Anda di halaman 1dari 44

BIMBINGAN TEKNIS

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013


YAYASAN WIDIATMIKA

RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN (RPP)
(Terintegrasi PPK, Literasi dan Keterampilan Abad 21)
TUJUAN Peserta mampu :
 mengembangkan keterampilan dalam menyusun RPP yang
menguatkan karakter siswa, kemampuan literasi, serta
pengembangan kompetensi abad 21, dan HOTS

 meningkatkan keterampilan dalam merencanakan


program/ aktivitas pembelajaran dengan mensinergikan
tiga pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) dan
tiga jalur pendidikan (formal, informal, nonformal) dengan
menggali dan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang
ada di sekitarnya.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


HASIL YANG Para Guru mampu :
DIHARAPKAN Para Guru mampu :

menyusun RPP yang menguatkan karakter siswa,


kemampuan literasi, serta pengembangan kompetensi
abad 21 dan HOTS sesuai dengan Kurikulum 2013

merencanakan program/aktivitas pembelajaran


dengan mensinergikan tiga pusat pendidikan (sekolah,
keluarga, masyarakat) dan tiga jalur pendidikan
(formal, informal, nonformal) dengan menggali dan
memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada di
sekitarnya.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


PENGERTIAN RPP
RPP merupakan rencana
pembelajaran yang dikembangkan
secara rinci mengacu pada silabus,
buku teks pelajaran, dan buku
panduan guru serta referensi lain
yang mendukung

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


KOMPONEN RPP
RPP sedikitnya mencakup:
Identitas sekolah/madrasah, Mata Pelajaran,
1 Kelas/Semester, Materi Pokok; Alokasi Waktu
2 KI, KD, Indikator Pencapaian Kompetensi;
3 Tujuan Pembelajaran;
4 Materi Pembelajaran;
5 Metode Pembelajaran;
6 Media Pembelajaran;
7 Sumber Belajar;
8 Kegiatan pembelajaran;
9 Penilaian

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


2. Indikator Pencapaian Kompetensi

o Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


merupakan tolok ukur ketercapaian suatu
KD.
o IPK dirumuskan dengan menggunakan kata
kerja operasional yang dapat diukur,
mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
o IPK menjadi acuan penilaian mata
pelajaran.
Merumuskan Indikator pada setiap Kompetensi Dasar
dari setiap Muatan Pelajaran

Indikator dirumuskan dari Kompetensi Dasar, pada


aspek pengetahuan dan keterampilan. Perumusan
indikator berdasarkan kata kunci pada kompetensi
dasar dan kata kerja operasional yang sesuai.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


FUNGSI INDIKATOR

Fungsi indikator antara lain sebagai pedoman dalam:


1. mengembangkan materi pembelajaran atau bahan
ajar,
2. mendesain kegiatan pembelajaran
3. merancang dan melaksanakan penilaian hasil
belajar

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Ketentuan Perumusan Indikator

1. Indikator dirumuskan dari KD


2. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur
3. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
4. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
5. Hanya mengandung satu tindakan.
6. Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi & kebutuhan
peserta didik, sekolah, masyarakat dan lingkungan/daerah;

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Taksonomi Bloom

Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa

pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada

tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri

peserta didik, yaitu:

a) Ranah proses berfikir (cognitive domain)

b) Ranah nilai atau sikap (affective domain)

c) Ranah keterampilan (psychomotor domain)

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


RANAH KOGNITIF (Cl – C6)
RTB (Revisi Taksonomi Bloom)

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


CONTOH KATA KERJA RANAH KOGNITIF (C1 – C6)
RTB (Revisi Taksonomi Bloom)

C1-Mengingat C2-Memahami C3-Menerapkan C4-Menganalisis C5-Mengevaluasi C6-Mencipta

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


A. Menganalisis tingkat kompetensi yang
digunakan pada KD
Contoh: Pemetaan KD Dalam 1 Sub Tema

Kelas :1
Tema : 6. Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri
Subtema : 1. Lingkungan Rumahku

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


A. Menganalisis tingkat kompetensi yang
digunakan pada KD
Contoh: Pemetaan KD Dalam 1 Pembelajaran

Bagaimana merumuskan Indikatornya?

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Contoh:
KD Bahasa Indonesia :
3.1 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang
diperoleh dari teks lisan, tulis, atau visual.

Indikator yang dapat dirumuskan dari KD di atas adalah :

3.1.1 Mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan


pendukung setiap paragraf dari teks tertulis.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Bagaimana Merumuskan Indikatornya?
Contoh Penjabaran KD & Indikator

Muatan Pelajaran: PA-BP

KD 1.1 Ajaran Punarbhawa sebagai keyakinan untuk meningkatkan


kualitas hidup

Menerima A1

Indikator:
1.1.1 Perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya
1.1.2 Melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama
1.1.3 mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan sekolah

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Bagaimana Merumuskan Indikatornya?

