Anda di halaman 1dari 84

Selamat datang di perkuliahan

Biologi sel dan


Molekuler
 Sel, baik tunggal maupun bergabung sebagai
organisme multiseluler harus
berkomunikasi>>>>> E K S I S
 Sel tunggal: perlu komunikasi dengan lingkungan
di luar sel (intra sel) maupun sesama sel (inter
sel): untuk mendapatkan zat kebutuhan hidupnya
dan membuang hasil metabolisme
 Kalau komunikasi sel terganggu,
ketidakseimbangan akan terjadi>>>
penyebab munculnya penyakit spt: kanker,
autoimun, penyakit jantung, DM, gangguan
kekebalan dll.
 Bagaimana mengatasi gangguan dan penyakit
yang diakibatkan oleh terganggunya
komunikasi sel??
 Komunikasi intrasel: melalui interaksi
komponen di dalam sel sendiri
 Komunikasi intersel: komunikasi antar
sesama sel di dalam jaringan, organ maupun
sistem organ tubuh organisme.
 Tujuan komunikasi: koordinasi dan regulasi
pertumbuhan, diferensiasi, metabolisme sel
dan bahkan ketahanan hidup sel >>
homeostasis.
 Pertahanan hidup (survival) tgt pada jaringan
komunikasi interselular yg mengkoordinasi
pertumbuhan, diferensiasi dan metabolisme

 Komunikasi antar sel umumnya dilakukan


dengan menggunakan molekul sinyal kimiawi
(ligan/1st messenger) yang berupa:
◦ Hormon
◦ Neurotransmiter
◦ Protein lain (misal: faktor pertumbuhan)
 Sel berkomunikasi dengan tujuan: mengoordinasi
kegiatan hidup sel itu sendiri, kegiatan sel dalam
kelompok bahkan keseluruhan hidup organisme
secara individual.
 Sel sama seperti manusia, hidup bermasyarakat,
saling bercengkrama dan bahkan menimbang serta
memutuskan bersama kapan membelah, kapan
berdiferensiasi dan kapan akan mati.
 Cara paling sering sel berkomunikasi adalah
dengan cara mengirimkan pesan melalui
media protein (hormon, faktor pertumbuhan,
sitokin, kemokin, dsb.)
 Namun, ada protein yg terlampau besar
untuk bisa masuk ke dalam sel penerima.
 Apakah hal ini menyebabkan komunikasi sel
menjadi gagal??????? ………..TDK! krn
 Ada mekanisme untuk meneruskan pesan, yaitu:
transduksi sinyal: Proses penghantaran pesan dari
lingkungan ke dalam sel hingga tercapai efek
tertentu (baik antar sel dan intrasel)
 Pada transduksi, pesan dibawa oleh enzim yg
berkaitan dengan pembentukan enzim kurir ke 2.
Tujuan transduksi adalah: penguatan (amplifikasi)
pesan dari olekul sinyal.
 Kerja kurir ke2: mempengaruhi molekul sensor dan
efektor di dlm sel untuk menghasilkan respon sel
melalui fosforilasi atau ekspresi gen.
1. Stimulus dalam bentuk molekul sinyal,
yaitu molekul kimia organik dan non-
organik.
2. Penerima sinyal yaitu reseptor.
reseptor terletak pada permukaan luar
membran sel maupun sitoplasma dan
nukleus, mempunyai daya ikat tinggi dan
bersifat khusus pada molekul sinyal kimia
diatas.
3. Transduser
melakukan transduksi sinyal dari luar sel
menjadi kegiatan biokimia di dalam sel.

