Anda di halaman 1dari 44

SKALA WAKTU GEOLOGI DAN KEADAAN BUMI

PADA AWAL KEHIDUPAN


Asri Dwi Rizkibaeti 1607350
Hilma Azmia Izzaty 1607544
Nirmala Christiyaningsih Yuwono 1605050
Sarah Naura Firdausa 1606932

Pendidikan Biologi B 2016

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
• Bumi, tempat kita tinggal sekarang sudah berusia sekitar 4.54 miliar
tahun (4.54 × 109 years ± 1%) (Manhesa, 1980).
• Usia ini ditentukan melalui penanggalan radiometrik meteorit dan
sesuai dengan usia bebatuan tertua yang pernah ditemukan dan sampel
dari bulan.
• Matahari, sebagai perbandingan, berusia sekitar 4.57 miliar tahun, 30
juta tahun lebih tua.
• Pulau-pulau yang ada sekarang tidak serta merta terbentuk begitu saja.
Untuk sampai pada penampakan yang sekarang, permukaan bumi
mengalami banyak proses perubahan. Perubahan-perubahan
tersebutlah yang sangat memengaruhi kehidupan di muka bumi.
• Untuk memperkirakan umur bumi diperlukan analisis dari beberapa
benda yang mampu mendekripsikan umur bumi. Untuk mengetahui dan
menjelaskan waktu serta hubungan antar peristiwa yang terjadi
sepanjang sejarah bumi, para ahli menggunakan skala waktu geologi.
Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya


adalah: bagaimana kondisi bumi pada awal kehidupan menurut skala
waktu geologi?

Tujuan Pembahasan
• Memahami apa itu skala waktu geologi.
• Memahami bagaimana kondisi bumi pada awal kehidupan.
• Menghubungkan antara skala waktu geologi dengan kondisi bumi pada
awal kehidupan.
BAB II
ISI
Skala Waktu Geologi

Skala yang digunakan untuk menjelaskan


Apa itu? hubungan atau keterkaitan antar peristiwa
yang terjadi di sepanjang sejarah Bumi.

Untuk menentukan waktu relatif dari suatu


Fungsinya? lapisan batuan dan setiap skala waktu tertentu
memiliki ciri khasnya masing-masing.

Skala Waktu
Relatif
Skala Waktu
Skala Waktu
Absolut
Superposition

Original Horizontality
Prinsip
Lateral Continuity
Skala
Waktu Cross-cutting Relationship
Relatif
Inclusion

Fossil Succession
Keadaan Awal Bumi
Zaman Prakambrium

• Zaman Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu) dan


Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)
• Sulit dijumpai karena tertutup oleh lapisan tanah yg muda.
• Bentuknya agak melingkar dan permukaannya sedikit
cembung, maka inti-inti Prakambrium disebut perisai
benua.
• Lapisan berasal dari pembekuan magma cair, peleburan
kembali batuan-batuan yg mengalami perubahan fisis dan
kimiawi.
• Tidak ditemukan jasad-jasad rangka yg keras, namun hanya
rayapan cacing dan sejenisnya.
Zaman Paleozoikum

