Anda di halaman 1dari 11

DEFINISI

Asites didefinisikan sebagai penimbunan cairan abnormal pada rongga peritoneum.


Istilah asites pertama kali diperkenalkan oleh Trevisa pada tahun 1938, berasal
dari bahasa Yunani “askos” yang berarti kantong yang menggembung atau balon
PATOGENESIS
(Underfilling theory)
(Overflow theory)
Teori vasodilatasi arteri perifer
SIROSIS PREASKITIK SIROSIS DENGAN
ASITES

Hipertensi portal sinusoid Hipertensi portal sinusoid

Vasodilatasi arteri splanknikus Vasodilatasi arteri splanknikus

 volume darah arteri efektif  volume darah arteri efektif

Reseptor arteri memediasi aktivasi sistem Reseptor arteri memediasi aktivasi sistem
renin-angiotensin dan sistem saraf simpatik renin-angiotensin dan sistem saraf simpatik
serta hormon antidiuretik serta hormon antidiuretik

Retensi sodium Retensi sodium

Peningkatan volume plasma Peningkatan volume plasma

Adekuat untuk normalisasi Inadekuat untuk normalisasi


sirkulasi homeostatis sirkulasi homeostatis

Normalisasi aktivitas sistem Aktivasi persisten sistem


penyimpanan sodium penyimpanan sodium

Ekskresi sodium normal Retensi sodium lanjut

TIDAK ADA ASITES ASITES


FAKTOR PENCETUS

1. Hipertensi Portal
2. Hipoalbuminemia
3. Peningkatan aktivitas simpatetik
4. Sistem limfatik hepar
5. Faktor ginjal
HIPERTENSI PORTAL
PENEGAKKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang
ANAMNESIS
Perlu ditanyakan konsumsi alcohol jangka panjang, penggunaan narkotik
suntikan, juga, adanya penyakit hati menahun, Pasien dengan hepatitis virus B
atau C mempunyai kemungkinan tertinggi untuk mengidap sirosis hepatis.
Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan : (4)
Inspeksi :
Perut membuncit atau membesar.
Pada posisi tidur telentang pembesaran perut tampak seperti perut katak.
Auskultasi :
Puddle sign positif bila ada 120 cc atau lebih asites.
Palpasi :
Menentukan adanya gelombang cairan (fluid wave) atau disebut cara undulasi.
Pasien dalam keadaan telentang ; satu tangan pemeriksa diletakkan pada satu sisi perut
pasien, sedangkan tangan satunya mengetuk-ngetuk dinding perut sisi lainnya. Sementara itu
dengan pertolongan orang lain menekan satu tangan di tengah abdomen secara vertikal. Pada
asites dapat dirasakan gelombang cairan pada tangan pertama pemeriksa.
Perkusi :
Tes pekak alih (shifting dullness) positif.
Menentukan adanya daerah pekak yang berpindah dengan melakukan perkusi dari daerah
timpani ke sisi perut sampai daerah pekak, daerah pekak ini akan menjadi timpani bila pasien
berubah posisi dengan cara memiringkan pasien, dan perkusi dilakukan setelah 1 menit.

PEMERIKSAAN FISIK
• Fungsi Hepar
• Radiologi usg / ct scan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
TATALAKSANA
Diet rendah garam
Batasi cairan
Hitung output dan input
Berikan diuretik ( paling baik yyg hemat kalium)