Contoh Penjabaran KD & Indikator

Muatan Pelajaran: PA-BP

KD 2.1 Mengamalkan ajaran Punarbhawa dalam meningkatkan kualitas


hidup

Mengamalkan/melaksanakan A2

Indikator:
2.1.1 mengerjakan sendiri tugas yang diberikan pendidik, tanpa menjiplak t
tugas orang lain
2.1.2 mengerjakan soal penilaian tanpa mencontek
2.1.3 mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang diyakininya,
walaupun berbeda dengan pendapat teman

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Bagaimana Merumuskan Indikatornya?
Contoh Penjabaran KD & Indikator

Muatan Pelajaran: PA-BP

KD 3.1 Memahami ajaran Punarbhawa sebagai upaya untuk


meningkatkan kualitas hidup

Memahami C2

Indikator:
3.1.1 Menjelaskan Pengertian Punarbhawa
3.1.2 Menjelaskan pengertian Surga
3.1.3 Menjelaskan pengerian Neraka

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Bagaimana Merumuskan Indikatornya?
Contoh Penjabaran KD & Indikator

Muatan Pelajaran: PA-BP

KD 4.1 Menceriterakan secara singkat ajaran Punarbhawa sebagai


upaya untuk meningkatkan kualitas hidup

Menceriterakan P1

Indikator:
4.1.1 Mengumpulkan ciri-ciri kelahiran Surga dari sebuah cerita
4.1.2 Mengumpulkan ciri-ciri kelahiran Neraka dari sebuah cerita

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


B. Analisis Tingkat UKRK pada KD
Berdasar UKRK (Urgensi, Kontinuitas, Relevansi,
Keterpakaian):
• Indikator sangat penting,
• Indikator penunjang.
Keterangan:
UKRK dapat dijadikan kiteria dalam memilih dan memilah
ketepatan indikator penting atau indikator penunjang.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


…lanjutan

• Urgensi adalah tingkat kepentingannya. Maka urgensi dimaknai


bahwa indikator tersebut penting dikuasai oleh peserta didik.
• Kontinuitas adalah berkelanjutan, menjadi dasar bagi indikator
selanjutnya atau mempunyai hubungan dengan indikator pada
tingkat lanjut.
• Relevansi bermakna bahwa indikator tersebut mempunyai
hubungan dengan mata pelajaran lain serta memiliki nilai yang
aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Klasifikasi Indikator
1. INDIKATOR KUNCI
• Indikator yang sangat memenuhi kriteria UKRK.
• Kompetensi yang dituntut adalah kompetensi minimal yang
terdapat pada KD.
• Memiliki sasaran untuk mengukur ketercapaian standar minimal
dari KD.
• dinyatakan secara tertulis dalam pengembangan RPP dan harus
teraktualisasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga
kompetensi minimal yang harus dikuasai siswa tercapai
berdasarkan tuntutan KD mata pelajaran.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Lanjutan…
2. INDIKATOR PENDUKUNG
• Membantu peserta didik memahami indikator kunci.
• Dinamakan juga indikator prasyarat yang berarti
kompetensi yang sebelumnya telah dipelajarai siswa,
berkaitan dengan indicator kunci yang dipelajari.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Lanjutan…
3, Indikator pengayaan
• mempunyai tuntutan kompetensi yang melebihi dari
tuntutan kompetensi dari standar minimal KD.
• tidak selalu harus ada.
• dirumuskan oleh pendidik apabila potensi peserta didik
memiliki kompetensi yang lebih tinggi dari dan perlu
peningkatan yang baik dari standar minimal KD.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Lanjutan…

• Dalam melakukan penilaian adalah indikator yang harus diujikan kepada siswa
adalah indikator kunci.
• Indikator kunci tidak boleh terabaikan oleh pendidikan dalam pelaksanaan
penilaian, karena ndikator inilah yang menjadi tolah ukur dalam mengukur
ketercapaian kompetensi minimal siswa berdasarkan KD.
• Di samping itu, pencapaian komptensi minimal ini merupakan pencapaian yang
berstandar nasional.
• Seperti halnya dengan indicator pendukung dan indicator pengayaan di dalam
melakukan penilaian disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pemahaman
peserta didik terhadap indicator kunci yang telah diberikan.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


*
Tujuan pembelajaran adalah rumusan hasil belajar
(tingkah laku -behavior) yang harus dicapai oleh
peserta didik sesuai dengan KD yang dipelajari.
Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai
tolak ukur capaian setiap sintaks satu langkah
model pembelajaran pada kegiatan inti setiap
kegiatan pembelajaran, menggambarkan proses
dan hasil pembelajaran.
Rumusan tujuan pembelajaran merupakan jabaran
lebih rinci dari IPK, jadi dirumuskan setelah
membuat IPK.
*