Kambrium Silur Devon

Perm Karbon
1. Kambrium
• Endapan-endapan yang mengandung jasad-jasad fosil yang
telah mencapai tingkat perkembangan yang tinggi.
• Fosil yg ditemukan sebatas air. Contohnya archaecyata dan
binatang Trilobit Olenellus.
• Archaecyata yaitu binatang karang :membentuk endapan-
endapan gamping yang tebal.
• Trilobita, yaitu sebangsa jenis udang-udangan yang berkulit
keras.
• Ciri batuan: endapan gamping yang mengandung banyak
pirit, sedimen pasir, dan berlempung yang kaya akan fosil.
• Iklim: panas
2. Silur
• Penyebaran fauna luas
• Muncul hewan Vertebrata (bertulang belakang)
• Ciri fosil penujuk (Graptalit)
• Kumpulan/kalori binatang kecil (Rabdosoma)
• Banyak binatang karang berkembang biak dan
menghasilkan gamping yang tebal.
• Fosil Silur berupa koral bulat yang bernama Halisites di
Papua.
3. Devon
• Devon terbagi atas 3 macam, yaitu Devon bawah, Devon
tengah, dan Devon atas.
• Munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang
bertulang punggung.
• Keadaan iklim sangat panas. Daerah tropika: lembab (danau
dan tanah merah)
• Contoh: Clathrodyctyon daerah sungai Telen di Kalimantan
4. Karbon/Carbonium/Arang
• Berpengaruh pada keadaan cuaca/iklim
• Terjadi pembentukan pegunungan
• Adanya karang: iklim sedang yang agak panas;
• Adanya sedimen Klasika yang berwarna merah dengan rekah
kerut: iklim kering/arid.
• Adanya tumbuh-tumbuhan dengan daun yang cukup rindang
menunjukkan adanya pelembagaan.
• Tidak adanya lingkaran tahun pada batang-batang serta tumbuh
terus, menunjukkan tidak adanya perbedaan yang mencolok.
• Perkembangan yg pesat: naptelia, amfibia dan serangga
(pemakan bangkai).
• Perkembangan yg pesat untuk tumbuhan: paku/pakis,
kawat/sumbar batu.
• Karbon diendapkan sebagai lapisan dasar laut, dijumpai
karang/koral dalam jumlah yang besar.
5. Perm
• Letak lapisan yang diskor dan di atas karbon mengandung
batu bara
• Adanya penyimpangan fauna laut dari 2 karbon fosil pada
zaman Paleozoikum akhir.
• Lapisan perm mengandung minyak, koalium (bahan
porselin), lempung keramik, besi, dan batu bara.
• Contohnya: Di Sumatera berupa gamping dan koral disertai
dengan batuan dari gunung berapi.
Zaman Mesozoikum

Trias Jura Kapur


Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)
• Peningkatan populasi gastropoda dan bivalvia serta amonit.
• Mulai bermunculan hewan-hewan berukuran besar seperti
dinosaurus dan reptil laut.
• Hewan reptil di air adalah kura-kura dan penyu.
• Ada juga reptilia menyerupai mamalia pemakan daging
yang disebut Cynodont.
• Terjadi penyebaran tumbuhan sikada mirip tumbuhan
palem dan Konifer.
• Benua pangea menunjukkan adanya pergerakan menuju
arah utara mengakibatkan es di bagian selatan mencair dan
munculkan celah-celah.
Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
• Jumlah reptilia mengalami peningkatan signifikan.
• Banyak dinosaurus tumbuh dengan ukuran luar biasa besar dan mulai
mendominasi bumi.
• Dinausaurus merajai wilayah daratan
• Ichtiyosaurus menguasai perburuan di dalam lautan.
• Pterosaurus menguasai angkasa.
• Burung sejati pertama (Archeopterya) mengalami evolusi dan jenis
buaya baru banyak berkembang.
• Tumbuhan Konifer semakin umum, Bennefit dan Sequola jumlahnya
meningkat drastis.
• Kondisi Pangea terpecah. Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika,
dan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika serta Australia.
Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)
• Penguasa bumi: dinosaurus dan reptilia.
• Muncul mamalia beari-ari.
• Mamalia dan tumbuhan yang mempunyai bunga juga mulai
berkembang dengan pesat.
• Iklim sedang mulai muncul.
• India mulai memisahkan diri dari benua Afrika dan menuju ke Asia.
• Akhir zaman ini: kepunahan hewan-hewan berukuran besar seperti
Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan
Belemnit.
Zaman Kenozoikum atau Neozoikum
1. Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)
• Muncul kehidupan dari spesies jenis primata dan burung tak
bergigi.
• Burung-burung berukuran besar ini menyerupai burung unta.
• Ada juga fauna laut yang muncul seperti ikan, moluska dan
echinodermata
• Tumbuhan berbunga mengalami evolusi hingga menghasilkan
banyak variasi tumbuhan: semak belukar, tumbuhan merambat
dan rumput.
• zaman Tersier – Kuarter, hewan dan tumbuhan terus mengalami
kemunculan dan kepunahan seiring dengan adanya perubahan
cuaca secara global.
2. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)

