Anda di halaman 1dari 36

MENULIS ESAI

Devi Surindra, M.Pd


Asal Usul Tulisan Esai

Sir Francis Bacon


Montaigne (Inggris– 1600) HB Jassin
(Prancis – 1580) (Indonesia – 1985)

Kesusastraan
Indonesia Modern
ESSAIS ESSAY dalam Kritik dan
Esai

(1580) (1600) (1985)


Esai Pertama di Dunia

“Pembaca, ini sebuah buku jujur. Kita diperingatkan semenjak awal


bahwa dalam buku ini telah saya tetapkan suatu tujuan yang bersifat
kekeluargaan dan pribadi. Tidak terpikir oleh saya bahwa buku ini harus
bermanfaat untuk Kita atau harus memuliakan diri saya. Maksud itu
berada di luar kemampuan saya. Buku ini saya persembahkan kepada
kerabat dan handai taulan agar dapat mereka manfaatkan secara pribadi,
sehingga ketika saya tidak berada ditengah-tengah mereka (suatu hal yang
pasti segera mereka alami), dapatlah mereka temukan di dalamnya
beberapa sifat dari kebiasaan dan rasa humor saya, dan mudah-mudahan,
dengan cara itu, pengetahuan yang telah mereka peroleh tentang diri
saya tetap awet dan selalu hidup”.
Apa itu Esai?

KBBI :
Satu Singkat Pribadi “Karangan prosa
yang membahas
Topik suatu masalah
secara sepintas lalu
dari sudut pandang
pribadi penulisnya”

Esai
Jenis-jenis Esai

1. Esai Deskriptif
2. Esai Tajuk
3. Esai Cukilan Watak
4. Esai Pribadi
5. Esai Reflektif
6. Esai Kritik
Struktur Esai

Kalimat/Paragraf Pemantik

Pembuka Kalimat /Paragraf Tesis


Penjelasan
Contoh
Argumentasi (pendukung tesis) Perbandingan
ISI Contoh/Bukti (pendukung argument) Kutipan
Penegasan Ulang Statistik
Penegasan
Menyimpulkan/

Penutup Menanyakan/
Menggantung
Langkah Menulis Esai

Menangkap
Ide
Menetapkan
Topik
Menyusun
Kerangka
Mengumpulkan
data/informasi

Menulis

Merevisi
Teknik Membuka Tulisan

Pembuka Bercerita
Pembuka Nyeleneh
Pembuka Deskriptif I
N
T Pembuka Dialog
Pembuka Kutipan R
O Pembuka Menjerit
Pembuka Bertanya
Pembuka Statistik
Pembuka Menuding
Teknik Menutup Tulisan

Penutup Ringkasan
Pembuka Penyengat
Penutup Klimaks
Penutup Menggantung
Penutup Ajakan
Teknik Membuka Tulisan

Pembuka Bercerita
Pembuka Nyeleneh
Pembuka Deskriptif I
N
T Pembuka Dialog
Pembuka Kutipan R
O Pembuka Menjerit
Pembuka Bertanya
Pembuka Statistik
Pembuka Menuding
TERIMAKASIH
ESAI DESKRIPSI

Esai jenis ini dapat menuliskan subjek atau


objek apa saja yang dapat menarik
perhatian pengarang. Ia bisa
mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu,
tempat rekreasi dan sebagainya.
ESAI PRIBADI (MEMOAR)

Esai Pribadi merupakan tulisan tentang dirinya sendiri.


Penulis akan menyatakan, “Saya adalah saya. Saya
akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan
pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir
tentang dirinya sendiri.
ESAI CUKILAN WATAK

Jenis esai yang satu ini memperbolehkan seorang penulis menjabarkan


beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada pembaca.
Melalui esai cukilan watak tersebut pembaca dapat mengetahui sikap
penulis terhadap pribadi yang dibicarakan. Esai cukilan watak
bukanlah biografi, melainkan hanya memilih bagian-bagian tertentu
dari watak pribadi individu yang menjadi topik bahasan.
ESAI TAJUK RENCANA

Esai jenis ini sangat familiar dijumpai di dalam media cetak seperti
surat kabar atau majalah. Kita mengenalnya pula dengan sebutan
tajuk rencana. Esai tajuk memiliki satu fungsi khusus, yakni
menggambarkan pandangan dan sikap media tersebut terhadap
suatu topik atau isu yang sedang berkembang dalam masyarakat.
ESAI REFLEKTIF

Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada cukup


serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam,
sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang
penting berhubungan dengan hidup, misalnya
kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi.
ESAI KRITIK

Awalnya esai kritik merupakan pembahasan mengenai seni, seperti lukisan, tarian,
teater, dan kesusatraan. Namun dalam perkembanganya kemudian meluas menjadi
kritik atas segala bentuk ketidak kesesuaian dalam kehidupan.
Intro Bercerita
Sudah tiga hari Anto libur sekolah akibat asap tebal yang masih menyelimuti kota.
Padahal Senin kemarin ia harusnya mengumpulkan mading mini kepada guru bahasa
Indonesia. Ujian blok semester ini juga akan dilaksanakan sekitar satu minggu lagi.
Masih tersisa satu materi yang seharusnya tuntas minggu ini. Apa boleh buat, asap
tahunan ini membuat semua skenario pembelajaran berantakan.

Ini bukan pertamakalinya di negri ini kabut asap jadi memicu masalah dalam bidang
pendidikan.
Intro Deskriptif

Buku-buku bergelantungan di balai-balai yang ada di depan perpustakaan. Ujung


teras terlihat sumringah dengan hiasan-hiasan kreatif dan penempatan buku yang
memikat. Padahal semua itu masih di luar perpustakaan, lalu bagaimana jika di
dalam?

Itulah sekilas gambaran lingkungan perpustakaan SMK Labor Pekanbaru yang full
literatif. Sangat wajar rasanya jika peprustakaan sekolah itu menyabet gelar juara I
lomba pustaka nasional tahun 2019.
Intro Kutipan
“Ada tidak cara cepat dan tepat agar kita bisa menulis dan menerbitkan buku”, ujar
salah satu peserta diskusi literasi di SMKN Pertanian Pekanbaru. Tidak ada yang
salah memang dari pertanyaan itu. Namun sebenarnya bisa dijadikan gambaran
bahwa menerbitkan buku sebenarnya dapat menjadi stimulus bagi guru untuk bisa
menulis.
Intro Pertanyaan
Siapa yang bertanggungjawab jika karakter siswa buruk? Siapa yang akan dihujani
kritik, jika seorang siswa terlibat keributan di luar sepulang sekolah? Apakah gadget
(gawai) siswa itu akan tampil ke depan dan membela majikannya? Tidak, sama
sekali tidak, alat yang berperan besar mengubah karakteristik siswa itu tidak akan
pernah ditanya sama sekali. Tidak seperti kepada guru.
Intro Menuding
Pendidikan di era 4.0 sudah pasti adalah tantangan dalam membentuk karakter
peserta didik. Mendidik siswa pada era revolusi industri keempat (4.0) ini memiliki
kompleksitas yang lebih rumit dari era sebelumnya.
Intro Pernyataan Nyeleneh

Banyak jalan menuju roma, tapi hanya ada satu jalan menuju kursi anggota
legsilatif. Ya apalagi kalau tidak mendulang suara sebanyak-banyaknya..
Intro Dialog
“Berapa lama kita libur?”
“Tiga hari,”
“Trus, mau pulang kampung?”
“Boleh juga, pagi kita ceklok dulu, lalu pulkam. Sorenya kita kembali, ceklok lg.”
“hmmmm….”
Demikian sepenggal obrolan dua guru PNS di salah satu sekolah. Libur tahunan
telah tiba, para siswa diminta belajar di rumah, sementara guru tetap hadir.
Setidaknya untuk mengisi absen datang dan pulang sambil menghirup udara segar.
Intro Menjerit

Brakkk..!!! sebuah kursi kayu melayang dari dalam kelas sebuah SMP swasta, dan mendarat keras di
atas teras. Posisi saya berdiri ketika itu tidak terlalu jauh dari lokasi mendaratnya sang kursi. Kaget,
terperangah, serta merta mencari tau apa yang sedang terjadi. “Sebandel-bandelnya siswa, tak mungkin
rasanya berani melakukan itu,”. Penasaran, saya putuskan untuk mendatangi lokasi kejadian. Namun
menjelang sampai di kelas tersebut, terdengar nada keras Pak Ibnu yang tengah “ngomel” ke seantero
warga di kelas itu. Ternyata itu bukan perbuatan siswa, tapi….Pak Ibnu. Niat untuk masuk ke kelas
itupun langsung saya batalkan.
Intro Statistik

