Anda di halaman 1dari 157

PELATIHAN SHALAT KHUSYU’

shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam

Abu Sangkan
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang
SHALAT
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu , sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al
Baqarah 2 :153)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh,


mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka
bersedih hati. (Al Baqarah 2 :277)

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang


yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya
mereka tunduk .(Al Maa’idah 5:55)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab dan


dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari keji dan mungkar.
Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar . Dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al ‘Ankabuut 29:45)
PENDAHULUAN
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’
(Al Baqarah 2 :45)

Berbagai persoalan sering Sebenarnya shalat khusyu’ dapat


mempengaruhi kita: kegelisahan, dikembangkan untuk mengatasinya.
kecemasan, putus asa; hingga kita Rasa khusyu’ bukan diciptakan,
mengalami stress, sakit atau hanya dengan memasuki dan
depresi. menerima saja.

Metodenya secara psikologis dan fisiologis yaitu mempelajari pikiran & jiwa serta posisi tubuh,
menerapkan dengan konsentrasi dan kemauan mendekatkan diri kepada Ilahi secara disiplin, maka
kita akan melakukan perjalanan ruhani menuju spiritual yang tinggi.

Teknik khusyu’ adalah Shalat khusyu’ akan membangkitkan


mengeksploitasi harmoni dan rasa ihsan saat pertemuan dengan
keseimbangan dua hal yang Allah. Sebuah pancaran nur ilahi
berlawanan: jasmani-ruhani, otak yang menjelma menjadi perilaku
kiri-kanan, energi positif-negatif. akhlaq yang mulia.
SHALAT MERUPAKAN PERJALANAN RUHANI
MENUJU ALLAH

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku,
maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingat Aku”
(Thaha 20:14)

Shalat merupakan aktivitas Ketika shalat, ruhani bergerak


menapaki jalan spiritual untuk menuju Zat yang Maha Mutlak.
mempertemukan aku yang fana Pikiran terlepas dari keadaan riil dan
(diri) dengan Aku yang kekal panca indra melepaskan diri dari
(kekuatan ilahiah/divine power). segala macam keruwetan peristiwa
di sekitarnya.

Shalat memiliki 5 unsur: Islam menempatkan Zat Yang Maha


•Meditasi atau doa yang teratur. Mutlak sebagai puncak tujuan
•Relaksasi dalam gerakan shalat. ruhani, sandaran istirahatnya jiwa,
•Hetero/auto sugesti dalam bacaan shalat sumber hidup, sumber kekuatan dan
•Group therapy dalam shalat jamaah sumber mencari inspirasi
•Hydro therapy dalam wudhu
SHALAT MERUPAKAN PERTEMUAN HAMBA
DENGAN ALLAH TANPA PERANTARA
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh amat berat, kecuali bagi orang-orang khusyu’ yaitu
orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemukan Tuhannya dan
bahwa mereka kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 2:45-46)

Perasaan khusyu’ tidak mungkin Saat shalat, jiwa diarahkan kepada


bisa didapatkan, jika kita tidak Zat yang Maha Tak Terbatas, maka
memiliki kesadaran dan jiwa akan merasa seperti kembali
kepercayaan, bahwa sebenarnya di dan tidak terkukung oleh benda yang
mengikatnya. Ruh akan mengalami
saat shalat kita sedang berhadapan kebebasan, pencerahan dan
dengan Allah. ketenangan.

“sesungguhnya aku berasal dari Shalat khusyu:


Allah dan kepadaNya aku kembali”. •Menimbulkan etos kerja yang
Shalat = mi’raj, naiknya ruh profesional dan bertanggung jawab.
meninggalkan ikatan nafsu menuju •Memberi efek ketenangan,
ke hadirat Allah yang Maha Tinggi. kepuasan dan rasa bahagia.
MENGEVALUASI ULANG SHALAT KITA

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang


lalai akan shalatnya, orang-orang yang berbuat riya” (Al Ma’un 1007:4-6)
“Hai orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam
keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kalin ucapkan…” (An Nisa’
4:43)

Hadist Nabi: Hadist Nabi:


“Kececeran yang pertama akan kamu “Amal yang pertama ditanyai Allah pada
alami dari agamamu ialah amanat, dan hamba di hari akhirat nanti adalah
kececeran yang terakhir ialah shalat. Dan amalan shalat. Bila shalatnya dapat
sesungguhnya (akan terjadi) orang-orang diterima, maka akan diterima seluruh
melakukan shalat, sedang merekan tidak amalnya, dan bila shalatnya ditolak akan
berakhlak”. tertolak pula seluruh amalnya”

Evaluasi diri dengan pertanyaan: Kita tidak pernah menyadari untuk


“Kemana saya harus meminta memanfaatkan shalat sebagai alat
pertolongan ketika saya gelisah atau penolong, sumber hidup, penerang jiwa
ketika saya tidak mampu mengatasi/ dan tampat kita bertanya tentang
menjawab persoalan yang pelik? persoalan yang sulit dipecahkan.
Apakah jawabannya shalat?
MENGAPA SHALAT KHUSYU’ SULIT
DIDAPAT?

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran


bagimu” (Al Baqarah 2:185)

Secara fitrah manusia menginginkan Bagaimana bermeditasi (untuk


ketenangan, kedamaian dan menemukan atau merebut kembali
kebahagiaan dalam hidupnya. sesuatu yang hilang)?
Lantas – sesuatu apa yang hilang? Pelaku meditasi: menunjukkan adanya
Apakah shalat hanya beban/kewajiban? kebahagiaan, perasaan nyaman,
Apakah kita shalat karena takut neraka? ketagihan pada keadaan hening dan
damai.

Padahal shalat memiliki manfaat: Shalat secara sederhana dan konkrit


• Tuntunan meditasi transendental. akan membawa kita pada kebahagiaan,
• Efek kesehatan, relaksasi. ketenangan, cinta dan rindu.
• Terapi fisik, pikiran dan jiwa yang Kita hanya mendapatkan, bukan
sangat sempurna. menciptakan rasa khusyu’
MENCOBA KONSENTRASI

“Berapa banyak orang yang shalat namun hanya mendapatkan rasa capek
dan lelah” (HR Abu Dawud).

• Keluhan yang umum saat shalat adalah sulit Otak bekerja sendiri-sendiri.
berkonsentrasi. • Otak kiri melakukan yang sekuensial, digital,
• Upaya memperoleh kekhusyu’an dengan linier, teratur dan logis (ini yang dilatih).
konsentrasi selalu berakhir dengan • Otak kanan dibiarkan liar dan tidak memiliki
kegagalan, walaupun syariat telah terpenuhi kemampuan abstraksi, imajinasi, intuisi dan
baik bacaan maupun raka’atnya. holistik.
• Pikiran pergi kemana-mana, tahu-tahu shalat • Akibatnya timbul timbul rasa jenuh & capek
sudah selesai.

Pada saat shalat Bila pikiran dan cara berpikir sudah


• Otak kiri: menghitung, mengatur raka’at & seimbang, tubuh dan jiwa akan mengikuti
membaca secara verbal setiap kalimat yang kehendak pikiran = awareness.
dipola & berulang.
Ini adalah sinergi yang diharapkan dapat
• Otak kanan: memahami dengan emosinya,
menampilkan kualitas shalat kita secara
bagaimana Allah hadir menyambut &
memberi respon serta mampu merasakan optimal.
rahmat yang mengalir ke hatinya. = ingat belajar mengendarai mobil=
NIAT

“Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai niat.


Dan seseorang diganjar sesuai niatnya”
(HR Bukhari Muslim)

• Niat bukanlah sebuah bacaan/mantra, Niat adalah kesadaran untuk


tetapi suatu perbuatan yang didalamnya mempersatukan kegiatan otak kiri dan
terdapat kesadaran penuh yang kanan, sehingga menghasilkan rasa
mengalir. sambung (tuning) dalam shalat maupun
• Niat merupakan dasar dan bentuk bagi ibadah lainnya.
sebuah perbuatan, dimana perbuatan = ingat gerak meditasi Tai Chi=
itu sendiri adalah juga isi dari niat.

