Anda di halaman 1dari 10

Presentasi Sediaan Pil

Kelompok 2 ( 12.6 Farmasi )


-Annisa Rahma.A.
- Hilda Resti
- Tiara Audi
- Zihan Mutiara
Definisi Pil

Menurut Farmakope Indonesia Edisi 3 tahun 1979.

 Pil adalah suatu sediaan berupa massa bulat


yang mengandung satu atau lebih bahan obat.
Macam – Macam Pil

Boli : Pil besar yang beratnya lebih dari 500 mg , dengan pembuatan
sama dengan pil. Boli biasa digunakan untuk pengobatan Hewan
seperti Sapi, dan Kuda

Pil : Berat Pil berkisar antara 100 mg hingga 500 mg.

Granul : Pil Kecil yang beratnya kurang dari 100 mg, apabila tidak
dinyatakan lain, Granul mengandung 1 mg Bahan obat berkhasiat.
Gambar 1 (Boli) , 2 (Pil), 3 (Granul)
Komponen Pil

 Zat Utama : Zat utama berupa bahan obat berkhasiat yang berasal dari alam
atau bahan kimia. Contoh bahan obat yang dibuat dalam sediaan pil di
antaranya ichtyol (ichtammolum), ekstrak curcuma, garam – garam ferro,
argenti nitras, dan lain – lain.

 Zat Pengisi : Zat pengisi ditambahkan untuk memperbesar volume pil hingga
memadai. Contoh bahan pengisi pil di antaranya akar manis, bolus alba, atau
bahan lain yang cocok.

 Zat Pengikat : Zat pengikat berfungsi untuk membuat massa saling melekat.
Contoh zat pengikat pil di antaranya sari akar manis, gom akasia, tragakan, PGS
( campuran gom akasia, tragakan, dan saccharum album sama banyak), atau
bahan lain yang cocok.

 Zat Penabur : Zat penabur berfungsi untuk membuat sediaan yang sudah terbentuk
tidak melekat satu sama lain. Contoh zat penabur antara lain lycopodium, talk, atau
bahan lain yang cocok.
 Zat Penyalut
• Zat penyalut digunakan karena beberapa alas an, yaitu
untuk menutup rasa dan bau yang kurang enak,
mencegah terjadinya perubahan karena pengaruh udara
(oksidasi), dan agar pil pecah dalam usus (enteric-coated
pil). Contoh zat penyalut adalah perak, balsam tolu,
keratin, sirlak, kolodium, salol ( fenil salisilat), gelatin,
gula, atau bahan lain yang cocok.
 Zat Pembasah
• Zat pembasah berfungsi untuk membasahi massa
sebelum dibentuk. Contok zat pembasah adalah air,
gliserol, sirup, madu, aqua gliserinata ( campuran air dan
gliserin sama banyak), atau bahan lain yang cocok.
Persyaratan Pil

 Memenuhi syarat Waktu Hancur seperti yang tertera


kepada kompresi, yaitu dilakukan dalam air pada suhu 36
– 38˚C

 Memenuhi Keseragaman Bobot Pil

 Pada Penyimpanan, bentuknya harus tetap, tetapi tidak


begitu keras sehingga dapat hancur dalam saluran
pencernaan.
Prinsip Umum Pembuatan Pil

Prinsip pembuatan pil adalah dengan


mencampur bahan – bahan obat –adat
hingga homogen, kemudian ditambahkan
zat – zat tambahan dan ditetesi bahan
pembasah setelah homogen.
Catatan pada pembuatan pil
 Bobot pil ideal antara 100-150 mg, rata rata 120 mg

 Sebagai zat pengisi, digunakan Radix Liquiritiae jika memungkinkan.

 Sebagai zat pengikat, digunakkan Succus Liquiritiae 2 gram untuk 60


Pil jika memungkinkan.

 Pada pembuatan massa pil harus ditambahkan cairan ( zat pembasah


) kedalam campuran obat, radix liquiritae dan Succus Liquiritae agar
pada pengepalan diperoleh massa homogen yang cukup baik untuk
dikerjakan selanjutnya.

 Setelah pembuatan massa pil, massa pil digulung dan di potong


menurut jumlah yang diminta dan dibentuk membulat.