Pengguna internet aktif di Indonesia berdasarkan laporan Kominfo tahun 2019 adalah 171.17 juta
jiwa, atau 64.8% dari jumlah 264 penduduk negri ini. Tak dapat disangkal revolusi industri 4.0 sudah
mengubah kehidupan manusia secara fundamental. Ketergantungan manusia terhadap teknologi
sudah demikian besar. Pun demikian berdampak pada dunia pendidikan, dimana pendidik harus
mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Terlebih siswa sebagai generasi muda yang hidup
pada zaman 4.0, sudah demikian familiar dengan internet dan dunia digital.
Dapat dipastikan bahwa, program literasi seperti itu tidak dapat
diterapkan di seluruh sekolah di Provinsi Riau. Sebab, kondisi
sumberdaya manusia, dan ketersediaan fasilitas di seluruh
sekolah tidak sama. Jadi jika mau menerapkan program itu,
seragamkan dulu kemampuan seluruh sekolah.***

PENUTUP RINGKASAN
Sejumlah santri panik dan menjunjung tubuh Pak Kiai, mencoba
menyadarkannya.
Salah seorang santri nyeletuk: “Kenapa sih Pak Kiai mbelain
Foreman?”
Santri lain menjawab: “Lho, tidak. Pak Kiai sangat fanatik dan cinta
sama Ali. Cuma dia sangka yang Foreman itulah Ali…”
Kisah ini diperuntukkan bagi siapa saja, aktivis, intelektual, pahlawan,
pejuang, DPR, Pemerintah, LSM, Ulama dan siapa saja: Mohon
dengan sangat jangan ikuti jejak Pak Kiai itu.***

PENUTUP MENYENGAT
Takdir, hanya itu rasanya yang bisa dipahami. Namun
demikian, nilai-nilai yang ditinggalkan rekan tersebut masih
sangat membekas dan tetap saya jalankan hingga saat ini.
Guru memanglah seorang pengajar di kelas, tapi menjadi
guru bukan berarti berhenti belajar. Untuk belajar, seorang
guru bisa berguru kapan, kemana dan pada siapa saja,
termasuk berguru pada guru.***

PENUTUP KLIMAKS
Lenyapnya ketonggeng ini malah kurang mendapat perhatian
orang. Sebab mereka kini diam-diam sibuk bertanya dalam hati:
Lho saya ini ketonggeng apa bukan, ya?
Sekarang makin tidak jelas yang mana, apa, dan siapa
ketonggeng.***

PENUTUP MENGGANTUNG
Diperlukan sinergi yang kondusif antara orang tua dan murid
dalam membina perkembangan karakter anak. Lalu, sudahkan
para orang tua peduli terhadap penggunaan gadget (gawai)
peserta didik di rumah?, semoga. ***

PENUTUP AJAKAN
Teknik Merangkai kalimat

Orang tua dan guru harus bersinergi dalam


membina perkembangan karakter seorang anak.

Salah satunya adalah dengan menjalin komunikasi


yang intensif

Berdasarkan komunikasi tersebutlah diperoleh


informasi bagaimana karakternya di sekolah.
Tabel Pengumpulan Data/Informasi

NO Topik/Sub topik Informasi


MENANGKAP IDE
Berita
Harapan
Update

Rutinitas

Obrolan
Warung
kopi
Menyusun Kerangka Kalimat Topik

Penjelasan Kalimat Topik


ARGUMEN 1
Contoh/perbandingan/dll

Simpulan mini (khusus ttg topik ini)


1) PEMANTIK
Kalimat Topik
2) TESIS/PENDAPAT
3) ARGUMEN 1 Penjelasan Kalimat Topik
ARGUMEN 2
4) ARGUMEN 2 Contoh/perbandingan/dll
5) ARGUMEN 3
Simpulan mini (khusus ttg topik ini)
6) SIMPULAN
Kalimat Topik

Penjelasan Kalimat Topik


ARGUMEN 1
Contoh/perbandingan/dll

Simpulan mini (khusus ttg topik ini)


MENGUMPULKAN INFORMASI

BUKU INTERNET WAWASAN/PENGALAMAN

MOTIVASI BERPRESTASI

1) …………………………………………………………………………………
2) …………………………………………………………………………………
3) …………………………………………………………………………………
4) …………………………………………………………………………………
5) …………………………………………………………………………………
6) …………………………………………………………………………………
7) dst