• aktivitas logika (otak kiri) dan • Nilai etis + perbuatan = moral


holistik (otak kanan) menghasilkan • Islam mensyaratkan niat sebagai
kekuatan (daya) yang luar biasa. kontrol, apakah masih berada
1/0 = ~ dalam kesadara ihsan?
TUMA’NINAH,
SEBUAH TEKNIK RELAKSASI DALAM SHALAT
Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi s.a.w pernah masuk masjid. Nabi bersabda:”Apabila kamu
berdiri shalat bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah bagimu, kemudian rukuklah sehingga
tuma’ninah dalam keadaan rukuk, kemudian bagkitlah I’tidal dalam keadaan berdiri, kemudian
sujudlah sehingga tuma’ninah dalam keadaan sujud, kemudian bangkitlah sehingga tuma’ninah
dalam keadaan duduk, kemudian sujudlah sehingga tuma’ninah dalam keadaan sujud, kemudian
berbuatlah demikian dalam semua shalatmu (HR Bukhari, Muslom & Ahmad).

• Kebanyakan orang mengira bahwa jumlah • Setiap bacaan yang diulang merupakan
bacaan dalam setiap gerakan shalat dijadikan aspek meditasi, autoterapi, autosugesti,
ukuran waktu selesainya sikap berdiri, duduk, berdoa, mencari inspirasi, menunggu
rukuk maupun sujud. intuisi/petunjuk, penyembuhan; bahkan untuk
• Padahal bacaan itu bukanlah sebuah aba-aba menemukan ketenangan yang dalam.
dalam shalat kita, sehingga tidak bisa tenang.
• Kebanyakan dari kitapun telah lupa • Berdiri~ 5 menit, duduk ~5 menit, sujud ~10
bagaimana caranya rileks, karena kecepatan menit; total shalat~ 30 menit
dan tekanan hidup. • Shalat  terapi mental & terapi fisik (kendor
dan rileks)

• Saat duduk (Iftirasy)-beliau sedang dialog • shalat dengan tenang dan rileks akan
untuk menyelesaikan persoalan yang dirasa menghasilkan energi tambahan dalam
rumit dan menunggu jawaban. tubuhnya, shg tubuh terasa segar (fresh)
• Shalat sebagai alat komunikasi dan • Apabila kita melakukan shalat dengan benar,
memohon pertolongan kepada Allah, serta relaksasi yang dalam dan penyerahan total
tempat mengistirahatkan jiwa dan fisik. kepada Allah, maka shalat merupakan jalan
menjadikan kita berakhlak mulia.
Penelitian otak
Hasil penelitian Alvan Goldstein: Ditemukan adanya zat endorphin dalam
otak manusia yaitu zat yang memberikan efek menenangkan yang disebut
endogegonius morphin.

• Drs Subandi MA, menjelaskan bahwa kelenjar endorfina dan enkafalina


yang dihasilkan oleh kelenjar pituitrin di otak ternyata mempunyai efek mirip
dengan opiat (candu) yang memiliki fungsi menimbulkan kenikmatan
(pleasure principle), sehingga disebut opiat endogen.

Apabila seseorang sengaja memasukkan zat morfin ke dalam tubuhnya,


maka akan terjadi penghentian produksi endorphin. Jika pengguna
narkoba, menghentikan secara tiba-tiba, orang tersebut akan mengalami
sakau (ketagihan yang menyiksa dan gelisah); karena otak tidak
memproduksi zat tersebut.

Untuk mengembalikan produksi endorphin di dalam otak bisa dilakukan


dengan meditasi shalat yang benar atau melakukan dzikir yang memang
dapat memberikan dampak ketenangan.
PERSIAPAN UNTUK LATIHAN RELAKSASI
DAN OLAH SPIRITUAL (DZIKRULLAH)
Bentuk aktivitas yang memberi efek relaksasi: Aroma therapy:
• Merebahkan tubuh Aroma mempunyai efek bermacam-macam dan
• Berdiri seperti anak balita dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang
• Mendengar suara alam (air, angin, dll)
• Wewangian • Membangkitkan gairah seks: bunga mawar
• Menguyur dengan air • Menentramkan & hening: lavender
• Menyentuh/meijat daerah-daerah sensitif • Suasana meditatif: kayu cendana
(kepala, muka tangan, kaki, dsb) Pilih aroma yang membawa ketentraman

Konsep regang, lepas dan rileks adalah


hal yang penting dalam relaksasi, yang Jadikanlah shalat sebagai sarana
memungkinkan mengalirkan darah dan berkomunikasi yang akrab, santai,
mengirimkan energi ke otot-otot yang nyaman dan menyenangkan; untuk
regang; baik saat berdiri, rukuk, sujud mencari ketenangan, kedaimaian dan
atau duduk.
kesehatan.

Ketenangan pikiran merupakan hal yang terpenting untuk memulai berdialog


dengan Allah, sehingga kita bisa menerima kehadiran ilham ke dalam jiwa
WUDHU’ MERUPAKAN SYARAT SAH DAN
KESEMPURNAAN SHALAT
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu
sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka
mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh
perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik ; sapulah mukamu dan
tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan
menyempurnakan ni'mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (Al Maa’idah 5:6)

“Barangsiapa berwudhu’ lalu dibaguskan Ketika berwudhu’, seyogyanya kita melakukan


wudhu’nya dan dikerjakan shalat dua rakaat, sebagai bentuk peribadatan seperti halnya
dimana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam shalat; karena wudhu’ merupakan prosesi
berwudhu’ dan shalat itu sesuatu hal duniawi, pembersihan jiwa yang dituntun oleh
niscaya keluarlah dia dari segala dosanya, Rasulullah saw.
seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya” Cara ini ditempuh dalam rangka
mempersiapkan diri menghadap Allah Yang
(HR Bukhari & Muslim) Maha Suci.

• Kesempurnaan shalat sangat tergantung Wudhu’ adalah ibadah dzikir yang merupakan
kepada kesempurnaan wudhu’nya. sarana pembersihan jiwa, yang dimulai dari
• Jika wudhu’nya tidak dalam keadaan ingat sisi paling luar (fisik) sampai ke dalam
kepada Allah, maka tidak akan memberikan ruhaninya.
dampak apa-apa pada jiwa kecuali basah Jiwa yang bersih akan terjalin komunikasi
dengan Allah dan mendatangkan sinar dari
kebeningan hati.
LATIHAN TAHAP PERTAMA
LATIHAN WUDHU’
1. Mulailah dengan mengucapkan “Bismillahirrahmannirrahim”. Hubungkan jiwa anda kepada
Allah, rasakan anda sedang melakukan proses pembersihan tubuh dan jiwa. (Berniat wudhu)

2. Cucilah kedua tangan hingga pergelangan tangan dgn menggosok & menyelai jari2nya (3x)
dengan air mutlak – pastikan hati tetap tersambung kepada Allah sampai muncul getaran rasa
tenang dan sejuk di dada.

3. Bersihkan mulut sambil siwak sebagai bagian proses pembersihan jiwa dengan berkumur-kumur.

4. Bersihkan ke dua lubang hidung (masuk-keluarkan air)– hayati dengan perasaan dan lakukan
perlahan, tidak terburu-buru sebab hal ini akan menutup rasa sambung/ingat kepada Allah

5. Hadirkan jiwa anda kepada Allah, bahwa anda sedang melakukan pembersihan jiwa. Kehadiran
jiwa ini akan membuat rasa menjadi sangat hening dan peka serta getaran kesambungan semakin
kuat.

6. Basuhlah muka dengan air perlahan sekali sambil dirasakan …ulangi 3x

7. Selanjutnya basuhlah kedua lengan sampai siku, mengusap rambut kepala, mengusap daun
telinga dan kedua kaki …. Semua dilakukan perlahan. Lakukan dengan tetap tersambung kepada
Allah sehingga getaran kekhusyu’an dalam wudhu’ akan terbawa terus sampai kita melakukan
shalat. (dimulai kaki kanan dan diakhir kaki kiri)

8. Sempurnakan dan diamlah sejenak lalu baca kalimat syahadat & berdoa
Gunakanlah Pakain yang bersih
• Hai anak adam pakailah perhiasanmu (pakaian yg bagus) ketika
hendak shalat di Masjid (QS Al-Araf 31)
LATIHAN SHALAT
1.Heningkan pikiran anda agar rileks. Usahakan tubuh kendor sampai terasa nyaman dan tidak
perlu mengkonsentrasikan pikiran.

