Anda di halaman 1dari 35

1.

Aglossia (Hypoglossia)
 Jarang terjadi
 Lidah berukuran lebih kecil dibandig normal
 Biasanya berakaitan dengan deformitas pada jari &
anggota gerak (lengan &tungkai)
2. Makroglossia
 Lidah berukuran lebih
besar dari normal.
 Penyebab lebih ke
peningkatan masa lidah
dibanding tumor.
 Titik2 hitam
menunjukkan ukuran
normal
Makroglossia normal pada bayi
 Makroglossia normal pada
bayi, membaik dgn sendirinya
sesuai usia.
 Pertumbuhan lidah diawal
kehidupan lebih pesat
daripada rahang, shg saat
rahang tumbuh maka
makroglosia akan membaik .
Penyebab
A. Kongenital
 Congenital idiophatic  Down syndrome
macroglossia  Lymphangioma/hemangio
 Beckwith-Wiedemann ma
syndrome  Mucopolysaccharidoses co
 Congenital : Amyloid pd Multiple
hypothyroidism Myeloma)
 Diabetes  Primary amyloidosis
 Lingual thyroid
B. Penyebab lokal
 Tbc  Trauma, iritasi gigi,
 Gumma syphilis hematome
 Actinomycosis  Malignancy baik ganas spt
 Riga disease
carcinoma & sarcoma
maupun jinak spt granular
 Ranula
cell tumor,
 Sublingual kalkulus neurofibroma,leiomyoma,l
 Infeksi gigi ipoma
c. penyebab lain
 Inflamasi dapat menyebabkan kronik glositis.
 Traumatik meliputi postoperative edema.
 Penyebab metabolik adalah myxedema,
amyloidosis, lipoid proteinosis, chronic steroid
therapy, dan acromegaly.
Penyebab makroglosia paling sering adalah
lymphangioma
 Tumor ini adalah tumor kongenital yang relatif jarang.
 malformasi jaringan limfatik yang sering melibatkan lidah.
 melibatkan lidah sebagian atau seluruhnya.
 muncul pada tahun pertama dan tumbuh pelan dan progresif.
 Trauma atau infeksi menghasilkan peningkatan produksi limfe dan
meningkatkan ukuran tumor. Selanjutnya, fibrosis dapat terjadi
karena adanya obstruksi pada limfe dan atropi. Sekitar 7%
lymphangiomas berhubungan dengan malformasi lymphatik pada
leher.
 Pemeriksaan mikrokopis menunjukkan saluran limfe yang
membesar interdigitating dengan sel-sel otot normal.
Gejala klinis
 protusi, yang menyebabkan lidah mudah terkena
trauma. Hal ini menyebabkan mukosa kering dan
infeksi saluran nafas atas yang berulang.
 kesulitan bicara, kesulitan menelan, obstruksi aliran
udara, airliur menetes dan kegagalan pertumbuhan.
evaluasi
 Evaluasi makroglosia dimulai dengan pemeriksaan riwayat
kasus dan pemeriksaan fisik untuk mengindentifikasi
sindrom yang belum didiagnosa. Pemeriksaan
laboratorium digunakan untuk menuntun dugaan klinis.
Tes fungsi thyroid dapat digunakan untuk
mengindentifikasi adanya hippothyroidsm. Scan thyroid
juga dapat mengindentifikasi adanya lingual thyroid.
Pasien dengan obstruksi saluran nafas kronik memerlukan
pemeriksaan untuk mengindentifikasi adanya peningkatan
gagal jantung kanan.
3. Geografic tongue=Benign Migratory
Glossitis
 Area kemerahan, atropi papila yang berbatas jelas,
berpindah-pindah, bisa remisi dan eksaserabasi
dengan sendirinya. Disekitarnya kadang dikelilingi
pita putih akibat hiperkeratosis dan achantolisis.
 Keluhan sakit biasanya timbul jika atropi prah dan
kena makanan pedas atau panas.
 Kadang ditemukan bersamaan dengan fissured
tongue.
penyebab
 Belum pasti
 Herediter
 Alergi
 Defisiensi vitamin
 Hormonal (ovulasi, prenancy, pil KB)
 Stress.
4. Fissured Tongue
 Fissure : lesi yang berbentuk
celah
 Fissure tongue bisa ada di
