Anda di halaman 1dari 34

KEWASPADAAN KLB & RESPON

PENYAKIT MENULAR GLOBAL

Wardanela Yunus, CVRN.SKM.MM


SEMINAR SEHARI PPI & PELANTIKAN PENGURUS HIPPII
CABANG JOGJAKARTATANGGAL, 29 SEPTEMBER 2018
PENDAHULUAN
PENGERTIAN
RESIKO PENULARAN PENYAKIT INFEKSI
METODE TRANSMISI : KONTAK,
DROPLET, AIRBORNE
-74-

Gambar 36. ALUR PASIEN INFEKSIUS

Edit 29 Juni 2017


Outbreak confirmed

Tindakan pencegahan Investigasi


langsung? lanjut?

-prophylaxis -Etiologi agent


- Isolasi - Modus Penularan
- Cara transmisi
- Peringatan Publik - Sumber Kontaminasi
- Tindakan hygiene - Populasi beresiko
- lain-lain - Sumber Paparan
KEJADIAN LUAR BIASA ?
 Sebelumnya tidak ada
tiba ada
 Peningkatan kejadian
dalam 3 kurun waktu
berturut turut
 Peningkatan kejadian 2x
dari periode sebelumnya
 Angka kasus kematian
(Case Fatality Rate)
meningkat 50 % dari
kasus kematian
sebelumnya
 Kasus penyakit
berkembang sedemikian
cepat
PEMBUKTIAN KLB
1. Informasi awal tentang jumlah kasus
2. Jika memungkinkan buktikan dengan microbiology
3. Beratnya masalah (kasus)
4. Data demography
5. Tempat dan waktu
6. Defenisi KLB
Transmission Based Precautions

• Hand Hygiene
Contact Precautions • Gown
• Gloves

• Hand Hygiene
Droplet Precautions • Mask

Airborne Precautions • Hand Hygiene


• Negative pressure room
• PAPR/N-95 Respirator mask
https://www.cdc.gov/hicpac/2007IP/2007isolationPrecautions.html
Breaking the chain of infection transmission

Equipment cleaning Hand Hygiene Compliance w/ Precautions


PENCEGAHAN TRANSMISI PENYAKIT
INFEKSI
 Tersedia Fasilitas pelayanan kesehatan terkait
program PPI
 Imunisasi petugas kesehatan yang berisiko
 Pendidikan & pelatihan petugas kesehatan
 Tersedia Kebijakan, standar dan panduan
pelayanan dan tindakan medis
 Kepatuhan petugas terhadap standar (SPO)
 Pencatatan & pelaporan sesuai ketetapan
rujukan (WHO/CDC)
 Penyediaan alat pelindung diri (APD) seperti
sarung tangan, gaun, jas lab, masker, dan
pelindung wajah dalam ukuran yang sesuai dan
di lokasi yang dapat diakses
PENCEGAHAN TRANSMISI PENYAKIT
INFEKSI
 Penyediaan fasilitas kebersihan tangan yang
memadai
 Identifikasi petugas yang bekerja dengan
eksposur berisiko tinggi
 Penyediaan pelayanan & perawatan medis dan
evaluasi untuk setiap karyawan yang memiliki
insiden paparan
 Tersedianya sarana pembuangan limbah
termasuk limbah benda tajam dan
pengelolaannya
 Penegakan aturan tidak makan, minum, merokok,
pengunaan APD yang tidak tepat di area
manapun yang berpotensi terkontaminasi.
INVESTIGASI KLB
 Identifikasi masalah dan penyebabbya
 Memastikan kondisi KLB
 Verifikasi diagnosis
 Menegakan diagnosis KLB
 Mencari penyelesaian masalah dengan
mengembangkan sistim penyelesaian masalah
 Membandingkan hypotesa epidemiologi studi
 Ukur keberhasilan
 Komunikasi
 Monitoring dengan surveilan
TIM TERKAIT DALAM KLB
 DIREKTUR RS
 KOMITE PPI
 KOMITE MEDIK
 KOMITE MUTU
 KOMITE KEPERAWATAN
 BIDANG PENUNJANG
 TENAGA AHLI/KONSULEN
Persiapan sarana Prasarana dalam
pencegahan KLB
 Struktur Bangunan
Ruangan tersendiri
Ante room & kamar mandiri tersendiri
Jarak antara – pasien, kemudahan dalam
pembersihan
Ventilasi yang adequat
Penempatan sarana kebersihan tangan
 Penyediaan sarana kesehatan
Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Kesehatan
Monitor dan tekanan negatif ruangan
Sarana pembersihan ruangan
 Manajemen klb
SPO
Kerjasama dengan RS lain (jika diperlukan)
Tim manajemen KLB
 Pendidikan & Pelatihan
pelatihan ipcn.doc.file. diklat.2017
Rumah sakit mengembangkan dan menerapkan sebuah
proses untuk menangani lonjakan mendadak (out break)
penyakit air borne
 Regulasi penempatan pasien bila terjadi ledakan pasien
(outbreak) : Pedoman PPI, Panduan Outberak, SPO, kebijakan
 Penempatan pasien airborne disiases dalam waktu singkat jika
tidak mempunyai kamar tekanan negatif termasuk di UGD dan
ruang lainnya (OW)
 Bukti pelaksanaan supervisi monitoring oleh IPCN terhadap
penempatan pasien airborne diseases dalam waktu singkat jika
tidak ada kamar tekanan negatif sesuai prinsip PPI
 Bukti pelaksanaan monitoring tekanan negatif dan penempatan
pasien secara rutin
 Bukti edukasi kepada staf tentang pengelolaan pasien infeksius
jika terjadi lonjakan pasien atau jika tidak mempunyai kamar
dengan tekanan negatif (ventilasi alamiah dan mekanik) (DW)
 Rumah sakit memiliki jejaring rujukan dengan RS lain (DW)
REGULASI YANG DIBUAT
• PEDOMAN PPI
• PEDOMAN PPI DI RUMAH SAKIT (SESUAI DENGAN JENIS & TYPE
RS)
• PANDUAN KEJADIAN LUAR BIASA (OUTBREAK)
• SPO PENGELOLAAN KEJADIAN LUAR BIASA
• KETERSEDIAAN RUANG ISOLASI
• KERJASAMA DENGAN RUMAH SAKIT LAIN (JIKA DIPERLUKAN)
• HASIL AUDIT KEPATUHAN TERHADAP SPO DAN APD
SPO EMERGING/RE EMERGING DESEASE
KEPATUHAN PENGGUNAAN APD
Contact Precautions
“Contact Precautions untuk mencegah penularan agen
infeksius, termasuk mikroorganisme, yang disebarkan
melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan
pasien atau lingkungan pasien.”
Perawatan pasien yang berisiko penularan melalui kontak lakukan kebersihan
tangan, memakai gaun isolasi dan sarung tangan / alat pelindung diri (APD)
untuk semua interaksi (yang mungkin melibatkan kontak dengan pasien atau
area yang berpotensi terkontaminasi di lingkungan pasien
Gunakan APD sesuai Kebutuhan segera sebelum prosedur dilakukan
Lepaskan segera jika selesai pelaksanan tindakan

