Anda di halaman 1dari 37

1

LPR ( Laryngopharyngeal reflux ) merupakan


manifestasi atipikal/ekstraesofageal dari
GERD

GERD ( Gastroesophageal Reflux Disease ) adalah


suatu spectrum disease dengan manifestasi
tipikal, atipikal dan komplikasi

LPR GERD
2
JANTUNG
 Chest pain
 Sinus aritmia

ENT
 Laringitis PULMONARY
Sinusitis Asma
Manifestasi Batuk kronis
Otitis
Ulcer Ekstraesophageal Pneumonia
Granuloma Dari GERD Bronkhitis
Polip Intersital fibrosis
Laringeal Ca

LAIN-LAIN
Erosi gigi
Halitosis
LPR GERD

1. Gejala Pernafasan Ada Tidak

2. Rasa Terbakar di dada Tidak Ada

3. Gangguan suara Ada Tidak

4. Klirens asam esofageal Normal Lambat

5. Abnormal Sphincter esofageal Atas + bawah Bawah

6. Proteksi mukosa yang baik Tidak Ada

7. Refluks saat berdiri Selalu Kadang-kadang

8. Refluks saat berbaring Kadang-kadang Selalu


 LARINGITIS POSTERIOR
 REFLUKS ESOFAGOFARINGEAL
 REFLUKS LARINGITIS
 REFLUKS SUPRAESOFAGEAL
 REFLUKS EKSTRAESOFAGEAL
 LPR sering kali terjadi underdiagnosis
atau overdiagnosis
 Diperkirakan 4%-10% pasien dengan
keluhan THT-KL mempunyai LPR yang
mendasarinya
 RSHS 2009 Sekitar 7,61%
FISIK GAYA HIDUP
 Fungsi sphincter  Diet
esofageal yang tidak tomat yang mengiritasi,
baik sitrus,,NSAID, aspirin
 Hiatal hernia coklat, makanan
 Kontraksi esofageal berlemak, bumbu
yang abnormal pedas, kopi.
 Pengosongan lambung  Kebiasaan yang tidak
yang lambat sehat
Makanan berlebih
Merokok
Konsumsi alkohol
 Gejala dan Tanda-tanda klinis
 Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Penunjang
 Endoscopy
 Esophageal manometry
 pH monitoring
 Esophageal biopsy
 Therapeutic trials
 Radionuclide studies
 Barium radiographs
 Gejala tersering (American Broncho-Esophagological
Association) :
 Menelan ludah (98,3%).
 Batuk kronis (96,6%)
 Sensasi rasa mengganjal (94,9%)
 Suara serak/gangguan suara (94,9%)
 Tersedak (90%)

 Reflux Symptoms Index (RSI)  questioner yang valid


dan reliabel untuk pasien LPR
Gejala yang dikelihkan 1 bulan terakhir Skor

1. Suara serak atau problem suara 0 1 2 3 4 5

2. Pembersihan tenggorok/Mendahem > 4 x dalam 1 hari 0 1 2 3 4 5

3. Dahak dibelakang hidung 0 1 2 3 4 5

4. Sulit menelan 0 1 2 3 4 5

5. Batuk setelah makan atau berbaring 0 1 2 3 4 5

6. Kesulitan bernafas atau tersedak 0 1 2 3 4 5

7. Batuk terus menerus atau batuk yang sangat mengganggu 0 1 2 3 4 5

8. Rasa menganjal ditenggorok 0 1 2 3 4 5

9. Rasa nyeri dada/rasa tidak nyaman dibelakang dada 0 1 2 3 4 5

RSI (Reflux Symptom Index) dengan kriteria LPR apa bila skor RSI > 13
Keterangan :
0 : Tidak ada keluhan Dikutip dari : Belafsky,dkk
1 : Ringan, keluhan tidak dapat diabaikan, 1x dalam 1 bulan
2 : Sedang, keluhan tidak dapat diabaikan 1x dalam seminggu
3 : Sedang, keluhan mempengaruhi gaya hidup, 1x dalam 1 minggu
4 : Berat, keluhan mempengaruhi gaya hidup, beberapa kali dalam seminggu
5 : Berat, keluhan mempengaruhi gaya hidup, setiap hari
• Komprehensif  pemeriksaan kepala dan leher
menyeluruh
• Jika berat kehilangan enamel gigi
• Pemeriksaan Laryng merupakan suatu keharusan
• Temuan yang berhubungan dengan LPR :
edema laring dan plika vokalis, edema subglotik, pseudosulkus
vokalis , obliterasi ventricular, hipertrofi komisura posterior,
laryngeal granuloma, hipertrofi lymphoid and produksi mukus
faringeal yang berlebih
Dapat memeriksa laring secara keseluruhan
Temuan dihubungkan dengan Reflux Finding Score (RFS)
Keadaan Patologis Laring Skor Patologis
1. Edema Subglotik (Pseudo Ulkus) 0 = Tidak ada
2 = Ada
2. Obliterasi Ventikular 0 = Tidak ada
2 = Partial
4 = Komplit
3. Eritema / Hiperemis 0 = Tidak ada
2 = Hanya Eritenoid
4 = Seluruh
4. Edema Pita Suara 0 = Tidak ada
1 = Ringan
2 = Sedang
3 = Berat
5. Edema laring Menyeluruh 0 = Tidak ada 3 = Berat
1 = Ringan 4 = Obstruksi
2 = Sedang
6. Hipertrofi Komisura Posterior 0 = Tidak ada 3 = Berat
1 = Ringan 4 = Obstruksi
2 = Sedang
7. Granuloma / Jaringan Granulasi 0 = Tidak Ada
2 = Ada
8. Mukus Tebal Endolaring 0 = Tidak Ada
2 = Ada

