Anda di halaman 1dari 18

APLIKASI TEKNIK KIMIA

AGITASI
Muhammad Rusdi Ramadhani (05161052)
Sendy Ramadani (05161068)
Rebeka (05161062)
Velia Mulya Armans (05161072)
Yulia anggraini (05161080)
POKOK BAHASAN

TUJUAN ALAT DAN BAHAN


01 Tujuan dilakukannya praktikum
04 Alat dan Bahan yang akan
agitasi digunakan untuk praktikum agitasi.

DISKUSI PENDAHULUAN SKEMA ALAT DAN VARIABEL


02 Berisikan 6 pertanyaan yang akan
05 Skema alat dan variable eksperiment
dipresentasikan. yang akan digunakan dalam praktikum
agitasi

METODOLOGI PROSEDUR KERJA


03 06
Metodologi praktikum agitasi. Cara kerja yang akan dilaksanakan
saat praktikum.
TUJUAN

Praktikan dapat mengaplikasikan konsep agitation


(pengadukan) pada tangki
berpengaduk (stirred vessel).
01
Definisi dan Perbedaan Agitasi dan Mixing
D
02
I Komponen Tangki Berpengaduk

S 03 Tipe-tipe impeller dan karakteristik pola aliran

K fluidanya

U 04 Vortex, swirling, eddy current,


death zone dan stagnation

S 05 Pengaruh positif dan negatif baffle di dalam tangki


I terhadap proses pengadukan

06 Karakteristik bilangan tak berdimensi dalam tangki


berpengaduk , model perhitungan yang digunakan
baik pada baffle dan unbaffled tank
Definisi dan Perbedaan Agitasi dan Mixing

“ Agitasi (Pengadukan)
Pengadukan adalah operasi yang menciptakan terjadinya gerakan dari bahan yang diaduk s
eperti molekul- molekul, zat-zat yang bergerak atau komponennya menyebar (terdispersi).

Mixing (Pencampuran)
Pencampuran adalah operasi yang menyebabkan tersebarnya secara acak suatu bahan ke
bahan yang lain dimana bahan-bahan tersebut terpisah dalam dua fasa atau lebih.

Jadi perbedaan antara Agitasi dan Mixing adalah Agitasi merupakan sebuah prosesnya
sedangkan Mixing merupakan hasil dari sebuah pencampuran.
Komponen
Komponen komponen dalam tangki berpengaduk Tangki
1. Overhead motor untuk menggerakkan shaft
2. Shaft (penghubung motor dan impeller)
Berpengaduk
3. Impeller (pengaduk utama, menghasilkan pengaduka
n sempurna)
4. Baffle ( lembaran vertikal datar yang ditempelkan pa
da dinding tangki. Untuk memecah pusaran pada pro
ses pencampuran pengadukan)

Ket gambar :
C = tinggi pengaduk dari dasar tangki
D = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
H = tinggi fluida dalam tangki
J = lebar baffle
W = lebar pengaduk
Tipe-tipe impeller dan karakteristik pola aliran
fluidanya
Impeller berdasarkn jenis baling-baling

Propeller
Programmer
Propeller (Pengaduk jenis baling-baling)
Baling-baling ini digunakan pada kecepatan berkisar antara 400 hingga 1750 rpm (high speed) dan
Digunakan untuk cairan dengan viskositas rendah. Menciptakan aliran fluida axial (arah alirannya
sejajar dengan shaft dan tegak lurus dengan impeller).
.

(a), Daun Dipertajam


(b), Baling-baling (c)pitch propeller
kapal
Tipe-tipe impeller dan karakteristik pola aliran
fluidanya
Impeller berdasarkn jenis baling-baling

Pengaduk Dayung (Paddle)


Berbagai jenis pengaduk dayung biasanya digunakan pada kesepatan rendah diantaranya 20 hingga 200 rpm (low speed),
jenis aliran yang terbentuk adalah radial (aliran tegak lurus dengan shaft dan sejajar dengan impeller) Dayung datar berdaun
dua atau empat biasa digunakan dalam sebuah proses pengadukan. Panjang total dari pengadukan dayung
biasanya 60 - 80% dari diameter tangki dan lebar dari daunnya 1/6 - 1/10 dari panjangnya.

Jenis ini digunakan pada cair


an kental dimana endapan p Pengaduk Jenis Dayung (Paddle)
ada dinding dapat terbentuk berdaun dua
dan juga digunakan untuk
meningkatkan transfer panas
dari dan ke dinding tangki.
Tipe-tipe impeller dan karakteristik pola aliran
fluidanya
Impeller berdasarkn jenis baling-baling

Pengaduk Turbin
Pengaduk turbin adalah pengaduk dayung yang memiliki banyak daun pengaduk dan berukuran lebih pendek,
digunakan pada kecepatan tinggi untuk cairan dengan rentang kekentalan yang sangat tinggi. Diameter dari
sebuah turbin biasanya antara 30 - 50% dari diamter tangki. Turbin biasanya memiliki empat atau enam daun
pengaduk. Turbin dengan daun yang datar memberikan aliran yang radial.

Pengaduk Turbin pada bagian variasi.