2. Biarkan tubuh meluruh, agak dilemaskan atau bersikap serileks mungkin.

3. Rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah.
(Umumnya jika tersambung, suasana sangat hening dan tenang serta terasa getarannya
menyelimuti jiwa dan fisik; sehingga pikiran tidak liar)

4. Bangkitkan kesadaran diri, bahwa anda sedang berhadapan dengan Zat yang Maha Kuasa,
Yang Meliputi Segala Sesuatu, Yang Maha Hidup, Yang Maha Suci dan Yang Maha Agung.
• Sadari bahwa anda akan memuja dan bersembah sujud kepadanya serendah-rendahnya,dan
menyerahkan segala apa yang ada pada diri anda
• Biarkan ruh anda mengalir pergi dengan suka rela menyerahkan diri kepada Allah semata.

5. Berniatlah dengan sengaja dan sadar, sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan
kuat menarik ruhani meluncur kehadiratNya, seraya ucapkan “ ALLAHU AKBAR”.
• Jagalah getaran tadi dengan meluruskan niat: inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawaati
wal ardh, haniifan musliman wama ana minal musyikin (sesungguhnya aku menghadap kepada
wujud Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan selurus-lurusnya dan aku bukan termasuk
orang yang syirik).
• Rasakan kelurusan jiwa anda yang terus bergetar menuju Allah, lalu menyerahkan secara total:
inni shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil’alamin (sesungguhnya shalatku,
ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata.
Tata cara shalat
Tata Cara Shalat
• BERDIRI
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu
atau sunnah berdiri karena memenuhi perintah Allah dalam QS. Al
Baqarah : 238. Apabila bepergian, beliau melakukan sholat sunnah
di atas kendaraannya. Beliau mengajarkan kepada umatnya agar
melakukan sholat khauf dengan berjalan kaki atau berkendaraan.
“Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah dengan
tenang karena Allah. Jika kamu dalam ketakutan, sholatlah dengan
berjalan kaki atau berkendaraan. Jika kamu dalam keadaan aman,
ingatlah kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada
kamu yang mana sebelumnya kamu tidak mengetahui (cara
tersebut).” (QS. Al Baqarah : 238)
Niat
• Ushalli Fardhas Shubhi Rak’ataini mustaqiblal qiblati adaan
lillahi ta’ala (Aku shalat fardhu shubuh 2 rakaat menghadap Qiblat
krn Allah Ta’ala)
• Ushalli Fardhas Zhuhri/Ashri/Isya’i Arba’a Raka’atain
mustaqiblal qiblati adaan lillahi ta’ala (Aku shalat fardhu
dhuhur/Ashar/Isya 4 rakaat menghadap Qiblat krn Allah Ta’ala)
• Ushalli Fardhas Maghribi Tsalaatsa Raka’atain mustaqiblal
qiblati adaan lillahi ta’ala (Aku shalat fardhu Maghrib 3 rakaat
menghadap Qiblat krn Allah Ta’ala)
• Abu Dawud bertanya kepada Imam Ahmad. Dia berkata, “Apakah
orang sholat mengatakan sesuatu sebelum dia takbir?” Imam
Ahmad menjawab, “Tidak.” (Masaail al Imam Ahmad hal 31 dan
Majmuu’ al Fataawaa XXII/28)
Niat
Dalil
Takbiratul Ihrom
• MENGANGKAT KEDUA TANGAN
Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu ketika bertakbir dengan
merapatkan jari-jemari tangannya,
• berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia
berkata:
• “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya
setentang bahu jika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk ruku’ dan
setiap kali bangkit dari ruku’nya.”
(Muttafaqun ‘alaihi).
• Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga
• berdasarkan hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyyallahu anhu, ia berkata:
• “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya
setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat).”
(HR. Muslim).
• Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Tamam
dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat
kedua tangannya dengan membuka jari-jarinya lurus ke atas (tidak
merenggangkannya dan tidak pula menggengamnya). (Shifat Sholat Nabi).
Takbiratul Ihram
Dalil
Bersedekap
Dalil
Postur Takbiratul Ihrom & sendekap
energi itu akan masuk ke syaraf di
tangan dan cara yang paling tepat
untuk menangkap energi itu karena
kita takbir waktu mengawali sholat,
takbir waktu bangun dari ruku di
situlah energi masuk Menurut
Rasulullah SAW meletakkan
pergelangan tangan kanan di atas
pergelangan tangan kiri yang berarti
tangan kiri dijepit oleh jari tangan
kanan, menjepit pembuluh balik
tangan kiri yang menyebabkan
pembuluh tangan kanan
mengembang selama imam
membacakan al fatihah dan surah

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian
bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan.
Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat
kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua
tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan
persendian, khususnya pada tubuh bagian atas

Supra Yoga Growing Like a tree, Holding an energy in your heart chakra
position 0 degree
Doa Iftitah (Tazkiyatun Nafsu/Taubat)
• Allahumma baa’id bainii wabaina khataayaaya kamaa baa’adta
baina’l masyriqi wal maghribi
• (Ya Allah jauhkanllah antaraku dan antara dosa-dosaku
sebagaimana telah Engkau jauhkan antara timur dan barat)
• Allahumma naqqinii min khataayaaya kamaa yunaqqats
tsaubu’l abyyadhu minaddannas
• (Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana
dibersihkan kain putih dari kotoran)
• Allahumma aghsilnii min khataayaaya bi’l maa-i wa tstsalji
wa’lbard
• (Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosa dengan air dan salju dan
embun)

Qalb purification
Doa Iftitah
Iftitah 2
• Allahu Akbar kabiiraa walhammdullilahi katsiira , wa
shubhanallahi bukrataw wa ashiila. (Allah Maha besar lagi
sempurna kebesarannya, dan segala puji bagi Allah dan maha suci
Allah sepanjang hari dan sore)
• Inni Wajahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawati wal ardha ,
haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikin ( Kuhadapkan
Muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan Langit dan Bumi
dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukan golongan
kaum musyrik)
• Inna shalatii wanusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi rabbil’
alamin . (Sesungguhnya shalatku dan Matikui semata hanya untu8k
Allah seru sekalian alam)
• Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin
( Tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku diperintahkan untuk tidak
menyekutukan-Nya, dan aku dari golongan orang-orang Muslim).
Takbir saat akan ruku
Dalil
Ruku
Tata cara rukuk
I’tidal
Ruku & Itidal
Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam
An-Nasa-i yang artinya: “Ia (Wa-il
bin Hujr) berkata: “Saya melihat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam apabila beliau berdiri
dalam sholat, beliau memegang
tangan kirinya dengan tangan
kanannya.”

I'TIDAL
RUKUK
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang
kembali tegak setelah, mengangkat
lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung
kedua
tersebut tak akan tumpah.Posisi kepala lurus dengan tulang
tangan setinggi telinga.
belakang.
Manfaat: tidal adalah variasi postur
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan
setelah rukuk dan sebelum sujud.
fungsi tulang belakang(corpus vertebrae) sebagai
Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud
penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar
merupakan latihan pencernaan
dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian
tengah. yang baik.
Organ organ pencernaan di
Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot
dalam perut mengalami !
bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih
pemijatan dan pelonggaran
untuk mencegah gangguan prostat (90 derajat) Di saat kita secara bergantian. Efeknya,
mau ruku tangan diangkat semprotan dari tangan kanan itu pencernaan menjadi lebih lancar
langsung ke telinga ke mata dan sebahagian otak. Ruku
melenturkan memori otak dan ginjal.
Dalil
LATIHAN SHALAT
6. Rasakan keadaan berserah masih menyelimuti getaran jiwa Anda.
• Bacalah setiap ayat dengan tartil – pastikan getaran pasrah menyertai bacaan dihadapanNya.
• Kemudian lakukan rukuk, biarkan badan membungkuk dan rasakan – pastikan ruh anda
perlahan-lahan turut rukuk dengan perasaan hormat dan pujilah Allah Yang Maha Agung:
“subhaana rabbiyal adiimi wabihamdihi”.
(jika antara ruhani dan fisik seirama, maka getaran itu akan bertambah besar dan kuat,
bertambah kuat pula kekhusyu’an yang terjadi)

7. Setelah rukuk, anda berdiri kembali sambil mengucapkan pujian kepada Zat Yang Maha
mendengar:” samiallahu liman hamidah” (semoga allah mendengar orang yang memujiNya)
• Lalu, setelah kedua tangan diturunkan, ucapkan: “rabbana wa lakal hamdu millussamawati
wamil ul ardhi wamiluma syi’ta min syai in ba’du” (Ya Tuhan, milikMu segala puji, sepenuh
langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu).
• Rasakan sampai ruhani anda mengatakan dengan sebenarnya (jangan sedikitpun tersisa rasa
untuk dipuji, yang terjadi adalah keadaan nol; tidak ada beban kecuali hening).