RFS (Reflux Finding Score) dengan kriteria LPR apabila skor RFS > 7
•Hanya terdapat dibagian inferior ligamen pita suara asli krn dibagian ini ruang submukosanya terbatas
•Merupakan tanda yang akurat dari LPR dengan angka prediksinya 90%.
Ulcerative esophagitis
Stricture
Barrett’s esophagus
Esophageal adenocarcinoma

21
Tiga tempat probe pH
Distal esoph. probe :
5,0 cm diatas LES
Proximal esoph. probe :
Dibawah UES
Pharyngeal probe :
2,0 cm diatas UES
22
Gold standard untuk tes refluks
Waktu : 18 – 24 jam
Melihat abnormalitas kejadian refluks asam lambung
Gejala refluks yang terjadi  catat waktunya

SI (Symptom Index)
= Jumlah gejala yang terjadi dengan pH < 4.0 x 100
Total jumlah gejala
• Diindikasikan untuk pasien dengan suspek
LPR tetapi tidak akan dilakukan endoskopi 
barium swallow
• Optimal untuk mengevaluasi pasien dengan
komplikasi seperti kelainan motilitas
• Tidak sensitif dan tidak spesifik untuk meneliti
refluks
• Biopsi dan sitologi memiliki manfaat
terbatas
• Tidak sensitif untuk mendiagnosis

• Scintigrafi mempunyai nilai diagnostik


• Menggunakan radioisotop Tc 99m koloid sulfur
• Reliabilitas dipertanyakan dan sekarang tidak
digunakan lagi untuk diagnostik
• Biaya relatif murah, tidak invasif, serta
sensitifitas (78,3%) dan spesifisitas (85,7%)
cukup tinggi dan tingkat kepercayaan (90%)

• Dapat dilakukan untuk mendiagnosis LPR


oleh dokter umum atau sarana yang tidak
memiliki rinolaringoskopi serat lentur
• Omeprazole.
• Lansoprazole.
• Esomeprazole.
• Pantoprazole.
• Rabeprazole

• Omeprazole dan Lansoprazole digunakan


sebagai PPI test
Omeprazol 20 mg sehari 2x or
Lansoprazol 30 mg sehari 2x
1-2 minggu

Gejala Hilang > 50 %

Refluks (+)
 25% resolusi spontan
 Education Pasien and perubahan
gaya hidup
 Medikamentosa
 Pembedahan
1. PPI (proton pump inhibitors).

2. H2 reseptor antagonis  Nilai terapeutik kecil untuk LPR.

3. Prokinetics agent
Cisapride, tegaserod

4. Mucosal sitoprotektan
Sukralfat
Divi dan Beninger :

 Terapi dengan antasida, H2 reseptor


antagonis, dan perubahan pola hidup
memberikan hasil perbaikan dari LPR
kurang dari 50 %

 Proton pump inhibitor saat ini merupakan


obat antirefluks untuk LPR yang paling
efektif

33
 Consensus Conference Report on LPR (1997)
merekomendasikan pemberian PPI sehari dua
kali, pemberian diteruskan sampai pengobatan
enam bulan lamanya

 Beberapa peneliti merekomendasikan untuk


menilai efektivitas PPI berdasarkan gejala,
yang mana pemberian PPI selama 2-3 bulan
sudah memberikan perbaikan yang signifikan
Pemeriksaan Awal
Pasien diduga LPR

RSI (Riwayat Gejala) > 13 dan RFS (Laringoskopi). 17

Uji Terapi Empiris : Gaya Hidup, Diet, dan Terapi PPI

Kontrol 3 bulan

Gejala Membaik Gejala tidak berkurang atau


Gejala hilang
memburuk
Peningkatan dosis PPI
Lanjutkan modifikasi
Titrasi Terapi PPI Gaya hidup & diet

Kontrol 6 bulan

Gejala tidak hilang Gejala tidak hilang

Titrasi Terapi PPI - Pemeriksaan definitif (lakukan 1 atau 2


pemeriksaan)
- Operasi
 OPERASI :
Fundoplikasi komplit atau parsial :
Tujuannya untuk memulihkan kemampuan
LES  menurunkan episode refluks faring

 LASER.

 GERD : 85-95%

 LPR : Tidak signifikan