Anda di halaman 1dari 10

RUMUSAN DAN SISTEMATIKA PANCASILA DALAM

SEJARAH KETATANEGARAAN INDONESIA

UNIVERSITAS PAMULANG
KELOMPOK 4

Nama Anggota Kelompok:


• Andreas Nadeak (181010800391)
• Naufal Rifqi Mulyadi (181010800407)
• Ryan Kevin P. Tobing (181010800421)
Rumusan Masalah
Bagaimana rumusan dan sistematika pancasila dalam sejarah perkembangan ketatanegaraan
indonesia?
Rumusan Pancasila Dalam Naskah UUD Yang Pernah Berlaku
Perjalanan Ketatanegaraan Indonesia mengalami pasang surut seiring dengan perjalanan
waktu. Setelah Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, sehari kemudian dimulailah lembaran baru
ketatanegaraan Indonesia yaitu dengan disahkannya UUD 1945 oleh Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sebagai bentuk hukum dasar tertulis UUD 1945 merupakan
sumber hukum, artinya segala peraturan yang ada dalam ketatanegaraan haruslah bersumber pada
UUD 1945. Sehingga setiap peraturan yang tidak sesuai denagn UUD maka peraturan tersebut
dihapuskan.Tetapi sejarah mencatat, bahwa ketatanegaraan Indonesia mengalami dinamisasi
seiring dengan peerubahan rumusan dasar Negara yang menjadi landasan pijak keberlangsungan
berbangsa dan bernegara itu sendiri.
Babak Baru Rumusan Pancasila Setelah Proklamasi
Sistematika Pancasila dalam Sejarah Perkembangan Ketatanegaraan: Periode 17 Agustus
1945 – 27 Desember 1949. Sebagaimana diketahui pada periode pertama terbentuknya Negara RI,
konstitusi yang berlaku adalah UUD 1945, yang dotetapkan dan disahkan oleh PPKI pada tanggal
18Agustus 1945, dalam pembukaan UUD 1945 tersebut, terdapat rumusan Pancasila. Rumusan
dasar Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 inilah yang sah dan benar, karena
disamping mempunyai kedudukan konstitusional, juga disahkan oleh suatu badan yang mewakili
selluruh bangasa Indonesia (PPKI) yang berarti pula disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Rumusan dan Sistemaika Pancasila Dalam Sejarah Perkembangan Ketatanegaraan Periode 27
Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950
Dengan berdirinya Negara Republik Indonesia Serikat (RIS), maka Republik Indonesia
hanyalah merupakan salah satu Negara bagian dalam negara RIS dan wilayahnya sesuai dengan
pasal 2 UUD RIS adalah daerah yang disebut dalam persetujuan Renville. UUD 1945 yang
semula berlaku untuk seluruh Indonesia, maka mulai 27 Desember 1949, hanya berlaku dalam
wilayah Negara bagian Republik Indonesia. Atas dasar pertimbangan, bahwa Badan pembuat
UUD RIS (yang dikenal dengan konstitusi RIS) kurang representatif, maka dalam pasal 186 UUD
RIS disebutkan bahwa konstituante bersama-sama dengan pemerintah secepatnya menetapkan
Konstitusi RIS, sehingga UUD RIS tersebut bersifat sementara. Konstitusi RIS tersebut terdiri
dari mukadimah, 197 pasal dan 1 lampiran. Dalam mukadimah konstitusi RIS tersebut terdapat
rumusan Pancasila, yang rumusannya berbeda dengan Rumusan Panasila pada pembukaan UUD
1945.
Rumusan Dan Sistemaika Pancasila Dalam Sejarah Perkembangan Ketatanegaraan Periode 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959
Sistem ketatanegaraan berdasarkan konstitusi RIS tidak berjalan lama karena isi konstitusi tidak mengakar dari kehendak rakyat
dan bukan merupakan keputusan politik dari rakyat Indonesia = pemaksaan dan rekayasa pihak luar. Disepakatilah mendirikdan NKRI lagi
(19 Mei 1950) dan rancangan UUD dibuat oleh BP KNP, DPR dan Senat RIS disahkan (14 Agustus 1950) dan mulai berlaku (17 Agustus
1950)
