Anda di halaman 1dari 19

KEBIJAKAN PROGRAM

PENGENDALIAN KECACINGAN
PROVINSI JAWA TIMUR
KEBIJAKAN
 Sesuai rencana Strategis Kemenkes 
mencapai derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya, mendahulukan kepentingan rakyat.

 Diselenggarakan oleh Pemerintah


Kabupaten/Kota.
Tujuan Umum
Meningkatkan cakupan program pada anak usia Sekolah
Dasar/MI dan anak usia dini sehingga menurunkan angka
kecacingan dan tidak menjadi masalah kesehatan di
Masyarakat.

Tujuan Khusus
a. Meningkatkan cakupan program pengendalian kecacingan
minimal 75% sasaran anak SD/MI dan pra sekolah di
semua daerah endemis pada tahun 2020.

b. Meningkatkan kemitraan dalam pengendalian cacingan di


masyarakat dengan seluruh pemangku kebijakan, lintas
sektor, pengusaha, organisasi masyarakat.
SASARAN

Anak Usia Dini (1-6 tahun)  di Posyandu,


PAUD

Anak Usia Sekolah (7-12 tahun)  di SD/MI


Panduan Program Pengendalian Kecacingan
(WHO)
Masyarakat
Berisiko
Angka Prevalensi
Dasar

Angka Prevalensi 20 Angka Prevalensi


Angka Prevalensi < 20% > 50%
– <50%
Pengobatan Masal 1 Pengobatan Masal 2 x
Pengobatan Selektif
x pertahun per tahun

Pemberian Pemberian
Pengobatan Masal Pengobatan Masal

Evaluasi angka prevalensi setelah dilakukan


pengobatan massal selama 5-6 tahun
STRATEGI
1. Meningkatkan Komitmen Politik (memastikan masuk
dalam Rencana Perbaikan Kualitas Air dan
Perencanaan sektor Pendidikan)
2. Harmonisasi Koordinasi Lintas Program dan Lintas
Sektor dan PSM (a.l program pengendalian filariasis,
UKS, Posyandu, PAUD)
3. Membangun kapasitas teknis dan penyediaan
petunjuk teknis
4. Meningkatkan kesinambungan dan fasilitasi tanggung
jawab pemerintah
5. Meningkatkan kapasitas Monev
Upaya Integrasi Pemberian Obat Cacing

Integrasi pemberian obat cacing pada anak usia dini


dengan pemberian Vitamin A

Integrasi pemberian obat cacing pada anak usia sekolah


dengan kegiatan penjaringan anak sekolah di SD/MI

Integrasi kegiatan POMP filariasis yang juga mencakup


pemberian obat cacing pada anak sekolah dan pra sekolah

Integrasi dengan distribusi kelambu di daerah


endemis malaria
KEGIATAN
1. Sosialisasi Integrasi Pemberian Obat
Massal Cacing di Provinsi dan
Kabupaten/Kota
2. Pemberian Obat Massal Cacingan pada
Sasaran satu kali setahun
3. Evaluasi Cakupan
4. Evaluasi Prevalensi sesudah 5 tahun
5. Pencatatan Pelaporan
Manfaat Program Pengendalian
Kecacingan
Sumber Daya Manusia yang berkualitas – produktif
; jangka pendek dan jangka panjang
Menurunkan prevalensi kecacingan, melalui
pengobatan, untuk mencegah dampak kecacingan
(Persistent Malnourish  Stunting)
Meningkatnya PHBS-Cuci Tangan Pakai Sabun
melalui promosi program akan mengurangi infeksi
cacingan.
MEKANISME PEMBERIAN OBAT CACING PADA ANAK USIA
DINI (12-72 bulan)

• Semua anak balita mendapat obat cacing Setahun


Sekali pada saat pemberian vitamin A di bulan
Agustus di posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya,
atau TK, atau PAUD/kelompok bermain/tempat
penitipan anak
• Dosis :
• Anak usia 12 -23 bulan: 1/2 tablet albendazole
400 mg ( 200 mg )
• Anak usia 24 – 72 bulan: 1 tablet albendazole
400 mg
MEKANISME PEMBERIAN OBAT CACING PADA
ANAK USIA DINI
• Obat diberikan oleh petugas puskesmas atau kader yg
telah mendapat petunjuk
• Pemberian obat:
• Kader posyandu menanyakan pada orang tua apakah
anak sudah makan sebelumnya. Anak harus makan
pagi sebelum minum obat
• Pemberian obat cacing dilakukan SETELAH ANAK
MENDAPAT VITAMIN A
• Anak minum obat cacing di depan petugas
kesehatan/kader
Mengapa ANAK USIA SEKOLAH Perlu
Minum Obat Cacing?
Sebagian besar murid SD/MI menderita
cacingan
Cacingan anemia  tubuh lemah 
konsentrasi belajar berkurang  prestasi belajar
rendah
Cacingan  menghambat penyerapan makanan
 pertumbuhan terganggu  stunting
Minum obat cacing Albendazole tidak hanya
membunuh cacing dewasa juga menghancurkan
telur dan larva cacing
Mekanisme Pemberian Obat Cacing pada Anak SD/MI

Terintegrasi dengan UKS SD/MI

Peserta didik (kelas 1 – 6) saat penjaringan kesehatan

Dosis : 1 tablet albendazole 400 mg

Diberikan oleh petugas puskesmas atau guru yg telah mendapat petunjuk

Guru: informasi bhw murid harus makan pagi sebelum minum obat
cacing
Diberikan di masing-masing kelas dgn pengawasan guru/petugas
Puskesmas

Obat diminum bersama-sama di depan guru

Peserta didik tdk hadir  diberikan pada hari berikutnya (plg lambat 7
hari)
Upaya Akselerasi Pemberian Obat Cacing

Melakukan kegiatan Pemberian Obat Masal


Pencegahan filariasis yang juga mencakup pemberian
obat cacing pada anak sekolah dan pra sekolah

Integrasi dengan kegiatan UKS di SD/MI melalui


penjaringan anak sekolah

Integrasi dengan pemberian vitamin A

Integrasi dengan distribusi kelambu di daerah


endemis malaria
Pengendalian Kecacingan pada Anak Sekolah
(Perilaku yang diharapkan dari peserta didik):

PHBS Menggunakan Menggunting


(CTPS) alas kaki kuku

BAB jangan Minum obat


sembarangan cacing
Sosialisasi Pemberian Obat Cacing
Tujuan sosialisasi
• untuk meningkatkan cakupan pemberian obat
cacing yang melibatkan unsur masyarakat termasuk
guru
Hal yang perlu diinformasikan
• Cacingan dan akibatnya
• Pencegahan cacingan
• Manfaat minum obat cacing
• Tempat mendapatkan obat cacing
Penundaan Pemberian Obat Cacing

• Demam atau sakit


Pemberian ditunda • Sudah minum obat cacing < 6 bln
terakhir

Sasaran yang
ditunda pemberian
obat harus dicatat
dan dilaporkan

Perlu • Penderita epilepsi dalam serangan


dikonsultasikan • gizi buruk disertai gejala klinis
lebih lanjut • gangguann fungsi hati dan ginjal
Kejadian Ikutan Pasca Pemberian Obat Cacing dan
Penanggulangannya
Pemberian Albendazole jangka pendek
hampir bebas dari reaksi obat
• Jika ada: ringan & hanya sebentar, seperti: mual,
muntah, diare, sakit kepala, pusing, lesu

Penanggulangan reaksi obat


• Cukup diistirahatkan & diberikan air minum hangat.
• Jika terjadi diare diberikan oralit.
• Bila gejala berlanjut, dirujuk ke Puskesmas

Bila keluar cacing


• Berikan penjelasan bahwa kejadian tersebut tidak
berbahaya, bahkan menguntungkan karena cacing
sudah keluar dari tubuh