Anda di halaman 1dari 45

Activity Based Costing

and Activity Based Management

KELOMPOK 1 :
1. Muhammad Quraish Shihab (041711333005)
2. Ita Devi Sagita (041711333012)
3. Laililia Binti Mohamad Sofyan (041711333029)
4. Cindy Chintya Dewi (041711333112)
5. Komang Gede Danzel T (041711333118)
6. Tiolan Sweeter Simanjuntak (041711333119)
7. Arista Yuliana Sari (041811333171)
8. Rizki Nur Sa’diyah (041711333143)
TOPIK BAHASAN
Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya
01 Berdasarkan Fungsional

Perhitungan Biaya Produk


02 Berdasarkan Aktivitas

Biaya Berdasarkan Aktivitas Pelanggan


03 dan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Pemasok

04 Analisis Nilai Proses


01 KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA
BERDASARKAN FUNGSIONAL

Contoh :
A & B membeli es krim
A = Membeli es krim cokelat tanpa toping seharga 10k
B = Membeli eskrim cokelat dengan 2 toping seharga 15k

A + B = 25K
RATA-RATA : Informasi kos
25.000 / 2 = 12.500 per orang produk
ACTIVITY BASED yang akurat untuk
A : Membayar lebih mahal 2.500 dari COSTING (ABC) pengambilan
yang seharusnya keputusan
B : Membayar lebih rendah dari yang
sebenarnya

TIDAK AKURAT
Activity-based Costing

Activity-based costing (ABC) adalah model


akuntansi biaya. Model ABC ini digunakan untuk
mengalokasikan semua biaya, berdasarkan
sumber daya yang digunakan untuk menjalankan
aktivitas yang berkaitan dengan produk dan jasa
yang disediakan bagi pelanggan.
Penggunaan Activity-based Costing

• Ada limalangkah yang dilibatkandalammelakukananalisis ABC (Kaplan &


Cooper, 1998):

1. Tentukan objek biaya, aktivitas tidak langsung, dan sumber daya yang digunakan bagi
aktivitas tak langsung
2. Tentukan biaya per aktivitas tak langsung
3. Identifikasi cost driver untuk setiap sumber daya
4. Hitungbiaya total produktidaklangsunguntukjenisobjekbiaya
5. Membagi biaya total berdasarkan kuantitas untuk biaya tidak langsung per objek
individu.
ACTIVITY BASED COSTING
(ABC)

Sumber
Aktivitas KOS Produk
daya
Logikanya adalah tidak akan terjadi kos apabila tidak ada aktivitas

Maka tahap pertama dalam menentukan kos adalah menentukan


aktivitas-aktivitas yang terjadi selanjutnya menelusuri biaya aktivitas ke obyek biaya

Terdapat 4 kelompok level aktivitas :


1. Unit level activity
2. Batch level activity
3. Product level activity
4. Facility sustaining level activity
Dua faktor utama yang mengacaukan kemampuan tarif pabrik dan
departemental berdasarkan unit dalam membebankan biaya overhead
secara akurat :

Besarnya FOH yang • Non unit level activities (tidak


tidak terkait dengan berubah berdasarkan unit aktivitas)
unit • Contohnya : kos set up peralatan

• Tiap produk mengonsumsi aktivitas overhead yang berbeda-


beda dengan berbagai alasan :
• 1. Ukuran produk
Keragaman produk • 2. Kerumitan produk
• 3. Waktu setup
• 4. Ukuran batch
Rasio Konsumsi
Adalah proporsi dari setiap aktivitas yang
dikonsumsi oleh sebuah produk dengan
menggunakan pemicu aktivitas

Rasio konsumsi = Jumlah pemicu aktivitas per produk


Total kuantitas pemicu
CONTOH
UKURAN PENGGUNAAN AKTIVITAS DATA BIAYA AKTIVITAS
DELUX REG TOTAL AKTIVITAS B.A
Unit produksi 10 100 110 PERAKITAN $500
Biaya utama $800 $8000 $8800 Setup peralatan $1000
Jam TKL 20 80 100
Jam setup 3 1 4

Ditanya : Rasio konsumsi setiap produk ?

Jawab :

RASIO KONS
Aktivitas OH Delux Reg Pemicu aktivitas
Perakitan 0,20 0,80 Jam TKL
Setup peralatan 0,75 0,25 Jam setup
Menghilangkan Permasalahan Distorsi Biaya
Menggunakan Tarif Aktivitas
CONTOH

UKURAN PENGGUNAAN AKTIVITAS DATA BIAYA AKTIVITAS


DELUX REG TOTAL AKTIVITAS B.A
Unit produksi 10 100 110 PERAKITAN $500
Biaya utama $800 $8000 $8800 Setup peralatan $1000
Jam TKL 20 80 100
Jam setup 3 1 4

Ditanya : Rasio aktivitas ?