4. Sensor dan efektor

5. Respon sel
 Video Komunikasi Sel
 Sel merupakn unit fungisonal mandiri: tapi
tdk ada sel yang bisa hidup sendiri. Sel
tunggal melakukan komunikasi dengan
lingkungan luarnya dengan memberikan
respon terhadap stimulus (setelah stimulus
diproses melalui jalur sinyal.
 Kemampuan sel untuk mengetahui dan
memberi respon yang tepat terhadap
stimulus dari lingkungannya, menjadi dasar
dr perkembangan, perbaikan jaringan,
kekebalan serta homeostasis jaringan normal.
 Diharapkan stimulus: tepat waktu dan tepat
tempat, krn kesalahan stimulus menjadi
penyebab dari berbagai penyakit: kanker,
autoimun dan DM.
 Disinilah terletak harapan dan manfaat
memahami proses dan perjalan sinyal sel,
yaitu agar dapat dipakai sebagai basis
pengetahuan untuk mengobati penyakit.
1. Ligand (molekul sinyal): protein, peptida,
asam amino, nukleotida, steroid dan gas.
2. stimulus fisik: cahaya, panas, sentuhan
3. perubahan konsentrasi metabolit
 Molekul sinyal diklasifikasikan berdasarkan
sinyal kimianya, disebut dengan ligan.
 Ligan meliputi:
- hormon: insulin, estrogen
- faktor pertumbuhan: EPGF
- Komponen matrik eksra sel: fibronectin
- sitokin: IF-gamma
- kemokin;l rantes
- n.t: asetilkolin
 Molekul sinyal berdasarkan kelarutan:
◦ - larut lemak: reseptor intra sel
◦ - larut air: reseptor membran sel
Molekul sinyal yang sama, mempunyai resptor
yang berbeda pada sel dan jaringan yang
berbeda pula.
Atau, meskipun reseptornya sama, jalur transduksi
sinyalnya berbeda di dalam sel, shg respon
yang diberikan juga berbeda.
Contoh: asetilkolin
- otot lurik berkontraksi
- otot jantung melemah kontraksinya
- pankreas: mengatur sekresi enzim
pencernaan
- sel beta: sekresi insulin
- otot polos lambung; mengatur kontraksi
dan relaksasi
Molekul sinyal yang sama, mempunyai resptor
yang berbeda pada sel dan jaringan yang
berbeda pula.
Atau, meskipun reseptornya sama, jalur transduksi
sinyalnya berbeda di dalam sel, shg respon
yang diberikan juga berbeda.
Contoh: asetilkolin
- otot lurik berkontraksi
- otot jantung melemah kontraksinya
- pankreas: mengatur sekresi enzim
pencernaan
- sel beta: sekresi insulin
- otot polos lambung; mengatur kontraksi
dan relaksasi
Lokasi kerja molekul sinyal

 Berdasarkan asal sinyal, ada 3 macam


signaling antar sel: - Endocrin

- Paracrin

- Autocrin
 Pensinyalan jarak jauh – endocrine signaling
◦ Molekul sinyal: hormon
◦ Bekerja pd sel target yg jauh dari tempat sintesisnya
◦ Disalurkan melalui aliran darah
 Endokrin
◦ Molekul sinyal terikat reseptor pada sel-sel yang
jauh dari sel yang mensekresinya. Sinyal endokrin
secara khusus disebut hormon, mempunyai jarak
tempuh yang sangat jauh dari organ endokrin
tempat sintesis molekul dengan sel target. Pada
hewan, hormon biasanya diusung oleh darah
mengarungi jarak tempuh yang jauh tersebut.
Misalnya terjadi pada siklus reproduksi wanita.
 Pensinyalan jarak dekat – paracrine signaling
◦ Bekerja pada sel target yg berdekatan dgn
molekul pembuatnya
◦ Biasanya diperantarai oleh neurotransmiter dan
bbrp faktor pertumbuhan
 Parakrin
Merupakan komunikasi sel jarak pendek. Sel sinyal
mensekresikan molekul sinyal targetnya pada sel-sel yg
berdekatan pada sel sinyal. Misalnya: epinefrin
merupakan neurotransmitter yg dilepaskan oleh satu sel
saraf ke sel saraf lainnya, atau sel saraf ke efektor pada
otot rangka (merangsang atau menghambat kontraksi).
Yg kemudian berikatan dgn reseptormembran pd sel
target yg ada disekitarnya dan menginduksi perubahan
dalam sel target.
 autocrine signaling
◦ Molekul sinyal bekerja mempengaruhi dirinya sendiri
◦ Merupakan cara kerja dari sebagian besar faktor
pertumbuhan
◦ Fungsi: mengatur proses proliferasi*
 Autokrin
Sel merespon molekul yang disekresikannya
sendiri. Sinyal ini dijumpai pd sel-sel tumor yang
mensekresikan faktor pertumbuhan secara
berlebihan, shg menginduksi proliferasi sel yang
tidak terkendali. Ini menyebabkan terbentuknya
massa tumor yang dapat menekan jaringan atau
organ disekitarnya.
 Autokrin
◦ Sel mempunyai reseptor bagi
molekul sinyal yang
disekresinya
 Parakrin
◦ Molekul sinyal terikat
reseptor pada sel-sel di
sekitar sel yang
mensekresinya
 Endokrin
◦ Molekul sinyal terikat
reseptor pada sel-sel yang
jauh dari sel yang
mensekresinya

