Anda di halaman 1dari 53

ZAKAT

Bahan Kuliah Agama


Oleh: Jemkhairil, M.Ag
Makna Zakat (lughah/bahasa)

 Menurut Bahasa (lughat), zakat berarti : tumbuh;


berkembang; kesuburan atau bertambah (nama’a) (HR. At-
Tirmidzi)
 Dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan
Zakaya/thahirah (QS.At-Taubah : 10)
Makna Zakat (istilah)
 Menurut Hukum Islam (istilah syara'), zakat adalah nama
bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu,
menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan
kepada golongan tertentu (al-Mawardi dalam kitab Al
Hawiy)
Dasar Hukum Zakat
 Banyak Ayat/Hadits yang menunjukan Wajib Zakat:
Seperti:
 "Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan
zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.".
(QS :At-Taubah : 103).
 “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan taatlah
kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat“. (Surat An Nur
24 : 56).
‫‪Hadits Nabi‬‬
‫‪‬‬ ‫‪Sedang dalilnya dari as-Sunnah ialah sabda Nabi SAW:‬‬

‫‪‬‬ ‫ش َها َد ِة ا َ ْن آل اِلَهَ اِالا اﷲُ َوا َ ان ُم َح امدًا َر ُ‬


‫س ْو َل اﷲِ ‪٬‬‬ ‫اال ْسالَ ُم َعلَى خ َْم ٍس ׃ َ‬‫ى ِ‬ ‫بُ ِن َ‬
‫ْ‬ ‫اء ا‬ ‫َواِقَ ِام ال ا‬
‫صالَ ِة ‪َ ٬‬واِ ْيت َ ِ‬
‫ضانَ‬
‫ص ْو ِم َر َم َ‬
‫ج ‪َ ٬‬و َ‬ ‫الز َكا ِة ‪َ ٬‬وال َح ِّ ِ‬
Istilah yang beriringan dengan Zakat
Infaq

 Asal kata infaq dari bahasa arab, yaitu ( )‫أنفق – ينفق – إنفاقا‬yang
bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta;
a. Membelanjakan Harta; Walaupun kamu membelanjakan
semua yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat
mempersatukan hati mereka. (QS.Al-Anfal : 63
b. Memberi Nafkah; Kata infaq ini juga berlaku ketika
seorang suami membiayai belanja keluarga atau rumah
tangganya (nafkah). Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi
kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian
mereka atas sebahagian yang lain , dan karena mereka telah
menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS.An-Nisa`: 34)
c. Mengeluarkan Zakat; Hai orang-orang yang beriman,
keluarkanlah zakat sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik
dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk
kamu. (QS.Al-Baqarah : 267)
Sedakah
Istilah sedekah dalam teks Arab tertulis ( ,)‫صدقة‬punya
kemiripan dengan istilah infaq di atas, tetapi lebih spesifik.
Sedekah adalah membelanjakan harta atau mengeluarkan
dana dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.
Beda antara infaq dan sedekah dalam niat dan tujuan,
dimana sedekah itu sudah lebih jelas dan spesifik bahwa
harta itu dikeluarkan dalam rangka ibadah. Sedangkan
infaq, ada yang sifatnya ibadah (mendekatkan diri kepada
Allah) dan juga termasuk yang bukan ibadah.
Waqaf
Waqaf; Waqaf dan qurban termasuk ke dalam infaq dan
sadaqah dengan tingkatan dan anjuran yang lebih khusus.
Keduanya bukan termasuk zakat. Waqaf berasal dari
makna kata yang berarti, menahan, diam, atau berhenti.
Harta yang berhenti, ditahan dan sudah tidak digunakan
lagi oleh pemiliknya (diam) untuk tujuan kebaikan dan
manfaat, maka ia disebut dengan waqaf. Waqaf hanya dapat
berupa harta yang memiliki nilai uang, seperti uang, emas,
perak, tanah, binatang, dll
Qurban

