Anda di halaman 1dari 19

SOSIALISASI

PEMBERIAN OBAT CACING


BAGI ANAK USIA
PRA SEKOLAH DAN SEKOLAH

UPTD PUSKESMAS SIDOMULYO


SELASA, 31 JULI 2018
Tujuan Umum
Meningkatkan cakupan pemberian obat cacing pada anak
usia Sekolah Dasar/MI dan anak usia dini sehingga
menurunkan angka kecacingan dan tidak menjadi
masalah kesehatan di Masyarakat.

Tujuan Khusus
a. Meningkatkan cakupan program pengendalian kecacingan
minimal 75% sasaran anak SD/MI dan pra sekolah di se
mua daerah endemis pada tahun 2020.

b. Meningkatkan kemitraan dalam pengendalian cacingan di


masyarakat dengan seluruh pemangku kebijakan, lintas se
ktor (termasuk guru), pengusaha, organisasi masyarakat.
ANAK USIA POSYANDU

PRA SEKOLAH
PAUD
(1-6 TAHUN)
TK/ RA

SASARAN SD/ MI

ANAK USIA
SEKOLAH SEKOLAH ANAK
DASAR BERKEBUTUHAN

(7-12 TAHUN) PONPES, PANTI


ASUHAN, RUMAH
SINGGAH, LAPAS
ANAK
CACINGAN
APA ITU CACINGAN??

 Cacingan merupakan penyakit yang


diakibatkan oleh kelompok helminth (cacing)
yang membesar dan hidup dalam usus halus
manusia. Tumbuh dan berkembang di daerah
yang beriklim panas dan lembab dengan
sanitasi yang buruk.

 Faktor agen dalam penyakit cacingan antara


lain cacing gelang, cacing tambang, cacing
cambuk
FAKTOR AGEN
CACING TAMBANG CACING GELANG CACINGCAMBUK/KREMI
PENYEBAB CACINGAN

1. Kebiasaan yang buruk Makan tanpa


cuci tangan, main tanah
2. Makanan yg tercemar larva cacing
3. Tanah yg mengandung larva cacing
anak tidak menggunakan sandal
4. Proses memasak makanan yang kurang
baik
5. BAB sembarangan
CARA PENULARAN
anak BAB
sembarangan

tinja yang
anak menjadi mengandung
kecacingan telur cacing
mencemari tanah

telur
menempel di
tertelan
tangan atau
kuku
telur cacing
masuk
kedalam
mulut
CARA PENULARAN
anak BAB
sembarangan

tinja yang
anak menjadi mengandung
kecacingan telur cacing
mencemari tanah

makanan/minu tinja
man masuk dikerumuni
mulut lalat
lalat hinggap
di
makanan/min
uman
TANDA DAN GEJALA
1. Perut buncit
2. Berat Badan menurun/ kurus dan pertumbuhan akan
terganggu
3. Rambut seperti rambut jagung/ jarang
4. Lemas dan cepat lelah
5. Muka pucat/ anemia
6. Mual, Sakit perut, kurang nafsu makan
7. Diare berulang dan kembung
8. Mata cembung
9. Keluar cacing dari dubur atau mulut
10. Daya tahan tubuh rendah
11. Anak sering menggaruk pantatnya
12. Jika cacing hidup di paru-paru dapat menyebabkan batuk
berkepanjangan pada anak
DAMPAK DAN KERUGIAN
1. Cacing menghisap makanan dan darah
dalam usus sehingga penderita kurang
gizi dan kurang darah (anemia).
2. Pertumbuhan anak terganggu.
3. Cacing dewasa dapat menjalar ke usus
dan merusak alat tubuh sehingga dapat
menyebabkan penyakit lainnya.
4. Jika jumlah cacing banyak dapat
menyubat usus halus sehingga dapat
menyebabkan kematian.

