Anda di halaman 1dari 17

KRISIS TIROTOKSIK

KRISIS TIROTOKSIK

KONSEP DASAR
KONSEP DASAR
PENYAKIT ASUHAN KEPERAWATAN
DEFINISI

KRISIS TIROKTOKSIS ATAU KRISIS TIROID MERUPAKAN KOMPLIKASI


HIPERTIROIDISME YANG JARANG TERJADI TETAPI BERPOTENSI FATAL.
KRISIS TIROID ADALAH BENTUK LANJUT DARI HIPERTIROIDISME YANG
SERING BERHUBUNGAN DENGAN STRES FISIOLOGI ATAU PSIKOLOGI.
KRISIS TIROID ADALAH KEADAAN KRISIS TERBURUK DARI STATUS
TIROTOKSIK. PENURUNAN KONDISI YANG SANGAT CEPAT DAN
KEMATIAN DAPAT TERJADI JIKA TIDAK SEGERA TERTANGANI (HUDAK &
GALLO, 1996:475).
ETIOLOGI

FAKTOR PENYEBAB : FAKTOR PEMICU :


 PENYAKIT GRAVES  STRESS EMOSIONAL YANG EKSTRIM
 HIPERTIROIDISME  CEDERA
EKSOGEN  INFEKSI
 TIROIDITIS  PEMBEDAHAN NON TIROID
 GOITER NODULAR  TIROIDEKTOMI
TOKSIK  ASIDOSIS DIABETIK
 KANKER TIROID  INTOKSIKASI DIGITALIS
MANIFESTASI KLINIS
Menurut Smeltzer dan Bare (2002)
 TAKIKARDIA (LEBIH DARI 130X/MENIT)
SUHU TUBUH LEBIH DARI 37,70C
GEJALA HIPERTIROIDISME YANG BERLEBIHAN (DIAPHORESIS,
KELEMAHAN, EKSOFTALMUS, AMENORE)
PENURUNAN BERAT BADAN, DIARE, NYERI ABDOMEN (SYSTEM
GASTROINTESTINAL)
PSIKOSIS, SOMNOLEN, KOMA (NEUROLOGI)
EDEMA, NYERI DADA, DISPNEA, PALPITASI (KARDIOVASKULAR).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• PEMERIKSAAN LABORATORIM
Test T4 serum, Test T3 serum, Test T3 Ambilan Resin, Test TSH, Test
Thyrotropin_Releasing Hormone, Tiroglobulin
• CT SCAN TIROID
• USG
• EKG
PATHWAY
PENATALAKSAAN MEDIS