Figure 15-4 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008) 27


 Pensinyalan sinaptik:
sel saraf melepaskan NERVE
molekul CELL

neurotransmiter ke
dalam celah sinaps Nerve
signals
(ruang sempit antara Neurotransmitter
molecules
dua sel saraf: sel
pengirim dan sel
target)
Nerve cell

Video Synaptic Signaling


 Penerimaan (reception):
◦ Proses pendeteksian molekul sinyal yang datang dari luar sel
◦ Berdasarkan sifat molekul sinyal, penerimaan dapat dilakukan oleh
protein reseptor yang terdapat di:
 membran plasma (Contoh: reseptor hormon epinefrin), atau
 Sitoplasma (reseptor intraseluler). Contoh: reseptor hormon
steroid
 Transduksi: (pengolahan sinyal)
◦ Merupakan urutan perubahan dalam sederetan molekul yg
berbeda, dan disebut jalur transduksi sinyal
◦ Pada tahap ini terjadi perubahan sinyal menjadi suatu bentuk yang
dapt menimbulkan respon seluler spesifik
 Produksi respon seluler spesifik: Aktivitas seluler seperti:
◦ Reaksi enzimatik
◦ Penyusunan ulang sitoskeleton
◦ Pengaktifan gen spesifik dalam nukleus
Hormone
(epinephrine)
1 RECEPTOR
PROTEIN

TARGET 2 Plasma
1. Penerimaan CELL membrane
◦ Molekul sinyal (ligan) berupa
hormon epinefrin yang terdapat di
cairan ekstraseluler terikat pada
reseptor spesifik pada membran
plasma sel target (sel hati dan sel
otot rangka) Relay Signal-
2. Transduksi molecules transduction
pathway
◦ Interaksi ligan-receptor
mengakibatkan konformasi atau
perubahan bentuk reseptor 3
◦ Terjadi serangkaian perubahan atau
aktivasi sejumlah molekul relay pada
jalur transduksi sinyal, yang
mengarah pada aktivasi enzim
spesifik
3. Respon sel
◦ Aktivitas sel sebagai respon Glycogen Glucogen
terhadap sinyal yang datang
◦ Contoh: reaksi enzimatik pemecahan Cellular response
molekul glikogen oleh enzim (in this example, glycogen breakdown)
glikogen fosforilase
Steroid
hormone

TARGET
2 Receptor
1 & 2. Penerimaan CELL
protein
◦ Molekul sinyal (ligan) berupa
hormon steroid berdifusi melewati
membran plasma sel target
◦ Ligan berikatan dengan reseptor
intraseluler yang terdapat di 3 Hormone-
sitoplasma NUCLEUS receptor
complex
3. Transduksi
◦ Kompleks ligan-reseptor memasuki DNA
nukleus, berikatan dengan DNA dan 4
menentukan suatu gen menjadi Transcription
aktif atau non aktif mRNA
◦ Pada contoh ini gennya diaktifkan
4. Respon sel
◦ Terjadi transkripsi & translasi
(sintesis protein), hingga terbentuk New
protein baru protein
Cellular response:
activation of a gene
and synthesis of
new protein
 Asam amino atau derivat  Eicosanoid
asam amino ◦ Berasal dari asam lemak
 Gas: NO, CO arachidonic acid (C20)
 Steroid  Polipeptida dan protein
◦ Berasal dari kolesterol

Figure 15-13 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 33


 Molekul sinyal = tamu
 Reseptor sinyal= penerima tamu
 Sel = rumah/ bangunan yang yg dilapsu
pelindung yaitu membran sel yang bersifat
lipofilik, yg sulit dilalui oleh tamu (molekul
sinyal, kecuali hormon yg bersifat hidrofobik).
 Bagaimana masuk ke rumah bagi tamu yg
bersifat hidrofilik? Spt neurotransmitter,
faktor pertumbuhan, hormon yg bersifat
hidrofilik??
 Mereka memerlukan mekanisme lain, yaitu
memerlukan penerima tamu (reseptor
membran permukaan)
 Tamu yang susah masuk: jika ukuran besar
dan bersifat polar, bgmn mengirim informasi
yg dibawa tamu, sementara tamu susah
masuk??
 Sederhana saja: molekul sinyal tidak perlu
masuk ke dalam sel, tetapi pesannya cukup
dititipkan ke ‘penerima tamu saja’= reseptor
permukaan membran sel.
 Reseptor pada
permukaan= protein
yg menembus
membran sel.
 Sebagian protein ini
berada pada luar sel
dan sebaian lagi
berada di dalam sel.
 Membran sel tidak permiabel terhadap ligan,
sehingga ligan akan terikat pada reseptor dan
mengaktifkannya.