Qurban merupakan salah satu rukun dalam pelaksanaan


haji, ia berasal dari makna kata mendekat atau
menghampiri. Berqurban adalah bentuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Qurban adalah jenis shodaqoh dan
infaq yang khusus dan memiliki aturannya sendiri yang
disandarkan pada Al Quran dan hadits.
Hibah
4. Qurban
Qurban merupakan salah satu rukun dalam pelaksanaan haji, ia berasal dari makna
kata mendekat atau menghampiri. Berqurban adalah bentuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Qurban adalah jenis shodaqoh dan infaq yang khusus dan
memiliki aturannya sendiri yang disandarkan pada Al Quran dan hadits.
5. Hibah
1. Pengertian dan Hukumnya
Secara bahasa berarti pemberian. Secara istilah; pemberian sesuatu kepada
seseorang secara cuma-cuma, tanpa mengharapkan apa-apa. Rasulullah Saw
bersabda:
Artinya : "Dari Khalid bin Adi sesungguhnya Nabi SA W telah bersabda "siapa yang
diberi kebaikan oleh saudaranya dengan tidak berlebih-Iebihan dan tidak karena
diminta maka hendaklah diterima jangan ditolak. Karena sesungguhnya yang demikian
itu merupakan rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya". (HR. Ahmad)
6. Hadiah;
Hadiah; pemberian kepada seseorang dengan maksud memnuliakan atau
memberikan penghargaan. Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar
saling memberikan hadiah. Karena yang demikian itu dapat menumbuhkan kecintaan
dan saling menghormati antara sesama. Rasulullah SAW bersabda : Artinya :
"Hendaklah kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling menyayangi "
( HR Abu Ya'la )
Perbedaan Zakat dan Sedekah
Perbedaan Zakat Sedekah
Hukum Wajib; rukun Islam, berdosa Sunnah; tidak ada paksaan untuk
meninggalkan dijalankan
Waktu Tertentu; zakat fitrah dibayarkan Tidak terbatas oleh waktu
sebelum shalat id. Zakat mal ada
waktunya
Kriteria Tidak semua harta yang Tidak terlarang bagi seseorang
Harta merupakan kekayaan wajib untuk bersedekah dari apappun
dizakatkan. Spt rumah (non kekayaannya, bahkan berpahala
produktif)
Mustahiq) fakir, miskin, amil, mu`allaf, budak, boleh diberikan kepada siapa saja,
orang berhutang, untuk jalan Allah asalkan memang bermanfaat dan
dan untuk mereka yang sedang tepat guna.
dalam perjalanan, (QS. At-Taubah :
60)
Prosentase Ketentuan harta yang wajib tidak ditetapkan berapa besarnya
Dikeluarkan dikeluarkan dalam zakat itu pasti,
spt; 2,5%, 10 %, 5%
Penyebutan Zakat dan Infaq dalam
Al Qur-an dan As Sunnah
 a. Zakat (QS. Al Baqarah : 43)
b. Shadaqah (QS. At Taubah : 104)
c. Haq (QS. Al An'am : 141)
d. Nafaqah (QS. At Taubah : 35)
e. Al 'Afuw (QS. Al A'raf : 199)
Hukum Zakat
 Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi
salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh
sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap
muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat
termasuk dalam kategori ibadah (seperti shalat, haji, dan
puasa) yang telah diatur secara rinci dan paten
berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah, sekaligus
merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan
yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan
ummat manusia.
Syarat-syarat Wajib Zakat
Beragama Islam (Muslim)
 Islam; Zakat hanya
diwajibkan bagi
orang Islam saja.
Merdeka (Bukan Hamba/Budak)
 Merdeka; Hamba sahaya
