Anda di halaman 1dari 32

PENDEKATAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA INOVATIF DAN

INTEGRASI DALAM AKSELERASI ELIMINASI DAN


PENCAPAIAN TARGET KUSTA NASIONAL

DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER


KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Disampaikan Pada :
AKSELERASI PENCAPAIAN TARGET NASIONAL PROGRAM PENCEGAHAN
DAN PENGENDALIAN PENYAKIT KUSTA
Bekasi, 9 – 11 Oktober 2018
OUTLINE

1 PENDAHULUAN

PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN


2
PENDEKATAN KELUARGA

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN


3 KUSTA TERINTEGRASI DENGAN PISPK

4 PENUTUP
1. PENDAHULUAN
Visi dan Misi Presiden
“… Meningkatkan kualitas hidup
manusia Indonesia …”
- Nawacita

PROGRAM INDONESIA
PROGRAM SEHAT PROGRAM
INDONESIA PINTAR INDONESIA KERJA

Paradigma Sehat Penguatan Yankes Jaminan Kesehatan Sosial

PENDEKATAN KELUARGA KELUARGA


DTPK NUSANTARA SEHAT
GERMAS SEHAT
PESAN PRESIDEN

“ Tenaga kesehatan harus


aktif mendatangi
masyarakat, jangan
menunggu di Puskesmas
menunggu orang sakit,
datangi mereka. Gercarkan,
beritahukan mana yang
benar mana yang enggak
benar dan mana yang
harus dilakukan dan mana
yang tidak boleh dilakukan
sehingga pendekatan
kepada keluarga ini sangat
diperlukan ”.

5
Sasaran Pokok Pembangunan Kesehatan
RPJMN 2015 - 2019

“...Meningkatnya akses
dan mutu pelayanan Terpenuhinya
“ …Meningkatnya kesehatan dasar dan kebutuhan tenaga
rujukan terutama di kesehatan, obat
status kesehatan & T/ST/Perbatasan…” dan vaksin
gizi ibu dan anak”

“…Meningkatnya cakupan
“...Meningkatnya yankes universal melalui Meningkatkan
pengendalian Kartu Indonesia responsivitas
penyakit…” Sehat dan kualitas sistem
pengelolaan SJSN
Kesehatan..”
kesehatan
Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015 - 2019
ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN

RPJMN I RPJMN II RPJMN III RPJMN IV


2005-2009 2010-2014 2015-2019 2020-2024

UPAYA KURATIF
REHABILITATIF VISI
MASYARAKAT
YANG MANDIRI
UNTUK
HIDUP SEHAT
UPAYA PREVENTIF,
PROMOTIF

Arah pengembangan upaya kesehatan, dari kuratif bergerak ke arah preventif, promotif
sesuai kondisi dan kebutuhan
Standar Pelayanan Minimal (SPM) 8

Dasar Hukum
UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014
TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 2 TAHUN 2018


TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL
SPM adalah ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang
merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap
warga negara secara minimal, meliputi:
1.Pendidikan;
2.Kesehatan;
3.Pekerjaan umum;
4.Perumahan rakyat;
5.Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan masyarakat;
6.Sosial.
SPM BIDANG KESEHATAN

PERMENKES NO. 43 TAHUN 2016 TENTANG PP NOMOR 2 TAHUN 2018


STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL

SPM KABUPATEN/KOTA SPM PROVINSI

No SPM
No SPM
1 Pelayanan kesehatan ibu hamil
1 pelayanan kesehatan bagi penduduk
2 Pelayanan kesehatan ibu bersalin terdampak
3 Pelayanan kesehatan bayi baru lahir krisis kesehatan akibat bencana
4 Pelayanan kesehatan balita dan/atau
5 Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar berpotensi bencana provinsi
6 Pelayanan kesehatan pada usia produktif 2 pelayanan kesehatan bagi penduduk
pada
7 Pelayanan kesehatan pada usia lanjut
kondisi kejadian luar biasa provinsi
8 Pelayanan kesehatan penderita hipertensi
9 Pelayanan kesehatan penderita Diabetes Melitus
10 Pelayanan Kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat
11 Pelayanan kesehatan orang dengan TB
12 Pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV
2. PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN
PENDEKATAN KELUARGA
Permenkes 39 tahun 2016
Pedoman Penyelenggaraan PIS-PK 11