 Pengaktifan ditandai oleh: perubahan bentuk.


yg akan membolehkan reseptor atau ligan
terikat pada protein lainnya spt enzim, dan
membentuk kompleks reseptor yg aktif.
1. Reseptor Terkait-Protein G (G protein-coupled reseptor/GPCR)
◦ Berupa protein membran yg bekerja bersamaan dgn protein G dan
protein lain (biasanya enzim)
◦ Pendeteksian sinyal berupa cahaya, bau, dan deteksi hormon serta
neurotransmiter tertentu
◦ Jalur ini bisa mengaktivasi atau menginhibisi tgt protein G yg terikat pada
reseptor
 Protein G yang menstimulasi (Gs): protein menstimulasi effector
enzyme
 Protein G yang menginhibisi (Gi): protein menginhibisi effector enzyme
◦ Aktivasi enzim (Contoh: adenylil cyclase) akan menghasilkan sejumlah
second messenger yang menentukan respon seluler terhadap sinyal yang
datang

Ligan berikatan Aktivasi Aktivasi/ Respon


dgn reseptor protein G seluler
Inhibisi
shg teraktivasi
enzim
Struktur GPCR
adenylyl cyclase (AC)
2.Reseptor Tirosin-Kinase
◦ Reseptor membran yang memiliki bagian protein di sisi sitoplasmik
yang berperan sbg enzim (tirosin kinase)
◦ Fungsi: mengkatalisis transfer gugus fosfat (fosforilasi) dari ATP ke
asam amino tirosin pd protein substrat
◦ Tahapan proses transduksi sinyal yang terjadi:
 Pengikatan ligan menyebabkan 2 polipeptida reseptor membentuk
dimer
 Dengan menggunakan gugus fosfat dari ATP, daerah tirosin kinase
setiap polipeptida memfosforilasi tirosin pada peptida lain (dimer
merupakan substrat sekaligus enzim) → protein reseptor teraktivasi
 Aktivasi reseptor menyebabkan reseptor dapat berikatan dengan
protein intraseluler dan mengaktifkannya melalui fosforilasi
◦ Contoh: faktor pertumbuhan, yg merangsang sel untuk tumbuh dan
bereproduksi.
3. Reseptor Saluran Ion
◦ Protein membran berupa ion-channel protein yang
membuka ketika berikatan dengan ligan dan menutup
ketika ligan terlepas dari reseptor
◦ Pengikatan ligan menyebabkan terbukanya saluran ion
sehingga ion-ion dari cairan ekstraseluler dapat masuk ke
dalam sitosol sel target
◦ Perubahan konsentrasi menyebabkan perubahan potensial
elektrik membran plasma
◦ Contoh:
 Pada sel saraf: Saluran ion Na+ dan K+ pada sel saraf
terbuka ketika hormon asetilkolin berikatan dengan
reseptornya
 Pada sel otot: pengikatan asetilkolin mengakibatkan
masuknya ion Ca2+ dan menghasilkan kontraksi otot
4. Reseptor Intraseluler
◦ Berupa reseptor yg terletak di
sitoplasma atau nukleus sel
target.
◦ Sinyal kimiawi masuk ke
dalam sel melewati membran
plasma
◦ Molekul sinyal berukuran
cukup kecil shg bisa melewati
fosfolipid membran atau
molekul sinyal berupa lipid
shg terlarut dalam membran.
◦ Contoh:
 Hormon steroid dan hormon
tiroid (lipid), mis:
testosteron
 Molekul gas oksida nitrat
(NO)
 Pada umumnya terdiri dari beberapa langkah → sejumlah
kecil molekul sinyal dapat menghasilkan respon seluler yang
besar (penguatan sinyal) dan menentukan respon yang
spesifik
 Dilakukan oleh molekul relay:
◦ molekul yang berfungsi menyampaikan (mentransmisikan) sinyal
dari reseptor hingga dihasilkan respon sel yang sesuai
◦ Dapat berupa:
 Protein. Banyak di antaranya adalah protein kinase (enzim yang
mentransfer gugus fosfat dari ATP ke suatu protein/fosforilasi).
Fosforilasi protein adalah mekanisme seluler yang digunakan
secara luas untuk mengatur aktivitas protein
 Molekul atau ion kecil non-protein yang disebut second
messenger
 Proses penerimaan sinyal (pengaktifan protein reseptor) akan
berlanjut pada pengaktifan molekul-molekul relay secara
beruntun, hingga protein akhir yang menghasilkan respon
sel diaktifkan
 Jalur transduksi sinyal akan terhenti dengan adanya protein
fosfatase (enzim yang melepaskan gugus fosfat dari protein)
◦ Ketika sinyal (ligan) terlepas dari reseptor atau tidak ada, jumlah
protein fosfatase lebih banyak daripada protein kinase
 Fungsi utama reseptor:
- mendeteksi stimuli yg datang
- metransmisikannya ke transduser internal yang
akan memulai jalur sinyal.