Jawab : B.A / total kuantitas pemicu

TARIF PERAKITAN $500/100 jam TKL = $5 per jam TKL


TARIF SETUP $1000/ 4 jam setup = $250 per jam setup
Menghitung Biaya per Unit Berdasarkan Aktivitas
Informasi:
Data tariff aktivitas pada pabrik Porto Behlo di Rio Novo untuk model deluxe
dan regular disajikan sebagai berikut.

Deluxe Reguler Tarif Aktivitas


Jumlah unit yang diproduksi 10 100

Biaya Utama $800 $8000


Jam setup 3 1 $250
Jumlah Pemindahan 6 4 $100
Jam mesin 10 40 $30

Jam tenaga kerja langsung 20 80 $5


Diminta:
Hitunglah biaya per unit untuk model deluxe dan regular.
Solusi:
Deluxe Reguler
Biaya Utama $800 $ 8000
Biaya overhead
Setup:
$ 250 x 3 jam setup 750
$ 250 x 1 jam setup 250
Pemindahan bahan baku
$ 100 x 6 pemindahan 600
$ 100 x 4 pemindahan 400
Permesinan:
$30 x 10 jam mesin 300
$ 30 x 40 jam mesin 1200
Perakitan:
$ 5 x 20 jam tenaga kerja 100
langsung
$ 5 x 80 jam tenaga kerja 400
langsung
Total biaya produksi $ 2.250 $ 10.250
Jumlah unit yang diproduksi :10 :100

Biaya per unit (total biaya/jumlah $ 255 $ 102,50


unit)
.

Perbandingan Biaya Produk Berdasarkan Fungsional dan Berdasarkan Aktivitas


Tarif pabrik berdasarkan jam tenaga kerja langsung dihitung sebagai berikut
Tarif overhead = total biaya overhead / total jam tenaga kerja langsung

$ 4.000/100 = $40 per jam tenaga kerja langsung


Biaya produk untuk setiap produk dengan menggunakan tarif overhead tunggal tersebut dihitung sebagai berikut.

Deluxe Reguler
Biaya utama $ 800 $ 8.000
Biaya overhead
$ 40 x 20 800
$ 40 x 80 3.200
Total biaya $1.600 $11.200
Jumlah yang diproduksi :10 :100
Biaya per unit $ 160 $ 112
Mengilustrasikan Hubungan : Keragaman Produk
dan Akurasi Perhitungan Biaya Produk

Untuk tarif overhead tingkat unit yang


mengalami kegagalan, produk-produk biasanya
mengonsumsi aktivitas tingkat nonunit dengan
selisih yang cukup besar dengan aktivitas tingkat
unit. Semakin besar keragaman pola konsumsinya,
semakin besar potensi terjadinya distorsi biaya
produk. Sebagai contoh, model regular di Rio Novo
mengonsumsi aktivitas dalam proporsi berikut.
• 25 persen dari jam setup
• 40 persen dari jumlah pemindahan
• 80 persen dari jam mesin
• 80 persen dari jam tenaga kerja langsung
Struktur khusus ini berarti bahwa rasio konsumsi rata-rata untuk dua aktivitas tingkat
unit dan dua aktivitas tingkat nonunit dapat digunakan untuk membebankan biaya aktivitas
ke setiap produk, dan akan memperoleh pembebanan yang sama seperti saat dilakukan
dengan menggunakan masing-masing aktivitas. Hal ini dapat dihitung dengan:
Biaya overhead = rasio konsumsi rata-rata x total biaya dari setiap rangkaian aktivitas
Rasio konsumsi rata-rata untuk produk regular adalah sebagai berikut.

Aktivitas tingkat unit = (0,80 + 0,80)/2


= 0,80
Aktivitas tingkat non unit = (0,25 + 0,40)/2
= 0,325
Oleh karena itu, untuk produk regular adalah sebagai berikut.
Biaya overhead = (0,80 x $2.000) + (0,325 x $2.000)
= $1.600 + $650
= $2.250
Biaya overhead tersebut sama besar dengan pembebanan menggunakan masing-masing
aktivitas dan tariff aktivitas.
Untuk mengkaji pengaruh dari akurasi kergaaman
produk, kita tetapkan rasio konsumsi tingkat unit sama
dan memniarkan rasio konsumsi tingkat nonunit rata-
rata berubah. Hal ini akan menghasilkan persamaan
pembebanan biaya overhead berikut untuk produk regular.