S”IAPA PUN YANG MEMASUKI RUANG PASIEN YANG HARUS MEMATUHI


TINDAKAN YANG BERBASIS TRANSMISI”
Droplet Precautions
“Kewaspadaan Droplet dimaksudkan untuk mencegah penularan patogen
yang menyebar melalui kontak membran pernapasan atau selaput lendir
dekat dengan sekresi”
“Patogen yang spred tetesan yang tidak terlalu jauh oleh karena itu tidak
memerlukan penanganan udara dan ventilasi khusus untuk mencegah penularan
droplet..”
• Menggunakan masker bedah
• Jarak tempat tidur pasien 1.5 M
• Pasien menggunakan masker saat transportasi keluar ruangan
MONITORING TRANSFER PASIEN
Airborne Precautions
“Airborne Precautions mencegah penularan agen
infeksi yang tetap menular melalui jarak jauh ketika
tersuspensi di udara (campak, cacar air, TB)”
Pasien ditempatkan dalam ruangan isolasi airborne/single
room dengan peralatan tersendiri, ventilasi mekanik, ventilasi
natural dengan regulasi khusus
monitor negative pressure di ruangan isolasi :
• 6 or 12 pertukaran udara/jam
• Udara ditarik langsung keluar ruangan menggunakan exhausted atau system
hepafilter
• Pintu selalu tertutup
• Petugas menggunakan masker N-95 respirator
• Visitors entering must wear surgical mask
Type Ruang Isolasi berdasarkan
pengaturan tekanan udara

LOKASI :
• DI UNIT GAWAT DARURAT
• INTENSIVE CARE
• RUANG RUANG PERAWATAN
(PENY.DALAM)
• RUANG ISOLASI KONDISI KHUSUS

 Type S (tidak ada beda tekanan dengan ruangan sekitar) : Isolasi Kontak
 Type N (tekanan udara lebih negatif daripada ruangan sekitar) : Isolasi Droplet
 Type P (tekanan udara lebih positif daripada ruangan sekitar) : Isolasi Airborne
 Type N-P (tekanan udara bisa disesuaikan tergantung pasien yang dirawat)  tidak
rekomendasikan karena kesulitan perawatan dan pengoperasian.
ISOLASI STANDAR
RUANG ISOLASI NATURAL VENTILASI

Bisa sederhana dengan memaksimalkan


natural ventilasi atau dengan bantuan
wall fan dan ekshaus fan.
AUDIT pengendalian infeksi yang
direkomendasikan untuk mengendalikan wabah ini

REKOMENDASI YES/NO
Hand hygiene
Standard Precaution
Isolasi pasien
Pembersihan dan disinfeksi ruangan
Peralatan perawatan pasien
Pemenuhan sarana & prasarana
Pendidikan dan pelatihan
Pertahankan tingkat kepatuhan staf
Contoh l: Diagram Fishbone
Berakhirnya KLB

 Membuat laporan tertulis


 Komunikasi &
Menyampaikan
 Keputusan berakhirnya
KLB oleh direktur RS
 Evaluasi Kinerja

pelatihan ipcn.doc.file. diklat.2017


KESIMPULAN
1.Penyakit menular disebabkan adanya agent penyebab yang
mengakibatkan perpindahan atau penularan penyakit
2.KLB adalah peningkatan jumlah kasus yg cukup bermakna dari yg
diharapkan/tingkat endemisitas pada kurun waktu tertentudan
munculnya kasus yg sebelumnya belum perah ada atau muncul
kembali lebih dari 2 kali lipat
3.KLB harus segera di tanggulangi oleh tim yang ditunjuk untuk
mencegah penyebaran lebih lanjut
4.Regulasi yang harus disiapkan : Pedoman PPI, Panduan KLB,
SPO, hasil audit, sistim pelaporan