Anda di halaman 1dari 29

SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS

Disusun oleh :
Cindi Nofita Sari 2010730126

Pembimbing :
dr. Hj.Ihsanil Husna, Sp.PD
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
JAKARTA
2015
DEFINISI
Salah satu penyakit inflamasi kronik yang ditandai
dengan adanya nyeri dan bengkak.
Dapat menyerang seluruh organ: kulit, sendi,
ginjal, paru-paru, sistem saraf, dan organ lain.
Mayoritas pasien mengeluhkan lemas dan timbul
rash, artritis (nyeri, dan bengkak pada sendi) dan
demam.
EPIDEMIOLOGI

Frekuensi pada wanita dibandingkan dengan


frekuensi pada pria berkisar antara(5,5-9) :
Terjadi antara usia 20 dan 30 tahun;
Kulit hitam > putih;
Lebih sering menyerang kelompok Asia.
Faktor genetik, lingkungan, dan hormonal
Tenaga pendorong abnormal sel T CD 4+

Hilangnya self tolerance sel T

Muncul sel T autoreaktif

Induksi dan ekspansi sel B


Produksi autoantibodi
Untuk antigen nukleoplasma (DNA,
protein histon, non histon) tidak tissue
specific meningkat komponen integral
semua jenis sel

Membentuk kompleks DNA (ANA) yang


akan memasuki sirkulasi

ANA mengendap di berbagai macam


organ, terutama membran basal
glomerulus

Terjadi fiksasi komplemen


pada organ tersebut

Timbul reaksi radang/inflamasi


Gangguan
fungsi ginjal

Gangguan pada kapiler Defek intrinsik Proteinuria


glomerulus eksresi natrium hipoalbuminemia
dan air penurunan volume
Selektivitas dinding darah arteri efektif
glomerulus menurun
Retensi Na dan air
Albumin, globulin oleh ginjal
protein dengan berat
molekul besar
menembus dinding Oliguria
glomerulus
ADH meningkat
Kebocoran protein plasma
dalam urine
Retensi Air
Proteinuria

Hipoalbuminemia
Edema

Tekanan osmotik
plasma menurun
Manifestasi Klinis
Gejala Gejala muskuloskeletal

1. konstitusional
Kelelahan
2. Penurunan BB dalam 1. Merupakan keluhan yang sering
dijumpai, > 90%. Keluhan dapat
beberapa bulan terakhir berupa nyeri otot, nyeri sendi atau
3. Demam bahkan bisa arthritis dimana tampak jelas bukti
inflamasi sendi.
mencapai 40oC tanpa
2. Kelainan sendi pada SLE mirip
adanya bukti leukositosis arthritis rematoid karena simetris.
Bedanya, SLE pada umumnya tidak
4. Lain-lain: rambut rontok, menyebabkan kelainan deformitas,
kehilangan nafsu makan, kaku sendi dan lain sebagainya
pembesaran KGB, sakit
kepala, mual dan muntah
Manisfestasi Kulit lupus erythematosus kutaneus akut.
Onset lesi ini mendadak, sering muncul
(a) lesi seperti kupu-kupu di area malar setelah terpapar sinar matahari, dan
dan nasal dengan sedikit edema, ditandai dengan eritema dan edema
eritema, sisik, teleangiektasis, dan
atrofi,.
(b) erupsi makulo-papular, polimorfik, dan
eritematosa bulosa di pipi.
(c) foto-sensitivitas di daerah yang tidak
tertutup pakaian.
(d) lesi papular dan urtikarial kecoklat-
coklatan.
(e) kadang-kadang terdapat lesi L.E.D.
(khas dengan sumbatan kera-
tin/folikular) atau nodus-nodus
subkutan yang menetap.
(f) vaskulitis sangat menonjol.
(g) alo-pesia dan penipisan rambut.
(h) sikatrisasi dengan atrofi progresif dan
hiperpigmentasi.
(i) ulkus tungkai.
Manisfestasi Paru Manisfestasi Kardio

Perikarditis
- radang interstitial parenkim paru
aritmia
(pneumonitis),
kardiomegali
- emboli paru,
takikardia
- hipertensi pulmonum,
Penyakit jantung koroner
- perdarahan paru, atau shrinking
Angina pectoris, infark miokard
lung syndrome. atau gagal jantung kongestif

Manisfestasi Gastrointestinal Manisfestasi Renal

- protein urin >500 mg/24 jam atau 3+


- Disfagia
semi kuantitatif
- dispepsia
- adanya infeksi
- Pankreatitis akut
- peningkatan kadar serum kreatinin
- Hepatomegali
cetakan granuler, hemoglobin, tubuler,
- Vaskulitis
eritrosit
Definitive
diagnose