tidak wajib mengeluarkan
zakat kecuali zakat fitrah,
sedangkan tuannya wajib
mengeluarkannya. Di masa
sekarang persoalan hamba
sahaya tidak ada lagi.
Bagaimanapun syarat
merdeka tetap harus
dicantumkan sebagai salah
satu syarat wajib
mengeluarkan zakat karena
persoalan hamba sahaya ini
merupakan salah satu
syarat yang tetap ada.
Milik Sepenuhnya
 Milik Sepenuhnya; Harta yang akan
dizakati hendaknya milik sepenuhnya
seorang yang beragama Islam dan harus
merdeka. Bagi harta yang bekerjasama
antara orang Islam dengan orang bukan
Islam, maka hanya harta orang Islam saja
yang dikeluarkan zakatnya.
Tidak termasuk harta penuh, bila;
a. Uang yang dipinjam dan tidak jelas
statusnya, akan kembali atau tidak
b. Harta yang telah diwaqafkan untuk
umat
c. Harta untuk pihak tertentu secara
massal
d. Harta milik negara
e. Harta pinjaman
Cukup Haul
 Cukup Haul; cukup
haul maksudnya
harta tersebut
dimiliki genap
setahun, selama 354
hari menurut
tanggalan hijrah atau
365 hari menurut
tanggalan mashehi.
Memiliki Potensi untuk Berkembang
 Harta yang tumbuh atau
bisa ditumbuhkan, harta
itu tidak mati atau tidak
diam. Dalam bahasa kita
sekarang ini, harta itu
dimiliki pokoknya namun
bersama dengan itu,
harta itu bisa
memberikan pemasukan
atau keuntungan bagi
pemiliknya
Cukup Nisab
 cukup Nisab; Nisab adalah
nilai minimal sesuatu harta
yang wajib dikeluarkan
zakatnya. Kebanyakan standar
zakat harta (mal)
menggunakan nilai harga emas
saat ini, jumlahnya sebanyak
85 gram. Nilai emas dijadikan
ukuran nisab untuk
menghitung zakat uang
simpanan, emas, saham,
perniagaan, pendapatan dan
uang dana pensiun.
Mustahiq Zakat (QS. at-Taubah: 60)
Haram Menerima Zakat
 Orang kaya, yaitu orang yang berkecukupan atau
mempunyai harta yang sampai senisab.
 Orang yang kuat yang mampu berusaha untuk mencukupi
kebutuhannya dan jika penghasilannya tidak mencukupi,
maka boleh mengambil zakat.
 Orang kafir di bawah perlindungan negara Islam kecuali
jika diharapkan untuk masuk Islam.
 Rasulullah Saw dan keluarga
Macam-macam Zakat
a. Zakat Nafs (jiwa), juga disebut zakat fitrah.
b. Zakat Maal (harta).
c. Zakat Profesi
Zakat Fitrah
 Zakat Nafs (jiwa), disebut juga
Zakat Fitrah à Zakat pribadi
yang harus dikeluarkan pada
bulan Ramadhan sebelum
shalat ied.
Besarnya zakat fitrah menurut
ukuran sekarang adalah 2,176
kg. Sedangkan makanan yang
wajib dikeluarkan yang
disebut nash hadits yaitu
tepung, terigu, kurma, gandum,
zahib (anggur) dan aqith
(semacam keju).
1 Zakat Fitrah
Untuk daerah/negara yang makanan pokoknya selain 5
makanan di atas, mazhab Maliki dan Syafi'i membolehkan
membayar zakat dengan makanan pokok yang lain.
Menurut mazhab hanafi pembayaran zakat fitrah dapat
dilakukan dengan membayarkan harganya dari makanan pokok
yang di makan.
Pembayaran zakat menurut jumhur 'ulama :
1. Waktu wajib membayar zakat fitrah yaitu ditandai dengan
tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan
2. Membolehkan mendahulukan pembayaran zakat fitrah di
awal.
Keterangan: Bagi yang tidak berpuasa Ramadhan karena udzur
tertentu yang dibolehkan oleh syaria't dan mempunyai
kewajiban membayar fidyah, maka pembayaran fidyah sesuai
dengan lamanya seseorang tidak berpuasa.
Hukum Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah hukumnya wajib. Berdasarkan Sabda
Rasulullah s.a.w. sebagai berikut :