1. Dirumuskan berdasarkanKD dari KI-3 dan


KD dari KI-4.
2. Untuk mata pelajaran PA-BP dan PPKn
ditambah dengan KD dari KI-1 dan KD
dari KI-2.
3. Menggunakan kata kerja operasional yang
dapat diamati dan atau diukur, mencakup
ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
*
Mengandung komponen Audience, Behavior,
Condition dan Degree (ABCD), yaitu:
o Audience adalah peserta didik;
o Behavior adalah perubahan perilaku peserta
didik yang diharapkan dicapai setelah
mengikuti pembelajaran;
o Condition adalah prasyarat dan kondisi yang
disediakan serta proses yang harus dilalui
agar tujuan pembelajaran tercapai;
o Degree adalah ukuran tingkat atau level
kemampuan yang harus dicapai peserta didik.
*

Degree dapat berupa ukuran kualitatif,


kuantitatif, atau norma perilaku yang
mencakup affective dan atau attitude.
Degree yang berupa norma perilaku
dikembangkan berdasarkan tuntutan norma-
norma pekerjaan dan atau nilai-nilai karakter
sebagaimana dimaksud Peraturan Presiden
Nomor 87 tahun 2017.
4. MATERI PEMBELAJARAN

 Materi dikaitkan dengan pengetahuan lain yang
relevan, perkembangan IPTEK, dan kehidupan nyata
 Materi disusun secara sistematis (dari mudah
kesulit, dari konkrit ke abstrak)
 Materi menggambarkan keterpaduan antar mata
pelajaran.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


8. Langkah-langkah Kegiatan
Pembelajaran

(boleh dibuat terdiri dari beberapa pertemuan


boleh 1 kali pertemuan) yang meliputi:
1. Pendahuluan
2. Kegiatan Inti
3. Pentutup

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


APA YANG DITULIS PADA TAHAP
PENDAHULUAN?

 Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti


pembelajaran  Misal memberi motivasi
 Mengajukan pertanyaan ttg materi yang sudah dipelajari terkait dgn
materi dibelajarkan  Memberi prasyarat pengetahuan
 Mengantarkan peserta didik pada suatu permasalahan atau tugas yang
dilakukan dst  Mengkonstruksikan pengetahuan awal siswa bisa
mengajukan pertanyaan yang mengandung masalah, boleh
mendemonstrasikan
 Menyampaikan garis-garis besar materi  Menyampaikan tujuan
pembelajaran dan ruang lingkup materi pembelajaran, aspek yang dinilai
selama proses, langkah-langkah kegiatan, kegiatan penguatan PPK.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Apa yang ditulis pada kegiatan
Inti?
 Sintaks model pembelajaran dengan ketentuan
pada fase-fase tersebut memuat 5 M, yakni:
 Apa yang harus mereka amati?
 Apa yang mungkin siswa tanyakan?
 Apa data yang akan dikumpulkan?
 Mengasosiasikan, dan
 Apa hasil yang harus siswa komunikasikan?
 Memuat berbagai aktivitas pengelolaan kelas secara
individu, kelompok dan klasikal
 Memuat kegiatan implementasi PPK berbasis Kelas

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Apa yang ditulis pada kegiatan Penutup?

 Membimbing siswa membuat


rangkuman/simpulan
 melakukan evaluasi (penilaian dan/atau refleksi)
 memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran, merencanakan
 kegiatan tindak lanjut ( remedi dan pengayaan)
 Penumbuhan nilai karakter (doa, lagu
wajib/daerah, penguatan sikap spiritual dan
sosial

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


9. Penilaian

Meliputi:
1. Jenis/teknik penilaian
2. Bentuk instrumen dan instrumen
3. Pedoman penskoran  Soal dan
Pedoman dilampirkan dalam RPP

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


CONTOH STRATEGI LITERASI DALAM
PEMBELAJARAN
SD Kelas 1
Tema: 6. Lingkungan Bersih, Sehat, Asri
Subtema:1. Lingkungan Rumahku
Kompetensi Dasar PPKN:
3.2 Mengidentifikasi aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah
4.2 Menceritakan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari
di rumah

Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia:


3.8 Merinci ungkapan penyampaian terima kasih, permintaan maaf, tolong, dan pemberian
pujian, ajakan, pemberitahuan, perintah, dan petunjuk kepada orang lain dengan
menggunakan bahasa yang santun secara lisan dan tulisan yang dapat dibantu dengan kosa
kata bahasa daerah
4.8 Mempraktikkan ungkapan penyampaian terima kasih, permintaan maaf, tolong, dan
pemberian pujian, ajakan, pemberitahuan, perintah, dan petunjuk kepada orang lain
dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan dan tulisan yang dapat dibantu kosa
kata bahasa daerah dengan
Sumber Pembelajaran:
Buku siswa Kelas 1
Buku “Yuk, Membersihkan Rumah!”
Kartu kata-kata tentang alat-alat kebersihan dan gambar-gambar alat kebersihan
Sintak Pembelajaran
PENDAHULUAN:
1. Guru mendiskusikan tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan sampul buku, membacakan nama penulis dan ilustrator buku dan
mengajak siswa menebak isi buku.