Indonesia menggunakan UUDS 1950 ; UU No 7 Tahun 1950.
Persetujuan mendirikan Negara kesatuan Republik Indonesia kembali tertuang dalm perjanjian 19 mei 1950. Untuk
mewujudkan kemauan itu dibentuklah suatu panitia yang bertugas membuat UUD yang baru pada tanggal 12 Agustus 1950. Rancangan
UUD tersebut oleh Badan Pekerja Komite Nasional Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat serta Senat RIS pada tanggal 14 Agustus 1950
disahkan, dan dinyatakan mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950.
Pemberlakuan UUD 1950 ini denagn menggunakan pasal 190, pasal 127A, dan pasal 191 (ayat 2) UUD RIS maka dengan UU nomor 7
tahun 1950 lembaran Negara RIS 1950 nomor 56, yang berisi ketentuan, yaitu:
1. Indonesia kembali menjadi Negara kesatuan dengan menggunakan UUD’S 1950 yang merupakan hasil perubahan dari konstitusi RIS.
2. Perubahan Bentuk susunan Negara dengan UUD’S 1950 secara resmi dinyatakan berlaku mulai 17 Agustus 1950.
Dalam pembukaan UUD’S 1950 teradapat rumusan dan sistematika dasar Negara Pancasila yang sama dengan yang tercantum
dalam konstitusi RIS, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa;
2. Peri Kemanusiaan;
3. Kebangsaan;
4. Kerakyatan;
5. Keadilan Sosial
Masalah utama Negara hukum Indonesia adalah UUD 1945 yang bersifat otorian, maka agenda utama pemerintahan pasca Soeharto
adalah reformasi konstitusi. Akhirnya, lahirlah beberapa amandemen terhadap UUD 1945. Hasil amandemen konstitusi mempertegas deklarasi
Negara hukum, dari semula hanya ada di dalam penjelasan, menjadi bagian batang tubuh UUD 1945. Konsep pemisahan kekuasaan Negara
ditegaskan. MPR tidak lagi mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Presiden tidak lagi membentuk undang-undang, tetapi hanya berhak
mengajukan dan membahas RUU. Kekuasaan diserahkan kembali kepada yang berhak, yakni DPR.
Akuntabilitas politik melalui proses rekrutmen anggota parlemen dan Presiden secara langsung, diperkuat lagi dengan system
pemberhentian mereka jika melakukan tindakan-tindakan. yang melanggar hokum dan konstitusi Kekuasaan kehakiman yang mandiri diangkat
dari penjelasan menjadi materi Batang Tubuh UUD 1945. Lebih jauh, mahkamah konstitusi dibentuk untuk mengawal kemurnian fungsi dan
manfaat konstitusi, karena salah satu kewenangan MK adalah melakukan constitutional review, menguji keabsahan aturan undang-undang bila
dihadapkan kepada aturan konstitusi. Satu hal yang perlu dicatat, bahwa amandemen UUD 1945 ini hanya dilakukan terhadap batabg tubuh UUD
1945 [pasal-pasal] tetapi tidak dilakukan terhadap pembukaan UUD 1945. Terdapat asumsi bahwa melakukan perubahan terhadap pembuukaan
UUD 1945 pada dasarnya akan mengubah Negara Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1946.
Karena pembukaan UUD 1945 hakikatnya adalah jiwa dan ruh Negara proklamasi, sementara dasar Negara Republik Indonesia, yakni
Pancasila juga terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Maka sistematika dan rumusan Pancasila tidak mengalami perubahan, yakni:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusaiian yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
KESIMPULAN
Pada tanggal 22 Juni 1945 berhasil menyusun Rancangan Pembukaan UUD 1945 yang
disebut dengan Piagam Jakarta. Di dalamnya terdapat rumusan Sistematika Pancasila yaitu:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
· Sistematika dan rumusan Pancasila tidak mengalami perubahan, yakni:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
TERIMAKASIH