Anda di halaman 1dari 16

System

Thinking
Proses dan Metode I
Kelompok 4
1. Bella Widya Septianty (1702095073)
2. Ella Fitria Rahmayani (1702095075)
3. Nurul Istiqlaliah (1702095121)
4. Nida Rohadatul Anisa (1702095087)
5. Alfira (1702095071)
6. Tifanny Riska Anggraini (1702095107)
7. Ria Tandirerung (1702095109)
8. Mulise Selfiantini Anggie (1702095084)
9. Devina Ramadhanty (1702095096)
Hard System Thinking
Hard system thinking mengacu pada permasalahan di dunia nyata dengan
mengerjakan apa yang bersifat teknis.

Hard system thinking digunakan tentu dengan beberapa alasan seperti


dunia ini terdiri banyak sistem, sistem-sistem tersebut dapat dijelaskan
dengan metode-metode formal, pemahaman sistem dapat dilakukan
dengan melakukan analisa yang rasional, semua sistem yang ingin
diketahui dapat dibuat suatu model, mulai dari sistem itu sendiri sampai
pada kebutuhan sistem terhadap lingkungannya.
Soft System
Thinking
Soft system thinking memiliki ruang
lingkup dari aktivitas manusia yang kurang
jelas dan terkesan dinamis. Dalam
prosesnya, soft system thinking perlu
memperhatikan berbagai aspek sosial
humaniora seperti sosial, budaya,
politik,psikologi, etika dan estetika.

Tujuannya menimbulkan banyak interpretasi


sehingga menjadi kurang jelas tujuan
tersebut. Sulitnya menentukan pengukuran
kinerja dan keberhasilan dari soft sistem
tersebut sehingga masalah yang muncul
dalam soft system umunya tidak terstruktur
dan juga dalam melakukan analisis
terhadap soft system hendaknya dimulai
semenjak masalah tersebut terbentuk dan
muncul dipermukaan.
Evolutionary
System Thinking
Model pengembangan evolusioner ini berdasarkan
pada implementasi awal yang akan menghasilkan
komentar pemakai, sehingga dapat dilakukan
perbaikan melalui banyak versi sampai sistem
yang mencukupi dapat dikembangkan.

Selain memiliki aktivitas-aktivitas yang terpisah, model


ini memberikan umpan balik dengan cepatdan
serentak.

pemrograman evolusioner banyak digunakan dalam


pengembangan sistem kecerdasan buatanyang
berusaha menyamai kemampuan manusia.
Tipe dalam Model Pengembangan Evolusioner

Pemrograman evolusioner Permodelan evolusioner


Complex Adaptive
System Thinking
Complex adaptive systems adalah sistem
yang memiliki dua karakteristik, yaitu
kompleks dan berkemampuan untuk
beradaptasi.

Suatu sistem dikatakan mampu beradaptasi apabila


dapat menghasilkan suatu prosedur atau strategi yang
memungkinkan komponen-komponennya
menyesuaikan diri atau beradaptasi secara efisien
dalam lingkungan yang berbeda(Holland,1962).

Sehingga dapat dikatakan bahwa kata kunci dari suatu


CAS adalah adaptasi dan efisien. Namun, semakin
tinggi kemampuan suatu CAS untuk beradaptasi,
semakin sulit pula diprediksi prilakunya. Sehingga tidak
bagi kestabilan sistem tersebut.
Karakteristik dari CAS
 Organisme yang hidup.

 Tidak dapat diprediksi.

 Dapat beradaptasi, fleksibel dan self


organized.

 Membuka peluang kreativitas.

 Merangkul complexity.

 Co-evolve secara kontinue.


Hard : Metode Sistem Analisis
System analisis adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana
pengambilan suatu keputusan secara sistematis berdasarkan pertimbangan
biaya, resiko, efektivitas, serta pengelolaan sumber daya manusia.