8. Kemudian secara perlahan bersujud serendah-rendahnya sambil berdzikir: “Allahu Akbar”.


• Biarkan tubuh anda bersujud, rasakan sujud anda agak lama.
• Jangan mengucapkan pujian kedapa Allah Yang Maha Suci “subhanallah wabihambidhi”,
sebelum ruh dan fisik anda bersatu dalam satu sujud. (biasanya terasa sekali ketika ruhani
memuji Allah dan akan berpengaruh pada fisik, menjadi lebih tunduk, ringan dan harmonis).

9. Selanjutnya, lakukan shalat seperti diatas dengan pelan-pelan, tuma’ninah pada setiap gerakan.
Jika anda melakukan dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun fisik anda.
Sempurnakan kesadaran shalat anda sampai salam.
Duduk diantara 2 sujud
Posisi duduk di antara 2 sujud
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam! , yaitu iftirosy
(tahiyyat awal) dan tawarruk
(tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi
telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada
pangkal paha yang terhubung
dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini
menghindarkan nye ri pada
pangkal paha yang sering menyebabkan
penderitanya tak mampu berjalan. Duduk
tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit
menekan aliran kandung kemih
(urethra), kelenjar kelamin pria (prostata)
dan saluran vas deferens. Jika
dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah
impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada
iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot
tungkai turut meregang dan kemudian relaks
kembali. Gerak dan tekanan harmonis
Duduk antara dua Sujud mereka inilah yang menjaga. kelenturan dan
kekuatan organ-organ gerak kita.
menyebutnya duduk keperkasaan karena
menarik syaraf dibawah lutut dan
dipangkal paha.
Doa Duduk diantara dua sujud
(Purification)
• Allaahummagfirlii ( Ya Allah ampunilah aku) *Crown chakra support the
expression of consciousness (i.e., brain and Central Nervous System

• Warhamnii (dan Rahmatilah aku) * 3rd Eye Chakra support apprehension of the
Physical (i.e., the five senses, the “sixth” sense

• Wajburnii (dan Tutuplah aibku/kasihinilah aku) * Throat Chakra support


spiritual expression (i.e., hands, voice, feet)

• Wahdinii (dan Tunjukilah/bimbinglah aku) * Heart Chakra support the


physical life of the body (i.e., respiratory systems

• Warfa’nii (dan Cukupkanlah aku) * Solar Plexus chakra support the


exchange of energy with the environment (i.e., the stomach and digestive system)

• Warzuqnii (dan Beri Rezekilah aku) * Sacral Chakra support the reproduction
of the physical unit (i.e., the sexual and reproductive organs)

• Wa’aafini ( dan Sehatkanlah aku) * Root Chakra support the connection of the
physical body with the ground of it’s existence (i.e., the body’s recycling systems

• Wa’fu anni (dan Maafkanlah aku) * Complete down to top


Takbir dan bangkit dari sujud
Duduk Tahiyat
dalil
Tasyahud (Bertemu Allah saat Mi’raj)
• Attahiyyatulillahi wassholawatu waththayyibaatu
• (Segala kehormatan kepunyaan Allah dan segala puji ibadat dan
segala kebaikan)
• Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatu’llahi wa
barakatuh
• (Mudah2an Allah melimpahkan kesejahteraan atas engkau hai nabi
dan Rahmat Allah dan berkah-Nya)
• Assalaamu alainaa wa’alaa ibaadi’llahisshaalihiin.
• (Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kami dan
atas hamba-hamba Allah yang shaleh)
• Syahadat
• Shalawat
Tasyahud akhir

Duduk pada tahiyat awal mereka mengatakan pembakaran


mengefektifkan kelenjer keringat dan pencegahan pengapuran dan
tahiyat akhir menterapi keseimbangan dan wasir
Dalil
Sujud
sujud

SUJUD ( Posisi 135 derajat x 2 = 270 derajat)


Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah
kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu,
lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga
menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa
bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan . posisi Sujud pembuluh jantung
mengembang
Dalil
Tasyahud (2 & 3)
 Sholawat Nabi
 Bacaan doa berlindung dari 4 perkara
• Allaahumma inni a’uudzu bika min ‘adzaabil jahannam wami
adzaabil qabri
• (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kpd Engkau dari siksa/azab
neraka jahannam dan azab kubur)
• Wa min fitna ti’ mahya wal mamati
• (dan dari fitnah yang hidup dan mati)
Wa min fitnatil masiihiddajjaal
• (dan dari fitnah pengrusak yang menghabiskan segala kebajikan)
 Salam
Salam
• SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan
aliran
darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga
kekencangan
kulit wajah
• 1 Rakaat shalat = 0 + 90 + 270 = 360 derajat (1 putaran/thowaf/
rotasi tubuh ) menyembah Allah seperti thawafnya alam semesta
Salam
Energi Pada 5 waktu shalat
• Ada energi api akan keluar pada waktu jam 12.00 siang sampai sore, untuk
mengobati jantung dan ginjal itu . (Dhuhur)
• Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus dari panas ke dingin mereka
menyebutnya terapi kandungan kemih. Secara alamiah gerakan ashar itu ternyata
memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita
• Ada energi air yang keluar pada waktu jam 6 sore setelah terbenamnya matahari
yang mereka menyebutnya bahwa maghrib itu menterapi ginjal.
• Gerakan isya yaitu setelah mega merah hilang, ini mereka menyebutnya sebagai
terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada energi kayu yang keluar pada
waktu jam 11 malam, dia yang menghancurkan racun-racun yang ada dibadan kita,
dan menurut ilmuwan Cina racun itu bakar kayu untuk membuang racun di otak.
• Kemudian jam 02 pagi otak dibersihkan oleh energi kayu, dan selanjutnya Allah
menyediakan dan mengisinya untuk sholat tahajud pada waktu sepertiga malam.
Ilmuwan di Jerman melakukan penelitian Prof. Dr. Sholeh seorang guru besar
Universitas Airlangga, telah membuktikan bahwa tahadjud yang teratur dan disiplin
akan mencegah kanker, tres dan inspeksi oleh sebab itu jika orang melakukan
dengan teratur memiliki emosi yang positif. Energi udara keluar pada jam 02
• Jam 03 pagi energi logam yang menterapi kita. ( sholat Fajar)
• Jam 06 pagi melakukan (sholat dhuha) untuk menterapi pencernaan. Jam 08 s/d
11.00
Doa Qunut (sunnah after I’tidal on shubuh
pray)
• Allahummahdinii fiman hadait. Wa’affiini fiiman aafait. ( Ya Allah berilah
aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang Engkau beri petunjuk, Berilah
aku Kesehatan sebagaiman orang yang telah Engkau beri kesehatan)
• Wa tawallani fii man tawallait. Wa baariklii fiima a’thait (Pimpinlah aku
bersama-sama orang yg telah Engkau pimpin,Berilah aku keberkahan pd
segala apa yg Engkau berikan kepadaku)
• Wa qinii birahmatika syarra ma qadhait. Fa-innaka taqdhii wa laa
yuqdhaa alaik (Dan Peliharalah aku dari kejahatan yg Engkau pastikan,
krn sesungguhnya hanya Engkaulah yg dapat memastikan akan sesuatu,
dan tidak ada lagi yg berkjuasa diatas Engkau)
• Wa innahuu laa yadzillu mawwaalait. Wa laa ya’izzu man’ aadait. (
Sesungguhnya tdk akan hina orang2 yg Engkau beri kekuasaan, tidak akan
mulia orang yg Engkau musuhi)
• Tabarakta rabbana wa ta’ aalait. Falakal hamdu ‘ alaa maa qadhait
(Maha Berkiahlah Engkau dan Maha Lhurlah Engkau, Segala puji bagi Mu
atas yg telah Engkau pastikan)
• Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinina
Muhammmadinini nabiyyil ummiyi wa ‘a laa aliihi wa shabihii
wassallam. ( Aku mohon ampun dan kembali tobat kepada Engkau,
semoga Allah melimpahkan rahmat, berkah, dan salam atas junjunga kita
Nabi Muhammad beserta Keluarganya dan sahabatnya)
Doa Qunut
Dalil
Sholat Berjamaah
LATIHAN DZIKIR
1. Sehabis shalat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas.
Ruhani anda masih merasakan getaran takbir, rukuk, sujud dan penyerahan diri secara total.
(Biasanya, setelah shalat, getaran jiwa anda terus menerus berdzikir, bukan keluar dari pikiran)