Biaya overhead = $ 1.600 + rasio konsumsi nonunit rata-rata x $2.000


Dengan menggunakan persamaan tersebut, tampilan 7.4 memperlihatkan
biaya overhead yang dibebankan ke model regular saat rasio konsumsi
tingkat nonunit rata-rata berubah
Sisi Lain Potensi penggunaan Activity-based Costing

1. Memberikan pemahaman yang lebih baik bagi manajemen perusahaan meng


enai cost driver
2. Mampu membedakan antara biaya yang memberikan nilai tambah (value–addi
ng cost) dan biaya yang tidak memberikan nilai tambah (non value–adding c
osts).
3. Mampu menyediakan informasi untuk analisis profitabilias per produk dan pela
nggan. Dalam organisasi perusahaan, seringkali ditemukan beberapa produk
atau pelanggan yang tidak memberikan kontribusi profit terhadap perusahaan
.
4. Mampu memberikan informasi secara akurat bagi manajemen, selain untuk al
okasi biaya overhead, manajemen dapat berfokus pada eliminasi biaya overhe
ad.
03 Biaya Berdasarkan Aktivitas Pelanggan
Activity Based Costing dapat digunakan
untuk menentukan keakuratan biaya
pemasok dan pelanggan
Contoh yang Diambil : LSI Logic
yaitu sebuah produsen semikonduktor
berteknologi tinggi

• Mengimplementasikan perhitungan biaya pelanggan


berdasarkan Activity Based Costing (ABC) dan menemukan
10% dari pelanggannya memiliki kontribusi sekitar 90% dari
laba perusahaan
• Perusahaan sesungguhnya merugi materi sekitar 50%
pelanggannya
• Sistem ABC mengubah pelanggan yang tidak
menguntungkan menjadi menguntungkan dan meminta pihak
yang tidak memberikan pengembalian yang memadai untuk
membawa bisnisnya ke tempat lain
• Konsekuensinya : penjualannya akan menurun, tetapi
labanya menjadi 3x lipat
Hubungan antara pelanggan dan kontribusinya terhadap profitabilitas perusahaan
Activity Based Customer Costing
Customer diversity merupakan hal yang mungkin.
Hal yang menyebabkan customer diversity :

Frekuensi Frekuensi Jarak geografis Dukungan Dukungan teknik


pesanan pengiriman penjualan dan
promosi
Pembebanan biaya layanan pelanggan pada
pelanggan dilakukan dengan cara yang sama
dengan biaya produksi yang dibebankan pada
produk

Aktivitas yang digerakkan pelanggan diidentifikasi dan


dimasukkan dalam daftar activity dictionary (merupakan daftar
aktivitas lengkap yang diidentifikasi dan digunakan dalam
analisis ABC)

Activity dictionary terdiri dari :


Perhitungan 1. Nama aktivitas
2. Penjelasan aktivitas
biaya 3. Klasifikasi primary dan
secondary activities

pelanggan 4. Daftar pengguna


5. Identifikasi activity output
Contoh perhitungan biaya pelanggan ABC
RPT, Inc.
RPT, Inc. Memproduksi suku cadang kecil untuk 11
pembeli utama.
Pelanggan besar
10 pelanggan yang
lebih kecil
Dari 11 pelanggan, terdapat 1 rekening yang
mencatat 50% dari total penjualan dan 10 rekening
Unit yang dibeli 500.000 500.000 untuk penjualan lainnya.
Pesanan yang dibuat oleh 10 pelanggan yang
Pesanan yang
2 200 lebih kecil memiliki ukuran yang kira-kira sama.
dibuat

Jumlah tindakan
10 210 Saat ini, biaya yang digerakkan pelanggan
penjualan
dibebankan pada pelanggan berdasarkan unit
Biaya produksi $ 3.000.000 $ 3.000.000 yang terjual

Biaya pemenuhan Diminta :


pesanan yang $ 202.000 $ 202.000
dialokasikan* Menetapkan biaya kepada pelanggan
menggunakan pendekatan ABC
Biaya tenaga
penjualan yang $ 110.000 $ 110.000 * Dialokasikan berdasarkan volume pembelian
dialokasikan *
Jawaban
RPT, Inc.
ABC memperbaiki pembebanan dengan menggunakan
10 pelanggan yang
Pelanggan besar jumlah pesanan dan jumlah tindakan penjualan
lebih kecil

