Anda di halaman 1dari 12

KINTANIA YUNIKA MS (710016149)

MARKUS OLA (710016151)


GANESA PEMBENTUKAN
Marmer merupakan bahan galian industri hasil ubahan
(metamorfosa) batugamping,kalsit,dan dolomit yang
menyebabkan terjadinya kristalisasi sebagai akibat dari
pengaruh temperatur dan tekanan yang dihasilkan oleh
proses-proses geologi. Proses ini tebentuk 30-60 juta tahun
yang lalu atau berumur Kuarter sampai Tersier.
Peta penyebaran batu marmer di indonesia
EKSPLORASI :

PEMETAAN TOPOGRAFI

PEMBORAN INTI SAMPEL BOR


Pengupasan Lapisan Penutup (Striping Over
Alat Diamond Wire Sawing dan Jack Hammer
Burden)

Pemuatan menggunakan Backhoe


Pengangkutan dengan truck (Loading)
PENGOLAHAN

Bongkahan batu marmer siap olah tahap crushing menggunakan alat Diaga

Tahap Penambalan dan Pengeringan Mereduksikan Ukuran Dengan


Gergaji brit
Paving Block
SEMEN PASIR ABU BATU LIMBAH MARMER

DICAMPURKAN

PERCETAKAN

PENGERINGAN

HASIL
BAB V
LINGKUNGAN DAN PROSPEK

1. Pencemaran air
Limbah yang langsung dibuang ke aliran sungai sekitar, hal ini dianggap
tidak berbahaya karena tidak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya.
Tetapi yang sebenarnya Limbah bekas pengolahan batu marmer dapat
mencemari lingkungan sekitar, berupa air sumur di sekitar lokasi produksi
marmer
2. Pencemaran udara
Debu yang beterbangan akibat dari proses penambangan akan membuat
polusi udara bagi masyarakat yang adadi daerah penambangan maupun daerah
produksi
Hasil produksi dari PT. Industri Marmer Indonesia biasanya di kirim ke
sekitar pulau Jawa namun ada juga yang eksplor ke luar Negeri misalnya
ke Australia. Untuk harga marmer yang telah jadi biasanya mengikuti
ukuran dan kualitas,untuk ukuran 30x30 sekitar Rp 90.000 – 250.000
sedangkan untuk ukuran 120x60 Rp110.00-350.000. Biasanya sekali
produksi dalam satu hari memerlukan bongkahan  7 kubik, dengan harga
perkubik Rp 3.700.000,00/kubik
1. Marmer merupakan bahan galian industri hasil ubahan
(metamorfosa) batugamping, kalsit,dan dolomit yang menyebabkan
terjadinya kristalisasi sebagai akibat dari pengaruh temperatur dan
tekanan yang dihasilkan oleh proses-proses geologi.
2. Komposisi kimia marmer sama dengan batugamping ,yaitu
CACO3, kadang-kadang terdapat unsur Mg yang berasal dari
dolomit.
3. Sistem penambangan batumarmer adalah Tambang terbuka
dengan metode Quarry
4. Proses pengolahan Marmer Indonesia di mulai dari pemotongan,
penambalan, pengeringan, dan pemolesan.
1. Penerapan K3 pada setiap penambangan dan
pengolahan harus diperhatikan dan dipertegas lagi untuk
semua pekerja
2. Memperhatikan ekosistem atau keseimbnagan alam
pada pertambangan Marmer
3. Limbah yang dihasilkan pada pengolahan marmer
harus di kelolah sebaik mungkin agar tidak merusak
lingkungan sekitar
4. Lebih banayak mempromosikan produk didalam
maupun diluar negeri