KEGIATAN INTI:
1. Guru membacakan buku dan mengajak siswa mendiskusikan kata-kata sulit.
2. Siswa menebak arti kata-kata sulit dan menempelkannya pada kamus dinding.
3. Dalam kelompok, siswa memasangkan kartu gambar alat kebersihan dan kata-kata tentang
alat kebersihan.
4. Siswa melafalkan kata-kata tentang alat-alat kebersihan dengan pelafalan yang benar.
5. Dalam kelompok, siswa menyusun kata-kata untuk membentuk kalimat ajakan.
6. Siswa melafalkan kalimat ajakan dengan intonasi dan irama yang benar.

KEGIATAN PENUTUP:
1. Siswa menceritakan kesimpulannya tentang kebersihan di sekitar rumah dan bagaimana
menyampaikan ajakan dengan benar.
2. Guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran: materi mana yang dirasa sulit, dan
bagaimana melakukannya dengan lebih baik, sikap-sikap baik yang perlu dikembangkan dalam
kelompok, dll.
SD Kelas 4
Tema: Daerah Tempat Tinggalku
Kompetensi Dasar IPA:
3.4 Menghubungkan gaya dengan gerak pada peristiwa di lingkungan sekitar
4.4 Menyajikan hasil percobaan antara hubungan dengan gaya dan gerak

Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia


3.9 Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi
4.9 Menyampaikan hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi
secara verbal, tulisan, dan visual.

Sumber Pembelajaran:
Buku Siswa Kelas 4
Salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah tempat tinggal
siswa
Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar
PENDAHULUAN:
1. Guru mendiskusikan tujuan pembelajaran.
2. Guru dan peserta didik melakukan curah gagasan tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang
mereka ingin pelajari dari cerita rakyat yang akan dibaca dan gaya dorong dan gaya tarik (tabel T-I-P).

KEGIATAN INTI:
1. Siswa membaca cerita rakyat dan membuat mind map alur dan karakteristik tokoh-tokoh cerita
selama mereka membaca.
2. Siswa mencatat kata-kata sulit dan menebak maknanya.
3. Siswa membandingkan mind map dengan teman dan mendiskusikannya.
4. Siswa mendiskusikan ciri-ciri cerita rakyat dan perbedaannya dengan jenis cerita yang lain. Siswa
menyimpulkan tentang ciri-ciri cerita fiksi.
5. Siswa mempraktikkan percobaan mendorong dan menarik meja yang tertulis pada buku siswa.
6. Siswa mencatat hasil pengamatannya dan membuat tabel perbandingan antara gaya tarik dan gaya
dorong.

KEGIATAN PENUTUP:
1. Siswa mengecek tabel T-I-P yang mereka buat dan membuat tanda pada hal-hal yang telah mereka
pelajari. Siswa mengisi kolom P dengan kata kunci pada materi pembelajaran.
2. Siswa menyimpulkan materi pembelajaran:
• Mengapa kita memerlukan cerita (fiksi/rakyat)? Apa manfaatnya?
• Pekerjaan apa dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan gerak menarik dan mendorong?
2. Guru dan siswa mendiskusikan sikap-sikap baik yang perlu dikembangkan siswa dalam kerja kelompok.
Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar
PRINSIP RPP
• Memuat kompetensi dasar sikap spiritual, sosial,
1 pengetahuan, dan keterampilan.

2
• Satu RPP dilaksanakan dalam satu kali pertemuan

3
• Memperhatikan perbedaan individu siswa

4
• Berpusat pada siswa

5
• Berbasis konteks

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


Lanjutan Prinsip RPP

6
• Berorientasi kekinian

7
• Mengembangkan kemandirian belajar

8
• Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran

• Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi


9 dan atau antarmuatan

10
• Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Mengkaji silabus tematik
Mengkaji buku guru
Mengkaji buku siswa

Mengembangkan kegiatan pembelajaran

Penjabaran jenis dan teknik penilaian


Menentukan alokasi waktu
Menentukan sumber belajar

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar


TERIMA KASIH

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar