Anda di halaman 1dari 25

HIMPUNAN

(STATISTIKA
EKONOMI II)
PERTEMUAN KE-2 & KE-3
STIE
OLEH: HASNARIKA, S.Si.,M.Pd.
NIDN: 1020118901
PENGERTIAN HIMPUNAN

NOTASI HIMPUNAN

JENIS-JENIS HIMPUNAN

OPERASI PADA
HIMPUNAN
TEORI HIMPUNAN
 

1. Definisi Himpunan
Himpunan adalah suatu kumpulan objek yang didefinisikan
dengan baik yang memiliki sifat tertentu

Notasi Himpunan
Notasi Himpunan dinyatakan dengan huruf besar, seperti A,B,C
dll. Menyatakan sebuah himpunan menggunakan simbol {…}.
Sedangkan anggota himpunan dinyatakan dengan huruf kecil,
seperti a,b,c, dll. Anggota suatu himpunan digunakan lambang
sedangkan bukan anggota himpunan digunakan lambang ∉
TEORI HIMPUNAN
2. Penulisan Himpunan (Notasi)
Tata Cara Penulisan Himpunan, yaitu:
a. Mendaftarkan semua anggotanya
Yaitu, mencantumkan seluruh objek yang menjadi anggota
suatu himpunan.
Contoh: A = {a, i, u, e, o} dan B = {1, 3, 5, 7, 9}

b. Pencirian (Sifat yang dimiliki anggota)


A = Himpunan huruf vokal dalam abjad
B = Himpunan bilangan ganjil kurang dari 10
TEORI HIMPUNAN
 
c. Menyatakan Sifat dengan pola
Contoh: B = {1, 3, 5, 7, 9, …}

d. Notasi Pembentuk Himpunan


Contoh: B bilangan ganjil} yang memiliki makna bahwa B adalah
himpunan bilangan ganjil.

Latihan:
Tuliskan tata cara penulisan himpunan berikut:
1. A adalah himpunan sisi sebuah uang logam
2. B adalah himpunan mata sisi sebuah dadu
TEORI HIMPUNAN
3. Jenis Himpunan
a. Himpunan berhingga dan tak berhingga
Himpunan berhingga adalah suatu himpunan yang jumlah
anggotanya dapat dihitung. Sedangkan himpunan tak berhingga
adalah suatu himpunan yang jumlah anggotanya tidak dapat
dihitung.
Contoh:
Himpunan berhingga :
A = { xlx mahasiswa manajemen malam 3 tahun 2018}

Himpunan tak berhingga :


B = { xlx bilangan asli}
TEORI HIMPUNAN
b. Himpunan Kosong (Empty Set)
Suatu himpunan yang tidak memiliki anggota. Dinyatakan dengan
symbol { } atau Ø
Contoh:
T = { xlx mahasiswa manajemen malam 3 tahun 2018 yang berumur
6 tahun}

c. Himpunan Semesta dan Himpunan Bagian


Himpunan Semesta yaitu himpunan yang anggotanya semua objek
pembicaraan. Lambang: S atau U.
TEORI HIMPUNAN
Himpunan Bagian
Diketahui himpunan A dan B. Jika setiap anggota A merupakan
anggota B maka dapat dikatakan A merupakan himpunan bagian
dari B atau dikatakan B memuat A dan dinyatakan dengan A ⊂ B

Himpunan A merupakan himpunan bagian dari B jika memenuhi dua


syarat, yaitu:
1. Setiap anggota himpunan A merupakan anggota himpunan B
2. Paling tidak ada satu buah anggota himpunan B yang bukan
merupakan anggota himpunan A
Jadi A ⊂ B jika dan hanya jika: x∈A → x∈B
TEORI HIMPUNAN
Contoh:
S = {x |x mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang}
A = {y |y mahasiswa Program Studi Manajemen Tahun 2018}
B = {z |z mahasiswa Manajemen Malam 3 Tahun 2018}

Himpunan S merupakan himpunan semesta, himpunan A dan B


merupakan himpunan bagian dari himpunan S. Demikian juga
himpunan A merupakan himpunan semesta bagi himpunan B. Jika
dibuat dalam suatu hubungan ketiga himpunan tersebut dapat
dinyatakan sebagai berikut:
A⊂SB⊂SB⊂AB⊂A⊂S
TEORI HIMPUNAN
Contoh:
A = {1,3,5}, B = {0,1,2,3,4,5,6} dan C = {a,b,c,1,2}.
Apakah A ⊂ B? →Ya
Apakah C ⊂ B? →Tidak, atau dapat dinyatakan C ⊄ B

d. Komplemen suatu himpunan


Jika S himpunan semesta dan A suatu himpunan yang terkandung dalam S,
maka komplemen dari A adalah anggota himpunan S yang bukan anggota
himpunan A. dilambangkan Ac atau A’.