• Plistosen (kurang lebih 1,8 juta - 10.000 tahun lalu)


• Terjadi lima kali jaman es (jaman glasial).
• Di zaman es, sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara
tertutup oleh es, termasuk wilayah Pegunungan Alpen, Pegunungan
Cherpatia dan Pegunungan Himalaya.
• Di antara 4 jaman es, terdapat zaman Intra Glasial, yakni ditandai
dengan iklim bumi yang lebih hangat.
• Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus
erectus).
• Flora dan fauna yang hidup kala itu sangat mirip dengan yang hidup di
masa sekarang.
Kala Holosen berlangsung setelah Kala Plistosen sampai sekarang.
• Manusia modern mulai muncul dengan peradaban barunya.
• Ilmu pengetahuan manusia mengalami peningkatan cukup pesat.
• Kala Holosen yang mengawali sejarah perkembangan manusia modern
hingga saat ini.
Fosil

• Berasal dari bahasa latin fodere yang berarti menggali.


• Fosil berupa tulang-belulang, tubuh, jejak, dan sisa makhluk hidup yang
terawetkan dalam batuan sediment.
• Cuvier menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan
makhluk hidup yang berbeda dari masa ke masa lainnya.
• Misalnya adaptasi kuda, zebra, keledai merupakan suatu adaptasi yang
jutaan tahun yang lalu merupakan hewan yang lemah, kecil berangsur-
angsur menjadi hewan yang lincah, kuat dan berlari sangat cepat
Bentuk-Bentuk Fosil
Fosil tubuh / body fossils
ahli paleontologi mendefinisikan sebagai fosil-fosil yang terdiri dari sisa-
sisa material organisme aslinya, seperti; cangkang, tulang, dan gigi.

Fosil jejak / trace fossils


ahli paleontologi mendefinisikan sebagai fosil-fosil yang dibentuk oleh
aktivitas atau perilaku organisme pada jaman dulu, seperti; jejak, jalur,
liang, pengerekan, sarang, dan koprolit (fosil kotoran).
Terbentuknya Fosil
proses yang
Di Siberia pernah
menyebabkan suatu
ditemukan bayi
organisme baik seluruh
mammoth (gajah purba)
Fosil yang terbentuk atau sebagian dari
yang berumur sekitar
oleh proses pengawetan tubuhnya tetap
44.000 tahun
terawetkan dengan
terawetkan pada tanah
sedikit perubahan sifat
yang membeku.
kimia maupun fisikanya.

Pengawetan tanpa perubahan sifat fisika


dan kimia sangat jarang terjadi dan fosil
dengan tipe ini sangat jarang terjadi.
Mineralisasi Pada kondisi lain, seluruh atau sebagian
dari tubuh organisme mengalami
penggantian oleh mineral yang disebut
proses mineralisasi.
Cangkang binatang tertinggal di dasar laut dan tertutupi oleh
sedimen. Kemudian sedimen tersebut mengalami kompaksi dan
membentuk batuan sedimen, dan cangkang tersebut
mengalami pelarutan dan meninggalkan cetakan pada batuan
Mold dan Cast sedimen tersebut yang disebut mold.
Apabila yang tercetak adalah bagian luar dari cangkang tersebut
di sebut eksternal mold, sedangkan bila yang tercetak bagian
dalamnya disebut internal mold. Bila cetakan tersebut terisi
oleh material lain maka akan terbentuk cast.