garis median saja atau banyak
fssure menyebar keseluruh
lidah atau sebagai fisure yang
independent
 usually painless. Bisa sakit
bila ada infeksi.tau defisiensi
nutrisi.
 Proper cleansing of the
tongue is essential.
 Normal variasi . Prevalensi < 10% populasi.
 Etiologi : genetik
 Prevalensi, jumlah fissure dan kedalaman meningkat
sesuai usia.
5. Ankyloglossia
 frenulum lingualis
melekatkan 1/3 ant lidah ke
dsr mulut & gingiva lingual
shg pgerakan lidah bkurang
 Px dsebut “Tongue Tied”
 Dx dtegakkan bl ujung lidah
tdk bs mnyentuh merah bibir
& adanya ksulitan bicara.
 Tx: bedah
6. Median Rhomboid Glossitis.
klinis
 Lidah terlihat putih dan tebal pada beberapa area dan
berfisur dan pada bag tengah tdk diliputi oleh papila
filiformis. Bagian tengah lidah halus, pink sampai pink
tua dan berbentuk oval.
 MRG is found anterior to the circumvallate papillae.
 Bentuk rhomboid berbatas jelas
 Laki2 : Wanita = 3 : 1
Etiologi dan patogenesis
 Pd awalnya diduga sbg defek pd saat embryo genesis,
disebabkan krg kegagalan tuberculum impar tertutup
secara lengkap oleh the lateral processus lidah
 Karena MRG ini tdk ditemukan pd anak2 (Baughman,
1971) (Ugar-Cankal et al. 2005), maka etiologi tsbt
tidak lg dipercaya, tp smp skrg penyebab masih belum
dipastikan.
 Dugaan lain adalah infeksi C. albicans. Wright (1978)
melaporkan adanya 28 kasus terdapat hypha jamur.
Lesi serupa didapatkan sering juga di palatum dan lesi
spt ini dinamakan “kissing lesion”(Allen, 1992) (Brown
& Krakow, 1996).
 Ahli patologi akan mendasarkan diagnosa pada rete
ridges epitel yg bulat memanjang, rete ridges epitel
yang menghasilkan psoriasis-seperti pola, hilangnya
papilla lingual, parakeratosis epitelium, dan
peradangan.
 Petunjuk diagnostik yang paling penting adalah
adanya hifa candida di epitel superfisial. Menyediakan
foto penampilan klinis dari lesi adalah alat lain untuk
membantu patolog pada diagnosis yang akurat.
Differential diagnosis:
 Candida infection,
 chemical burns,
 syphilis patches depending upon the clinical
appearance,
 geographic tongue,
 nutritional deficiencies,
 lichen planus,
BLACK HAIRY TONGUE

 It is a disorder characterized by changes in the


appearance of tongue. It results from overgrowth of
the papillae that house the taste buds.
 Causes –
1. It is caused when filliform papillae elongate and fail to
desquamate or fall off.
2. Antibiotics can also cause it.
3. Heavy smoking is also one of the reasons
4. Antiseptic mouthwashes
5. Majority of cases: no known cause
 Signs and Symptoms of Black Hairy Tongue
 It produces brownish or black areas of discolouration
of the tongue.it appear as if there is hair on the tongue.
It is more common in middle of the tongue.
 Treatment of Black Hairy Tongue
 Treatment consists of good oral hygiene and use of a
toothbrush or tongue scraper to aid with the
desquamation of the tongue. Use of antifungal drugs
may be warranted if there is a suspicion of Candida
infection.
kelainan kongenital pd mukosa

Fordyce’s granules/spot
 Adalah kelenjar sebacea yang ektopik, ada di mukosa.
Ditemukan sekitar 80 % pd orang dewasa.
 Ciri : titik putih kekuningan, lunak simetris diameter
bbrp mm dan membesar sesuai usia.
 Biasa terdapat pd mukosa bukal ttp kdg2 didapatkan
pada bibir dan lidah