Tipe-tipe impeller dan karakteristik pola aliran
fluidanya
Impeller berdasarkn jenis baling-baling

Helical-Ribbon
Jenis pengaduk ini digunakan pada larutan pada kekentalan yang tinggi dan beroperasi pada rpm yang rendah
pada bagian laminer. Ribbon (bentuk seperti pita) dibentuk dalam sebuah bagian helical (bentuknya seperti
baling-balling helicopter dan ditempelkan ke pusat sumbu pengaduk). Cairan bergerak dalam sebuah bagian
aliran berliku-liku pada bagiam bawah dan naik ke bagian atas pengaduk

Pengaduk Jenis (a), (b) Pola Aliran Radial &


& (c) Hellical-Ribbon,(d) Aksial
Semi-Spiral
Vortex, swirling, eddy current,death zone dan stagnation

Vorteks Eddy current


Peristiwa yang terjadi karena adanya Pencampuran karena adanya gumpalan –
perputaran cairan (pengadukan), biasanya gumpalan fluida yang terbentuk dan
pola alirannya turbulen, peristiwa vortek ini tercampakkan dalam medan aliran
menimbulkan kerugian karena pada celah
yang timbul di vortek, udara dapat masuk
sehingga udara tersebut akan bereaksi
Death zone
dengan bahan yang diaduk. vortek tidak
Daerah dimana fluida bisa digerakkan oleh aliran
dapat dihilangkan, tetapi hanya dapat pengaduk atau dimana ada zona yang tidak terkena
Dikurangi dengan memasang buffle pada impeller atau adukan (daerah yang tidak mengalami
tempat pengadukan. efek pengadukan).
.
Stagnation
Pola aliran yang cenderung stabil, stagnation
mempengaruhi homogenisasi larutan didalamnya, Swirling
semakin kecil stagnation semakin homogen
larutan didalamnya. Pola arus putar .
.
Pengaruh positif dan negatif baffle di dalam tangki
terhadap proses pengadukan


Positif :
1. Untuk menghindari vortex
2. Memecah terjadinya pusaran Membentuk distribusi konsentrasi yang lebih baik di dalam
tangki, karena pola aliran yang terjadi terpecah menjadi empat bagian. Penggunaan
ukuran sekat yang lebih besar mampu menghasilkan pencampuran yang lebih baik
3. Terjadinya perpindahan panas secara terus menerus dan waktu yang dibutuhkan

Negatif :
Akan menambah beban pengadukan yang berakibat pada bertambahnya kebutuhan
daya pengadukan,menaikkan jumlah tenaga atau energi
Karakteristik bilangan tak berdimensi dalam tangka berpengaduk , model
perhitungan yang digunakan baik pada baffle dan unbaffled tank
Bilangan Reynold
Bilangan tak berdimensi yang menyatakan perbandingan antara gaya inersia dan gaya viskos yang terjadi pada
fluida. System pengadukan yang terjadi bila diketahui bilangan Reynold-nya.

BilanganFraude
Bilangan tak berdimensi menunjukkan perbandingan antara gaya inersia dengan gaya gravitasi. Bilangan Fraude d
apat dihitung dengan persamaan berikut :
Bilangan Fraude merupakan variable yang signifikan. Bilangan ini hanya diperhitungkan pada system pengadukan
dalam tangki tidak bersekat. Pada system ini permukaan cairan dalam tangki akan dipengaruhi gravitasi, sehingga
membentuk pusaran (vortex). Vortex menunjukkan keseimbangan antara gaya gravitasi
dengan gaya inersia

Bilangan Power
Bilangan perbandingan antara tenaga yang dibutuhkan dengan pengadukan.
Start

Air, Gliter/
Manik-manik
Secara garis besar, pada eksperimen kali ini, akan dilakukan observasi visual pola
aliran pada tangki berpengaduk yang meliputi keberadaan vortex, dead zone dan
Mempersiapkan alat
eksperimen flowpattern-nya. Selain itu, juga dilakukan penentuan karakteristik pengadukan di
dalam tangki berpengaduk dengan metode bilangan tak berdimensi seperti bilangan Froude,
Start up overhead motor
Reynolds dan Power pada berbagai variabel operasi pengadukan.
Observasi dan catat (rekam)
visual pola aliran fluida

Catat data yang


diperlukan

Shut down overhead motor

Hasil Data

End

METODOLOGI
PENELITIAN
Alat dan Bahan
Perangkat dan alat ukur yang Bahan yang digunakan :
akan digunakan :
a. Air
a. Overhead Motor b. Glitter / Manik – manik
b. Impeller (4 pitched blade 45o
turbine) dan impeller shaft
c. Bejana
d. Baffle
SKEMA ALAT DAN VARIABEL

Skema Alat

Variabel

Variabel eksperimen :
a. Jumlah baffle (0 Baffle, 2 baffle dan 4 baffle)
b. Skala pengatur kecepatan putar impeller
c. Letak impeller (center dan off center)
d. Jarak impeller dari dasar bejana (2, 4 dan 6 cm)
e. Jenis partikel solid : partikel homogen dan heterogen
Cara Kerja

Garis besar prosedur kerja :

a. Lakukan persiapan kerja tim.


b. Persiapkan alat eksperimen.
c. Start up overhead motor.
d. Observasi dan catat (rekam) visual pola aliran fluida.
e. Catat data yang diperlukan guna menyelesaikan tugas yang diberikan.
f. Shut down overhead motor.
g. Kembalikan dan rapikan alat eksperimen yang digunakan.