Contoh:
A = {1, 2, 3} dan S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7}
Maka Ac = {4, 5, 6, 7}
TEORI HIMPUNAN
4. Operasi Himpunan dan Diagram venn
Operasi himpunan terdiri dari:
a. Union (gabungan)
Gabungan himpunan A dan B ditulis A ∪ B adalah himpunan yang
anggotanya semua anggota dari A atau B.
Jadi A ∪ B = {x : x ∈ A atau x ∈ B}
Contoh:
A = {a b c d e}
B = {b d f}, maka A ∪ B = {a b c d e f}

Contoh
P = {3, 4, 6, 7}
Q = {4, 6, 8, 9}
Maka P ∪ Q = {3, 4, 6, 7, 8, 9}
TEORI HIMPUNAN
b. Intersection (Irisan).
Irisan dua himpunan A dan B ditulis A n B adalah himpunan yang anggotanya
semua anggota A yang sekaligus anggota B.
A n B = {x : x ∈ A dan x ∈ B}
Oleh karena itu, dua himpunan A dan B yang saling lepas, maka:
AnB=Ø

Contoh:
1. A = {a, b, c}, B = {a, d, e} dan C = {f, g}
maka A n B = {a} dan B n C = Ø
TEORI HIMPUNAN

C. Selisih (Pengurangan).
Selisih dari dua himpunan A dan himpunan B adalah suatu himpunan yang
anggotanya semua anggota A tetapi bukan anggota B. Ditulis A\B atau A – B.
A – B = {x |x ∈ A dan x ∉ B}

Contoh:
A = {5, 6, 7, 8} dan B = {2, 3, 5, 7}
Maka A – B = {6, 8}
TEORI HIMPUNAN

D. Operasi Penjumlahan Himpunan.


Jumlah antara dua himpunan A dan himpunan B adalah himpunan yang
anggota – anggotanya himpunan A atau anggota himpunan B, tetapi bukan
anggota irisan himpunan A atau himpunan B. dilambangkan dengan A + B.
A + B = {x | x ∈ A atau x ∈ B, dan x ∉(A n B)}
= {x | x ∈ (A ∪ B)dan x ∉(A n B)}

Contoh:
Diberikan himpunan A = {a, b, c, d, e} dan B = {d, e, f, g}
Maka A + B = {a, b, c, f, g}
TEORI HIMPUNAN
E. Operasi Perkalian Pada Himpunan

Notasi: A X B = {(a,b) l a ∈ A atau b ∈ B}


Contoh:
1) Misalkan C = {1, 2, 3} dan D = {a, b}
Maka: C X D = {(1,a), (1,b), (2,a), (2,b), (3,a), (3,b)}
2) Misalkan:
A = himpunan makanan = {s= soto, g=gado”, n=nasi, m=mie}
B = himpunan minumam = {t= teh, k= kopi, c= cendol, j= jus}
Penyelesaiannya:
A X B = {(s,t), (s,k), (s,c), (s,j), (g,t), (g,k), (g,c), (g,j), (n,t), (n,k), (n,c), (n,j),
(m,t), (m,k), (m,c), (m,j)}
TEORI HIMPUNAN
Jika A, B dan C masing – masing himpunan dan subset dari himpunan S, maka
berlaku:
- Hukum Komutatif
i) A ∪ B = B ∪ A
ii) A n B = B n A

