Anda di halaman 1dari 38

BY :

ITET LESTARI (NPM : 17-078)

BAYU ARI SASONGKO (NPM : 17-062)

Mahasiswa Magister Farmasi Rumah Sakit


Anatomi Fisiologi Hati
HATI DAN EMPEDU
• Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan
bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu
saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran
empedu).
• Kelenjar terbesar tubuh, ±1500 gr (2,5% BB)
• Hati merupakan suatu organ kompleks yang
melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari
mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai
menghasilkan zat-zat pembekuan darah.
• Kandung empedu berbentuk seperti buah pir dan
merupakan tempat penyimpanan empedu (cairan
pencernaan yang dihasilkan oleh hati).
Unsur Utama Empedu
• Air (97%)
• Elektrolit
• Garam empedu
• Fosfolipid (terutama lesitin)
• Kolesterol dan
• Pigmen empedu (terutama bilirubin
terkonjugasi)
HATI
• Terdiri dari 2 lobus: kanan segmen
anterior dan posterior, kiri segmen
medial dan lateral
• Lobus lobulus sel hati
• Sinusoid, sel Kupffer
• A. Hepatika dan V. Porta, saluran
empedu
• Darah yang masuk 2/3 dari vena porta
dan 1/3 dari A. hepatika
• Petemuan antara pembuluh arteri hepatika dan vena
portal hepatika membentuk sinosoid dimana
spesialisasi sel terjadi sehingga membetuk el
kupfer.Sel Kupfer adalah jenis magrofag yang berada
didalam hati dan berfungsi memakan bakteri atau
benda asing yang masuk ke dalam hati.
Kelainan Hati :
Penyakit Hati Yang Di induksi oleh
Obat (Drug – Induced Liver Disease)
Penyakit-penyakit hati yang
diinduksi oleh obat adalah penyakit-
penyakit dari hati yang disebabkan
oleh obat-obat yang diresepkan oleh
dokter, obat-obat bebas (over-the-
counter), vitamin-vitamin, hormon-
hormon, herba-herba, obat-obat
terlarang, dan racun-racun
lingkungan.¹
Istilah hepatotoksisitas didefinisikan
sebagai adanya kerusakan atau jejas
pada sel-sel hepar akibat zat-zat maupun
agen-agen kimiawi.³
Drug Induced Liver Injury (DILI) adalah
istilah lain dari hepatotoksik yang
diinduksi oleh obat dan istilah ini sering
digunakan oleh para tenaga kesehatan.1
DILI merupakan penyebab utama
kegagalan hati akut dan transplantasi di
negara-negara barat.6
EPIDEMIOLOGI
Di Amerika Serikat, sekitar 2000 kasus
gagal hati akut terjadi setiap tahun dan
lebih dari 50% disebabkan oleh obat
(39% disebabkan asetaminofen, 13%
reaksi idiosinkratik terhadap obat
lainnya).3 Sekitar 75% reaksi
idiosinkratis dari obat menyebabkan
transplantasi hati atau kematian.6
Berbagai survei di dunia
menunjukkanbahwa frekuensi DILI
sebagai penyebab penyakit hati akut