ِ ‫ضانَ َعلَى النا‬
‫اس‬ ْ ‫س ْو ُل هللا صلى هللا عليه وسلم زَ َكاة َ ال ِف‬
َ ‫ ِم ْن َر َم‬- ‫ط ِر‬ َ ‫فَ َر‬
ُ ‫ض َر‬
 Artinya : Rasulullah telah mewajibkan mengeluarkan Zakat
Fitrah (pada bulan Ramadhan kepda setiap manusia) (HR.
Bukhari – Muslim).
Orang-orang Yang Wajib Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah wajib bagi setiap orang Islam, untuk dirinya
sendiri dan untuk orang-orang yang berada dalam
tanggungannya, yaitu dari :
1) Laki-laki
2) Perempuan
3) Anak-anak
4) Janin (dalam perbincangan; ulama yang mewajibkan bila ia
telah ditiupkan roh – disebut manusia dalam hadits Nabi
Muhammad Saw)
5) Orang dewasa
6) Budak
7) Orang tua
8) Dan setiap orang yang merdeka (bukan budak).
Macam-macam Zakat Fitrah
Zakat Fitrah pada intinya adalah menggunakan makanan atau
kebutuhan pokok dari suatu wilayah terkait. Berikut ini adalah
hal-hal yang diperbolehkan digunakan untuk Zakat Fitrah :
1) Gandum
2) Kurma
3) Susu
4) Anggur kering
5) Beras
6) Dll.
Ukuran Zakat Fitrah
Menurut pendapat mayoritas ulama, bahwa Zakat Fitrah di
keluarkan dengan kadar ukuran 1 sha’. Yaitu sekitar 2,5 sampai
3,0 kilogram.
Membagikan Zakat Fitrah
 Zakat Fitrah itu harus dibagikan kepada kelompok berikut
ini :
1) Fakir
2) Miskin
3) Petugas zakat
4) Muallaf
5) Budak
6) Orang yang terlilit hutang
7) Orang yang sedang dalam jalan Allah
8) Dan orang yang sedang dalam perjalanan jauh yang
bukan maksiat.
Secara khusus nabi Muhammad Saw menyebutkan ada dua
yang utama; fakir dan miskin.
Waktu menunaikan Zakat Fitrah
 Zakat Fitrah ditunaikan pada :
1) Sebelun ditunaikannya shalat Ied
2) Dan boleh dikeluarkan pada awal bulan Ramadhan
Maka jika Zakat Fitrah dikeluarkan setelah shalat Ied,
maka dihitung sebagai shadaqah biasa, dan belum
menggugurkan kewajiban zakat fitrah.
Lafadz Niat Zakat Fitrah
 Lafadz niat zakat fitrah yang dikeluarkan untuk diri sendiri.

‫هلل تَعَالَى‬
ِ ‫ض‬ ْ ‫ْت َع ْن ا ُ ْخ ِر َج زَ َكاة َ ْال ِف‬
َ ‫ط ِر َع ْن نَ ْف ِس ْي فَ ْر‬ ُ ‫ن ََوي‬
 Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku
fardhu karena Allah.

Lafadz niat zakat fitrah yang dikeluarkan untuk orang lain.