2. Pujilah Allah, agar jiwa kita mendapatkan energi ilahi yang membersihkan hati.
subhanallah ….. Subhanallah……… subhanallah…….
Alhamdulillah ….. Alhamdulillah….. Alhamdulillah……
Laa ilaha illallah….. Laa ilaha illallah….. Laa ilaha illallah….
Allahu akbar….. Allahu akbar….. Allahu akbar…..

3. Anda akan merasakan getaran shalat kapan saja, sehingga suasananya menjadi sangat indah
dan damai. Dan ketika shalat tiba, getaran itu akan tambah besar dan menjadi tempat
persinggahan jiwa untuk mengisi getaran iman dari kekhusyu’an.
=Agar getaran jiwa tidak tertutup lagi, lakukanlah dzikrullah dalam setiap kesempatan =

4. Berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan akan membantu anda dalam membuka hijab yang
terasa sulit ditembus. Dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang.
Ketenangan jiwa itulah anda akan mampu melepaskan jiwa anda menuju kehadirat ilahi dengan
sangat mudah.
LATIHAN TAHAP KEDUA

Jika telah sampai, harap beritahu kami.


Insya Allah akan kami kirimkan latihan berikutnya.
Surat yang sudah dihafal
1. An-Naas (manusia)
2. Al Ikhlas (memurnikan ke esaan Allah)
3. Al Falaq (waktu shubuh)
4. Al kafiruun (orang-orang kafir)
5. Quraisy (suku Quraisy)
6. Al Ashr (Masa)
7. Ad Duha (waktu Dhuha.Matahari sepenggalan naik )
8. Al Lahab (Gejolak api)
9. Al Maaun (barang yang berguna)
10. Al Fiil (gajah)
11. An Nashr (Pertolongan)
12. Al A’la (yang paling tinggi)
13. At Tiin (buah tin)
14. Al Qadr (kemuliaan)
15. At Takasur (berrnegah-megahan)
16. Al Kautsar (nikmat yang banyak)
17. Al Insyirah (yang melapangkan)
Segala puji bagi Tuhan semesta alam
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada
dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah
payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya
sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,
sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat
puluh tahun ia berdo'a:
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri
ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku
dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat
berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah
kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan
sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang
berserah diri". (Al Ahqaaf 46:15)
Pertanyaan
• Manfaat shalat tiap-tiap waktu shalat
• Imam tuna-runggu
• Ketika sehat-lalai shalat, ketika sakit rajin shalat
• Pengaruh kesehatan mental terhadap kekusyukan shalat
• Shalat yang tidak benar aoakah memberikan pengaruh?t
• Shalat khusyu?
• Apakah shalat tahajjud
SUJUD
- Sujud Sahwi
- Sujud Tilawah
- Sujud Syukur
Sujud Sahwi

• Ulama sepakat seluruh mazhab sepakat bahwa


yang meninggalkan, kelebihan salah satu
kewajiban shalat dengan sengaja maka
shalatnya menjadi batal
• Dan jika meninggalkan, kelebihan dan ragu-ragu
karena lupa menggantikannya dengan sujud
sahwi
Maha Suci Allah yang tidak tidur
dan tidak lupa
Keterangan tentang ini ada pada kitab-kitab fiqih antara lain tulisan Ibnu Nawawi Al-Jawi yang
bernama Nihayatuz Zain pada juz 1 halaman 81 dan kitab Hasyiah At-Tahawiyah Ala Maraqil
Falah karya At-Tahawi Al-Hanafi juz 1 halaman 298
A.Sujud Sahwi Karena
Kelebihan

• Barangsiapa kelupaan dalam shalatnya


kemudian dia menambah ruku', atau sujud,
maka dia harus sujud dua kali sesudah
menyelesaikan shalatnya dan salamnya. Hal ini
berdasarkan hadits berikut:
"Dari Ibnu Mas'ud radhiallaahu anhu, bahwa Nabi shallallaahu alaihi
wasallam shalat Dhuhur lima rakaat, kemudian beliau ditanya, 'Apakah
shalat Dhuhur ditambah rakaatnya?', beliau balik bertanya, 'Apa itu?'
Para sahabat menjelaskan, 'Anda shalat lima rakaat.' Kemudian beliau
pun sujud dua kali setelah salam. Dalam riwayat lain disebutkan, beliau
melipat kedua kakinya dan menghadap kiblat kemudian sujud dua kali,
kemudian salam.“
(Muttafaq 'alaih)
• Salam sebelum shalat selesai berarti termasuk
kele-bihan dalam shalat, sebab ia telah
menambah salam di pertengahan pelaksanaan
shalat. Barangsiapa mengalami hal itu dalam
keadaan lupa, lalu dia ingat beberapa saat
setelahnya, maka dia harus menyempurnakan
shalatnya kemudian salam, setelah itu dia sujud
sahwi, kemudian salam lagi. Dalilnya adalah
hadits Abu Hurairah radhiallaahu anhu:
"Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wasallam shalat
Dhuhur atau Ashar bersama para sahabat. Beliau salam setelah shalat dua rakaat, kemudian
orang-orang yang bergegas keluar dari pintu masjid berkata, 'Shalat telah diqashar (dikurangi)?'
Nabi pun berdiri untuk bersandar pada sebuah kayu, sepertinya beliau marah. Kemudian berdirilah
seorang laki-laki dan bertanya kepadanya, 'Wahai Rasulullah, apakah Anda lupa atau memang
shalat telah diqashar?.' Nabi berkata, 'Aku tidak lupa dan shalat pun tidak diqashar.' Laki-laki itu
kembali berkata, 'Kalau begitu Anda memang lupa wahai Rasulullah.' Nabi shallallaahu alaihi
wasallam bertanya kepada para sahabat, 'Benarkah apa yang dikatakannya?'. Mereka pun menga-
takan, 'Benar.' Maka majulah Nabi shallallaahu alaihi wasallam, selanjutnya beliau shalat untuk
melengkapi kekurangan tadi, kemudian salam, lalu sujud dua kali, dan salam lagi."

(Muttafaq 'alaih)
b. Sujud Sahwi Karena
Kekurangan
• Barangsiapa kelupaan dalam shalatnya,
kemudian ia meninggalkan salah satu sunnah
muakkadah (yaitu yang termasuk katagori hal-
hal wajib dalam shalat), maka ia harus sujud
sahwi sebelum salam, seperti misalnya
kelupaan melakukan tasyahhud awal dan dia
tidak ingat sama sekali, atau dia ingat setelah
berdiri tegak dengan sempurna, maka dia tidak
perlu duduk kembali, cukup baginya sujud sahwi
sebelum salam. Dalilnya ialah hadits berikut
"Dari Abdullah bin Buhainah radhiallaahu anhu, bahwa Rasulullah
shallallaahu alaihi wasallam shalat Dhuhur bersama mereka, beliau
langsung berdiri setelah dua rakaat pertama dan tidak duduk. Para
jama'ah pun tetap mengikuti beliau sampai beliau selesai
menyempurnakan shalat, orang-orang pun menunggu salam beliau,
akan tetapi beliau malah bertakbir padahal beliau dalam keadaan duduk
(tasyahhud akhir), kemu-dian beliau sujud dua kali sebelum salam, lalu
salam."
(Muttafaq 'alaih)
c. Sujud Sahwi Karena Ragu-
ragu