 Tujuan komunikasi: mengkoordinasi kegiatan


hidup sel dalam kelompok dan keseluruhan
hidup organisme secara individual.
 Transduksi sinyal : respon sel terhadap stimulus
external.
 Umumnya transduksi sinyal diurutkan sbb:
- sinyal diterima oleh reseptor
- sinyal diintegrasikan dan dikuatkan oleh
molekul tertentu
- timbul efek pada sel sasaran
Signal

p
KINASE #1
 Dalam jalur transduksi pada
Reseptor Tirosin-Kinase, aktivasi
bbrp enzim kinase menghasilkan p
aliran fosforilasi: signal- KINASE #2

transduction cascade
 Menghasilkan respon seluler p
KINASE #3
spesifik, contohnya:
◦ perubahan bentuk fisiologi sel dan
jalur ekspresi gen p
TARGET
◦ proliferasi dan diferensiasi
◦ meningkatkan kemampuan survival sel
◦ pengaturan metabolisme seluler
EFFECT
Jalur transduksi sinyal:
1. Transduksi sinyal dimulai ketika ligan (hormon atau
neurotransmitan) berinteraksi dgn reseptor pada
permukaan sel.
2. Sinyal ekstra sel ditransduksi ke permukaan dalam
membran sel: menyebabkan molekul reseptor di dalam
sel berkontak dengan protein sasaran.
3. Interkasi awal antara repetor intra sel dan sasarannya
menstimylasi rangkaian tambahan interaksi protein
yang mengirim sinyal di dalam sel sepanjang jalur
transduksi sinyal.
 Transduksi
sinyal
◦ Proses dimana
informasi yang
dibawa molekul
sinyal dari luar
sel
menyebabkan
perubahan di
dalam sel

Figure 15-1 Molecular Biology of the Cell (© Garland Science 2008) 52


Proses
penghantaran
pesan dari
lingkungan ke
dalam sel hingga
tercapai efek
tertentu (baik antar
sel dan intrasel)
 Berasal dari basa nukleotida guanin dan bereaksi
sebagai protein pengikat pada reseptor yang
menembus membrana sel.
 Ikatan yang terbentuk antara guanin nukleotida
binding protein dan reseptor ini merupakan dua
mitra kerja yg bernama reseptor berpasangan
protein G (GPCR)
 GPCR terdiri dari 3 sub unit: alpha (α), beta
(β), and gamma (γ).
 Dalam keadaan aktif: heterodimer akan
berpisah menjadi sub unit alpha dan dimer
beta-gamma.
 Penyatuan kembali, akan menghentikan
siklus aktivasi
 Manfaat protein G:
merupakan kunci dalam sinyal sel, setelah
terlebih dahulu berpasangan pada sejumlah
reseptor.
 Setelah reseptor berpasangan dengan protein
G (GPCR), akan dihasilkan kurir ke 2 yaitu
cAMP, yg merupakan stimulator bagi molekul
efektor dan saluran ioin.
0. Resting State
Tidak ada ikatan ligan di reseptor. kompleks
protein G masih belum dapat berikatan dengan
reseptor
1. Ligan berikatan dengan reseptor
Akibat ikatan tersebut, akan terjadi perubahan
konformasi di reseptor (tampak ada lubang kecil
di pojok kanan)
2. subunit protein G berikatan dengan reseptor (β
adrenergic receptor)
karena konformasi reseptor telah berubah, maka
protein G dapat berikatan dengan reseptor
tersebut.
Pengikatan GTP
Akibat ikatan protein G terhadap reseptor, protein G
jg mengalami perubahan konformasi. GDP diganti
dengan GTP <-disebut juga Guanine Nucleotide
Exchange Factor (GEF)
4. Gα lepas kemudian berikatan dengan efektor
(adenylate cyclase)
5. Pengaktifan adenylate cyclase
Adenylate cyclase akan mengkatalisis perubahan ATP
menjadi cAMP
what happens next?

