Anda di halaman 1dari 19

ST.

NURLIAVNI
ANDI SUGIANTO
PEMBAHASAN
I.KONSEP MEDIS
A. DEFINISI
B. ETIOLOGI
C. MANIFESTASI KLINIS
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
E. PENATALAKSANAAN
II.MASALAH KEPERAWATAN PADA KASUS KATARAK
1. INTOLERANSI AKTIVITAS
2. GANGGUAN PERSEPSI TUBUH
3. RESIKO JATUH
KONSEP MEDIS
A.DEFINISI

Katarak adalah kekeruhan pada


lensa mata yang menyebabkan
gangguan pengelihatan.(nanda,2015)
B.ETIOLOGI
1. Infeksi kongenital,seperti campak jerman
2. Berhubungan dengan penyakit metabolik
3. Infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam
kandungan
4. Kadar kalsium darah rendah
5. Diabetes
6. Pemakaian kortikosteroid jangka panjang
7. Berbagai penyakit peradangan dan peradangan
penyakit metabolic
C.MANIFESTASI KLINIS
1. Pengelihatan akan suatu objek benda atau cahaya
menjadi kabur,buram.
2. Kesulitan melihat kerika di malam hari
3. Mata terasa sensitif bila terkena cahaya
4. Bayangan cahaya yang ditangkap seperti sebuah
lingkaran
5. Membutuhkan pasokan cahaya dan memudar
cenderung berubah warna saat melihat,mis,;cahaya
putih yang di tangkap oleh cahaya kuning
D.PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Kartu senellen/ mesin terlebinokuler


2. Lapang pandang
3. Pengukuran tonografi
4. Pengukuran goniskopi
5. Tes provokatif
6. Oftaloskopi
7. Darah lengkap
E.PENATALAKSANAAN

Meski Banyak Usaha Yang Dilakukan Untuk


Memperlambat Progresivita Atau Mencegah
Terjadinya Katarak , Tatalaksana Masih Tetap
DenganPembedahan.(Vaughan DG &
Arif,mansjoer
MASALAH KEPERAWATAN PADA
KASUS KATARAK
DIAGNOSA KEPERAWATAN:INTOLERANSI AKTIVITAS
NO DEFINISI BATASAN KARAKTERISTIK FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN
Ketidakcukupan • Respond tekanan • Tirah baring atau
energy psikologis aktivitas imobilisasi
dan fisiologis untuk • Respond frekuensi • Kelemahan umum
melanjutkan atau jantung abnormal • Ketidakseimbangan
menyelesaikan terhadap aktivitas antara suplai dan
aktivitas kehidupan • Perubahan EKG yang kebutuhan oksigen
sehari-hari yang mencerminkan aritmia • Gaya hidup monoton
harus atau yang • Perubahan EKG yang
ingin dilakukan. mencerminkan
iskemia
• Ketidaknyamanan
setelah beraktivitas
• Dipsnea setelah
aktivitas
• Menyatakan merasa
letih
• Menyatakan merasa
lemah
NOC NIC
 Energy conservation  Activity Therapy
 Activity tolerance  Kolaborasikan dengan tenaga rehabilitasi
 Self care :ADLs medis dalam merencanakan program terapi
Kriteria Hasil: yang tepat
• Berpartisipasi dalam aktivitas  Bantu klien untuk memilih aktivitas konsisten
fisik tanpa disertai peningkatan yang sesuai dengan kemampuan
tekanan darah,nadi dan RR fisik,psikologi,dan social
• Mampu melakukan aktivitas  Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapat
sehari-hari secara mandiri sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang
• Tanda-tanda vital normal diinginkan
• Level Kelemahan  Bantu klien untuk mendapatkan alat bantu
• Mampu berpindah dengan atau aktivitas seperti kursi roda,krek
tanpa alat bantuan  Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas
• Status kardiopulmonari adekuat yang disukai
• Sirkulasi status baik  Bantu klien untuk membuat jadwal latihan di
• Status respirasi pertukaran gas waktu luang
dan ventilasi adekuat  Bantu klien/keluarga untuk mengidentifikasi
kekurangan dalam beraktivitas
 Sediakan penguatan positif bagi yang aktif
beraktivitas
 Bantu klien untuk mengembangkan motivasi
diri dan penguatan
DIAGNOSA KEPERAWATAN:GANGGUAN
PERSEPSI SENSORIK
DEFINISI PENYEBAB TANDA &GEJALA MAYOR TANDA & GEJALA MINOR
Perubahan 1. Gangguan Subjektif: Subjektif:
persepsi pengelihatan 1. Mendengar suara 1. Menyatakan kesal
terhadap 2. Gangguan bisikan atau melihat Objektif:
stimulus baik pendengaran bayangan 1. Menyendiri
internal 3. Gangguan 2. Merasakan sesuatu 2. Melamun
maupun penghidupan melalui indera 3. Konsentrasi buruk
external yang 4. Gangguan perabaan.penciuman 4. Disoreintasi waktu,
disertai perabaan ,pengelihatan, atau tempat,orang atau situasi
dengan respon 5. Hipoksia pengecap 5. Curiga
berkurang serebral Objektif: 6. Melihat ke satu arah
berlebihan 6. Penyalaguna 1. Distori sensorik 7. Mondar-mandir
atau an zat 2. Respond tidak 8. Bicara sendiri
terdistrorsi. 7. Usia lanjut sesuai
8. Pemajanan 3. Bersikap seolah
toksin melihat,mendengar,
lingkungan menegecap,erabah
atau mencium
sesuatu
KONDISI KLINIS TERKAIT
1. Glaukoma
2. Katarak
3. Gangguan refraksi
4. (miopi,hipermetropi,
5. astigmastisma,presbiopi)
6. Trauma okuler
7. Trauma pada saraf kranialis II,III,IV dan VI akibat stroke, aneurisma,
intracranial,trauma/tumor otak
8. Infeksi okulear
9. Presbikusis
10.Malfungsi alat bantu dengar
11.Delirium
12.Demensia
13.Gangguan amnestic
14.Penyakit terminal
15.Gangguan psikostik
SLKI
Fungsi Sensori L.06048