4 dari 11 kriteria
tersebut yang
terjadi secara
bersamaan atau
dengan tenggang
waktu
Derajat SLE
Ringan
1. Secara klinis tenang Sedang
2. Tidak terdapat tanda 1. Nefritis ringan sampai
atau gejala yang sedang ( Lupus nefritis
mengancam nyawa kelas I dan II)
3. Fungsi organ normal
atau stabil, yaitu: ginjal, 2. Trombositopenia
paru, jantung, (trombosit 20-
gastrointestinal, susunan 50x103/mm3)
saraf pusat, sendi,
hematologi dan kulit. 3. Serositis mayor
Contoh SLE dengan
manifestasi
arthritis dan kulit.
Derajat SLE

Berat/Mengancam Nyawa
1. Jantung: endokarditis 5 Kulit: vaskulitis berat, ruam
Libman-Sacks, vaskulitis difus disertai ulkus atau
arteri koronaria, miokarditis, melepuh (blister).
tamponade jantung, 6 Neurologi: kejang, acute
hipertensi maligna. confusional state, koma,
stroke, mielopati transversa,
2. Paru-paru: hipertensi mononeuritis, polineuritis,
pulmonal, perdarahan paru, neuritis optik, psikosis,
pneumonitis, emboli paru, sindroma demielinasi.
infark paru, ibrosis interstisial, 7 Hematologi: anemia hemolitik,
shrinking lung. neutropenia (leukosit
3. Gastrointestinal: pankreatitis, <1.000/mm3),
vaskulitis mesenterika. trombositopenia <
20.000/mm3 , purpura
4. Ginjal: nefritis proliferatif dan trombotik trombositopenia,
atau membranous. trombosis vena atau arteri.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Hb, leukosit, hitung jenis sel, LED


2. Urin rutin & mikroskopik, protein kuantitaif 24
jam, dan bila diperlukan kreatinin urin
3. Kimia darah (ureum, kreatinin, fungsi hati, profil
lipid)
4. PT, aPTT pada sindrom antifosfolipid
5. Serologi ANA, anti-dsDNA, komplemen (C3-C4)
6. Foto thoraks
PENATALAKSANAAN

1. Edukasi dan konseling


2. Rehabilitasi medik
3. Farmakologi
Edukasi & Konseling
Rehabilitasi Medik

Secara garis besar, maka tujuan, indikasi dan


tekhnis pelaksanaan program rehabilitasi yang
melibatkan beberapa maksud di bawah ini, yaitu:
Istirahat
Terapi fisik : latihan fisik (olahraga ringan)
Terapi dengan modalitas : kompres dingin/panas,
atau dengan TENS
Ortotik
Lain-lain.
Farmakologi
DAFTAR PUSTAKA

Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik. 2011.
Gill J, Quisel A, Rocca P, Walters D. American Family Physician : Diagnosis of Systemic Lupus Erythematosus. Vol
68,11. [Online]. 2003 [cited 2015 January 25]. Available from: http://www.aafp.org/afp/2003/1201/p2179.html.
Ellen G, and Jean T. American collage of rheumatology : Systemic lupus erythematosus (Lupus). 2013.
ACR Committee in SLE Guidelines. Guidelines for Referral and management of SLE in Adults. ACR USA: Vol. 42, No.
9. 1999.
Sudoyo, Aru W. dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi IV. Jakarta : Interna Publishing;2007.
Ramadhani M. Gambaran Klinis Nefritis Lupus. Divisi Nefrologi dan Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FK
USU;2011.
Bertsias, George, et.al. Systemic lupus erythematosus: pathogenesis and clinical features. 2012.
Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Lupus, Penyakit Seribu Wajah. [Online]. 2012 [cited 2015 January 25]. Available
from: http://reumatologi.or.id/reuarttail?id=21
Mok CC, Lau CS. Pathogenesis of systemic lupus erythematosus. J Clin Pathol 2003.
Manson JJ, Isenberg DA. The Pathogenesis of systemic lupus erythematosus. J Netherl Med 2003
Bartels CM, Krause RS, Lakdawala VS, et al. Systemic Lupus Erythematosus (SLE). [Online]. 2014. [cited 2015
January 25]. Available from : http://emedicine.medscape.com/article/332244-overview
American College of Rheumatology. The 1982 Revised Criteria for Classification of Systemic Lupus Erythrmatosus.
[Online]. 1997.[cited 2015 January 25]. Available from :
http://www.rheumatology.org/practice/clinical/classification/SLE/sle.asp
Kasjmir Y dan Divisi Reumatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI‐RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Pendekatan Terbaru Dalam Tatalaksana SLE. [Online]. 2010 [cited 2015 January 25]. Available from:
http://medinasim.com/upload/pdf/Rheumatologi/Penatalaksanaan%20SLE.pdf.