Yaitu ragu-ragu antara dua hal, yang mana yang


terjadi. Keragu-raguan terdapat dalam dua hal,
yaitu antara ke-lebihan atau kurang.
Umpamanya seseorang ragu apakah dia sudah
shalat tiga rakaat atau empat rakaat.
Keraguan ini ada dua macam:
1. Seseorang lebih cenderung kepada satu hal, baik kelebihan
atau kurang, maka dia harus menurutkan mengambil sikap
kepada yang lebih ia yakini, kemudian dia melakukan sujud
sahwi setelah salam. Dalilnya hadits berikut:

"Dari Abdullah Ibnu Mas'ud radhiallaahu anhu,


bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda,
'Apabila salah seorang dari kamu ada yang ragu-ragu dalam shalatnya,
maka hendaklah lebih memilih kepada yang paling mendekati kebenaran,
kemudian menyempurnakan shalatnya, lalu melakukan salam, selanjutnya sujud dua kali'.
(Muttafaq 'alaih)
2. Ragu-ragu antara dua hal, dan tidak condong pada salah satunya, tidak
kepada kelebihan dalam pelaksanaan shalat dan tidak pula pada
kekurangan. Maka dia harus mengambil sikap kepada hal yang sudah pasti
akan kebe-narannya, yaitu jumlah rakaat yang lebih sedikit. Kemudian
menutupi kekurangan tersebut, lalu sujud dua kali sebelum salam, ini
berdasarkan hadits berikut:

"Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallaahu anhu, bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi
wasallam bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kamu ragu-ragu dalam shalatnya,
dia tidak tahu berapa rakaat yang sudah ia lakukan, tigakah atau empat? Maka
hendaknya ia meninggalkan keraguan itu dan mengambil
apa yang ia yakini, kemudian ia sujud dua kali sebelum salam. Jika ia telah shalat lima
rakaat, maka hal itu menggenap-kan pelaksanaan shalatnya, dan jika ia shalat sempurna
empat rakaat, maka hal itu merupakan penghinaan (pengecewaan) terhadap syaitan'."
(HR. Muslim)
Ringkasnya, bahwa sujud sahwi itu adakalanya sebelum
salam dan adakalanya sesudah salam.

• Adapun sujud sahwi yang dilakukan setelah salam ialah


pada dua kondisi:
- Apabila karena kelebihan (dalam pelaksanaan shalat).
- Apabila karena ragu antara dua kemungkinan, tapi ada
kecondongan pada salah satunya.
• Sedangkan sujud sahwi yang dilakukan sebelum salam,
juga pada dua kondisi:
- Apabila dikarenakan kurang (dalam pelaksanaan
shalat).
- Apabila dikarenakan ragu antara dua kemungkinan dan
tidak merasa lebih berat kepada salah satunya.
Hal-hal Penting Berkenaan
Dengan Sujud Sahwi
• Apabila seseorang meninggalkan salah satu rukun shalat, dan yang
tertinggal itu adalah takbiratul ihram, maka shalatnya tidak terhitung,
baik hal itu terjadi secara sengaja ataupun karena lupa, karena
shalatnya tidak sah. Dan jika yang tertinggal itu selain takbiratul
ihram, dan ditinggalkan secara sengaja, maka batallah shalatnya.
Jika tertinggal secara tidak sengaja, dan dia sudah berada pada
rukun yang ketinggalan tersebut pada rakaat kedua, maka rakaat
yang ketinggalan ru-kunnya tadi itu dianggap tidak ada, dan dia
ganti dengan rakaat yang berikutnya. Dan jika ia belum sampai
pada rakaat kedua, maka ia wajib kembali kepada rukun yang
ketinggalan tersebut, kemudian dia kerjakan rukun itu, begitu pula
apa-apa yang setelah itu. Pada kedua hal ini, wajib dia melakukan
sujud sahwi setelah salam atau sebelumnya
• Apabila sujud sahwi dilakukan setelah salam, maka
harus pula melakukan salam sekali lagi
• Apabila seseorang yang melakukan shalat meninggal-
kan sunnah muakkadah (hal-hal yang wajib dalam
shalat) secara sengaja, maka batallah shalatnya. Jika
ketinggalan karena lupa, kemudian dia ingat sebelum
beranjak dari sunnah muakkadah tersebut, maka
hendaklah dia melaksanakannya dan tidak ada
konsekwensi apa-apa. Jika ia ingat setelah
melewatinya tapi belum sampai kepada rukun
berikutnya, maka hendak-lah dia kembali untuk
melaksanakan rukun tersebut. Kemudian dia
sempurnakan shalatnya serta melakukan salam.
Selanjutnya sujud sahwi kemudian salam lagi. Jika ia
ingat setelah sampai kepada rukun yang berikut-nya,
maka sunnah (muakkadah) itu gugur dan dia tidak
perlu kembali kepadanya untuk melakukannya, akan
tetapi terus melaksanakan shalatnya kemudian sujud
sahwi sebelum salam seperti kami sebutkan di atas
pada masalah tasyahhud awal.
Hanafi
• Hanafi-sujud sahwi 2 kali, membaca taysahud dan dan memberi
salam, dilakukan setelah salam, dengan syarat waktunya masih
luas. Contoh jika lupa dalam shalat subuh, keburu muncul matari,
maka gugur kewajiban sujud sahwi
• Syaratnya karena menambah atau menguran rukun shalat
Maliki

• Sujud sahwi jumlahnya 2 kali diakhiri


pembacaan taysahud tanpa doa dan
shalawat nabi
• Dilakukan sebelum salam jika
kekurangan dan kelebihan dilakukan
bersamaan, jika dilakukan karena
kelebihan saja dilakukan setelah
salam
Hambali

• Sujud sahwi boleh dilakukan sesudah


atau sebelum salam
• Jumlahnya dua kali sujud diakhiri
dengan tasyahud dan salam
Syafii

• Waktu sujud sahwi adalah sesudah tasyahud


dan shalawat atas Nabi dan sebelum salam
Tidak ada bagi orang yang dibelakang imam
sujud sahwi, namum apabila imam yang
lupa maka imam harus sujud sahwi
begitupula orang-orang yang ada
dibelakangnya (HR. Daruqutni)
Pengertian

Shalat yang dilakukan secara


Shalat bersama, dipimpin oleh yang ditunjuk
Berjama’ah sebagai imamnya

Shalat Munfarid Shalat yang dilakukan secara sendirian


Artinya: Rasulullah Saw. Bersabda: Shalat berjama’ah lebih
utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat. (HR. Bukhari &
Muslim)
Ada Imam (pemimpin Shalat)

Ada Makmum (pengikut/jama’ah shalat)

Dikerjakan dalam satu majelis (tempat)

Shalat Makmum sesuai dengan shalat imam


Imam
Imam adalah orang yang memimpin shalat berjama’ah.

Syarat Imam:
Sudah baligh

Fasih dan hafal bacaan shalat

Bukan orang yang dibenci jama’ah

Mengetahui syarat dan rukun serta hal yang membatalkan shalat

Imam pria untuk pria dan wanita, sedang imam wanita, untuk wanita saja
Makmum

Makmum Adalah Orang Yang Mengikuti Imam Dalam Shalat Berjama’ah.

