Anda di halaman 1dari 21

KEPUTIHAN

Konsep Dasar Medis

Definisi
Keputihan dikalangan medis dikenal dengan
istilah leukore atau fluor albus, yaitu
keluarnya cairan dari vagina. Leukore adalah
semua pengeluaran cairan dari alat genetalia
yang bukan darah tetapi merupakan
manifestasi klinik berbagai infeksi,keganasan
atau tumor jinak organ reproduksi (Manuaba,
2001).
Keputihan atau leukorea yaitu keluarnya
cairan yang berlebihan dari vagina yang
terkadang disertai perasaan gatal, nyeri, rasa
terbakar di bibir kemaluan, atau kerap juga
disertai bau busuk dan rasa nyeri sewaktu
berkemih atau bersenggama. Keputihan
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
keputihan normal (fisiologis) dan keputihan
abnormal (patologis).
Etiologi
Keputihan bukan suatu penyakit tetapi
hanya suatu gejala penyakit, sehingga
penyebab pastinya perlu ditetapkan
melalui berbagai pemeriksaan cairan
yang keluar dari alat genitalia tersebut.
Organ genitalia pada perempuan yang
dapat terkena infeksi adalah vulva,
vagina, leher rahim, dan ronggarahim.
Infeksi ini dapat disebabkan oleh :
 Bakteri (kuman)
 Jamur Candida
 Parasit
 Virus
Klasifikasi
Keputihan dapat dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu:
 Keputihan normal (fisiologis)
Keputihan fisiologis biasanya terjadi
menjelang dan sesudah menstruasi,
mendapatkan rangsangan seksual,
mengalami stress berat, sedang hamil
atau mengalami kelelahan.
 Keputihan abnormal (patologis).
Keputihan patologis disebut
keputihan dengan ciri-ciri jumlah
banyak, warnanya putih seperti susu
basi, kuning atau kehijauan, disertai
dengan rasa gatal dan pedih, terkadang
berbau busuk atau amis.
Manifestasi Klinis/ Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala leukorea atau yang biasa disebut
dengan keputihan adalah sebagai berikut :
 Gejala pada keputihan fisiologis :
Menurut Stiaputri (2009), gejala keputihan fisiologis
yaitu :
 Cairan tidak berwarna (bening)
 Tidak berbau
 Tidak berlebihan
 Tidak menimbulkan keluhan
 Gejala pada keputihan patologis :
Menurut Abidin (2009) , gejala keputihan patalogis
yaitu :
1. Keputihan yang disertai rasa gatal, ruam kulit
dan nyeri
2. Sekret vagina yang bertambah banyak
3. Rasa panas saat kencing
4. Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal
5. Sekret berwarna putih keabu-abuan atau kuning
6. Sekret berbau
Komplikasi
Jika tidak ditangani dengan maksimal, keputihan dapat
menyebabkan radang panggul yang kronis. Hal ini
dapat berpengaruh terhadap kesuburan anda, dan pada
kemudian hari bisa membuat sel telur yang telah
dibuahi menempel pada organ selain Rahim.
Jika anda menderita keputihan selama kehamilan dan
tidak diatasi dengan tepat, maka bisa berisiko
mengalami keguguran, kelahiran prematur, dan
ketuban pecah dini.
Penatalaksanaan
Menurut Nenk (2009) penatalaksanaan klien dengan
keluhan keputihan adalah sebagai berikut :
• Melakukan pemeriksaaan dengan alat tertentu untuk
mendapatkan gambaran alat kelamin yang lebih baik
• Merencanakan pengobatan setelah melihat kelainan
yang ditemukan.
• Memberikan obat-obat penawar misalnya betadine
vaginal kit, intima, detol, yang sekadar
membersihkan cairan keputihan dari liang
senggama, tapi tidak membunuh kuman
penyebabnya.
Sedangkan menurut Abidin (2009) rencana asuhan atau
penatalak-sanaan yang diberikan pada gangguan
reproduksi dengan keputihan adalah diantaranya:
• Menjelaskan pada klien tentang kondisinya.
• Memberikan KIE tentang keputihan
• Menjelaskan bagaimana cara membersihkan daerah
pribadi dan genetalianya agar tetap bersih dan kering.
• Menjelaskan pemakaian celana dalam dengan benar.
• Menjelaskan untuk tidak sering menggunakan
pencuci vagina.
• Memberikan terapi pada keputihannya.
Konsep Dasar Keperawatan
Pengkajian
a. Anamnesis
Pada anamnesis, bagian yag
dikaji adalah keluhan utama,
riwayat penyakit sekarang, dan
riwayat penyakit terdahulu.
b. Keluhan utama
Gatal
lesi
Riwayat penyakit sekarang
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat keluarga
Psikososial
Pemeriksaan fisik
Inspeksi : cairan vagina yang keluar meliputi,
warna, konsistensi, jumlah dan baunya.
Diagnosa Keperawatan
- Gangguan pola tidur
- Gangguan rasa nyaman
- Ansietas atau kecemasan.
Intervensi
a. Gangguan pola tidur
• Kaji kebiasaan tidur klien
• Anjurkan untuk mengolesi iodine providen
5% setiap akan tidur pada lipatan paha.
• Anjurkan untuk mengganti pakaian dalam
yang bersih ketika akan tidur.
• Anjurkan klien untuk menciptakan
lingkungan yang tenang dan nyaman untuk
istirahat/tidur sesuai kesukaan klien.
b.Gangguang rasa nyaman
• Anjurkan klien agar menjaga daerah
lipatan paha supaya tetap kering
• Anjurkan klien agar mengganti pakaian
setiap 4 jam sekali atau sehabis BAK.
• Anjurkan agar klien segera
mengeringkan daerah genetalia sehabis
BAB atau jamur BAK ( sebaiknya
dengan tisu atau lap kering)
• Anjurkan memakai anti septic larutan
iodine providen 5-10 % 4 kali sehari
c. Ansietas
• Kaji penyebab cemas klien lainnya.
• Berikan informasi yang nyata tentang
penyakitnya
• Berikan kesempatan nyata bertanya
pada pasiennya
• Berikan umpan balik yang berhubungan
dengan penyakitnya.
Evaluasi
a. Gangguan rasa nyaman
• Klien mengatakan sudah memahami
instruksi yang telah di berikan dan
mampu mengulani intruksi klien ikut
berperan aktif dalam diskusi masalah
keputihan.
• Masalah teratasi
• Interfensi di hentikan
b. ansietas
• Kliemengatakan sudah tidak cemas lagi
• Raut wajah klien tampak bahagia
• masalah teratasi
• Intervensi dihenntikan
c. Gangguan pola tidur

- Klien mengatakan sudah


memahami instruksi yang telah di
berikan dan mampu mengulangi
instruksi.
- Raut wajah klien tanpak
bersemangat
- Masalah teratasi
- Intervensi di hentikan.