‫هلل تَعَالَى‬
ِ ‫ض‬ ْ ‫ْت َع ْن ا ُ ْخ ِر َج زَ َكاة َ ْال ِف‬
َ ‫ط ِر َع ْن …… فَ ْر‬ ُ ‫ن ََوي‬
 Artinya : Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk …….
fardhu karena Allah.
Doa mengeluarkan dan menerima zakat
fitrah
 Doa bagi orang yang mengeluarkan zakar fitrah

‫اجعَ ْل َها َم ْغنَ ًما َو َال ت َ ْجعَ ْل َها َم ْغ َر ًما‬
ْ ‫اَللا ُه ام‬

 Artinya :Ya Allah jadikan ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan


jangan jadikan ia pemberian yang merugikan.
Doa bagi orang yang menerima zakat fitrah

َ ‫اجعَ ْلهُ لَ َك‬


‫ط ُه ْو ًرا‬ َ ‫ار َك فِ ْي َما ا َ ْبقَي‬
ْ ‫ْت َو‬ َ َ‫ْت َوب‬ َ ‫ا َ َج َر َك هللاُ فِ ْي َما ا َ ْع‬
َ ‫طي‬

 Artinya : semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau


berikan, dan semoga Allah memberikan barakah atas harta simpananmu
dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.
NO JENIS ZAKAT YANG DIZAKATI NISHAB WAKTU MEMBAYAR BESAR ZAKAT

1 FITHRAH Setiap jiwa/kepala semua muslim besar kecil, - malam 1 syawal, boleh 2-3 hari se 1 sha` = 2,159 kg
pria wanita, tua muda sebelumnya atau sejak awal beras
Ramadhan
2 EMAS & Yang disimpan bukan yang sering dikenakan 85 gram emas 1 haul (setelah dimiliki slama satu 2,5 %
PERAK (sebagian ulama memasukan yang dipakai) 595 gram perak tahun hijriah meski di tengahnya
pernah berkurang

3 PERDAGANG Uang/modal yang berputar, bukan asset seharga 85 gr emas / 1 haul (setelah dimiliki selama 1 tahun 2,5 %
AN (bangunan, perabot dll tidak termasuk) 595 gr perak qamariyah, meski ditengahnya pernah
berkurang)

4 TABUNGAN Semua bentuk tabungan baik tunai, rekening, seharga 85 gr emas / 1 haul (setelah dimiliki selama 1 tahun 2,5 %
piutang, chek, giro dll) 595 gr perak qamariyah, meski ditengahnya pernah
berkurang)
5 PERTANIAN Hasil panen dikurangi biaya perawatan 5 wasaq = 653 kg setiap panen 5 % jika diairi
(pupuk, irigasi, obat dll) gabah = 520 kg beras atau 10 % jika
dgn air hujan
6 INVESTASI Hasil dari harta yang investasikan (sewa 5 wasaq = 653 kg setiap mendapat hasil/setoran 5 % dari hasil
mobil, kontrakan rumah, saham dll), nilai gabah = 520 kg beras bersih 10 % dari
investasinya tidak termasuk hasil kotor

