, terdapat 8 80
kapal yang sering menjadi
korban pembajakan yaitu : 60

1. Tanker chem / prd


40
2. Tanker crude
3. Tug boat 20

4. General cargo
0

5. Supply ship 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Bulk Carrier Tanker Chem / Product Container Tanker Crude Oil

6. Container General Cargo Tug Tanker LPG Trawler/Fishing


Supply Ship Vehicle Carrier

7. Tanker lpg Berikut ini ada data jenis kapal yang menjadi korban
pembajakan dari tahun 2008 hingga 2017
ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008 - 2017 Annual Report
PRESENTASI DATA KAPAL YANG DI SERANG

Persentase Jenis Kapal yang Diserang


3 kapal utama yang menjadi
Vehicle Carrier
Supply Ship
Trawler/Fishing
incaran utama para perompak Tanker LPG
Tug 3%3%
1%
1%
Bulk Carrier
adalah Bulk Carrier, Tanker dan 5%
23%
Container, dimana ketiga kapal General Cargo
9%
ini secara nilai ekonomis menjadi
yang paling berharga karena nilai Another Types
9%
muatannya, serta jenis dari Tanker Chem /
Product
muatannya tersebut yang bisa Tanker Crude Oil 22%
12%
digunakan oleh perompak
Container
langsung untuk memenuhi 12%
kebutuhan mereka.
Bulk Carrier Tanker Chem / Product Container
Tanker Crude Oil Another Types General Cargo
Tug Tanker LPG Trawler/Fishing
Supply Ship Vehicle Carrier
FLAG STATE KAPAL YG DISERANG
Dari berbagai macam flag state di dunia kami telah memilih flag state terbanyak
yang menjadi korban dari pembajakan. Berikut ini data yang yang kita dapatkan :
Flag State Terbanyak yang Terbajak
600

500

400
3 besar Flag State yang sering
300 diserang adalah Panama, Liberia
200 dan Singapura, dimana Panama dan
100
Liberia merepresentasikan kapal-
kapal yang berlayar melewati
0
wilayah Afrika dan Singapura
merepresentasikan kapal-kapal
yang berlayar melewati wilayah Asia
Tenggara.

ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2008


- 2017 Annual Report
CONTOH KASUS
Lokasi : 07 – 01 – 2012 ( anchored ) 2215 lt
Kapal/no imo / Flag : Sarah Schulte, container germany 28592
9294159
Posisi : 06:01S – 106:53E Jakarta, indonesia
Kejadia : Sekitar tujuh perampok bersenjata menaiki kapal
berlabuh. Penjaga tugas menemukanpintu kemudi terbuka
dan masuk untuk menyelidiki. Para perampok menangkap
penjaga itu,Membawanya menyandera, menutup matanya
dengan plastik dan mencuri walkie talkie-nya. Seorang
perampok berdiri berjaga - jaga dengan penjaga sementara
yang lain memasuki ruang mesin. Setelah sekitar 20 menit
para perampok meninggalkan ruang mesin dan melarikan
diri. Penjaga tugas pergi ke jembatan dan mengangkat
alarm.
ICC IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships – 2012 Annual Report
KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan beberapa hal


sebagai berikut Aksi pembajakan di laut lepas tersebut pada awalnya dan pada
umumnya adalah dilatar belakangi oleh faktor-faktor ekonomi. Namun pada
perkembangannya dan dalam situasi dewasa ini, fenomena pembajakandalam
konteks tindakan kekerasan di Laut Lepas yang lebih luas. Misalnya terorisme
sebagaibentuk masalah yang dilatarbelakangi ideologi