Kriteria Hasil:
Ketajaman pengelihatan cukup meningkat :score 4
SIKI
Intervensi Utama: Observasi: Terapeutik: Edukasi:
1. Minimalisir 1. Identifikasi deficit 1. Fasilitasi fokus 1. Jelaskan metode
rangsangan tingkat aktivitas pada kemampuan aktivitas fisik
Intervensi 2. Identifikasi ,bukan deficit yang sehari-hari
Pendukung: kemampuan di alami 2. Ajarkan cara
1.Terapi aktivitas berpartisipasi 2. Sepakati melakukan
dalam aktivitas komitmen untuk aktivitas yang
tertentu meningkatkan dipilih
3. Identifikasi sumber frekuensi dan 3. Anjurkan terlibat
daya untuk rentang aktivitas dalam aktivitas
aktivitas yang di 3. Fasilitasi aktivitas kelompok atau
inginkan rutin terapi,jika sesuai
4. Tingkatkan 4. Anjurkan keluarga
aktifitas fisik untuk memberi
untuk memelihara penguatan positif
berat badan atau partisipasi
5. Libatkan keluarga dalam aktivitas
dalam aktivitas
6. Jadwalkan
aktivitas dalam
rutinitas sehari-
hari
DIAGNOSA KEPERAWATAN:RESIKO JATUH

DEFINISI
Peningkatan kerentanan untuk jatuh yang dapat
menyebabkan bahaya fisik
FAKTOR RESIKO
DEWASA ANAK FISIOLOGIS & LINGKUNGAN&MEDI
KOGNITIF KASI
1. Usia 65 tahun 1. Usia 2 tahun atau 1. Sakit akut Lingkungan
atau lebih kurang 2. Anemia 1. Lingkungan yang
2. Riwayat jatuh 2. Tempat tidur yang 3. Athritis tidak terorganisir
3. Tinggal sendiri terletak didekat 4. Penurunan 2. Ruang yang
4. Prosthesis jendela kekuatan memiliki
eksremitas bawah 3. Kurangnya/longg ekstermitas pencahayaan
5. Penggunaan alat arnya pagar pada bawah yang redup
bantu(mis;walker, tangga 5. Diare 3. Pengekangan
tongkat) 4. Kurangnya 6. Kesulitan gaya Medikasi
6. Penggunaan kursi penghalang tau berjalan 1. Pengunaan
roda tali pada jendela 7. Vertigo saat alkohol
5. Kurang mengekstensikan 2. Agen anti
pengawasan leher ansietas
orang tua 8. Masalah kaki 3. Obat penenang
9. Kesulitan melihat 4. Antidepresan
10.Kesulitan
mendengar
Kognitif
1. Penurunan status
NOC NIC

 Trauma rick for Fall Prevention


 Injury risk for  Mengidentifikasi deficit kognitif atau fisik pasien
Kriteria Hasil: yang dapat meningkatkan potensi jatuh dalam
• Keseimbangan:kemampuan lingkungan tertentu
untuk mempertahankan  Mengidentifikasi perilaku dan factor yang
ekuilibrium mempengaruhi resiko jatuh
• Gerakan terkoordinasi  Sarankan perubahan dalam gaya berjalan kepada
kemampuan otot untuk bekerja pasien
sama secara volunter untuk  Ajarkan pasien bagaimana jatuh untuk
melakukan gerakan yang meminimalisir cidera
bertujuan  Gunakan teknik yang tepat untuk mentransfer dari
• Perilaku pencegahan jatuh tempat tidur ke kursi dan sebaliknya
• Kejadian jatuh  Menyediakan toilet di tinggikan untuk memudahkan
• Pemahaman pencegahan jatuh transfer
 Anjurkan pasien untuk memakai kacamata sesuai
 Ketika keluar dari tempat tidur