7 PERTAMBAN Hasil tambang darat (minyak, emas, batubara) - saat mendapat 20 %


GAN & laut (mutiara dll)
8 HADIAH hadiah, sayembara, kuis - saat mendapat 20 %
9 PROFESI 1. Penghasilan Kotor (gaji, honor, komisi, jumlah penghasilan Tiap menerima penghasilan 2,5 %
bonus, THR dll) setahun seharga 5
2. Penghasilan Bersih (setelah dipotong wasaq = 520 kg
dengan kebutuhan pokok, hutang dll) beras
ZAKAT MAAL
1. Pengertian Maal (harta)
1.1. Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu
yang diinginkan sekali sekali oleh manusia untuk memiliki,
memanfaatkan dan menyimpannya
1. 2. Menurut syar'a, harta adalah segala sesuatu yang dapat
dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan)
menurut ghalibnya (lazim).
sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila
memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu:
a. Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai
b. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya.
Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas,
perak, dll.
2. Syarat-syarat Kekayaan yang Wajib di Zakati
2.1. Milik Penuh (Almilkuttam)
Harta tersebut berada dalam kekuasaanya secara penuh, dapat diambil manfaatnya
secara penuh
2.2. Berkembang
Harta dapat bertambah / berkembang bila diusahakan /berpotensi untuk
berkembang.
2.3. Cukup Nishab
Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan
syara'. sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas dari Zakat
2.4. Lebih Dari Kebutuhan Pokok (Alhajatul Ashliyah)
Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarga
yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya
2.5. Bebas Dari hutang
Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi senishab yang harus
dibayar pada waktu yang sama (dengan waktu mengeluarkan zakat), maka harta
tersebut terbebas dari zakat.
2.6. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul)
Maksudnya adalah bahwa pemilikan harta tersebut sudah belalu satu tahun.
Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedang
hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul.
Harta(maal) yang Wajib di Zakati
3.1. Binatang Ternak
Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan
unggas (ayam, itik, burung).
3.2. Emas Dan Perak
Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering
dijadikan perhiasan
Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di
masing-masing negara. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan,
deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk kedalam kategori emas dan perak.
sehingga penentuan nishab dan besarnya zakat disetarakan dengan emas dan perak.
3.3. Harta Perniagaan
Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai
jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll.
3.4. Hasil Pertanian
Hasil pertanian adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti
biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan,
dll.
3.5. Ma-din dan Kekayaan Laut
Ma'din (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki
nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, giok, minyak bumi, batu-bara, dll.
Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti mutiara, ambar, marjan,
dll.
3.6 Rikaz
Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau biasa disebut dengan harta karun.
Termasuk didalamnya harta yang ditemukan dan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya.
NISHAB DAN KADAR ZAKAT
1. HARTA PETERNAKAN
a. Sapi, Kerbau dan Kuda
Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi yaitu 30 ekor. Artinya jika
seseorang telah memiliki sapi (kerbau/kuda), maka ia telah terkena wajib zakat.
b. Kambing/domba
Nishab kambing/domba adalah 40 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 40
ekor kambing/domba maka ia telah terkena wajib zakat.
c. Ternak Unggas (ayam,bebek,burung,dll) dan Perikanan
Nishab pada ternak unggas dan perikanan tidak diterapkan berdasarkan jumlah
(ekor), sebagaimana halnya sapi, dan kambing. Tapi dihitung berdasarkan skala
usaha.
Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 20 Dinar (1 Dinar =
4,25 gram emas murni) atau sama dengan 85 gram emas. Artinya bila seorang
beternak unggas atau perikanan, dan pada akhir tahun (tutup buku) ia memiliki
kekayaan yang berupa modal kerja dan keuntungan lebih besar atau setara dengan
85 gram emas murni, maka ia terkena kewajiban zakat sebesar 2,5 %
d. Unta
Nishab unta adalah 5 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 5 ekor unta maka
ia terkena kewajiban zakat. Selanjtnya zakat itu bertambah, jika jumlah unta yang
dimilikinya juga bertambah
2. EMAS DAN PERAK
Nishab emas adalah 20 dinar (85 gram emas murni) dan
perak adalah 200 dirham (setara 672 gram perak). Artinya
bila seseorang telah memiliki emas sebesar 20 dinar atau
perak 200 dirham dan sudah setahun, maka ia telah
terkena wajib zakat, yakni sebesar 2,5 %.
Demikian juga segala macam jenis harta yang merupakan
harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam "emas dan
perak", seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat
berharga ataupun yang lainnya. Maka nishab dan zakatnya
sama dengan ketentuan emas dan perak, artinya jika
seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan
jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab
(85 gram emas) maka ia telah terkena wajib zakat (2,5 %).
3. PERNIAGAAN
Harta perniagaan, baik yang bergerak di bidang perdagangan,
industri, agroindustri, ataupun jasa, dikelola secara individu
maupun badan usaha (seperti Perseroan terbatas PT, CV,
Yayasan, Koperasi, Dll) nishabnya adalah 20 dinar (setara
dengan 85gram emas murni). Artinya jika suatu badan usaha
pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja
danuntung) lebih besar atau setara dengan 85 gram emas (jika
pergram Rp 25.000,- = Rp 2.125.000,-), maka ia wajib
mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %
Pada badan usaha yang berbentuk syirkah (kerjasama), maka jika
semua anggota syirkah beragama islam, zakat dikeluarkan lebih
dulu sebelum dibagikan kepada pihak-pihak yang bersyirkah.
Tetapi jika anggota syirkah terdapat orang yang non muslim,
maka zakat hanya dikeluarkan dari anggota syirkah muslim saja
(apabila julahnya lebih dari nishab)
 Cara menghitung zakat :
Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau
lebih dari tiga bentuk dibawah ini:
1. Kekayaan dalam bentuk barang
2. Uang tunai
3. Piutang
 Pada harta perniagaan, modal investasi yang berupa tanah dan bangunan
atau lemari, etalase pada toko, dll, tidak termasuk harta yang wajib dizakati
sebab termasuk kedalam kategori barang tetap (tidak berkembang)
Usaha yang bergerak dibidang jasa, seperti perhotelan, penyewaan apartemen,
taksi, renal mobil, bus/truk, kapal laut, pesawat udara, dll, kemudian
dikeluarkan zakatnya dapat dipilih diantara 2 (dua) cara:
4. Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan
perusahaan dihitung, termasuk barang (harta) penghasil jasa, seperti hotel,
taksi, kapal, dll, kemudian keluarkan zakatnya 2,5 %.
5. Pada Perhitungan akhir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil
bersih yang diperoleh usaha tersebut selama satu tahun, kemudian zakatnya
dikeluarkan 10%. Hal ini diqiyaskan dengan perhitungan zakat hasil
pertanian, dimana perhitungan zakatnya hanya didasarkan pada hasil
pertaniannya, tidak dihitung harga tanahnya.
 4. HASIL PERTANIAN

