Anda di halaman 1dari 20

BIODATA

Nama : AKHMAD ZAELANI


TTL : HARUAI (KAB.
TABALONG), 21 AGUSTUS
1968
Pendidikan
terakhir : SLTA(JURUSAN
BIOLOGI)
Agama : ISLAM
Alamat : JL. NANGKA (BELAKANG
TEMBOK RSUD) MUARA
TEWEH
3. Maret 1995
Kursus dan latihan Penanggulangan
Bencana Alam angkatan 1 (satu), di Muara
Teweh .

4. Februari 1997
Pendidikan dan latihan PBA Angkatan II
(dua), di Muara Teweh.

5. Desember 1997
Mengikuti Pelatihan Instruktur/pelatih PBA,
di Muara Teweh. Instruktur dari Direktur
Jenderal Bina Bantuan Sosial Jakarta.
6. Oktober 2011
Mengikuti Simulasi Pendidikan dan
Pelatihan Pertolongan dan
Pencegahan Kebakaran, di Muara
Teweh.

7. Juni 2013 (JAKARTA)


Mengikuti kegiatan Peningkatan
Kapasitas TRC Daerah/BPBD Rawan
Bencana Tingkat Operasional di Jl.
Raya Karang Bolong, Desa Bandulu,
Anyer Kabupaten Serang, Provinsi
Banten.
Teknik Penggumpalan (Kristalisasi)

Suatu usaha pemadaman kebakaran


dengan cara membuat beku kembali
benda yang tadinya meleleh/mencair
ketika terkena api.

• (contoh kebakaran plastik, besi,dan


baja dengan menyemprot foam)
Teknik Peleburan/Pencairan

Suatu usaha memadamkan


api/kebakaran dengan meleburkan,
mencairkan konsentrasi benda yang
terbakar.

• (contoh kebakaran alkohol)


Macam-macam Jaringan Hydrant
Kebakaran
1. Hydrant Kota:
Hydrant kebakaran yang dikelola oleh Pemda
dan biasanya terdapat di jalan-jalan protokol yang
berada di kawasan padat penduduk/tempat pusat
kegiatan ekonomi.
2. Hydrant Halaman:
hydrant kebakaran yang berada di
halaman suatu gedung yang diperuntukkan
untuk proteksi kebakaran dari luar gedung.
Hydrant ini kepemilikan dan pengelolaannya
menjadi tanggung jawab gedung itu sendiri.
3. Hydrant dalam/in door:
hydrant kebakaran yang berada di dalam gedung
dan diperuntukkan bagi pemadaman kebakaran dari
dalam gedung.
4. Hydrant kering:
hydrant kebakaran yang merupakan jaringan
pemipaan yang dimulai dari siamise conection dan
pemipaan dalam tanah serta di akhiri dengan pilar
hydrant.
Tidak memerlukan tandon/bak sebagai sumber
air tetapi air berasal dari unit mobil pemadam
kebakaran.
Biasa dipasang di kawasan perkampungan padat
penduduk yang tidak memungkinkan unit mobil
pemadam kebakaran masuk di wilayah tersebut.
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Gas CO2
Keuntungan : Tidak meninggalkan
bekas/bersih
Kerugian : Kurang efektif digunakan
diluar ruangan, daya
semprotnya pendek
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas dan
listrik
GAS CO2
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Dry Chemichal Powder (DCP)


Keuntungan : Jarak semprot lebih
jauh
Kerugian : Meninggalkan
bekas/kotor, ruangan
berkabut
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas
dan listrik
Dry
Chemichal
Powder
(DCP)
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Hallon
Keuntungan : Jarak semprot lebih jauh,
tidak meninggalkan
bekas/bersih pada ruangan
Kerugian : Merusak lapisan ozon (tidak
ramah lingkungan),
mempunyai daya
rusak/korosit tinggi.
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas dan
listrik
Hallon
Peralatan/Fasilitas Penunjang Pemadam
Kebakaran Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Foam/Busa
Keuntungan : Murah, Jarak Semprot lebih
jauh, efektif untuk bahan cair
Kerugian : Bersifat konduktor/penghantar
arus listrik, sehingga tidak boleh
digunakan pada benda yang
mengandung aliran listrik.
Kotor/ meninggalkan bekas
Diperuntukkan : Bahan padat, cair, gas
Foam/Busa
Penanggulangan Kebakaran
Berbagai teknik ini akan sagat bermanfaat
dan efektif digunakan apabila kita mengetahui
benda yang terbakar dan menguasai
medan/lokasi tempat kebakaran selain teknik
pemadaman dan strategi pemadaman dan akan
di bahas di lain waktu.

Demikian semoga bermanfaat