Dalam metodologi system analysis terdapat tujuh langkah utama yakni:

1. Merumuskan masalah.
2. Mengidentifikasi, merancang, memilah berbagai macam
tanggapan.
3. Membangun dan menggunakan model sistem untuk
memprediksikan akibat dari menggunakan tanggapan yang
digunakan.
4. Membandingkan dan membuat skala prioritas dan berbagai
tanggapan.
5. Mengevaluasi hasil analisis.
6. Mengambil keputusan dan mengimplementasikan.
7. Mengevaluasi hasil dari akibat tindakan.
Hard : Metode Rekayasa Sistem
Rekayasa sistem adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara
merancang sistem yang kompleks secara total dan menjamin bahwa
komponen-komponen yang ada didalamnya dapat saling beinteraksi
sehingga sistem yang dihasilkan dapat menyelesaikan suatu
permasalahan dengan proses yang seefisien mungkin.

Tujuan dari system engineering ini adalah dapat memastikan penggunaan


sumber daya yang seoptimal mungkin yang dapat berupa manusia, uang,
mesin dan material.

Adapun metode dari rekayasa sistem yaitu :

 Perencanaan
 Analisis
 Perancangan
 Pembangunan
 Penerapan
 Evaluasi
 Pemeliharaan
 Pengembangan jaringan.
Hard : Metode Operations Research
Operations research adalah ilmu yang mempelajari tentang penerapan metode-metode ilmiah
untuk masalah-masalah yang rumit dengan pengarahan dan manajemen dari suatu sistem
berskala besar yang terdiri manusia, mesin, bahan dan uang di dalam industri,bisnis atau
pemerintah.

Pendekatan dari riset oeprasi bertujuan untuk membentuk suatu metode


ilmiah dalam sebuah sistem dengan menggabungkan dari berbagai faktor seperti chance dan risk
untuk membandingkan dan memprediksi hasil-hasil dari keputusan yang diambil.

Metode tahapan-tahapan dalam riset operasi antara lain :

Merumuskan masalah Menguji model tersebut dan solusi


1 4 yang diberikan

Menerapkan kontrol atas solusi


2 Merancang model sistematis 5 tersebut

Memberikan solusi dari model Mengimplementasikan solusi


3 tersebut 6
Soft : Metode Sistem Methodology
Soft system methodology adalah sebuah metodologi yang Adapun metode dalam soft system methodology yaitu :
cocok untuk membantu suatu organisasi dalam menjelaskan
tujuan mereka dan kemudian merancang sistem aktivitas  Mengidentifikasi masalah yang tidak terstruktur.
manusia untuk mencapai tujuan tersebut.
 Mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan
dengan informasi tersebut dengan melakukan observasi,
survey serta diskusi. Lalu merumuskan dan
mempresentasikan masalah terbut melalui rich picture.

 Menghubungkan masalah dengan sistem yang ada lalu


membuat root definition yang dapat menjelaskan proses
pencapaian tujuan lalu mengujinya dengan CATWOE
analysis .

 Membuat model sistem konseptual untuk setiap sistem


yang akan digambarkan dengan activity model lalu
menentukan ukuran kinerja model tersebut berdasarkan
efficacy, efficiency dan effectiveness.

 Membandingkan antara model yang telah dibuat dengan


kenyataannya dan apabila perlu, model konsep tersebut
didiskusikan dengan stakehloders sehingga diharapkan
dapat tercapai perubahan yang lebih baik dan sistematis.
Soft : Rigorous soft method
Rigorous soft method adalah metode untuk mengatasi masalah
menggunakan hierarki masalah "gejala". Mengidentifikasi dan
mengkarakterisasi sumber masalah kompleks dan menghasilkan
persyaratan untuk menyelesaikan masalah.

Rigrous soft method menggunakan teknik, alat, dan metode


untuk:

 menemukan masalah.
 mengidentifikasi kemungkinan yang menyebabkan gejala-
gejala tersebut.
 mengidentifikasi kelompok kelompok yang memungkinkan.
Soft : Metode Breakthrough Thinking

Breakthrough thinking adalah cara berpikir diluar batas Metode dalam Breakthrough
kemampuan pada umumnya dan upaya yang disengaja dan Thinking :
terfokus yang bertujuan mengembangkan pendekatan baru
yang seara radikal mengatasi kendala, alih-alih membuat 1. Busting assumption technique ( Asumsi-Busting tehnik )
perubahan bertahap dalam cara kerja yang lama. 2. Brainstorming

Berfikir secara kreatif dan inovatif atau diluar nalar, melihat 3. Edison’s Idea file
sesuatu dengan sesuatu yang baru. 4. Koinonia
5. Literal thinking/berpikir literal
6. The lotus blossom approach
Thank You
System Thinking