Pengawetan tanpa perubahan sifat fisika dan


kimia sangat jarang terjadi dan fosil dengan
tipe ini sangat jarang terjadi. Pada kondisi lain,
Karbonisasi
seluruh atau sebagian dari tubuh organisme
mengalami penggantian oleh mineral yang
disebut proses mineralisasi.
Evolusi Makhluk Hidup
Fosil Tanaman
• Kemungkinan tanaman terfosilkan sangatlah tipis.
• Tanaman seperti daun-daunan, rumput, dan lain-lain
Fosil Invertebrata
• Terawetkan dengan baik.
• Terawetkan secara keseluruhan.
• Kebanyakan hidup dalam rentang waktu tertentu.
Fosil Vertebrata

• Yang terawetkan:
Tulang dan gigi tahan
terhadap erosi,

Mosasaurus hoffmanni
Evolusi Kuda
• Sejak masa Eosen di Amerika Utara, sejumlah kecil fosil dari Eropa dan Asia.
• Jumlah yang sangat besar
• Sebagian besar fosil-fosil kuda ditemukan di Amerika Utara, kecuali
Palaeotherium yang hanya terdapat di Eropa.
• Kemudian kita menemukan juga fosil-fosil yang berada dalam lapisan yang
relative muda di Asia dan Eropa.
• Suku Equidae berevolusi di Amerika Utara, meskipun nenek moyangnya juga
berada di Eropa.
Evolusi Gajah
1. Moeritherium
• Moeritherium adalah nama genus.
• Berkerabat dengan gajah dan, lebih jauh lagi, sapi laut.
• Mereka hidup di masa Eocene.
• Spesies Moeritherium adalah hewan mirip babi yang hidup sekitar 37-35 juta tahun lalu.
• Bentuk Moeritherium menyerupai tapir modern atau kuda nil pigmi.
• Tidak punya belalai seperti gajah, memiliki bibir atas yang fleksibel dan kuat untuk
mencabut tumbuhan air.
• Gigi taring mereka membentuk gading kecil.
2. Barytherium
• Barytherium adalah genus dari ordo yang punah (Barytheriidae)
• binatang berbelalai primitif yang hidup pada Oligosen akhir Eocene dan awal di
Afrika Utara.
• Barytheriidae adalah Probiscidea ukuran besar pertama muncul dalam catatan
fosil dan yang ditandai dengan dimorfisme seksual yang kuat.
• Satu-satunya spesies yang dikenal dalam keluarga ini adalah Barytherium
kuburan, ditemukan pada awal abad ke-20 di Fayum, Mesir.
3. Numidotherium
• Numidotherium adalah sebuah genus punah berbelalai
• Ditemukan pada tahun 1984, yang hidup selama Eosen tengah sekitar 46 juta
tahun lalu di Afrika Utara, berat 200 kilogram.
4. Deinotherium
• Deinotherium atau disebut Gading
Pencangkul, adalah kerabat raksasa
dari gajah modern di Pertengahan
Miosen -Awal Pleistocene.
• Sama seperti gajah modern, kecuali
belalainya yang lebih pendek, dan ia
memiliki gading melengkung yang
melekat di rahang bawahnya.
• Deinotherium adalah mamalia darat
terbesar ketiga didunia.
• Deinotherium jantan dapat tumbuh
setinggi 3,5 hingga 4,2 meter pada
pundaknya.
• Beratnya diperkirakan mencapai 5
sampai 10 ton, jantan besarnya yang
mencapai 14 ton.
5. Platybelodon