- Hukum Asosiatif
i) A ∪ (B ∪ C) = (A ∪ B) ∪ C
ii) A n (B n C) = (A n B) n C

- Hukum Distributif
i) A ∪ (B n C) = (A ∪ B) n (A ∪ C)
ii) A n (B ∪ C) = (A n B) ∪ (A n C)
TEORI HIMPUNAN
- Hukum Idempoten
i) A ∪ A = A ii) A n A = A
- Hukum Identitas
i) A ∪ Ø = A ii) A n Ø = Ø
- Hukum De’ Morgan
i) (A ∪ B)C = AC n BC
ii) (A n B)C = AC ∪ BC
- Sifat – Sifat lain dari Operasi Himpunan
a) sifat refektif : A ⊂ A
b) sifat transitif : A ⊂ B dan B ⊂ C →A ⊂ C
c) sifat anti simetris : A ⊂ B dan B ⊂ A →A = B
d) sifat penyerapan : A ⊂ (A n B) = A e) Ø ⊂ A ⊂ S
: A ⊂ (A ∪ B) = A Ø ∪ A = A dan Ø n A = Ø
TEORI HIMPUNAN
1. Dua kejadian sembarang, dirumuskan sebagai berikut:
n(A ∪ B) = n(A) + n(B) – n(A n B)

2. Tiga kejadian sembarang


n(A ∪ B ∪ C) = n(A) + n(B) + n(C) – n(A n B) – n(A n C) – n(B n C) – n(A n B n C)

Contoh:
Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 250 karyawan Perusahaan X,
menyatakan 60 orang karyawan memiliki mobil, dan 110 orang karyawan
memiliki sepeda motor. Disamping itu ada pula 100 orang karayawan yang
tidak memiliki mobil dan sepeda motor. Tentukkanlah banyak karayawan
yang memiliki mobil dan sepeda motor?
TEORI HIMPUNAN
TEORI HIMPUNAN
TEORI HIMPUNAN
Contoh:
Suatu kelompok group studi terdapat 10 mahasiswa suka membaca novel, 12
mahasiswa suka membaca cerita seram dan 5 mahasiswa suka keduanya.
Berapa mahasiswa anggota group studi tersebut.
Penyelesaian
Misalkan: A = himpunan mahasiswa suka membaca novel
B = himpunan mahasiswa suka membaca cerita seram

Maka, n(A) = 10, n(B) = 12 dan n(AnB) = 5


n(A∪B) = ...?
n(A ∪ B) = n(A) + n(B) – n(AnB)
= 10 + 12 – 5 = 17
Jadi, jumlah anggota group studi tersebut adalah 17 mahasiswa.
6. Dari 100 investor yang dinyatakan bahwa 50 orang investor menanamkan dananya dalam
saham biasa, 35 orang menanamkan dalam obligasi. Gambarkan Diagram Venn nya dan
Berapa banyak investor yang menanamkan dana itu dalam saham biasa atau obligasi?

7. Dalam sebuah survey mengenai 120 ibu rumah tangga di pusat perbelanjaan. Diperoleh
bahwa ternyata 80 ibu rumah tangga menggunakan deterjen merk rinso dan 68 ibu rumah
tangga memakai deterjen merk so klin dan 62 ibu rumah tangga memakai merk kedua-
duanya. Tentukan jumlah ibu rumah tangga yang disurvey tersebut memakai:
a. menggunakan deterjen merk rinso atau merk so klin?
b. hanya menggunakan merk deterjen rinso?
c. tidak menggunakan satupun merk deterjen tersebut?

8. Di sebuah pasar terdapat 45 pedagang. Tiap-tiap pedagang menjual dua jenis barang yang
akan mereka jual di pasar. Diketahui ada 27 pedagang yang menjual bahan masakan dapur
dan 26 pedagang yang menjual jenis pakaian. Sementara pedagang yang tidak menjual
keduanya ada 5 pedagang. Tentukanlah banyaknya pedagang yang menjual bahan
masakan dapur dan pakaian, serta gambarkan diagram venn nya?
9. Apabila diketahui:
S = {1,2,3,4,5,…,13}
P = {2,3,5,7,11,13}
G= {2,4,6,8,10}
Tentukan anggota himpunan-himpunan berikut:
a. Gambarkan Diagram Venn nya
b. P U G
C. P n G
d. Pc
e. G n Pc
f. P – G
10. Apabila diketahui:
S = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}
K = {2, 4, 6, 8}
L = {0, 5, 9}
M= {3, 7, 9}
Tentukan:
a. Diagram Venn nya
b. Kc , Lc , Mc
c. K U L, K U M, L U M
d. K n L, K n M, L n M
e. K – L, L – K
f. K n Lc , Kc n L, Kc n Lc, Kc U Lc
g. K – (L –M), (K – L) – M, K U (L n M), K n (L U M)