Syarat Makmum

Berniat Mengikut Imam

Tidak Mendahului Gerakan Imam

Shalatnya Sesuai Dengan Shalat Imam

Mengikut Imam Dalam Segala Gerakan Shalat

Berada Di Belakang Imam Dalam Satu Majelis (Tempat)

Tidak Bermakmum Kepada Imam Yang Batal Shalatnya


Macam-macam Makmum:

Makmum Muwafiq, yakni makmum yang tidak terlambat

Makmum Masbuk, yakni makmum yang terlambat

Makmum Mufarriq, yakn makmum yang menyalahi


gerakan Imam
Shalat-shalat yang bisa dikerjakan berjama’ah

1. Shalat Fardhu (Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib


dan Isya’)
2. Shalat Jum’at
3. Shalat Tarawih
4. Shalat Idul Fitri dan ‘Idul Adha
5. Shalat Jenazah
6. Shalat Istisqa (Minta Hujan)
7. Shalat Gerhana Bulan dan Matahari
8. Shalat Witir
1. Hujan
2. Angin topan/udara sangat dingin
3. Ketika makanan sudah terhidang dan perut terasa lapar
4. Ingin buang air besar/kecil
5. Takut datangnya bahaya
6. Sakit
7. Setelah memakan makanan bau pada mulut
SHALAT QASAR DAN JAMAK
RUKHSAH SHALAT

• Rukhsah Shalat ialah kemudahan,


kelonggaran atau keringanan yang
diberikan oleh Allah kepada umat Islam
dalam melakukan solat di atas sebab-
sebab :
1. Musafir.
2. Uzur atau sakit.
3. Dalam peperangan.
DALIL

‫ب أَن تُؤتَى‬ َ ‫ ِإ َّن‬: )‫سبدا رسول هللا (ص‬


ُّ ‫هللا يُ ِح‬
.ُ‫صهُ َك َما يَك َرهُ أَن تُؤتَى َمْع ِصيَتُه‬
ُ ‫ُر َخ‬
)‫(رواه أحمد‬

Maksudnya : Sesungguhnya Allah suka


dilaksanakan rukhsah (keringanan)
yang diberikan olehNya seperti Allah
membenci dilakukan maksiat
kepadaNya
HUKUM SOLAT QASAR DAN
JAMAK
• HUKUM
SOLAT
QASAR DAN
JAMAK IALAH
HARUS-
Mubah
RUKHSAH SHALAT MUSAFIR

• Rukhsah Shalat
Musafir ialah
kemudahan yang
diberikan oleh Allah
kepada orang
musafir untuk
melakukan solat
fardu dengan cara
qasar atau jamak
atau kedua-duanya
sekali.
SHALAT QASAR

• Shalat Qasar ialah memendek solat fardu


empat rakaat menjadi dua rakaat.
• Shalat yang boleh diqasarkan ialah :
1. Shalat Zohor.
2. Shalat Asar.
3. Shalat Isya’.
SYARAT SHALAT QASAR
1. Hendaklah musafir perjalanan melebihi 2 marhalah
atau lebih 90 km.
2. Hendaklah melewati batas kawasan tempat tinggal.
3. Tidak niat bermuqim melebihi 4 hari, tidak
termasuk perjalanan pergi dan balik.
4. Tidak berimamkan imam yang sempurna
rakaatnya.
5. Masih dalam musafir ketika mengerjakan Shalat
qasar.
6. Perjalanan tidak bertujuan melakukan maksiat.
7. Mengetahui destinasi yang dituju.
SHALAT JAMAK
Shalat JAMAK IALAH MENGHIMPUN DUA Shalat FARDU KE
DALAM SATU WAKTU DENGAN SYARAT-SYARAT
TERTENTU.
Shalat YANG BOLEH DIJAMAKKAN :
1. ZOHOR DENGAN ASAR.
2. MAGHRIB DENGAN ISYA’
SYARAT SHALAT JAMAK
1. Perjalanan melebihi 2 marhalah (90km).
2. Perjalanan dengan tujuan yang baik.
3. Hendaklah melewati kawasan tempat tinggal.
4. Masih dalam musafir.
5. Tidak berniat bermuqim melebihi 4 hari tidak termasuk
perjalanan pergi dan balik.
JENIS SHALAT JAMAK

Shalat Jamak Terbahagi


kepada 2 jenis :
1.Shalat Jamak Taqdim.
2.Shalat Jamak Takhir.
SHALAT JAMAK TAQDIM

• SHALAT JAMAK TAQDIM IALAH


Menghimpunkan Shalat waktu pertama dan
waktu kedua dalam waktu pertama.
CONTOH :
1. Shalat Zohor & Asar dlm waktu Zohor.

2. Shalat Maghrib & Isya’ dlm waktu Maghrib.


SYARAT SHALAT JAMAK
TAQDIM

1. Diawai dengan Shalat waktu pertama iaitu Zohor atau


Maghrib.
2. Berniat jamak dalam Shalat yang pertama.
3. Muwalat, iaitu berturut-turut kedua-dua Shalat tersebut.
4. Perjalanan masih berterusan sehingga masuk ke Shalat
kedua.
SHALAT JAMAK TAKHIR
• Shalat JAMAK TAKHIR IALAH :
Menghimpunkan solat waktu pertama dengan waktu kedua dalam
waktu kedua.
• CONTOH :
1. Shalat Zohor & Asar dlm waktu Asar.
2. Shalat Maghrib & Isya’ dlm waktu Isya’.
SYARAT SHALAT JAMAK
TAKHIR
1. Berniat akan melakukan jamak takhir semasa dalam waktu
Shalat pertama (Zohor / Maghrib).
2. Masih dalam perjalanan sehingga kedua-dua Shalat selesai
dilaksanakan.
HIKMAT DISYARIATKAN SOLAT
QASAR DAN JAMAK
1. Memberi keringanan kepada umat Islam
untuk menunaikan solat fardu ketika dalam
musafir.
2. Tanda kasih sayang Allah kepada umat
Nabi Muhammad SAW.
3. Supaya seseorang dapat melaksanakan
ibadah solat yang begitu penting dan tidak
boleh ditinggalkan.
4. Menggalakkan umat Islam bermusafir dan
berjalan dimuka bumi untuk menjalankan
kehidupan dengan lebih sempurna.
PENGHAYATAN
1. Berdisiplin melakukan ibadah serta menyakini kebaikan
syariat Islam.
2. Berazam menunaikan solat qasar dan jamak semasa
bermusafir.
3. Menyedari bahawa solat adalah ibadah yang paling mulia dan
paling penting.
Sujud Syukur

Pengertian Sujud Syukur


Dalil Naqli /Dasar Hukum Sujud Syukur
Ketentuan sujud syukur

Tata cara sujud syukur


Bacaan Sujud Syukur
Doa setelah Bacaan Sujud Syukur
Pengertian sujud syukur
• Sujud syukur adalah sujud yang
dilakukan diluar shalat tanda terima
kasih kepada Allah swt atas karunia-
Nya.
• Sujud syukur dilakukan karena
mendapat keberuntungan,
keberhasilan, tercapai cita-cita, atau
karena terhindar bahaya atau
kesulitan, sembuh dari sakit
Dalil Naqli /Dasar Hukum Sujud Syukur

artinya:” Dari Abu Bakrah bahwa sesugguhnya Nabi Muhammad saw


apabila datang kepadanya sesuatu yang menggembirakan atau suka,
beliau langsung sujud untuk berterima kasih kepada Allah swt”
(HR. Abu Daud dan At Tirmizi)
Ketentuan Sujud Syukur
• Dilakukan diluar shalat
• Dilakukan sendirian (munfarid)
• Tidak disyaratkan harus suci dari hadas
• Dilakukan segera setelah menerima nikmat atau terhindar dari
bahaya
• Sujudnya sama seperti dalam shalat dan hanya dilakukan satu kali.
Tatacara Sujud Syukur
• Niat, yaitu berniat untuk melaksanakan sujud syukur karena Allah
• Takbiratul ihram
• Sujud satu kali, lalu membaca bacaan sujud syukur dan doanya
• Kemudian duduk
• Salam
Bacaan Sujud Syukur

artinya: Aku sujud kepada Tuhan yang telah menciptakan diriku,


Tuhan yang telah membukakan pendengaran dan penglihatan
dengan kekuasaan-Nya
Doa setelah bacaan sujud syukur

artinya: Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain
Allah, dan Allah maha Benar. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di
dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.
Sujud Sahwi
Pengertian Sujud Sahwi

Dalil Naqli /Dasar Hukum Sujud Sahwi


Sebab-sebab sujud Sahwi
Tata cara sujud Sahwi
Bacaan Sujud Sahwi
Pengertian Sujud Sahwi

Sujud Sahwi adalah sujud dua


kali yang dilakukan setelah
membaca tasyahud akhir
sebelum salam, apabila terjadi
keragu-raguan atau lupa dalam
pelaksanaan shalat.
Dalil Naqli /Dasar Hukum Sujud Sahwi

artinya: Dari Abu Said AlKhudri, Nabi Muhammad saw,


bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu ragu dalam
shalat, ia sudah mengerjakan tiga atau empat, maka
hendaklah dihilangkan keraguan itu, dan diteruskan
shalatnya menurut yang diyakini, kemudian hendaklah
sujud dua kali sebelum salam”( HR. Ahmad dan Muslim )
SK- Indikato
?
KD r

Sebab-sebab sujud Sahwi

a. Ragu-ragu mengenai jumlah rakaat


yang telah dikerjakan.
b. Kelebihan rakaat, rukuk, atau sujud
dalam shalat karena lupa.
c. Lupa melakukan tasyahud awal atau
qunut bagi yang membaca doa
qunut

Sujud Sujud Sujud


SK- Indikato
?
KD r

Tata cara sujud Sahwi


- Tata Cara Sujud Sahwi sebelum salam:
a. Setelah membaca tasyahud akhir, dilanjutkan sujud diiringi dengan
takbir, didalam sujud membaca bacaan Sujud Sahwi.
b. Duduk antara dua sujud
c. Sujud lagi dan membaca bacaan sujud sahwi lagi.
d. Duduk lagi dan memberi salam.
e. Untuk makmum wajib mengikuti imam.