maupun kronik relatif rendah. 8
DESKRIPSI
Hati adalah organ biotransformasi
dan eliminasi utama
Penghalang dan "Pembuangan
Sampah"
Interaksi obat-obatan terjadi di hati
 Dapat meningkatkan toksisitas atau
mengurangi efek.²
Beberapa obat-obatan maupun produk
-produk metabolitnya dapat
mengakibatkan kerusakan dari sel
hepar dalam berbagai macam tipe
serta melalui beberapa jenis
mekanisme.³
KARAKTERISTIK
Drug – Induced Liver Disease
1. Bisa diPREDIKSI
• Dosis terkait
• Obat-obatan hepatotoksik secara intrinsik
• Akut (jam)
• Pola cidera biasanya nekrosis
• Secara klinis → Fulminant (Hepatitis Akut)
• Contoh: AcetaminophineTidak terduga
2. Tidak terduga
• Tidak terkait dosis
• Langka 0,01-1,0%
• Minggu sampai berbulan-bulan setelah
konsumsi obat
• Immune mediated idiosyncrasy
(Hipersensitivitas) : Ruam, Demam ,
Arthragia, Eosinofilia.Contoh: Phenytoin,
Sulfonamides, Valproate
• Metabolic idiosyncrasy (Produksi metabolit
toksik).Contoh: INH, Ketokonazol, dan
Diklofenak.10
Tipe-Tipe Penyakit Hati Yang
Disebabkan Oleh Obat-Obat
 Peninggian-peninggian yang ringan pada
tingkat-tingkat darah dari enzim-enzim hati
tanpa gejala-gejala atau tanda-tanda dari
penyakit hati. Contoh obat : tacrine (Cognex),
aspirin, dan quinidine (Quinaglute, Quinidex).
 Hepatitis (peradangan dari sel-sel hati). Contoh
Obat : acetaminophen (Tylenol), phenytoin
(Dilantin), aspirin, isoniazid (Nydrazid,
Laniazid), diclofenac (Voltaren), dan
amoxicillin/clavulanic acid (Augmentin).
Tipe-Tipe Penyakit Hati Yang
Disebabkan Oleh Obat-Obat
 Necrosis (kematian dari sel-sel hati) yang
seringkali disebabkan oleh hepatitis yang lebih
berat/parah
 Cholestasis (sekresi atau pengeluaran yang
berkurang dan/atau aliran dari empedu).
Contoh Obat : erythromycin (E-Mycin,
Ilosone), chlorpromazine (Thorazine),
sulfamethoxazole dan trimethoprim (Bactrim;
Septra)
Tipe-Tipe Penyakit Hati Yang
Disebabkan Oleh Obat-Obat
 Steatosis (akumulasi lemak pada hati).
methotrexate (Rheumatrex), griseofulvin
(Grifulvin V), tamoxifen (Nolvadex), steroids,
valproate (Depakote), dan amiodarone
(Cordarone)
 Cirrhosis (luka parut yang berlanjut dari hati)
sebagai akibat dari hepatitis kronis,
cholestasis, atau fatty liver
Tipe-Tipe Penyakit Hati Yang
Disebabkan Oleh Obat-Obat
 Mixed disease, contohnya keduanya hepatitis
dan necrosis dari sel-sel hati, hepatitis dan
akumulasi lemak, atau cholestasis dan
hepatitis.
 Fulminant hepatitis dengan gagal hati yang
berat dan mengancam nyawa
 Bekuan-Bekuan Darah pada vena-vena dari
hati
The diagnostic algorithm for DILI
TATALAKSANA TERAPI

• Prinsip-prinsip untuk pengobatan DILI adalah:


(1) Menghentikan penggunaan obat-obatan yang dicurigai jika obat-
obatan tidak penting untuk mengendalikan penyakit yang
mendasarinya, dan menghindari penggunaan obat-obatan yang
dicurigai atau obat-obatan serupa lagi;
(2) Menimbang keseimbangan antara risiko perkembangan penyakit
yang mendasari setelah penarikan obat dan risiko dari
]cedera hati yang disebabkan oleh pemberian terus menerus dari
obat yang berpotensi terlibat;
(3) Mengobati DILI dengan agen anti-inflamasi dan hepatoprotektif yang
sesuai (AIHPAs) sesuai dengan pola klinis DILI;
(4) Transplantasi hati darurat harus dipertimbangkan untuk pasien
dengan ALF / SALF.
KESIMPULAN
• Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang, Os didiagnosis mengalami
Tuberkulosis paru dengan Hepatitis Drug Induce
• Penatalaksanaan adalah denganmenghentikan
pengobatan OAT untuk sementara waktu sampai faal
hati (AST dan ALT) normal kembali, kemudian setelah
kadar AST dan ALT kembali normal, PZA tidak digunakan
lagi dalam OAT karena PZA merupakan obat tuberculosis
yang mempunyai efek hepatotoksik dibandingkan
dengan yang lainnya
PUSTAKA
1. Amelia Fiqrianty, 2015, Resume Drug Induced Liver,
(https://www.slideshare.net/ademagdalenas/farmasi-klinik-dili, diakses tanggal
21 Maret 2018)
2. Bethasiwi Purbasari, "_“, Makalah Drug Induced Liver Injury,
(https://www.scribd.com/doc/50120389/Makalah-Drug-Induced-Liver-Injury-
Bethasiwi-P-0610710019, diakses tanggal 19 Maret 2018)
3. dr. Elfriadi, 2011, Penyakit Hati Yang Diinduksi Oleh Obat (Drug – Induced Liver
Disease), (http://elfriadi.blogspot.co.id/2011/02/penyakit-hati-yang-diinduksi-
oleh-obat.html, diakses tanggal 19 Maret 2018)
4. Imelda Mana Loho, 2014, Drug – Induced Liver Injury – Tantangan dalam
Diagnosis, [pdf], (http://.www.kalbemed.com/.../04_214CME_Drug-
Induced%20Liver%20Injury–Tantangan, diakses tanggal 20 Maret 2018)
5. Karikaturijo, 2010, Drug - Induced – Hepatitis,
(http://karikaturijo.blogspot.co.id/2010/11/drug-induced-hepatitis.html, diakses
tanggal 22 Maret 2018)
6. Marshell Tendean, 2008, Hepatitis Imbas Obat, [pdf],
(https://www.google.com/search?q=HEPATITIS+IMBAS+OBAT&ie=utf-8&oe=utf-
8&client=firefox-b, diakses tanggal 19 Maret 2018)
LANJUTAN PUSTAKA
1. NCBI, 2017, CSH Guidelines For The Diagnosis And
Treatment Of Drug – Induced Liver Injury,
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC541
9998/, diakses tanggal 21 Maret 2018)
2. Rebecca W. Van Dyke, M.D, 2012, Drugs and The Liver,
(https://www.google.com/search?q=ppt+drug+induce
d+liver&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b, diakses
tanggal 19 Maret 2018
3. Sindy E. Cinthya, 2012, Penggunaan Obat Penginduksi
Kerusakan Hati pada Pasien Rawat Inap Penyakit Hati,
[pdf],(http://jurnal.unpad.ac.id/ijcp/article/view/1266
9/pdf, diakses tanggal 19 Maret 2018)
CONTOH KASUS
• Os datang ke Rumah Sakit diantar keluarganya
dengan keluhan badan lemas. Sejak 2 minggu
yll,nafsu makan Os menurun, makan sedikit-
sedikit. Keluarga os mengaku bahwa berat badan
os selama sakit menurun, os semakin terlihat
kurus.
• Keluhan lain: batuk (+), batuk darah (-), ngikil (+)
terutama pada malam hari, dahak (+) warna
putih kental. Batuk sudah 1 bulan, berobat 3x
kedokter tidak sembuh-sembuh.
• Keringat malam (-), os sering meriang, hilang
timbul. Sesak nafas (-), nyeri dada (-), sakit kepala
(-), nyeri otot (+). Riwayat kontak dengan
penderita yang batuk lama (+) adik os.
LANJUTAN KASUS
• Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum tampak
sakit sedang
• BB 30 kg, TB 160 cm7, kesadaran compos mentis,
tekanan darah 90/50 mmHg, nadi 96x/menit,
respirasi 24x/menit, suhu 36,9°C.
• Pemeriksaan BTA(-), dengan hasil ro thorax KP
duplex aktif, kondisi fisik mendukung untuk
diagnosis TB paru. Oleh dokter kemudian
langsung diberikan pengobatan anti TB kategori 1,
namun dalam perjalanan pengobatan, terjadi
peningkatan kadar ALT dan ASP dalam darah, dan
ikterik pun muncul pada pasien ini.
LANJUTAN KASUS
• Awal pengobatan 03-02-2009, SGOT : 33 (<37
U/L), SGPT : 22 (<41 U/L)
• Pada tanggal 11-02-2009, SGOT :152, SGPT : 75.
Oleh dokter, pengobatan tersebut dihentikan
untuk sementara waktu (± 1 minggu). Setelah
kadar SGOT dan SGPT normal,17-02-2009 SGOT:
34, SGPT : 54
• Pengobatan dilanjutkan dari awal tanpa
menyertakan pirazinamid (PZA), dan tanggal 20-
02-2009, SGOT : 28, SGPT : 33.
• Diagnosis : Tuberculosis Paru dengan Hepatitis
Drug Induce
MANAJEMEN TERAPI
• Infus NaCl 20 tpm, Inj ceftriaxone 1 gr/24 jam,
Ranitidin 1 gr/12 jam, inj Metclopramid/ 8jam,
RHZE : Rifampisin 450 mg 1x1, INH 300 mg
1x1, Pirazinamide 500 mg 3x1, Ethambutol
500 mg 2x1, B6 1x1.
• RHZE stop 12-02-2009
• Hepatitis Drug Induce RHE mulai 18-02-2009
• Rifampisin 450 mg 1x1, INH 300 mg
1x1,Ethambutol 500 mg 2x1, B6 1x1.
PEMBAHASAN
• OS menurut gejala klinis, hasil pemeriksaan BTA dan
hasil pemeriksaan ro thorax adalah penderita
Tuberculosis Paru BTA negatif dengan pengobatan
kategori 1 sesuai dengan kriteriayang termasuk
didalamnya, yaitu BTA negatif dengan ro.thorax
positif dan kondisi klinis sangat mendukung.
• Pengobatan OAT dalam kasus ini belum dalam
bentuk paket kombipak, melainkan masih beberapa
jenis obat, dalam jumlah cukup dan dosis tepat
sesuai dengan kategori pengobatan, meliputi
Isoniasid 5 mg/kgBB/hari (H), Ethambutol 10
mg/kgBB/hari (E),Rifampisin 15 mg/kgBB/hari (R),
pirazinamid 25 mg/kgBB/hari (PZA)
LANJUTAN PEMBAHASAN
• Dalam perjalanan pengobatan, pasien mengalami ikterik, kemudian
dilakukan pemeriksaan faal hati meliputi kadar SGOT (AST) dan
SGPT (ALT).
• Terjadi peningkatan ±5x dari kadar AST sebelumnya, dan ±4x
darikadar ALT sebelumnya. Terjadilah hepatitis drug induce pada
kasus ini. Penggunaan OAT kemudian dihentikan.
• Kemudian saat AST dan ALT sudah normal, dan ikterik pun
membaik,maka pemberian OAT diteruskan dengan hanya
pemberian PZA saja yang dihentikan karena PZA mempunyai efek
hepatotoksik yang lebih besar dibanding dengan yang lainnya.
• Dari referensi yang dibaca, diagnosis dari hepatitis drug induce
adalah ketika kadar AST dan ALT normal dan gejala serta tanda dari
hepatotoksis membaik setelah pemberian semua obat anti TB
dihentikan, dan terdapat satu dari kriteria: peningkatan lima atau
lebih dari lima nilai normal ALT dan atau AST,peningkatan kadar
serum total bilirubin diatas 1,5 mg/dl
LANJUTAN PEMBAHASAN
• Peningkatan AST dan atau ALT sebelum
pengobatan OAT dengan anorexia, mual,
muntah, malaise, organomegali dan jaundice
• Ketika terjadi hepatotoksik, pengobatan OAT
dihentikan. Kemudian dilakukan pemantauan
kadar serum tranferase dua kali seminggu
sampai terjadi penurunan kadar serum
tranferase dan perbaikan klinis hepatotoksis
Anatomi Fisiologi Hati
ANATOMI HATI
• Berat hati sekitar 120 – 160 g. Kemudian berat ini
bertambah sesuai dengan pertumbuhan anak.
• Hati seorang dewasa normalnya beratnya
mendekati tiga pound dan mempunyai banyak
fungsi-fungsi.
• Organ yang berlokasi pada bagian atas sisi kanan
dari perut, kebanyakan dibelakang sangkar tulang
rusuk.¹
Hati memiliki peran yang sangat
penting,tidak hanya dalam proses sintesis,
metabolisme dan penyimpanan tetapi
jugadalam detoksifikasi senyawa-senyawa
endogen dan eksogen.
Hati membantu membersihkan darah
dengan merubah kimia-kimia yang secara
potensial membahayakan kedalam kimia-
kimia yang tidak membahayakan. Sumber-
sumber dari kimia-kimia ini dapat dari luar
tubuh (contohnya, obat-obat atau alkohol),
atau dalam tubuh (contohnya, ammonia,
yang dihasilkan dari penguraian protein-
protein; atau bilirubin, yang dihasilkan dari
penguraian hemoglobin).¹