Anda di halaman 1dari 32

Evaluasi Pengelolaan Sarana,

Prasarana di Rumah Sakit


di Provinsi Bali
dr. Ni Made Laksmiwati
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan
DASAR HUKUM

UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

• UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit

Permenkes No. 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan


Perijinan Rumah Sakit

Permenkes Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis


Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit

• Permenkes Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perencanaan dan


Penganggaran Bidang Kesehatan
FAMILY TREE BIDANG SARANA PRASARANA DAN PERALATAN KESEHATAN
(UU NO. 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT)
PASAL 7
PERSYARATAN TEKNIS
RUMAH SAKIT

PASAL 8 PASAL 9 dan 10 PASAL 11 PASAL 15 PASAL 16


PASAL 12, 13 dan 14
PERSYARATAN PERSYARATAN TEKNIS PERSYARATAN PERSYARATAN PERSYARATAN
PERSYARATAN SDM
TEKNIS LOKASI BANGUNAN/SARANA RS TEKNIS PRASARANA KEFARMASIAN TEKNIS ALAT
1. Studi Kelayakan 1. Rawat Jalan 1. Instalasi air
2. Rawat Inap 1. Medis & nonmedis
(Feasibility Studies/ 2. Instalasi Mekanikal & 2. Balai uji dan kalibrasi
3. Gawat Darurat
FS) 4. Operasi
Elektrikal 3. Ijin dengan sinar
2. Master Plan 5. Ruang radiologi 3. Instalasi gas medik pengion
6. Laboratorium 4. Instalasi uap 4. Sesuai indikasi
7. Ruang sterilisasi (CSSD) 5. Instalasi pengelolaan pasien (Based on
8. Ruang farmasi/apotik limbah Indication)
9. Ruang diklat 6. Pencegahan dan 5. Kompetensi petugas
10. Ruang adm. & kantor penanggulangan 6. Operasional dan
11. PKMRS kebakaran pemeliharaan
12. Ruang menyusui 7. Petunjuk, standar & 7. Track record dan
13. Ruang tenaga kesehatan sarana evakuasi saat
14. Ruang ibadah, r. tunggu dokumentasi
terjadi keadaan darurat
15. Ruang mekanik
16. Dapur
8. Instalasi tata udara
17. Laundry 9. Sistem informasi dan
18. Kamar jenazah komunikasi
19. Taman Terapetik & 10. Ambulan
Penghijauan + Parkir
Tambahan: Tambahan:
1. Ruang Kebidanan 1. Sistem Pencahayaan
2. Ruang Rawat Intensif 2. Sistem Penangkal
(Intensive Care Unit/ICU) Petir
3. Ruang Rehabilitasi Medik
4. Bank Darah
5. Ruang Hemodialisa
PEMBANGUNAN KESEHATAN
STRATEGI VISI TUJUAN
INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME
PEMBIAYAAN K PEMBERDAYAAN M
ASY
ES

MASYARAKAT
DERAJAT KE
YG SEHAT SECARA SMAS YG SE
SEDIAAN FARMASI & UPAYA KESE MANDIRI DAN TINGGI-TI
PERBEKALAN KES HATAN BERKEADILAN NGGINYA

SDM KES
MANAJEMEN KES
Kebijakan Pelayanan Kesehatan

Peningkatan AKSES • RS Pratama


pelayanan kesehatan • Regionalisasi sistem rujukan

Peningkatan • Akreditasi Puskesmas & RS


KUALITAS pelayanan • Patient safety
kesehatan • Integrasi/kolaborasi PONED-PONEK

• Pengadaan tempat tidur kelas III


Penguatan Sarana & • Penguatan sarana & prasarana, alat
kesehatan RS Rujukan Regional
Prasarana Kesehatan • Penguatan sarana prasarana alat
kesehatan di RS
SEBARAN RUMAH SAKIT DI BALI
BULELENG
JEMBRANA RS :7
RS :4 BANGLI
RS : 3

KARANGASEM
RS : 2

KLUNGKUNG
TABANAN RS : 4
RS : 8

GIANYAR
PROVINSI BALI BADUNG RS : 6
RS : 62
RS : 8

DENPASAR
RS : 20

Sumber data : RS Online


OPTIMALISASI PELAYANAN di RUMAH SAKIT

Anggaran
KEUANGAN
Standar yang LSM & berbasis
perencanan
harus dicapai OP

P
SDM
E MUTU
P
N E
C Jumlah, Jenis , Distribusi, L
A PENGUATAN Kualitas, , Kompetensi, A
T LEADERSHIP,
KEMAMPUAN
MANAJEMEN Kewenangan, Uraian
P
MORAL SUMBER tugas dan fungsi,
A MANAJERIAL dan
SISTEM INFORMASI DAYA O
T R
A A
SARANA DAN
N PRASARANA N
ORGANISASI

Sarana dan prasarana


yang memadai sesuai
Struktur dan tata KETERSEDIAAN dengan standar,
kerja fasilitas ALAT, OBAT, kebutuhan dan
7 kesehatan BHP perencanaan
STRATEGI SISTEM RUJUKAN

Monitoring
dan evaluasi Perbaikan
manajemen
Pelatihan Dinkes Prov,
Kab,
Kota

Strategi
Sistem
Rujukan Perbaikan
Perbaikan manajemen RS
sistem jaringan
informasi Kab, Kota,
manajemen Prov
rujukan

Perbaikan Perbaikan
koordinasi manajemen
lintas sektor PKM
KONSEP MEMBANGUN SISTEM
MANAJEMEN SPA
ROADMAP AKREDITASI RUMAH SAKIT
TAHUN 2015 -2019

2019
481 Kabupaten Kota memiliki
1 RSUD terakreditasi
2018
384 Kabupaten Kota memiliki
1 RSUD terakreditasi
2017
287 Kabupaten Kota
memiliki 1 RSUD
terakreditasi
• 272 RS telah
2016
Terakreditasi
Nasional 190 Kabupaten Kota memiliki
• 58 RSUD 1 RSUD terakreditasi
Terakreditasi dari
50 Kab/Kota
(53,19%) 2015
94 Kabupaten Kota memiliki 1
RSUD terakreditasi

2015 Sumber : Perpres 2/2015 ttg RPJMN 2015-2019


PERAN PUSAT, PROVINSI & DINKES KAB/KOTA pada AKREDITASI FK
PERAN PUSAT, PROVINSI DAN DINKES KAB/KOTA PADA AKREDITASI YANKES
PERAN PUSAT, PROVINSI & DINKES KAB/KOTA pada AKREDITA
PROGRAM/KEGIATAN SASARAN INDIKATOR

IKP IKK

PEMBINAAN UPAYA MENINGKATKAN AKSES JUMLAH KEC YANG MEMILIKI JUMLAH KAB/KOTA YANG
KESEHATAN YANKES YANG BERKUALITAS MINIMAL SATU PUSKESMAS SIAP AKREDITASI FASKES
YANG TERSERTIFIKASI PRIMER
AKREDITASI

NO KEGIATAN PUSAT (Kemenkes) PROV INSI


JUMLAH KAB/KOTA YANG KAB/KOTA
JUMLAH KAB/KOTA YANG PUSKESMAS
1. Membentuk lembaga /komisi akreditasi
MEMILIKI MINIMAL
1. Melaksanakan Pelatihan 1. 1Pemetaan
1.
RSUD Tingkat
Pembentukan SIAP
Tim AKREDITASI RSUD
Pendamping
Kab/kota 1. Lokakrya
1. Lokakaryapenggala
penggal
Akreditasi
NO KEGIATAN PUSATkomisi
2. Operasionalisasi (Kemenkes)
akreditasi Pendamping PROV TERAKREDITASI
INSI 2. Menyiapkan KAB/KOTA
yang terlatih Dana Pendampingan Kotmen
komitmen P
FKTP 3. Pelatihan TOT Surveyor 2. Melaksanakan Pendampingan 2. dan dan Survei
Pemetaan Puskesmas 2. Membentuk
2. Membentuk Tim Pokja /
3. Menyiapkan Dana Pendampingan Akreditasi1. Loka
Akreditasi 4.1. Pelatihan
MembentukTOT Pendamping 34 prov
lembaga /komisi akreditasi Kab/kota oleh Tim
1. Melaksanakan 1. Pemetaan
Pelatihan 3. Melakukan
1. Pembentukan
Pendampingan Tim
Tingkat Pendamping Akreditasi1. Lokak
keKab/kota
3. Penyusunan dan KotmP
5.2. Pelatihan Surveyor 34komisi
Operasionalisasi prov akreditasi Pendamping Prov.
Pendamping Puskesmas
dan Survei oleh Timsebelumnya
1 tahun
2. Menyiapkan
yang Pendamping
terlatih Dana Pendampingan 3. Menyiapkan Puske
komi
FKTP 6.3. Pemetaan
Pelatihan Nasional
TOT Surveyor 3. Pemetaan Tingkat Provinsi
2. Melaksanakan 4. Kab/Kota.
Pendampingan Penyiapan Puskesmas
Terlatih
2. dan yang akan
dan akreditasi
Pemetaan Survei
Puskesmas
Dokumen2. ( 3-4Mem
utk akreditasi
2. Mem
bul
4. Penyiapan SumberAkre
7.4. Membentuk
Pelatihan TOTTim Pendamping
Surveior di Tingkt
34 prov 4. Mengusulkan
Kab/kota keoleh
pusatTim 4. Menyiapkan Puskesmas
3. Melakukan
3. Menyiapkan
akreditasi 1 sebelumnya utk
Dana akreditasi ke4. Self
Pendampingan
(SPATU)
Pendampingan assessmentAkredse
sesuai standar
3. ber
Peny
5. Provinsi di 34Surveyor
Pelatihan provinsi 34 prov Puskemas Prioritas Prov.
Pendamping 5. Melakukan pendmpingan
Puskesmas
dan Survei oleh Tim
1 tahun Pendampingkontinyu
ke sebelumnya 3.
kewenangannya Meny
Doku
8.6. Pelaksanaan
Pemetaan survey FKTP oleh tim
Nasional 5. Menyiapkan
3. PemetaanDanaTingkat Provinsi Puskesmas yang disiapkan
4. Kab/Kota.
Penyiapan Terlatih utk
Puskesmas yang akan
akreditasi utk as
5. Selft Assessment
4. Peny
7. Survey AkreditasiTim
Membentuk FKTP
Surveior di Tingkt Pendampingan
4. Mengusulkan ke kab/kota
ke pusat 4. Menyiapkan
akreditasi Puskesmas utk
oleh tim pendamping
akreditasi 1 sebelumnya akreditasi
(SPATU) kontinyu4. Self a
sesu
Provinsi di 34 provinsi Puskemas Prioritas kab/kota selama 7 – 9pendmpingan
5. Melakukan bulan ke konti
kewe
9. DUKUNGAN DEKON & DAK 2
8. Pelaksanaan survey FKTP oleh tim 5. Menyiapkan Dana Puskesmas yang disiapkan utk 5. Selft
Survey Akreditasi FKTP Pendampingan ke kab/kota akreditasi oleh tim pendamping kont
kab/kota selama 7 – 9 bulan
9. DUKUNGAN DEKON & DAK

11
PERSYARATAN IZIN PENDIRIAN PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL PEMBERI IZIN RS
BADAN HUKUM DOKUMEN IJIN PENDIRIAN RS
Menteri
MASTER PLAN PROFIL RS (Kls A &
PMA)
DED ISIAN SELF ASSESMENT KELENGKAPAN

STUDY UPL/UKL/AMDAL GAMBAR DESIGN (BLUE PRINT)


KELAYAKAN
SITU IJIN PENGGUNAAN BANGUNAN & LAIK FUNGSI
RSU Kelas A
RSU Kelas B DOK PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UPL/UKL/AMDAL)
IMB
RSU Kelas C
RSU Kelas D SERTIFIKAT TANAH DAFTAR SDM Gubernur
RS D Pratama (Kls B)
RS Khusus REKOMENDASI DINKES DAFTAR ALAT MEDIS & NON MEDIS
IZIN PERSYARATAN TEKNIS LINTAS SEKTOR
• Dinas PU : IMB & Sertifikat Laik Pakai bangunan DAFTAR SEDIAAN FARMASI & ALKES
• Dinas Perhubungan : UU Ganguan/HO Bupati/
• Dinas Naker : Boiler, operator Genset, APAR BERITA ACARA UJI FUNGSI ALKES
Walikota
• Dinas ESDM : Listrik & Mesin Genset
• BPLHD : IPAL, UPL, UKL, AMDAL utk RS KLS A&B, DOK ADMINISTRASI & MANAJEMEN (Kls C,D)
Pemantauan Emisi (Genset, bioler dsb)
• KLH : insenerator
• BAPETEN : Pesawat X-Ray Permenkes No. 56 tahun 2014 tentang
• BPFK : Gas Medik Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit
• Dinas Damkar : APAR, Instalasi Kebakaran dsb
PETA STRATEGIS
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
1. TERWUJUDNYA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER, RUJUKAN &
DAMPAK LAINNYA YANG SESUAI STANDAR (TERAKREDITASI)

KEUANGAN
3. TERWUJUDNYA PEMERATAAN PEMENUHAN
2. TERWUJUDNYA MUTU FASILITAS
SARANA, PRASARANA DAN PERALATAN
PELAYANAN KESEHATAN KESEHATAN
OUTCOME

15. TERSEDIANYA DANA BIDANG KESEHATAN YANG PROPORSIONAL


PROSES 4. OPTIMALISASI 5. OPTIMALISASI SISTEM PELAYANAN
STRATEGIS PEMANFAATAN ANGGARAN RUJUKAN, PEMELIHARAAN,
YG HARUS PEMENUHAN FASYANKES PENGUJIAN & KALIBRASI SPA
DILAKUKAN

6. ADVOKASI PEMBANGUNAN DAERAH BERWAWASAN KESEHATAN

7. TERWUJUDNYA SISTEM 9. TERWUJUDNYA SISTEM PERENCANAAN


8. TERWUJUDNYA SISTEM
KOLABORASI PENDIDIKAN NAKES PROGRAM & ANGGARAN SPA YANG
MUTU SPA
SPA TERINTEGRASI

10. TERBANGUNNYA INFORMASI BERBASIS


DATA & PENGALAMAN
(Knowledge management)

SUMBER DAYA
KESEHATAN
11. TERSEDIANYA SDM SPA 13. TERSEDIANYA
12. TERSEDIANYA SISTEM INFORMASI 14. TERSEDIANYA FASILITAS
YANG KOMPETEN DAN
REGULASI SPA FASYANKES SPA SPA SESUAI STANDAR
BERBUDAYA KINERJA

13
PEMENUHAN & PENGELOLAAN SARANA, PRASARANA & PERALATAN KESEHATAN
SESUAI STANDAR DALAM MENDUKUNG AKREDITASI FASYANKES
SARANA /

MENDUKUNG YANKES YANG BERKUALITAS


BANGUNAN Keselamatan
PENILAIAN

MANAJEMEN / PENGELOLAAN
PERSYARATAN STANDAR
Gedung
TEKNOLOGI
F Keandalan
A PRIMER PRASARANA PERENCANAAN
S Tata udara PENERIMAAN
Y Kelistrikan
RUJUKAN Persyaratan
A Gas medis PELATIHAN Mutu
N CSSD
PEMELIHARAAN
K dsb..
E LAINNYA PENGUJIAN &
ALKES Keamanan
S KALIBRASI
Kelas I
Kelas II PENGHAPUSAN
Laik Pakai
Kelas III

PERSYARATAN IZIN OPERASIONAL FASYANKES PEDOMAN


IZIN PENDIRIAN (RS) REGISTRASI FASYANKES YANKES
IZIN PERSYARATAN TEKNIS DARI LINTAS SEKOR
PERSYARATAN AKREDITASI FASYANKES
PETA STRATEGI PENGELOLAAN SARANA PRASARANA RS

Terwujudnya tingkat Terwujudnya pengelolaan


Customer kepuasan pelanggan komplain FINANCIAL

Terwujudnya sarana, prasarana Terwujudnya sarana, prasarana


Peralatan kes. disatuan kerja pelayanan Peralatan kantor (toolset) yang mendukung Terwujudnya
sesuai best practice kerja yang kondusif nyaman dan safety efisiensi
anggaran
Internal
Bisnis Pr
oses
Terlaksananya perenc Terlaksananya pengelola Terwujudnya monitoring dan
anaan Peralatan an pemeliharaan ALKES evaluasi terhadap utilisasi p
kesehatan yang yang prima berbasis mutu eralatan Kesehatan
dan safety
rasional

Learning Terwujudnya SDM yang Terwujudnya sarana, prasa Terwujudnya sarana, prasarana perk
& memiliki kompetensi, profe rana ALKES di satuan antoran dan pendukung kerja (tools
Growth kerja pelayanan sesuai set) yang mendukung lingkungan ke
ssional berkinerja tinggi
best practice rja yang kondusif, nyaman dan safet
y
TEKNIS ANALISA KEBUTUHAN

Health Technology As
sessment

PEMENUHAN SARA PENGGANTIAN ALAT PENGEMBANGAN PE


NA PRASARANA (equipment Record) LAYANAN

1. Jumlah pasien
1. Inventarisasi 1. Usia Pakai
2. Jumlah kasus
2. Jenis dan Jumlah Ses 2. Jumlah kerusakan
3. Jumlah produk
uai Standar 3. Nilai perbaikan
(pelayanan)
3. Kekurangan Jenis da 4. Risiko bila dipergunaka
4. Jumlah yang diruj
n Jumlah Alat n
uk
4. Pemilihan Spesifika 5. Penentuan Prioritas Peng
5. Tingkat Utilisasi
si sesuai pelayanan gantian
6. Unit cost
5. Penentuan Spek

PERENCANAAN SARANA
PRASARANA
Manufaktur
Pemasaran Pengujian
Transfer Pengembangan

Distribusi Penelitian

Penilaian Kebutuhan

Penilaian Teknologi Penghapusan


Evaluasi
Perencanaan Pemeliharaan

Pembelian Operasional
Pemasangan
Pelatihan
Penerimaan
PENGENDALIAN dan
PENGAWASAN
REGULASI

 Sertifikat Produksi Premarket Post Market


Alat Kes & PKRT Control Control
 Ijin Penyalur Alat
Kesehatan Monitoring
 Ijin Edar Alat Kese Audit sarana
hatan dan PKRT PMS  Sampling dan
 Certificate of free pengujian
sale Vigillance  tindak la
 Ijin impor dan ijin njut thd laporan efek sa
ekspor mping
PENGENDALIAN PERENCANAAN
KEBUTUHAN
 Standar kebutuhan alat kesehatan berdasarkan strata
fasilitas pelayanan kesehatan (primer, sekunder, tersier).
 Usulan kebutuhan dari Instalasi/Departemen/Unit Kerja
Pelayanan :
 Pemenuhan standar, pengembangan, peningkatan mutu
pelayanan kesehatan.
 Tingkat pemanfaatan alat kesehatan internal dan
rujukan.
 Jumlah dan jenis kompetensi SDM
 Kesiapan sarana dan prasarana termasuk listrik
 Perkembangan teknologi kesehatan
 Ketersediaan dan kesinambungan layanan purna jual dan
suku cadang.
 Kajian ekonomi (Total Life Cycle Cost).
 Sumber pembiayaan/anggaran.
PENGENDALIAN PENERIMAAN
(COMMISIONING)
Memastikan peralatan akan berfungsi dengan baik dan
tidak akan menimbulkan bahaya keamanan.

Pemeriksaan Fisik
mencocokkan alat dengan kontrak dan brosur : Merk,
tipe/model, jumlah,
Dokumen teknis yang terdiri dari : Certificate of Origin, Test
Certificate, Manual (operation, service, installation,
wiring/schematic diagram), Izin Edar.
Uji fungsi
Pengujian alat secara keseluruhan, melalui uji bagian-bagian
alat dengan kemampuan maksimum (secara teknis saat itu)
tanpa beban sebenarnya, sehingga dapat diketahui apakah
secara keseluruhan suatu alat dapat dioperasikan dengan baik
sesuai fungsinya.
.
Lanjutan …..

 Uji keselamatan
Adalah suatu bentuk pengujian yang dilakukan terhadap
produk untuk memperoleh kepastian tidak adanya bahaya
yang ditimbulkan sebagai akibat penggunaan produk
tersebut, seperti Arus bocor, pembumian, Radiasi bocor dan
paparan radiasi dll.

 Uji Coba
 operator yang telah mengikuti training mengoperasikan
pengoperasian alat, dengan pasien/beban sesuai
kebutuhan.
 kemampuan fungsi dan kemampuan teknis alat.

Semua Uji dan Pelatihan didokumentasikan dengan baik,


Pelabelan, Merancang Pemeliharaan Preventif
PENGENDALIAN PEMELIHARAAN

 Mempertahankan usia pakai peralatan.


 Mempertahankan mutu peralatan.
 Memperkecil tingkat risiko bahaya peralatan.
(keselamatan).
 Efisiensi biaya operasional dan investasi.
PENGENDALIAN POST MARKET SURVEILANCE
DAN VIGILANCE/ADVERSE EVENT

 Kegiatan post-market dapat dikategorikan :


 Proaktif, yaitu disebut Post-Market Surveillance.
 Reaktif, yaitu Vigilance/Adverse Event
 Post-Market Surveillance
Dari Global Harmonization Task Force dijelaskan Post-Market
Surveillance adalah kegiatan pengumpulan informasi
mengenai kualitas, keamanan dan kinerja peralatan
kesehatan secara proaktif setelah ditempatkan di pasar/
digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan.
 Vigilance/Adverse Event (kewaspadaan)
Vigilance (kewaspadaan) adalah mengacu pada insiden yang
dapat terjadi dengan perangkat kesehatan dan in-vitro
diagnostik, ketika peralatan kesehatan tersebut tidak
berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga dapat
menyebabkan cedera atau kematian.
Lanjutan …..

 Post-Market Surveillance
 Umpan balik bagi produsen untuk mengambil langkah
langkah
 Meningkatkan kualitas, keamanan dan kinerja peralatan
kesehatan.
 Melakukan recall peralatan kesehatan yaitu : memperbaiki
atau mengganti sebagian atau menarik sebagian atau
seluruh produksi peralatan kesehatan tersebut.

 Vigilance/Adverse Event
 Melindungi kesehatan dan keselamatan pasien dan
petugas,
 Mencegah terulangnya insiden;
 Menentukan efektivitas tindakan perbaikan dan tindakan
pencegahan dan pemantauan.
PENGENDALIAN PENARIKAN (RECALL)
INTERNAL FASKES

 Tindakan untuk mengatasi masalah/insiden


peralatan kesehatan
 tidak sesuai dengan kinerja alat, peraturan yang
berlaku
 menyebabkan suatu bahaya pada penggunaannya.
 Recall dapat berupa tindakan koreksi atau
removal tergantung tingkat masalah yang
terjadi.
 Koreksi : Mengatasi masalah peralatan kesehatan
di tempat alat kesehatan tersebut digunakan atau
dijual.
 Removal : Mengatasi masalah peralatan kesehatan
dengan menarik alat kesehatan tersebut dari
peredaran.
SARPRAS YANG
BELUM SESUAI
STANDAR RS

ISSU STRATEGIS
SEBARAN
(PENGELOLAAN SDM YG
SDM YG BERLUM
SARANA
BELUM
PRASARANA DI MENDAPAT
MERATA
RUMAH SAKIT) PELATIHAN

BELUM
KELUHAN BERJALANNYA
PELANGGAN / PEMELIHARAAN
MASYARAKAT SECARA BAIK
UPAYA
Peningkatan • Pelatihan
KAPASITAS • Workshop

Peningkatan • Akreditasi Puskesmas & RS


KUALITAS pelayanan • Patient safety Integrasi/kolaborasi PONED-PONEK
kesehatan • Survey Kepuasan Pelanggan

• Pengadaan tempat tidur kelas III


Penguatan Sarana & • Penguatan sarana & prasarana, alat kesehatan RS
Rujukan Regional
Prasarana Kesehatan • Penguatan sarana prasarana alat kesehatan
Fasyankes

• Bimtek, Monev dan Koordinasi integrasi lintas


Binwas terkait.
PENUTUP

 Perencanaan Sarana Prasarana berdasarkan pada


rencana kebutuhan, ketersediaan SDM, skala
prioritas dan standar yang telah diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
 Pengendalian jenis alkes berdasarkan standar
pelayanan, telah diatur dalam UU Kesehatan, UU
RS, Permenkes tentang Klasifikasi RS dan
Permenkes tentang Puskesmas
 Pengendalian post-market untuk menjamin mutu,
keamanan dan laik pakai UU RS, Perka Bapeten,
Standar dan Akreditasi RS.
DISKUSI
1. Pengelolaan Sar Pras dan Alkes di Prov Bali
semakin baik dg adanya komitmen dari Dinkes
Prov Bali terhadap Rumah Sakit di wilayahnya
(tumbuhnya UPT Kalibrasi/ Lab Kalibrasi di
Kab. Tabanan, RSUP Sanglah Denpasar). Lab
Kalibrasi swasta agar didorong untuk meng
cover Fasyankes di wilayahnya terkait kalibrasi.
2. Analisa tentang Pengelolaan Alkes, secara
organisasi profesi (IKATEMI) siap dilaksanakan,
check list monev untuk pemantauan Alkes di
Bali
3. RS Tk IV Singaraja : kekurangan SDM
utamanya dokter spesialis di RS Tk IV Singaraja,
pasien dirujuk ke Faskes Tk lanjut sehingga
BOR menurun, agar dibantu untuk usulan
tenaga/SDM tsb, akan dikoordinasikan dg
Bidang SDK Dinkes Prov Bali.
4. Pengelolaan Limbah RS msh menjadi masalah
karena di Bali belum ada yang menangani
sehingga kirim ke Luar Bali, dalam prosesnya
menjadi penyebaran secara infeksius.
5. RS menghentikan sementara operasional
penggunaan Incenerator. Produksi sampah
medis di Bali tiap Tahun 3 Ton dan memakan
biaya yang cukup besar, mudah-mudahan ada
kebijakan baru di Bali terkait dg Pengelolaan
Limbah.
6. Terkait dg proses pengambilan sampah dan
biaya bisa dilihat kembali pada PKS
(Perjanjian Kerjasama) para pihak.