Tarif aktivitas untuk pemenuhan pesanan :


Unit yang dibeli 500.000 500.000 (202.000+202.000) / (2+200) = $ 2.000

Pesanan yang dibuat 2 200 Tarif aktivitas untuk aktivitas penjualan :


(110.000+110.000) / (10+210) = $ 1.000

Jumlah tindakan
10 210
penjualan
Pelanggan besar 10 pelanggan
Biaya produksi $ 3.000.000 $ 3.000.000 yang lebih kecil
Biaya pemenuhan
pelanggan
Biaya pemenuhan
pesanan yang $ 202.000 $ 202.000 $ 2.000 x 2 $ 4.000
dialokasikan*
$ 2.000 x 200 $ 400.000
Biaya tenaga penjualan
Biaya tenaga
penjualan yang $ 110.000 $ 110.000 $ 1.000 x 10 $ 10.000
dialokasikan *
$ 1.000 x 210 $ 210.000

* Dialokasikan berdasarkan volume pembelian


Activity Based Supplier Costing
ABC juga dapat membantu manager untuk
mengidentifikasi biaya sesungguhnya dari
supplier. Biaya dari supplier biasanya
lebih tinggi dari harga pembelian
komponen atau bahan yang didapat

Pembebanan biaya pembelian dari supplier


seharusnya juga melingkupi biaya
kualitas, keandalan, dan pengiriman
barang yang tertunda

Manager kemudian diminta untuk


mengevaluasi supplier berdasarkan total
biaya, bukan hanya harga beli
Beberapa contoh kegiatan yang
diakibatkan oleh pemasok melip
uti yang berikut ini :

• Metodologi biaya supplier 1. Purchasing


yang menetapkan biaya 2. Receiving
kegiatan yang terkait dengan
supplier kepada supplier 3. Inspection of incoming comp
dengan pola yang sama onents
seperti pembebanan biaya 4. Reworking product
layanan pelanggan
5. Expediting product
6. Warranty work
Contoh Penghitungan Activity-Based
Supplier Costing
04
ANALISIS NILAI PROSES (PROCESS VALUE ANALYSIS-PVA)

Analisis Nilai Proses (PVA):


 merupakan hal yang fundamental bagi akuntansi
pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas
Berfokus pada akuntabilitas berbagai aktivitas dan
menekankan pada maksimalisasi kinerja keseluruhan sistem
Berkaitan dengan analisis penggerak, analisis aktivitas dan
pengukuran kinerja aktivitas.
PVA- Analisis Penggerak
Analisis penggerak adalah usaha yang dilakukan untuk mengidentifikasi
berbagai faktor yang merupakan akar pemicu dari biaya aktivitas.
Tujuan mengetahui akar pemicu adalah agar dapat mengambil tindakan untuk
memperbaiki aktivitas tersebut.

Contoh:
Suatu analisis dapat mengungkapkan akar pemicu biaya perpindahan bahan
baku adalah tata letak pabrik. Sehingga pengaturan ulang tata letak pabrik
dapat mengurangi biaya perpindahan bahan baku.
PVA- ANALISIS AKTIVITAS

Analisis aktivitas adalah proses untuk mengidentifikasi,


menjelaskan, dan mengevaluasi berbagai aktivitas yang
dilakukan perusahan.

Analisis aktivitas harus menunjukkan empat hasil yaitu:


1. Aktivitas apa saja yang dilakukan
2. Berapa banyak orang yang melakukan aktivitas tersebut
3. Waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan
berbagai aktivitas
4. Penilaian atas nilai aktivitas bagi perusahaan.
PVA- ANALISIS AKTIVITAS

Aktivitas dapat diklasifikasikan atas:


1. Aktivitas bernilai tambah
2. Aktivitas tak bernilai tambah
AKTIVITAS BERNILAI TAMBAH
Adalah berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat bertahan
dalam bisnis.
Terdiri atas:
1. Aktivitas bernilai tambah berdasarkan peraturan, yaitu aktivitas yang disyaratkan
untuk memenuhi peraturan hukum
2. Aktivitas discretionary, yaitu aktivitas yang bernilai tambah jika secara simultan
memenuhi syarat:
a. Aktivitas yang menghasilkan perubahan kondisi
b. Perubahan kondisi yang tidak dapat dicapai melalui aktivitas sebelumnya
c. Aktivitas yang memungkinkan berbagai aktivitas lainnya dilakukan.

