Anda di halaman 1dari 9

KELOMPOK

ANUGRAH PUTRI LESTARI


DIMAS RIZATIA GUMELAR
YUSRINA HASIBUAN
Konsep Harga

Ekonomi Islam memiliki konsep bahwa suatu pasar dapat berperan efektif
dalam kehidupan ekonomi bila prinsip persaingan bebas dapat berlaku secara
normal. Mekanisme pasar pada intinya adalah mekanisme harga, turun dan
naiknya harga sebagai akibat dari suatu dinamika permintaan (suply) dan
penawaran (demand) dari pihak-pihak terkait sehingga membentuk suatu
komunitas pasar.
Distorsi Pasar

Distorsi pasar adalah sebuah gangguan yang terjadi terhadap sebuah


mekanisme pasar yang sempurna menurut prinsip islam atau bisa dikatakan juga
suatu fakta yang terjadi dimekanisme pasar, yang mana pasar tersebut tidak
sesuai dengan teori-teori yang seharusnya terjadi dalam sebuah mekanisme
pasar.
Distorsi pasar ada empat bentuk, yaitu:

• Rekayasa penawaran dilakukan melalui ihtikar


• Rekayasa permintaan dilakukan melalui bai an-na-jasy
• Penipuan (tadlis)
• Ketidakjelasan (gharar)
Hadis Tentang Distorsi Pasar

1. Rekayasa Penawaran : Larangan Ihtikar (HR.Muslim)


Ihtikar adalah suatu praktik ekonomi daman pedagang mengambil keuntangan
diatas keuntangan normal dengan cara menjual lebih sedikit barang dengan harga yang
lebih tinggi.

Dari Sa’id bin musayyab ia meriwayatkan: Bahwa ma’mar, ia berkata “Rasullah SAW
bersabda “Barang siap menimbun barang, maka ia berdosa.” (HR.Muslim)
2. Rekayasa Permintaan: Bay an-Najasy

A. Bay an-Najasy
Rekaya pasar atau permintaan terjadi ketika produsen membuat permintaan
palsu seoalah ada banyak permintaan dalam satu produk dan menyebabkan produk
tersebut naik.
B. Tallaqi Rukban
Tallaqi rukban adalah tindakan yang dilakukan oleh pedagang kota (atau pihak
yang lebih memiliki informasi lebih lengkap) membeli barang petani.
C. Makelar
Makelar adalah dalam perdagangan antara penjual dan pembeli untuk
memudahkan jual-beli. Syarat makelar yaitu:
• Persetujuan kedua belah pihak
• Objek akad bisa diketahui manfaatnya secara nyata dan dapat diserahkan
• Objek akad bukan hal-hal maksiat atau haram
Taghrir

Taghrir berarti melakukan sesuatu secara membabi buta tanpa pengetahuan yang
mencukupi, atau mengambil resiko sendiri dari suatu perbuatan yang mengandung
resiko tanpa mengetahui dengan persis apa akibatnya. Taghrir terbagi menjadi empat
bentuk, yaitu :
1. Taghrir Kuantitas
2. Taghrir Kualitas
3. Taghrir dalam harga
4. Taghrir Menyangkut Waktu Penyerahan.
“Sesungguhnya Allah-lah Zat yang menetapkan harga, yang menahan, yang
mengulurkan, dan yang Maha Pemberi Rezeki. Sungguh, aku berharap dapat
menjumpai Allah tanpa ada seorang pun yang menuntutku atas kezaliman
yang aku lakukan dalam masalah darah dan tidak juga dalam masalah harta”.
(HR Abu Dawud, Ibn Majah dan at-Tirmidzi).