1. cAMP sebagai second messenger akan masuk ke sitosol


dan mengaktifkan protein kinase A (PKA). Protein kinase
terdiri dari 2 subunit regulatori dan 2 subunit katalitik

2. cAMP berikatan dengan bagian regulatorinya sementara


bagian katalitiknya akan masuk ke nukleus

3. bagian katalitik memfosforilasi Creb transcription factor

4. kemudian faktor transkripsi ini akan menempel di CRE


(Cyclic AMP Response Element)
5. ditambah koaktivator P300/CBP
6. transkripsi berjalan dan melakukan ekspresi
gen
7. GTP terhidrolisis menjadi GDP + P oleh
GTPase sehingga Gα kembali terikat ke Gβ dan

8. Produksi cAMP berhenti
9. Fosfatase menghidrolisis gugus fosfat pada
protein yg difaktifkan oleh PKA.
 GTPase adalah keluarga besar enzim hidrolase
yang dapat terikat dan menghidrolisis GTP
menjadi GDP. Pada keadaan normal, GTPase
tidak aktif.
 Ketikaterjadi aktivasi reseptor , domain
reseptor intra sel mengaktifkan molekul lain di
dalam jalur transduksi sinyal, bail lewat subunit
α maupun kompleks βγ.
1. cAMP (Cyclic AMP): mengaktifkan protein
kinase A
2. cGMP: mengaktifkan protein kinase G
3. IP3 (Inositol tri Fosfat) : membuka kanal Ca2+
di retikulum endoplasma
4. DAG (Diasil gliserol) : mengaktifkan
protein kinase C
5. ion calcium
 GTPase kecil adalah keluarga Ras, yaitu
minomeric guanine nucleotida binding
protein dgn berat molekul 20-25 kDa, dan
bereaksi sebagai molekul pengalih untuk
mengatur pertumbuhan, morfogenesis,
mobilitas sel, sitokin dan lalu lintas sel.
 GTPase kecil yang pertama kali ditemukan
adalah Ras.
 Pada keadaan aktif, Ras terikat pada GTP dan
berinteraksi dengan dengan berbagai protein
efektor untuk meningkatkan respon seluler.
 Ras memiliki aktifitas GTPase yg mengubah
GTP menjadi GDP dengan hidrolisis pada
gamma fosfat dari GTP.
 Akhir2x ini ditemukan fakta adanya
hubungan keluarga Ras dengan kanker,
dimana keadaan rumor meningkat pada
keadaan Ras termutasi>>>berada dalam
keadaan aktif terus…
 Sekitar`30% kanker pada manusia, disebabkan
oleh mutasi Ras.
 Mutasi pada Ras menyebabkan sinyal
untukpertumbuhan terus berjalan (on). Akibatnya
sel tetap bertumbuh, terlepas dari apakah
reseptor permukaan teraktifasi apa tidak.
 Tingginya insiden mutasi Ras dilaporkan pada
keganasan pankreas, kolorektal, kulit dan kanker
payudara.
 Bila gen Ras diaktifkan, akan menghasilkan
protein Ras, yaitu protein kecil yang terikat
dengan GTP, dan terlibat dalam transformasi sel .
 Protein Ras meningkatkan aliran sinyal, terutama
kearah proliferasi sel dan peralihan bentuk ke
keganasan.
 Umumnya, pd sel normal, molekul Ras ada dalam
bentuk tidak aktif dan terikat dengan GDP.
 Jika ada stimulus ekstra sel, GDP dilepaskan
dan Ras terikat dengan GTP.
 Perubahan bentuk ini memungkinkan
terjadiinteraksi dengan molekul efektor
(termasuk Raf) dan terjadilan transmisi sinyal.
 Pada akhirnya, ikatan Ras dengan GTP
dihentikan dengan hidrolisis GTP menjadi
GDP dan fosfat inorganik (iP)
 Second messeger= kurir kedua dengan fungsi
menguatkan dan meneruskan informasi dr
komplek ligand-reseptor ke dalam sel.
1. cAMP (Cyclic AMP): mengaktifkan protein
kinase A
2. cGMP: mengaktifkan protein kinase G