Sujud Sujud Sujud


• Tata Cara Sujud Sahwi setelah
salam.
a. Berdiri menghadap kiblat disertai niat sujud sahwi.
b. Takbir untuk melakukan sujud sahwi.
c. Duduk antara 2 sujud.
d. Sujud lagi
e. Duduklagi dan salam
Bacaan Sujud Sahwi

Subhaana mallaa yanaamu walaa yashuu

artinya: “Mahasuci Allah yang tidak tidur dan tidak pernah lupa
Sujud Tilawah

• Pengertian Sujud Tilawah


Dalil Naqli /Dasar Hukum Sujud
Tilawah
Ayat-ayat Sajdah
Tatacara Sujud Tilawah
Bacaan Sujud Tilawah
Pengertian Sujud Tilawah
Sujud Tilawah artinya sujud bacaan.
Sujud Tilawah adalah sujud yang disunahkan ketika membaca atau
mendengar ayat-ayat sajdah

Apabila seorang imam membaca ayat sajadah,


kemudian ia melakukan sujud tilawah, maka
makmumnya harus mengikuti sujud pula, tetapi
apabila yang membacanya (imam) tidak melakukan
sujud, maka makmum atau orang yang
mendengarkannya tidak disunahkan melakukan
sujud.
Dalil Naqli /Dasar Hukum Sujud Tilawah
Nabi Mhammad saw bersabda :

artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad saw.


bersabda: “Apabila anak Adam (manusia) membaca ayat
Sajadah, kemudian sujud, menghindarlah setan dan ia
menangis seraya berkata, celakalah Aku! Anak Adam
(manusia) diperintah untuk sujud lantas ia sujud, maka
baginya surga, dan saya diperintah untuk sujud juga,
tetapi saya enggan (tidak mau), maka bagi saya neraka”
(HR. Muslim)
Nabi Mhammad saw bersabda :

artinya: Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi


Muhammad Saw pernah membaca AlQur’an di
depan kami, ketika bacaannya sampai pada ayat
sajadah,beliau bertakbir lalu sujud, maka kamipun
sujud bersama-sama dengannya.(HR. At-Tirmizi)
Ayat-ayat Sajdah

 Didalam Al Qur’an ada 15 ayat sajdah:

1. Surat Al-A’raf ayat 6. Surat Al Hajj ayat 18


2. 206
Surat Ar-Ra’du ayat 7. Surat Al Hajj ayat 77
3. 15
Surat An Nahl ayat 8. Surat Al Furqan ayat
4. 50
Surat Al-Isra’ ayat 9. 60
Surat An Naml ayat
109 26
5. Surat Maryam ayat 10. Surat As Sajdah ayat
58 15
11. Surat Shad ayat 24
12. Surat Fushshilat ayat
37
13. Surat An Najm ayat 62
14. Surat Al Insyiqaq ayat
15.21Surat Al Alaq ayat 19
1. Surat Al-A’raf [7]: 206

“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu


tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka
mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka
bersuju”
2. Surat Ar-Ra’du [13]:15

“Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan
di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan
sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari”
3. Surat An Nahl [16]:50

“Mereka takut kepada Tuhan mereka


yang di atas mereka dan
melaksanakan apa yang
diperintahkan (kepada mereka).
Manusia yang dalam keadaan terjepit
ingat kembali kepada Allah”
4. Surat Al-Isra’ [17]:109

“Dan mereka menyungkur atas muka


mereka sambil menangis dan
mereka bertambah khusyu‘”
5. Surat Maryam [19]:58

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni'mat


oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan
dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan
dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang
yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah
kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan
bersujud dan menangis”
6. Surat Al Hajj [22]:18

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah


bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan,
bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang
melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak
di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan
barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun
yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa
yang Dia kehendaki. Keadaan orang-orang kafir di dalam
neraka dan balasan terhadap orang-orang yang beriman”
7. Surat Al Hajj [22]:77

“Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu,


sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu
mendapat kemenangan”
8. Surat Al Furqan [25]:60

“Dan apabila dikatakan kepada mereka:


"Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha
Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah
yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan
sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan
kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah
sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman)”
9. Surat An-Naml [27]: 26

“Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang


mempunyai 'Arsy yang besar"
10. Surat As-Sajdah [32]:15

“Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat


Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat
itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji
Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong”
SK- Indikato
?
KD r

11. Surat Shad [38]:24

Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim


kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk
ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya
kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu
sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian
yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah
mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami
mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya
Sujud Sujud
lalu menyungkur sujud Sujud
dan bertaubat
SK- Indikato
?
KD r

12. Surat Fushshilat [41]:38

“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di


sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari,
sedang mereka tidak jemu-jemu”

Sujud Sujud Sujud


SK- Indikato
?
KD r

13. Surat An Najm [53]:62

“Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah


(Dia)”

Sujud Sujud Sujud


SK- Indikato
?
KD r

14. Surat Al Insyiqaq [84]:21

“dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak


bersujud”

Sujud Sujud Sujud


SK- Indikato
?
KD r

15. Surat Al Alaq [96]:19

“sekali-kali jangan, janganlah kamu


patuh kepadanya; dan sujudlah dan
dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)”

Sujud Sujud Sujud


SK- Indikato
?
KD r

Tatacara Sujud Tilawah


Sujud Tilawah dilakukan cukup satu kali saja dan dapat dillakukan
pada waktu melaksanakan shalat atau diluar shalat.

Cara Sujud Tilawah dalam shalat:


Ketika sampai pada ayat-ayat sajdah, maka
langsung sujud 1 kali dengan membaca doa
sujud tilawah. Kemudian kembali keposisi
semula dan meneruskan bacaan shalatnya.“

Sujud Sujud Sujud


• Cara Sujud Tilawah di luar shalat
Ketika mendengar atau membaca ayat sajdah, kemudian niat dalam
hati, bertakbir, kemudian sujud, setelah itu bangkit dari sujud
dengan membaca takbir kemudian melanjutkan kembali bacaannya
jika masih ada
SK- Indikato
?
KD r

Bacaan Sujud Tilawah

artinya: ujudlah mukaku terhadap Allah yang menjadikannya,


membentuknya, memberi pendengaran dan penglihatan dengan
keupayaan dan kekuatannya. Maka berkat Allah sebaik baik
Pencipta.

Sujud Sujud Sujud


Sujud Sujud Sujud
SK- Indikato
?
KD r

Sujud Sujud Sujud


SK- Indikato
?
KD r

Sujud Sujud Sujud


َ‫َع ْن َأبي ُه َر ْي َر َة؛ َأ َّن َر ُس ْو َل هللا صلى هللا عله سسل ََلل‬
ِ ِ
َ”‫ َف َل ْك ِث ُر ْسأ ُّألد َعلء‬.‫“ َأ َْ َر ُب َمل َي ُك ْو ُن ْأل َع ْب ُد ِم ْن َر ِّب ِ َس ُه َو َس ِلِد‬
ِ
Hadits riwayat Abi Hurairah Radhiyallahu’anhu,:
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Paling
dekatnya seorang hamba dengan tuhannya ialah ketika dia
bersujud. Maka perbanyaklah berdo’a”

Sujud Sujud Sujud


Sujud Sujud Sujud