Anda di halaman 1dari 24

BATUAN SEDIMEN

DISAMPAIKAN OLEH :
BOEDYA DJATMIKA
BATUAN SEDIMEN

DIBENTUK DARI BATUAN YANG TELAH


ADA DAN KARENA KEKUATAN DARI LUAR
(PELAPUKAN) 🡪 HANCUR 🡪 TERANGKUT
OLEH MEDIA TRANSPORTASI (AIR, ANGIN
DAN ES) 🡪 DIENDAPKAN DI CEKUNGAN
🡪 TERBENTUK SEDIMEN 🡪 DIAGENESIS
(SEMENTASI DAN KOMPAKSI) 🡪 BATUAN
SEDIMEN
DIAGENESESIS
SEDIM SEDIMEN
Kompaksi
EN KERAS
sementasi
LUNAK

PASIR BATUPASIR
LEMPUNG BATULEMPUNG
LANAU BATULANAU

DIENDAPKAN
DIENDAPKAN MEDIA TRANSPORT DITEMPAT
DITEMPATNYA
LAIN

ELUVIUM ALUVIUM

BERLAPIS-LAPIS
TERJADINYA PERLAPISAN

● ADANYA PERBEDAAN WARNA


MINERAL
● ADANYA PERBEDAAN UKURAN
BESAR BUTIR
● ADANYA PERBEDAAN
KEKERASAN MATERIAL
● ADANYA PERBEDAAN
KOMPOSISI MINERAL
● ADANYA PERUBAHAN MACAM
BATUAN
PEMBAGIAN BATUAN SEDIMEN

BERDASARKAN UKURAN BUTIR


🡪 Bongkah Ø 200 -2000 mm
🡪 Kerikil kasar Ø 20 -200 mm
🡪 Kerikil halus Ø 2 – 20 mm
🡪 Pasir kasar Ø 0,2 – 2 mm
🡪 Pasir halus Ø 0,02 – 0,2 mm
🡪 Geluh/Silt Ø 0,002 – 0,02 mm
🡪 Lempung Ø < 0,002 mm
Penyebab Terjadinya Berbagai Perlapisan Batuan Sedimen:

1. Perubahan iklim ( hujan, musim panas atau dingin)


2. Perubahan dlm daya angkut air, angin, arus
3. Perubahan-perubahan pada muka air laut
4. Pengaruh-pengaruh kimia
5. Gerak naik (uplift) di daerah yang ada erosi
6. Perlapisan karena jasad-jasad

AZAS STRATIGRAFI
PADA SUATU LAPISAN ENDAPAN, MAKA LAPISAN-
LAPISAN YANG DIBAWAH SELALU LEBIH TUA
DARIPADA LAPISAN DI ATASNYA.
MACAM PERLAPISAN
1. SEJAJAR: BIDANG PRLAPISAN
MEMPUNYAI ARAH //SATU
SAMA LAIN
2. PILAHAN (SORTING):
PERLAPISAN TERSUSUN DARI
ATAS, BUTIRAN HALUS
SEMAKIN KEBAWAH BUTIRAN
KASAR.
3. SILANG SIUR: APABILA BIDANG
BERLAPISAN SALING
BERPOTONGAN
4. LAMINASI: PERLAPISAN
SEJAJAR BERUKURAN < 1 CM
TERDAPAT PADA SEDIMEN
KLASTIK BERBUTIR HALUS.
SEJAJAR

PILAHAN

LAPISAN HORISONTAL
LAPISAN SILANG SIUR

SILANG
SIUR
CARA TERJADINYA:

● SEDIMEN KLASITIS: PENGENDAPAN


KEMBALI DETRITUS PECAHAN BATUAN
ASAL (BEKU, METAMORF ATAU SEDIMEN)
🡪 SEDIMEN MEKANIK

● SEDIMEN NON KLASTIS: PENGENDAPAN


LARUTAN KIMIA, HASIL KEGIATAN
ORGANISME ( SEDIMEN KIMIA ATAU
ORGANISME)
SEDIMEN MEKANIK (KLASTIK)

Ukuran butir:
● PSEFIT (BUTIR KASAR): Misal: krikil,
konglomerat, breksi.
● Agak Halus (PSAMIT) : (Misal: Pasir,
Batupasir)
● Halus (PELIT) : Misal : Batulempung,
Batu Lanau
KONGLOMER
AT

BREKSI
KONGLOMERA
T

FRAGMEN BATUAN FRAGMEN BATUAN DARI BATUAN


YANG SAMA YANG BERBEDA VOLKANIK

MONOMIKTOS POLYMIKTOS AGGLOMERAT


BATULEMPUNG

1. BATUAN PELIT DENGAN SUSUNAN


KIMIA UMUMNYA: Al2O3.2SiO2.2H2O
2. LEMBAB DAN LIAT

> 100 Lapisan SERPIH


BATU
LEMPUNG TEKANAN
YANG
BANYAK
KAPUR (CaCo3)
BATU
NAPAL SABAK
SEDIMEN ORGANIK

● DIBENTUK OLEH : PROSES BIOKIMIA DAN


PROSES BIOMEKANIK
● CONTOH: SUMBER AIR (H2O)
MENGANDUNG LUMUT. AIR YANG
MENGANDUNG CO2 DALAM LARUTANNYA
DALAM BENTUK KALSIUM BIKARBONAT,
KALAU MENGENDAP DALAM BENTUK
CaCO3 🡪 CO2 DIAMBIL OLEH LUMUT:
Ca(HCO3)2 CaCO3 + H2O + CO2
Batuan yang dibentuk secara organik
dapat dikelompokkan atas dasar unsur
kimia yang ada didalamnya:

● Batuan Organik mengandung Gamping


(Ca)
● Batuan Organik mengandung Silisium (Si)
● Batuan organik mengandung zat arang
(Karbon) (C)
Batuan organik mengandung kapur
● Dibentuk perantaraan jasad-jasad
misalnya: binatang koralia, foraminifera,
Echinorda, Crinorida, Brachiopoda
🡪 Gamping kerang
🡪 Gamping foraminifera
🡪 Dolomit = 20% mengandung
megnsium
🡪 Siderit.
GAMPING GAMPING GAMPING
FORAMINIFERA DOLOMIT KE R A N G

SIDERIT
Batuan sedimen 0rganik
mengandung SILISIUM

TERBENTUK DARI ASAM SILISIUM (Si)


DENGAN PERANTARA HEWAN
RADIOLARIA 🡪 MISAL DIATOME.
Batuan sedimen Organik
Mengandung zat Karbon (C)
● CONTOH : BATUBARA
🡪 SUB TROPIK: GAMBUT
🡪 TROPIK : MANGROVE

STADIUM PEMBENTUKANNYA
BATUBARA MUDA (LIGNIT)
P BATUBARA
ANTRASIT
GRAFIT (BATU SABAK)
URUTAN PEMBENTUKAN
BATUBARA
NO BATUAN %C %H % C-N %
DEBU
1 GAMBUT 54 5 31 10

2 BATUBARA 67 6 24 3
MUDA

3 BATUBARA 78 6 14 2

4 ANTRASIT 91 3 4 2

5 BATUSABAK 98/99 - - 2/1


(GRAFIT)
SYARAT UTAMA PEMBENTUKAN
BATUBARA
● TEKANAN
● TEMPERATUR
● WAKTU
● SEDIMEN KIMIA

● TERADI AKIBAT PROSES :


🡪 PENGUAPAN LARUTAN
🡪 KONSENTRASI YANG
TELAH
🡪 PENGENDAPAN JENUH
BATUAN PIROKLASTIK

● HASIL LETUSAN GUNUNGAPI ATAU AKTIVITAS


VOLKANIK ADA DUA MACAM:1. GROUP
PIROKLASTIK YANG 10% EKTRUSIF TANPA
MENGALAMI PROSES SEDIMENTASI SAMA SEKALI
● GROUP PIROKLASTIK YANG TERBENTUKNYA
PROSES EKSTRUSIF DAHULU, KMUDIAN
MENGALAMI TRANSPORTASI DAN AKHIRNYA
MENGALAMI PENGENDAPAN MELALUI MEDIA AIR,
UDARA, ANGIN DSB.
● UJUD: BLOK, BOMB 🡪 Ø > 32 MM
LAPILI
ABU KASAR (TUFF KASAR)
ABU HALUS (TUFF HALUS)
BATAS DAN ISTILAH UKURAN
BUTIR PIROKLASTIK
UKURAN WENTHW TWENHO FISHER
(MM) ORTH FEL
256 BLOK/BREK SI KASAR BLOK
128 BOM/ AGLO- BOMB
64 MERAT HALUS BOMB
32
16
LAPILI LAPILI
8 LAPILI
(TUFF LAPILI
4
2 ABU KASAR ABU KASAR
0,5 (TUFF KASAR) ABU KASAR
0,25
0,125 ABU HALUS
(TUFF HALUS) ABU HALUS
0,0625 ABU HALUS
BATUAN SEDIMEN PENTING
SIFAT UTAMA BATUAN LEPAS BATUAN PADU

PSEFIT BERSIFAT BATUAN TALUS, BREKSI, KONGLOMERAT


DIBENTUK GULING (2 MM) KERIKIL
SECARA PSAMIT BERSIFAT PASIR (2 PASIR (KASARA, MENENGAH, GRUWACKE, ORKOSA, BAHAN
MEKANIK MM-0,1 MM) HALUS) PASIR, FLAGSTONE
PELIT, BERSIFAT LEMPUNG LEMPUNG BATUAN LEMPUNG, SHLAE
(SERPIH)
MENGANDUNG GAMPING BATUAN KORAL, PASIR, BATUAN GAMPING
DIBENTUK GLEBIGORINA
SECARA MENANDUNG SILISIUM LUMPUR RADIOLARIA, TANAH BATUAN YG MENGANDUNG
DIATOME RADIOLARIA
ORGANIK
MENGANDUNG KARBON GAMBUT BATUBARA MUDA (LIGNIT)
BATUBARA ANTRASIT
MENGANDUNG BESI BIJIH BESI LIMONIT
MENGANDUNG POSFAT GUANO, TULANG-TULANG POSFORIT, BREKSI, TULANG

MENGANDUNG GAMPING CaCO3 MENGENDAP DARI BATUGAMPING, DOLOMIT


DIBENTUK LARITAN
SECARA KIMIA CaCO3 , MgCO3 DARI
P[ENGENDAPAN ATAU
PENGGANTIAN
MENGANDUNG SILISIUM GEL SILISIUM BATUAPI, SINTEER, JASPER

MENANDUNG BESI HIDIOSOL Fe2O3 BATUBSI LEMPUNG,


MENGANDUNG GARAM ENDAPAN-2 DANAU GARAM GIPSUM, ANHIDRIT, HALIT,
NITRAT