“Makanlah dari buahnya (yang bermaca-macam itu) bila
dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik
hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah
kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. 6:141)
 4. HASIL PERTANIAN……
Nishab hasil pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 750 kg.
Apabila hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras,
jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil
pertanian tersebut.
Tetapi jika hasil pertanian itu selain makanan pokok, seperti buah-
buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, dll, maka nishabnya disetarakan
dengan harga nishab dari makanan pokok yang paling umum di
daerah (negeri) tersebut (di negeri kita = beras).
Kadar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan,
atau sungai/mata/air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram /
irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya 5%.
Dari ketentuan ini dapat dipahami bahwa pada tanaman yang disirami
zakatnya 5%. Artinya 5% yang lainnya didistribusikan untuk biaya
pengairan. Imam Az Zarqoni berpendapat bahwa apabila pengolahan
lahan pertanian diairidengan air hujan (sungai) dan disirami (irigasi)
dengan perbandingan 50;50, maka kadar zakatnya 7,5% (3/4 dari
1/10).
Zakat Profesi
 Zakat yang dikeluarkan dari
hasil usaha /penghasilan yang
diperoleh dari profesi
tertentu. Profesi, kecakapan
spesifik yang dimiliki
seseorang yang
menghasilkan/ mendapatkan
rezki.
Dasar Hukum Zakat Profesi
 Firman Allah SWT:
dan pada harta-harta mereka ada hak untuk oramng miskin
yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bagian
(QS. Adz Dzariyat:19)
 Firman Allah SWT:
Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.
(QS Al Baqarah 267)
 Hadist Nabi SAW:
Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan
merusak harta itu
(HR. AL Bazar dan Baehaqi)
 Hasil Profesi
Hasil profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter,
notaris, dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang
tidak banyak dikenal di masa salaf(generasi terdahulu),
oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas,
khusunya yang berkaitan dengan "zakat".
 Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah
keilmuan Islam, sedangkan hasil profesi yang berupa harta
dapat dikategorikan ke dalam zakat harta
(simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi
seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat
maka wajib baginya untuk menunaikan zakat.
 Contoh:

Akbar adalah seorang karyawan swasta, di kota Padang,


dengan tingkat biaya kebutuhan hidup “sedang” memiliki
seorang istri dan 1 orang anak.
Penghasilan bersih perbulan Rp. 5.500.000,-.
Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih
Rp.2.200.000 per bulan maka kelebihan dari
penghasilannya = (5.500.000 – 2.200.000) = Rp. 2.300.000
perbulan.
Apabila saldo rata-rata perbulan 2.300.000 maka jumlah
kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu
tahun adalah Rp. 27.600.00 (kurang satu nisab untuk
zaman sekarang yaitu : 42.500.000, maka zakatnya;
1.062.500).
Lanjutan contoh ……
 Bila dihitung dari ketentuan pengeluaran zakat
perhitungan haul (tahun), maka ia belum terkena zakat.
Tentu bila dihitung dari haul maka tia tidak akan
mengeluarkan zakat, padahal ia telah memiliki kelebihan
dari penghasilan.
 Maka untuk contoh Akbar, ia tidak dikenakan aturan
adanya haul (tahun tersimpannya harta), melainkan
dikenakan aturan haul untuk zakat pertanian; yaitu
mengeluarkan zakat pada hari memanen.
 Bila akhir tahun justru akumulasi lebih dari nilai harta
wajib zakat (spt. 42 jt), maka ia boleh mengeluarkan dari
total harta yang diperoleh
Cara Menghitung
 Pertama: penentuan nisab dan kadar zakat profesi.
Mohammad Taufik Ridho di dalam bukunya Zakat Profesi
dan Perusahaan yang diterbitkan oleh Institut Manajemen
Zakat bekerja sama dengan BAMUIS BNI mengemukakan
bahwa ada 4 pendapat dalam mengqiyaskan hukum untuk
menentukan *nisab* dan tarif zakat profesi sebagaimana
table berikut.
 Kedua: cara menghitung zakat profesi apakah dari penghasilan
netto atau bruto. Untuk cara yang pertama, untuk menentukan
besarnya zakat profesi yang dikeluarkan pemilik harta terlebih
dahulu mengurangi penghasilan yang mereka terima dengan
kebutuhan pokok minimum pemilik harta tersebut. Ada
beberapa versi dalam menentukan standar hidup minimal.
Sekedar contoh, menurut Bank Dunia standar hidup minimal
adalah $2 per jiwa perhari. Jika menggunakancara yang kedua,
begitu menerima penghasilan pemilik harta tersebut segera
menentukan zakatnya tanpa menguranginya dengan kebutuhan
pokok minimum.
 Mengacu pada dua permasalahan di atas, jika seseorang
professional muda (belum menikah) memiliki total penghasilan
Rp. 10.000.000,- per bulan dengan metode penghitungan
pertama yakni penghasilan netto dengan asumsi kebutuhan
pokok minimum professional muda tersebut adalah Rp.
2.500.000 per bulan, maka zakat yang harus dikeluarkan
ditunjukkan sebagaimana tabel berikut:
 Penghasilan netto = (Rp. 10.000.000 – Rp. 2.500.000) =
Rp. 7.500.000,-
 (wajib zakat karena telah melampaui nisab baik zakat
pertanian maupun zakat emas (uang)

Zakat Profesi = Rp. 7.500.00 x 2,5 % = *Rp. 375.000,00*

dengan cara yang sama, zakat profesi untuk kategori (B) =


Rp. 187.500,00,
(C) = Rp. 187.500,00 dan (D) = Rp. 187.500,00
Hikmah Zakat
1. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah
papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
2. Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di
sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah.
3. Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa
(menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa
kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah.
4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri
atas prinsip-prinsip: Ummatn Wahidan (umat yang satu), Musawah
(persamaan derajat, dan dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan
Islam) dan Takaful Ijti'ma (tanggung jawab bersama)
5. Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbanagn dalam distribusi
harta (sosial distribution), dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam
masyarakat
6. Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial
ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan
perwujudan solidaritas sosial
7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang
dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya
dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir bathin.