LogoType
PENCEGAHAN

1. BAB di jamban.
2. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
ketika sebelum makan dan sesudah buang air besar
serta saat akan menyuapi anak (PHBS).
3. Mandi dan membersihkan badan paling sedikit 2 kali
sehari.
4. Memotong dan membersihkan kuku.
5. Memakai alas kaki sewaktu diluar rumah.
6. Mencuci dan memasak makanan dan minuman
sebelum dimakan
7. Menjaga kebersihan, menutup makanan
8. Minum obat cacing setiap 6 bulan sekali
Mengapa ANAK USIA SEKOLAH Perlu
Minum Obat Cacing??

Sebagian besar murid SD/MI menderita cacingan

Cacingan anemia  tubuh lemah  konsentrasi belajar


berkurang  prestasi belajar rendah

Cacingan  menghambat penyerapan makanan  pertumbuhan


terganggu  stunting

Minum obat cacing Albendazole tidak hanya membunuh cacing


dewasa juga menghancurkan telur dan larva cacing
MEKANISME PEMBERIAN OBAT CACING PADA
ANAK USIA DINI (12-72 bulan)

 Semua anak balita mendapat obat cacing


Setahun Sekali pada saat pemberian
vitamin A di bulan Agustus di posyandu,
atau fasilitas kesehatan lainnya, atau TK,
atau PAUD/kelompok bermain/tempat peni
tipan anak

 Dosis :
– Anak usia 12 -23 bulan: 1/2 tablet
albendazole 400 mg ( 200 mg )
– Anak usia 24 – 72 bulan: 1 tablet
albendazole 400 mg
MEKANISME PEMBERIAN OBAT CACING PADA
ANAK USIA DINI (12-72 bulan)

 Obat diberikan oleh petugas puskesmas atau


kader yg telah mendapat petunjuk

 Pemberian obat:
– Kader posyandu menanyakan pada orang
tua apakah anak sudah makan sebelumnya
. Anak harus makan pagi sebelum minum
obat
– Pemberian obat cacing dilakukan
SETELAH ANAK MENDAPAT VITAMIN A
– Anak minum obat cacing di depan petugas
kesehatan/kader
Mekanisme Pemberian Obat Cacing pada Anak SD/MI

Terintegrasi dengan UKS SD/MI

Peserta didik (kelas 1 – 6) saat penjaringan kesehatan

Dosis : 1 tablet albendazole 400 mg


Diberikan oleh petugas puskesmas atau guru yg telah mendapat
petunjuk
Guru: informasi bhw murid harus makan pagi sebelum minum
obat cacing
Diberikan di masing-masing kelas dgn pengawasan guru/petugas
Puskesmas
Obat diminum bersama-sama di depan guru
Peserta didik tdk hadir  diberikan pada hari berikutnya (plg
lambat 7 hari)
Penundaan Pemberian Obat Cacing

• Demam atau sakit


Pemberian
• Sudah minum obat cacing < 6 bln
ditunda terakhir

Sasaran yang ditunda


pemberian obat harus
dicatat dan dilaporkan

• Penderita epilepsi dalam serangan


Perlu dikonsultasikan
• gizi buruk disertai gejala klinis
lebih lanjut
• gangguann fungsi hati dan ginjal
Kejadian Ikutan Pasca Pemberian Obat Cacing dan Pen
anggulangannya

Pemberian Albendazole jangka pendek hampir


bebas dari reaksi obat

• Jika ada: ringan & hanya sebentar, seperti: mual, muntah, diare,
sakit kepala, pusing, lesu

Penanggulangan reaksi obat


• Cukup diistirahatkan & diberikan air minum hangat.
• Jika terjadi diare diberikan oralit.
• Bila gejala berlanjut, dirujuk ke Puskesmas

Bila keluar cacing


• Berikan penjelasan bahwa kejadian tersebut tidak berbahaya,
bahkan menguntungkan karena cacing sudah keluar dari tubuh
TERIMA
KASIH