Program 1 3
Pendekatan keluarga
Indonesia Sehat adalah salah satu cara
dilaksanakan untuk Puskesmas untuk
meningkatkan derajat meningkatkan
kesehatan masyarakat jangkauan sasaran &

4
mendekatkan
/meningkatkan akses Integrasi
pelayanan kesehatan di UKP & UKM secara
2 wilayah kerjanya
dengan mendatangi
berkesinambungan,
dengan target / fokus
Pelaksanaan Program
keluarga keluarga, berdasarkan
Indonesia Sehat
diselenggarakan data dan informasi dari
Profil Kesehatan
melalui Pendekatan
Keluarga.
Keluarga
PROGRAM INDONESIA SEHAT
12
DENGAN PENDEKATAN KELUARGA
 Dilaksanakan secara Total Coverage
 12 indikator PIS-PK
 Pelayanan Luar Gedung melalui
kunjungan keluarga
 Integrasi program dan sumber daya

mewujudkan
Kecamatan / Wilayah Kerja
SEHAT

Bisa ditambahkan indikator spesifik daerah


KONSEP “PENDEKATAN KELUARGA”

Fungsi
“Puskesmas”
OUTCOME

1. UPAYA KESEHATAN
MASYARAKAT (UKM)

a. UKM Esensial
PENDEKATAN
b. UKM Pengembangan KELUARGA

2. UPAYA KESEHATAN
PERORANGAN
(UKP)
INDIKATOR KELUARGA SEHAT
13
(Pasal 5 Permenkes 75/2014) Note : dapat ditambahkan indikator sesuai kebutuhan setempat
Manajemen Pendekatan Keluarga
Terintegrasi dengan Manajemen Puskesmas

14
INTEGRASI DI TINGKAT PUSKESMAS
Petugas
Kesling yang
juga pembina
keluarga,
INTEGRASI mengambil
ANTAR sampling air RT
PROGRAM DI sambil
PUSKESMAS melakukan
Kunjungan
Keluarga

Pelaksanaan
Kunjungan sehat
bagi keluarga
anggota JKN
Pemanfaatan
transport kunjungan
rumah program
Kesga dari BOK
ILUSTRASI PELAYANAN PUSKESMAS TERINTEGRASI

CONTOH KASUS: RUMAH


SAKIT
• PNPK
PROGRAM PTM di
PUSKESMAS
PUSKESMAS (UKM&UKP)
• Pemeriksaan awal
DINKES
• Pemeriksaan Lab PROV Rujukan UKM TERSIER

UKP sederhana

UKM Rujukan UKM


Pemeriksaan PTM di DINKES Sekunder
Posbindu/UKBM/ KAB/KOTA
PUSTU/Puskesmas PENDEKATAN
KELUARGA
Pendataan dan
Intervensi
Penemuan 12 Indikator PIS -
kasus penyakit PK dan SPM
lain (KUSTA,dll)
INTEGRASI PIS-PK DALAM
MANAJEMEN PUSKESMAS
 Tujuan sampai akhir tahun 2018:
o Cakupan kunjungan keluarga ditargetkan naik dari 60% ke
100%
 Peningkatan cakupan 12 indikator KS:
o Harus 100%: linfaskes, imunisasi, timbang balita, tuberkulosis,
hipertensi, gangguan jiwa
o Lainnya situasional
 Untuk mencapai tujuan tersebut: intevensi (proses) dan input apa
yang diperlukan  dituangkan dalam RUK (Rencana Usulan
Kegiatan) dan diusulkan ke Dinkes Kab/Kota untuk
mendapatkan dana APBD setempat
Keterpaduan Program PIS PK, Manajemen,
Pembinaan dan Akreditasi Puskemas

INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME

SISTEM • Tercapainya Target


MANAJEMEN PIS- PK
PUSKESMAS • Tercapainya Target
SPM
• Tercapainya Target
Nasional

Optimalisasi
Penguatan Pembinaan Puskesmas
oleh AKREDITASI
Dinkes Kab/kota sec. berkesinambungan yang
perlu dimonitor oleh Dinkes Prov.
INTEGRASI ANTAR BIDANG
DI DINAS KESEHATAN
Peran Bidang Yankes Peran tiap Bidang
sebagai Koordinator: sebagai Binwil:
 Melakukan sosialisasi internal Dinkes • Memahami konsep dan implementasi PIS-
 Melakukan koordinasi dengan lintas program, PK
dalam hal: • Mendukung persiapan pelaksanaan PIS-PK
 Persiapan pelaksanaan PIS-PK sesuai Tupoksinya

 Pelaksanaan analisis hasil PIS-PK • Melakukan analisis hasil PIS-PK terkait


program masing-masing & merencanakan
 Perencanaan intervensi lanjut
intervensi lanjut
 Pelaksanaan intervensi lanjut
• Melakukan intervensi lanjut sesuai program
 Monitoring dan evaluasi tiap tahapan PIS-PK masing-masing
 Tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi • Melakukan monitoring & evaluasi sesuai
 Melaporkan hasil pelaksanaan kepada pembagian Binwil
penanggung jawab PIS-PK (Kepala Dinas • Mengkoordinasikan hasil Monev kepada
Kesehatan) koordinator
Tahapan Pelaksanaan
Monitoring dan Evaluasi

PERSIAPAN
(SOSIALISASI, KUNJUNGAN ANALISIS
PELATIHAN KELUARGA ANALISIS IKS INTERVENSI
PENGORGANISASI PERUBAHA
AN, PEMBIAYAAN)
DAN INTERVENSI AWAL LANJUT
AWAL N IKS

20
DUKUNGAN TERHADAP SPM 21
Indikator
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga 12 Pelayanan Dasar
Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Cakupan Imunisasi
Meningkatkan CDR dan SR TBC
*) Dapat ditambahkan indikator sesuai masalah lokal Intervensi Gizi Sensitif pada stunting
PAKET INFORMASI KELUARGA
Dari Keluarga Sehat Menuju
Indonesia Sehat
IKS NASIONAL INDONESIA SEHAT
IKS PROVINSI
IKS KABUPATEN/KOTA PENCAPAIAN SPM
IKS KECAMATAN
IKS PUSKESMAS • PENCAPAIAN SPM
IKS DESA/KELURAHAN
IKS RW • KAB/KOTA SEHAT
IKS RT
IKS KELUARGA KECAMATAN SEHAT
DESA SEHAT
KELUARGA SEHAT

Penghitungan Katagori IKS


Keluarga Sehat :
IKS > 0,800
Keluarga Pra Sehat :
IKS 0,500 - 0,800
Keluarga Tidak Sehat :
23
IKS < 0,500
KETERKAITAN SPM – PISPK – GERMAS
DI TINGKAT OPERASIONAL / MASYARAKAT

MENDUKUNG KINERJA PEMERINTAH


DAERAH 24
Kunjungan Keluarga dan Bonus Demografi

Status kesehatan masyarakat


Kunjungan
akan meningkat,
Keluarga Angka kesakitan akan turun
sehingga produktivitas
masyarakat akan tinggi

Bonus Demografi
menjadi peluang Emas
karena produktivitas
masyarakat meningkat
3. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KUSTA
TERINTEGRASI DALAM PIS PK
RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN KESEHATAN 2015 -2019
27

Indikator 2015 2016 2017 2018 2019


2017 =
Persentase cakupan 82% 85% 88% 91% 95% 84,4%
penemuan kasus baru
kusta tanpa cacat