3. IP3 (Inositol tri Fosfat) : membuka kanal Ca2+
di retikulum endoplasma
4. DAG (Diasil gliserol) : mengaktifkan
protein kinase C
5. ion calcium
 Setelah dihasilkan, second messeger akan
beraksi dengan effektor khusus untuk
mengontrol berbagai kegiatan sel.
 Pada umumnya, kurur kedua memberi respon
pada transduksi sinyal dengan mengaktifkan
protein kinase.
 Enzim protein kinase akan memindahkan
kelompok fosfat dari ATP ke residu khusus spt:
serine, threonine dan tyrosin suatu protein.
Karakteristik kurir ke 2:
 Dapat berdifusi bebas ke dalam kompartemen
lain dari sel spt: nukleus dimana dpt
memepengaruhi ekspresi gen dan proses lainnya.
 Dapat menguatkan sinyal secara bermakna shg
enzim atau saluran membran dapat diaktifkan.
Artinya: meski konsentrasi sinyal dr luar sel kecil,
wlp hanya 1 molekul sekalipun, namun sinyal
dapat diperbesar di dalam sel dan menghasilkan
respon yang sama.
Terdapat mekanisme sensor dan efektor
sinyal yang bertanggung jawab untuk:
- menyensor sinyal informasi yang masuk
- mengaktifkan efektor yang tepat agar
tercipta respon seluler yang sesuai pula.
Contoh molekul sensor: calmodulin yg terikat
Ca++ dan mendeteksi peningkatan Ca++ dan
meneruskan informasi ini ke efektor (saluran
ion) yang berbeda u mengontrol sejumlah
proses spt: kontraksi dan sekresi.
 Semua sel memantau lingkungan sekitarnya
dan menghasilkan respon yg pas pada
perubahan kondisi.
 Dalam mencapai tujuan tersebut, sinyal harus
ditransduksikan, diperkuat dan akhirnya
diubah ke tanggapan (respon) fisiologik yang
sesuai. .
 Suatu ligan yang sama, dapat saja
mempunyai efek yang berbeda pada sel yang
berbeda.
 Contoh: asetilkolin
◦ - sel asinus pankreas: sekresi enzim2x pencernaan
(misal: amilase)
◦ - sel islet sel beta pankreas: sekresi insulin
◦ - otot polos (vaskuler atau lambung): kontraksi otot
◦ Kelenjar parotis (saliva): sekresi amilase.
 StimulasiGPCRs atau RTKs
menghasilkan sejumlah second
messengers, dan kedua jenis
reseptor mengaktifkan dan
menginhibisi sekresi sejumlah
second messenger yang sama
 RTKs dapat meningkatkan signal
transduction cascade yg
seringkali bekerja pada target yg
sama dgn GPCR
 Suatu respon seluler dapat
diinduksi oleh beberapa jalur
pensinyalan sel yang berbeda
 Interaksi jalur pensinyalan yg
berbeda memungkinkan aktivitas
seluler berjalan dg baik
Rangkaian peristiwa signaling di dalam

sel yang menyebabkan perubahan

fenotip (respon sel) melibatkan reseptor,

ligand, dan second messenger


Diperantarai oleh reaksi kimia, spt:

–GTP-binding
–Phosphorylation
–Dephosphorylation
–Modifikasi lain proteins: contohnya
asetilasi
 Perubahan segera dalam metabolisme sel
(misal: peningkatan glycogenolysis oleh sel
liver ketika mendeteksi/berikatan dengan
adrenaline)
 Perubahan segera pada muatan listrik
melintasi membran sel (misal: sel-sel saraf
yang merupakan sumber action potential);
 Perubahan pada ekspresi gen - transkripsi
di dalam inti sel
 Molekul sinyal didegradasi oleh enzim
ektraseluler
 Reseptor bersama ligannya didegradasi
 Reseptor terpisah dari ligan di dalam
endosom
◦ Reseptor kembali ke permukaan sel
◦ Ligan didegradasi

84