Anda di halaman 1dari 13

Oleh: Yeni Aryani, SST, M.

Keb

JURUSAN KEBIDANAN
POLTEKKES KEMENKES RIAU
2016
Definisi Birthing Ball

Birthing ball adalah sebuah


bola karet berisi udara yang
dapat diduduki oleh ibu hamil
selama proses persalinan
(Illuminati C., 2015).
Birthing ball atau bola
persalinan merupakan salah
satu terapi non farmakologi
yang dapat digunakan oleh
penolong persalinan untuk
mengurangi ketidaknyamanan
(nyeri) selama proses persalinan
kala I.
Manfaat birthing ball menurut Callie (2016) adalah
sebagai berikut:
1. Penggunaan birthing ball dapat memperbesar outlet panggul
hingga 30% untuk membantu mempermudah kelahiran bayi.
2. Dengan bantuan gravitasi birthing ball dapat membantu
penurunan kepala bayi.
3. Penggunaan birthing ball dapat mempercepat kemajuan
persalinan.

4. Efektif untuk mengurangi rasa nyeri ketika terjadi kontraksi.

5. birthing ball dapat memberikan counter pressure pada paha


dan perineum ibu ketika diduduki.
Terapi birth ball
bertujuan untuk
mengontrol,
mengurangi dan
menghilangkan nyeri
pada persalinan
terutama kala I.
Indikasi dan Kontraindikasi
Penggunaan Teknik Birthing Ball

1. Janin
1. Ibu yang merasakan Malpresentasi
nyeri

I
I 2. Perdarahan
K n
n antepartum
o d
d
2. Pembukaan yang lama n i
i
t k
k 3. Ibu hamil
r a
a dengan
a s
s hipertensi
i
i
3. Penurunan kepala bayi
yang lama 4. Penurunan
kesadaran
Umumnya bola yang
digunakan oleh ibu hamil 165

adalah dengan ukuran cm

diameter sebesar 65 cm.


Ukuran ini tepat untuk wanita
yang memiliki tinggi badan
165 cm. Sedangkan bola
berdiameter 55 cm adalah
biasanya digunakan untuk
wanita yang memiliki tinggi
badan kurang dari 165 cm.
1. Alat dan Bahan: Bola, matras, kursi, bantal atau
pengalas yang empuk
2. Lingkungan : Nyaman, kondusif, dan lantai tidak
licin
3. Peserta Latihan: ibu bersalin yang mengalami nyeri
saat menjelang persalinan dipersiapkan dalam
kondisi yang tidak capek dan tidak gelisah
4. Pelaksanaan: waktu latihan maksimal 40 menit
1. Memposisikan ibu duduk di
atas birthing ball dan
menekuk tungkai sehingga
tungkai membentuk sudut
90 derajat pada posisi lantai
yang datar. Ibu duduk di
atas birthing ball dengan
kedua tungkai terpisah
selebar ± 61 cm dan postur
tubuh ibu harus bagus
untuk mempertahankan
keseimbangan di atas bola
tersebut.
Lanjutan…

Ibu dapat memutar


panggulnya dengan pola
lingkaran atau pola angka
delapan. Kedua pola tersebut
dapat meredakan nyeri
punggung dan dapat
mendorong penurunan janin
(Varney, 2008).
Selain gerakan dengan
pola tersebut, ibu juga dapat
menggerakkan pinggulnya dari
satu sisi ke sisi lain atau dari
depan ke belakang.
Posisi dalam Penggunaan
Birthing Ball

2. Dalam posisi duduk di


atas birthing ball, ibu
dapat bersandar
kedepan dengan
bersandar pada kursi,
meja maupun
pendamping
persalinan
2. Ibu dapat mengambil
posisi merangkak sambil
memeluk birthing ball
dan kemudian ibu dapat
melakukan pergerakan
berpola dengan
mengayunkannya dari
satu sisi ke sisi yang lain
atau dari depan ke
belakang (Simkin, 2008).
Posisi dalam Penggunaan
Birthing Ball

3. Ibu dapat mengambil


posisi berdiri di samping
tempat tidur sambil
memeluk birthing ball
dan kemudian ibu dapat
melakukan pergerakan
berpola dengan
mengayunkannya dari
satu sisi ke sisi yang lain
atau dari depan ke
belakang (Simkin, 2008).