• MEMBERIKAN TERAPI OKSIGEN YANG SUDAH DI HUMIDIFIKASI


• CAIRAN INFUS YANG MENGANDUNG GLUKOSA DIBERIKAN
UNTUK MENGGANTIKAN SIMPANAN GLIKOGEN DALAM HATI
YANG SUDAH BERUKURANG PADA PASIEN HIPERTIROID.
TERAPI MEDIKASI
• PROPILTIOURASIL (PTU) ATAU METIMAZOL DIBERIKAN DENGAN DOSIS
AWAL 600-1000mg KEMUDIAN DIIKUTI 200-250mg TIAP 4 JAM.
METIMAZOL DIBERIKAN DENGAN DOSIS 20mg TIAP 4 JAM, BISA DIBERIKAN
DENGAN ATAU TANPA DOSIS AWAL 60-100mg
• GLUKOKORTIKOID (HIDROKRTISOSN 100mg SETIAP 8 JAM ATAU
DEKSAMETHASON 2mg SETIAP 6 JAM) UNTUK MENORMALKAN
DEKOMPENSASI HEMEOSTATIS.
• IODIUM DIBERIKAN UNTUK MENURUNKAN HALUARAN T4 DARI KELENJAR
TIROID
• PROPRANOLO DALAM BENTUK KOMBINASI DENGAN DIGITALIS ADALAH
TERAPI YANG EFEKTIF UNTUK MENGURANGI GEJAJA JANTUNG YANG BERAT.
• LARUTAN KALIUM IODIDA PEKAT (SSKI) DENGAN DOSIS 5 TETES TIAP 6 JAM
ATAU LARUTAN LUGOL 30 TETES PERHARI DENGAN DOSIS TERBAGI 4 DAPAT
DIBERIKAN UNTUK MENGHAMBAT SEKRESI HORMON YANG TERBENTUK
KOMPLIKASI
KRISIS TIROID YANG TIDAK DIOBATI DAPAT MENYEBABKAN
1. ANGINA PEKTORIS DAN INFARK MIOKARDIUM
2. GAGAL JANTUNG KONGESTIF
3. KOLAPS KARDIOVASKULER
4. KOMA
5. KEMATIAN (HUDAK&GALLO, 1996:478).
PENGKAJIAN PRIMER
AIRWAY
Kaji adakah sumbatan jalan nafas berupa penumpukan scret atau
adanya penyempitan jalan nafas atas. Kaji adakah sumbatan/obstruksi
jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan reflek
batuk.
BREATHING
Kaji adanya kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas,
timbulnya pernapasan yang sulit dan / atau tak teratur, suara nafas
terdengar ronchi /aspirasi, whezing, sonor, stidor/ ngorok, ekspansi
dinding dada.
CIRCULATION
Kaji apakah tekanan darah dapat normal atau meningkat , hipotensi
terjadi pada tahap lanjut, takikardi, bunyi jantung normal pada tahap
dini, disritmia, kulit dan membran mukosa pucat, dingin.
DISABILITY
Menilai kesadaran dengan cepat,apakah sadar, hanya respon
terhadap nyeri atau atau sama sekali tidak sadar. Lakukan pemeriksaan
GCS
EKSPOSURE
Lepaskan baju dan penutup tubuh pasien agar dapat dicari semua
cidera yang mungkin ada.
Pengkajian Sekunder
• Riwayat Penyakit Sekarang
a) Alasan Masuk Perawatan
Kronologis yang menggambarkan perilaku klien dalam mencari
pertolongan.
b) Keluhan Utama
Pada umumnya klien mengeluh berat badan turun, tidak tahan
terhadap panas, lemah, berkeringat banyak, palpitasi dan nyeri
dada.
• Riwayat Penyakit Dahulu
Biasanya pasien pernah mengalami hipertiroid
• Riwayat Kesehatan Keluarga
• Pemeriksaan Fisik
A. Sistem Pernapasan
Peningkatan respirasi dapat diakibatkan oleh peningkatan kebutuhan oksigen
sebagai bentuk kompensasi peningkatan laju metabolisme yang ditandai dengan
takipnea
B. Sistem Kardiovaskuler
Terdapat palpitasi, takikardia, dan peningkatan tekanan darah. Pada auskultasi
jantung terdengar mur-mur sistolik pada area pulmonal dan aorta. Dan dapat
terjadi disritmia,atrial fibrilasi,dan atrial flutter.
C. Sitem Persyarafan
Peningkatan metabolisme di serebral mengakibatkan pasien menjadi iritabel,
penurunan perhatian, agitasi, takut. Pasien juga dapat mengalami delirium,
kejang, stupor, apatis, depresi dan bisa menyebabkan koma.
D. Sitem Perkemihan
Perubahan pola berkemih ( poliuria, nocturia).
E. Sistem Pencernaan
Peningkatan metabolisme dan degradasi lemak dapat mengakibatkan
kehilangan berat badan. Krisis tiroid juga dapat meningkatkan peningkatan
motilitas usus sehingga pasien dapat mengalami diare, nyeri perut, mual,
dan muntah.
F. Sistem Muskuloskeletal
Degradasi protein dalam musculoskeletal menyebabkan kelelahan,
kelemahan, dan kehilangan berat badan.
Diagnosa Keperawatan
1. Hipovolemia berhubungan dengan peningkatan permeabilitas
kapiler
2. Resiko penurunan curah jantung dibuktikan dengan perubahan
irama jantung
3. Hipertermia berhubungan dengan peningkatan laju metabolisme
RENCANA KEPERAWATAN