Indikator Program

Indikator 2011 2017


2015 2017
Penemuan kasus 8,3/100.000 6,08/100.000
baru kusta Prov belum 14 10
mencapai eliminasi
Prevalensi kusta 0,96/10.000 0,7/10.000
Kab/kota belum 147 142
Angka cacat tk 2 8,4/ 1 juta 4,3/ 1 juta mencapai eliminasi
KEBIJAKAN P2 KUSTA
28
Penemuan kasus kusta 29

1. Penemuan pasien secara pasif


2. Penemuan pasien secara aktif
Penatalak- Indikator spesifik
3. Case survey
sanaan lokal/daeerah
4. Pemeriksaan anak SD /sederajat kusta yang dapat
5. Leporosy Elimination sesuai ditambahkan
Campaigne standar dalam indikator
PISPK
6. Special Action program for
elimination leprosy
SEBARAN PUSKESMAS LOKUS
PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN
KELUARGA S.D TAHUN 2018

Total Jumlah
Aceh : 257 TotalPuskesmas
Jumlah Lokus 2018
Puskesmas Lokus 2018
Kalimantan Utara: 22 6.205 6.205
Utara : 83 Puskesmas
Sumatera Utara : 438

Puskesmas
Aceh : 257 Kalimantan Utara: 22
Sulawesi Utara : 83
Sumatera Utara : 438 Gorontalo : 55 Sulawesi
Riau : 154
Kep. Riau: 59 Kalimantan Barat: Maluku Utara: 85
Kalimantan Barat: 146 Kalimantan Timur: 132
Sumatera Barat : 146 Gorontalo : 55
170Kep. Riau:
59 Kalimantan Timur: 132 Sulawesi
Riau : 154 Kalimantan Sulawesi Maluku Utara: 85
Tengah : 139
Jambi : 142 Kep. Kalimantan
Bangka Tengah
Tengah : 76 : 76 Barat : 49 Sulawesi
Sumatera Barat : 170 Papua Barat : 40
Papua Barat : 40
Kep. Bangka
Belitung : 55 Sulawesi Tengah : Maluku : 127
Bengkulu : 83
Jambi : 142 Belitung : 55 Barat : 139
Sulawesi
Sumatera Selatan : 251 Sumatera Selatan : 251 Kalimantan Selatan:49123 Tenggara : 101 Maluku : 127
Sulawesi Selatan :
Bengkulu : 83 Lampung : 171 DKI Kalimantan Selatan: 123307 Papua : 285
Lampung : 171 Sulawesi Selatan : 307
DKI Jakarta Jakarta :
: 99
99
Papua : 285
Banten : 172 Jawa Jawa Tengah:
Tengah: 682682
Banten : 172 Sulawesi Tenggara : 101
Jawa Timur : 633
Jawa Timur : 633
Jawa Barat : 382 Jawa Barat : 382
NTB
NTB : 148
: 148
DI Yogyakarta DI :Yogyakarta
121 : 121
Bali : 103
Bali : 103 NTTNTT
: 315 : 315
30

Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/85/2017 24


Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/42/2018
Kesimpulan
• PENDEKATAN KELUARGA merupakan cara kerja
PUSKESMAS untuk menjangkau seluruh sasaran dan
melakukan intervensi pemecahan masalah berbasis
keluarga dan masyarakat
• PIS-PK Dilaksanakan Sesuai Tahapan Dan
Berkesinambungan Sehingga Tercapai IKS Sehat dan
Terwujud Keluarga Sehat Sampai Indonesia Sehat
• Identifikasi Masalah Dan Segera Menemukan Solusi
Yang Tepat Untuk Mengatasi Permasalahan dalam
Pelaksanaan Pis-pk Maupun Masalah Kesehatan Yang
Ditemukan Dalam Implementasi (Intervensi Lanjut)
Secara Terintegrasi
• Daerah dengan prevalensi kusta tinggi dapat
menambahkan kusta sebagai indicator spesifik
daerah
• Penemuan kasus kusta dapat dilaksanakan pada saat
kunjungan keluarga dalam rangka PIS PK
TERIMA KASIH