Contoh : aktivitas pemotongan pipa pada pabrik silinder hidrolik.


AKTIVITAS TAK BERNILAI TAMBAH

 Adalah semua aktivitas selain aktivitas yang paling penting untuk


tetap bertahan dalam bisnis , sehingga dipandang tidak perlu.
Dapat diidentifikasi dari ketidakmampuannya memenuhi salah
satu dari tiga syarat aktivitas bernilai tambah.
Contoh: pengerjaan ulang karena produk cacat
Biaya tak bernilai tambah: adalah berbagai biaya yang
disebabkan oleh aktivitas tak bernilai tambah atau kinerja tidak
efisien dari aktivitas bernilai tambah.
PENGURANGAN BIAYA
• Tujuan analisis aktivitas adalah eliminasi pemborosan untuk mengurangi
biaya.
• Berbagai usaha untuk mengurangi biaya dari berbagai produk dan proses
yang ada yang mengarah pada penurunan biaya yang tak bernilai tambah
disebut sebagai perhitungan biaya Kaizen.
• Analisis aktivitas dalam perhitungan biaya Kaizen dapat mengurangi biaya
melalui empat cara yaitu:
1. Eliminasi aktivitas
2. Pemilihan aktivitas
3. Pengurangan aktivitas
4. Penyatuan aktivitas
PVA- PENGUKURAN KINERJA AKTIVITAS
• Adalah untuk menilai seberapa baik berbagai aktivitas
dan proses dilakukan untuk memperbaiki profitabilitas.
• Terdapat dalam bentuk keuangan dan non keuangan
• Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi
utama:
1. Efisiensi (keuangan)
2. Kualitas (non keuangan)
3. Waktu (non keuangan)
PVA- PENGUKURAN KINERJA AKTIVITAS

• Ukuran keuangan untuk efisiensi aktivitas


meliputi:
1. Laporan biaya bernilai tambah dan tak
bernilai tambah
2. Trend dalam laporan biaya aktivitas
3. Penetapan standar Kaizen (perbaikan yang
direncanakan untuk periode masa
mendatang)
4. Benchmarking (identifikasi berbagai peluang
perbaikan aktivitas)
5. Perhitungan biaya siklus hidup
Analisis Nilai Proses
Manajemen Berdasarkan Aktivitas

Meningkatkan
Meningkatkan Nilai
Nilai Pelanggan&
Pelanggan& ANALISIS NILAI PROSES LABA
LABA

PENGURANGAN BIAYA

PEMBOROSAN BIAYA
ANALISIS NILAI PROSES

Analisis
EFISIENSI Pemicu/Akar
ANALISIS AKTIVITAS
Permasalahan

Mengidentifikasi Menguraikan Mengevaluasi

1.Aktivitas-Aktivitas apa saja yang dilakukan


2.Berapa jumlah orang yang melakukan aktivitas
3.Waktu dan Sumber daya yang diperlukan untuk melakukan aktivitas
4.Penaksiran nilai dari aktivitas keorganisasi termasuk rekomendasi untuk mempertahankan aktivitas-
aktivitas bernilai tambah.
ANALISIS AKTIVITAS

AKTIVITAS YANG TIDAK BERNILAI


AKTIVITAS BERNILAI TAMBAH
TAMBAH

1.Memenuhi Syarat Hukum

2. Syarat diskresi yaitu:


-Aktivitas menghasilkan perubahan
bentuk 1.DIHAPUS
-Perubahan bentuk tidak dapat diperoleh 2.DIKURANGI
dari aktivitas sebelumnya 3.PEMILIHAN AKTIVITAS
-Aktivitas membuat aktivitas lainnya dapat 4.PEMBAGIAN AKTIVITAS
dilaksanakan
PENGUKURAN KINERJA

EFESIENSI WAKTU
KUALITAS
Manajemen Biaya Kualitas adalah aktivitas dalam penglolaan biaya kualitas
secara efektif karena akan berdampak signifikan bagi penghematan biaya.

Aktivitas terkait kualitas terdiri dari biaya pencegahan,biaya penilaian, biaya


Kegagalan Internal, dan biaya Kegagalan Eksternal.

Manajemen Biaya Lingkungan; biaya lingkungan dikaitkan dengan


penciptaan,pendeteksian,pemulihan dan pencegahan terhadap penurunan
kondisi lingkungan.

Biaya ini juga terdiri dari biaya pencegahan, pendeteksian,biaya kegagalan


internal dan biaya eksternal.
Thank you