Anda di halaman 1dari 11

MANUSIA MENURUT ISLAM

Alexis Carrel, psikolog mashur, dalam bukunya


Man, The Unknown menyatakan bahwa manusia
adalah sebuah misteri yang belum terpecahkan.
Al Qur’an sendiri menyebut manusia dalam
beberapa kata: an-nas, al-basyar, al-insan.
• Manusia tercipta melalui proses panjang dan
mengagumkan. “Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari saripati tanah.
Kemudian Kami menjadikannya di tempat yang
kokoh. Kemudian Kami jadikan segumpal darah,
dan segumpal darah itu Kami jadikan segumpal
daging. Lalu segumpal daging itu Kami jadi
jadikan tulang. Selanjutnya, tulang itu Kami
bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan
ciptaan yang berlainan. Maka sungguh Allah itu
Maha Pemberi, Pencipta yang paling baik (QS. Al-
Mu’minun: 12-14)
Proses Penciptaan Manusia
• Ada beberapa ayat Al-Qur’an yang berbicara
tentang reproduksi manusia menegaskan
bahwa manusia tercipta dari sesuatu yang
merupakan asal baginya, yaitu dari tanah atau
dari saripati yang berasal dari tanah.
• Menurut Quraish Shihab (1987) sewaktu
menyitir Qs. Al-Mu’minun ayat 12-14, beliau
menyimpulkan bahwa proses kejadian
manusia secara fisik/materi ada lima tahap.
Lanjutan ...
• 5 tahap tersebut adalah
(1) nuthfah (tetes air mani yang menembus sel telur);
(2) ’alaqah (gumpalan darah di dalam rahim);
(3) mudlghah atau pembentuk organ-organ penting,
yang dalam Qs. Al-Hajj ayat 5 ditegaskan adanya
mudlghah mukhallaqah (mudlghah yang berbentuk
secara sempurna) dan mudlghah ghoiru mukhallaqah
(mudlghah yang cacat atau tidak terbentuk secara
sempurna);
(4) ’idham (tulang); dan
(5) lahm (daging).
Substansi Penciptaan Manusia : Tanah
dan Ruh
• Mula-mula Allah SWT menciptakan Adam dari
tanah dan kemudian ditiupkan ruh-Nya,
sehingga manusia Adam itu menjadi hidup,
mampu mengingat, berfikir, berkehendak,
merasa, mencintai dan membenci, mampu
berangan-angan, menilai dan menentukan
pilihan, serta kemampuan-kemampuan
lainnya (Zainy. 1980).
Selain proses penciptaan yang begitu mengagumkan
itu, Tuhan meniupkan ruh dalam diri manusia.
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan
ruhNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan, dan hati, tetapi sedikit betul dari kalian
yang bersyukur” (QS. As Sajdah: 9)
Viktor Frankl, tokoh psikologi humanistik, menyebutkan
bahwa manusia memiliki tiga dimensi; yaitu dimensi
raga (somatis) kejiwaan (psikis) dan ruhani (noetic).
Dimensi yang terakhirlah yang menunjukkan bahwa
kita adalah manusia.
Menurut Ali Syariati On the Sociology of Islam
(1970) bertemunya dua unsur manusia; tanah
dan ruh yang ditiupkan Tuhan merupakan dua
kutub yang berlawanan. Unsur tanah
melambangkan dimensi jasmani dan unsur
Ruh Ilahi melambangkan ruhani manusia yang
mendorong manusia berbuat baik dan
menyesali atas perbuatan dosa.
Psikolog Dan Karakter Dasar Manusia
• Mazhab Pertama mengandaikan bahwa
manusia pada dasarnya bersifat jahat. Tingkah
laku manusia digerakkan daya yang bersifat
negatif, destruktif dan tidak disadari.
Kehidupan manusia sebenarnya diarahkan
untuk pemenuhan prinsip kesenangan.
Mazhab ini dianut oleh tokoh psikoanalisis
Sigmud Freud.
• Mazhab Kedua menyatakan bahwa manusia pada
dasarnya terlahir netral, bak tabula rasa atau
kertas putih. Lingkungan lah yang akan
menentukan arah perkembangan tingkah laku
manusia melalui proses belajar. Mazhab ini
dianut psikolog behaviorisme radikal, BF. Skinner.
• Mazhab Ketiga menyatakan bahwa manusia
pada dasarnya terlahir baik. Tingkah laku
manusia pada dengan sadar, bebas dan
bertanggung jawab dibimbing daya-daya
positif yang berasal dari dalam dirinya sendiri.
Teori dianut oleh Abraham Maslow. Piramida
kebutuhan manusia menurut Abraham
Maslow menunjukkan kebutuhan tertinggi
manusia adalah aktualisasi dirinya.
Al Qur’an sendiri menyebutkan, bahwa pada
dasarnya manusia itu baik. Fitrahnya suci dan
beriman (QS 7:72), kecenderungan kepada agama
dan kebaikan (QS 30: 30), merindukan Tuhan (QS 39:
8-49), taat, khusuk, tawakkal, dan tidak ingkar (QS
17:66-69)
Tanggung Jawab Manusia
1. Mengabdi kepada Tuhan melalui beriman dan
berbuat baik (QS Ad Dzariyat:56). Peran sebagai
abdullah (hamba Tuhan)
2. Menjaga kelestariaan alam semesta dan membangun
orkestra harmoni manusia (QS. Al Baqarah: 31).
Peran sebagai khalifah (pemimpin)

Anda mungkin juga menyukai