• Platybelodon adalah genus


mamalia herbivora besar.
• Tinggal di Epoch Miosen, dan dari
Afrika, Eropa, Asia dan Amerika
Utara.
• Gading rendah untuk strip kulit
dari pohon.
• Platybelodon sangat mirip dengan
Amebelodon, spesies lain
gomphothere.
• Gading sekop untuk menggali air
di musim kemarau
6. Mastadon
• Mastadon atau mastodont (bahasa
Yunani: μαστός, "puting" dan οδούς,
"gigi") adalah spesies mamalia bergading
besar.
• Dari genus Mammut
• Ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika
Utara dan Amerika Tengah.
• Memiliki ukuran dan penampilan yang
mirip dengan gajah dan mamut, tetapi
tidak benar-benar berkerabat dekat.
7. Anancus
• Tingginya 2,5 m (8 kaki) mirip binatang gajah
modern dan memiliki dua taring.
• Kaki yang agak pendek
• Memiliki satu perbedaan utama dibandingkan
dengan gajah modern: gading jauh lagi, sampai
4 m (13 kaki).
• Gading adalah senjata pertahanan.
• Gigi geraham tidak terdiri dari lamellae seperti
gajah benar, tetapi katup, seperti tapir dan
geraham babi;
• Anancus tinggal di hutan, makan dari pohon
dan semak-semak dan menggali umbi-umbian
dan akar di HUTAN.
• Anancus setidaknya sama besar sebagai
sepupu nya mamut.
8. Cuvieronius
• Cuvieronius ini dinamai naturalis Perancis Georges Cuvier
• Memiliki tinggi 2.7m (9 kaki).
• Tampak seperti seekor gajah modern kecuali gading berbentuk spiral.
• Berkembang di Amerika Utara, tetapi juga salah satu mamalia beberapa
proboscid untuk menjajah Amerika Selatan.
9. Stegotetrabelodon
• Stegodon adalah genus dari
subfamili Stegodontinae yang
telah punah dari ordo
Proboscidea.
• Stegodon hidup di benua
Asia selama era Pliosen dan
Pleistosen.
• Beberapa spesies Stegodon
merupakan yang terbesar
dari antara semua
Proboscidea
• Stegodon dewasa memiliki
tinggi 13 kaki.
10. Mamut
• Mamut adalah genus gajah purba yang telah
punah.
• Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah
dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut
panjang.
• Hidup dalam masa Pleistosen sejak 1,6 juta
tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu.
• Spesies terbesar mamut yang diketahui,
Mammoth Sungai Songhua, memiliki tinggi
sekurangnya 5 meter pada pundaknya.
• Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton
• Mamut jantan yang besar beratnya dapat
mencapai 12 ton.
• Gading mamut sepanjang 3,3 meter
• Ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005.
• Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran
sebesar Gajah Asia modern.
11. Loxodonta
• Gajah Afrika adalah spesies gajah di Loxodonta genus
• Satu dari dua generasi yang ada di Elephantidae.
• Ukuran gajah Afrika lebih besar dari gajah Asia.
• Gajah Afrika betina memiliki tinggi 3 meter dan berat 3636 kg sampai
4545 kg
• Gajah jantannya memiliki berat sebesar 6800 kg
12. Gajah Asia
• Gajah Asia lebih kecil dari gajah Afrika dan memiliki titik badan tertinggi
di kepala.
• Telinga mereka kecil dengan batas dorsal lateral dilipat.
• Mereka memiliki hingga 20 pasang tulang rusuk dan tulang ekor 34.
• Memiliki struktur yang lebih kecil dari kuku gajah Afrika, lima pada
setiap kaki depan, dan empat pada setiap kaki belakang.
Pertanyaan
1. Amel: mengapa pembasuhan termasuk kedalam salah satu
syarat metode penentuan umur bumi ?
Jelaskan kembali mengenai Akresi nebula matahari !
2. Nada Hasna: Bagaiman cast dalam proses pembentukan
fosil?
3. Husnul: Sebutkan contoh contoh hasil dari proses
pembentukan fosil !
4. Sonya: mengapa bakteria masih ada sampai sekarang?
Bagaimana menentukan DNA pada fosil yang sudah
rusak?
5. Resha: pada 2,8-2,5 juta tahun yg lalu apakah tumbuhan
laut atau darat?
6. Nada: Berikan penjelasan tentang Daratan Gondwana !