Anda di halaman 1dari 90

PROGRAM TUTORIAL TTM

BMP PDGK 4107 PRAKTIKUM IPA di SD 3 SKS


PERTEMUAN MATERI KEGIATAN PRAKTIKUM
NO
KE
1 1 Orientasi Tutorial Belajar Efektif secara Mandiri
2 2 Praktikum Modul 1 ( KP 1 dan 3 ) KP 2 Tugas Mandiri
3 3 Praktikum Modul 2 ( kp 1 dan 2 ) saja
4 4 Praktikum Modul 3 ( Kp 2 saja ) Kp 1 Tugas Mandiri
Praktikum Modul 4 ( Kp 2 dan 3) Kp 1 Tugas Mandiri
5 5
Praktikum Modul 5 ( Kp 1 dan 2 ) Kp 3 Tugas Mandiri
Praktikum Modul 6 ( Kp 1 saja ) Kp 2 dan 3 Tugas Mandiri
6 6
Praktikum Modul 7 ( Kp 1 saja ) Kp 2 Tugas Mandiri
Praktikum Modul 8 ( Kp 1 saja ) Kp 2 Tugas Mandiri
7 7
Modul 9 KP 1 dan 2 Tugas Mandiri
Pengumpulan Laporan
8 8
Tidak boleh ada yang terlambat
Cara Penyusunan Laporan
1. Laporan dibuat sendiri ditulis tangan ,laporan
yang diterima UT yang asli ( yang ditulis tangan)
Tiap modul terdiri dari beberapa kegiatan
umumnya dapat dilakukan sendiri atau dapat juga
berkelompok.
Seandainya Mahasiswa Sulit mendapat alat dan
bahan seperti yang tercantum dalam materi pokok,
alat dan bahan dapat diganti lainya asalkan fungsi
dan tujuannya sama.
Dalam menyusun laporan hasil percobaan harus
mencantumkan Hal-hal sbb :
1. Data-data hasil percobaan
Caranya dengan melengkapi format lembar praktikum yang
terdapat diakhir Modul

2 Jawaban pertanyaan

3 Kesimpulan

4 Daftar pustaka
Laporan di Jilid ukuran Kertas A4
1 Cover 1 halaman ( diketik )
2. Pendahuluan/Prakata/kata pengantar 1 halaman ( Diketik )
3. Laporan Praktikum ditulis tangan dengan format sesuai
Lembar kerja di akhir tiap Modul.
Tiap Modul diberi pembatas kertas A4 berwarna Pink 1
halaman
4. Jumlah kegiatanya 24 terdiri :
a) 10 Kegiatan Praktikum Mandiri
( Pertemuan ke 3,5,7 dikumpul )
b) 14 Kegiatan Praktikum Bimbingan
4. Semua laporan di jilid dengan sampul plastik warna biru.
Tabel dari Rincian Percobaan setiap Modul dan Kegiatan Belajar
Modul Kegiatan Praktikum Judul Percobaan Jenis Percobaan
1. Makhluk Hidup KP 1 Ciri-ciri Makhluk Hidup BIMBINGAN
KP 2 SIMBIOSIS MANDIRI
Kp 3 Pertumbuhan , Perkembangan dan Perkembangbiakan MH BIMBINGAN

2. MH dan Lingkungan KP 1 EKO SISTEM BIMBINGAN


KP 2 Pencemaran Lingkungan BIMBINGAN

3. Makanan KP 1 Jenis Zat dalam Makanan MANDIRI


KP 2 Uji Makanan BIMBINGAN
KP 3 Pencernaan Makanan MANDIRI

4. MEKANIKA KP 1 GAYA MANDIRI


KP 2 GERAK BIMBINGAN
KP 3 PESAWAT SEDERHANA BIMBINGAN
5. Kalor Perubahan KP 1 Perubahan Wujud Zat BIMBINGAN
Wujud Zat dan Per-
KP 2 Perpindahan dan Pertukaran Panas pada suatu Zat BIMBINGAN
pindahan pada
suatu Zat KP 3 Perubahan Panas pada suatu Zat MANDIRI

6. GELOMBANG KP 1 Jenis dan bentuk gelombang BIMBINGAN


KP 2 Getaran dan Bunyi MANDIRI
KP 3 TELINGA MANDIRI

7. OPTIK KP 1 SIFAT CAHAYA BIMBINGAN


KP 2 LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG BIMBINGAN
KP 3 MATA BIMBINGAN

8. Listrik dan Magnet KP 1 KELISTRIKAN BIMBINGAN


KP 2 KEMAGNETAN MANDIRI

9. Bumi dan Alam KP 1 UDARA DAN BATUAN MANDIRI


Semesta KP 2 ALAM SEMESTA MANDIRI
LAPORAN PRAKTIKUM IPA di SD

Diajukan Untuk memenuhi Tugas


Mata Kuliah PDGK 4107

Logo UT

di susun Oleh

Nama : .......................
NIM : .......................
Program Studi : .......................
Masa Ujian :........................
Pokjar :........................

U P B J J - UT BANDAR LAMPUNG
Tahun 2018
Contoh Format hal 1.29
LEMBAR KERJA( LAPORAN ) PRAKTIKUM IPA SD
PDGK 4107 MODUL 1
MAKHLUK HIDUP Pertemuan ke 2

NAMA : ..........................................
NIM : ..........................................
UPBJJ : .........................................

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP


1. Ciri-ciri umum makhluk hidup
a. Hasil Pengamatan
Tabel 1.1
Hasil pengamatan ciri-ciri makhluk hidup
Ciri-ciri Makhluk Hidup
NO Nama Makhluk Hidup
1 2 3 4 5
1 Kambing √ √ √ √ √
2 Pohon pisang √ √ √ √ √
3 Pohon Mangga
Dst sampai 10
*) Keterangan
1. Bergerak dan bereaksi terhadap rangsang.
2. Bernapas.
3. Perlu makanan ( nutrisi ).
4. Tumbuh.
5. Berkembang.
b. Pembahasan
Berdasarkan pengamatan, Ciri yang membedakan
makhluk hidup dengan makhluk tak hidup sbb :

Makhluk hidup mempunyai ciri-ciri :


1. Bergerak dan bereaksi terhadap rangsang
2. bernapas
3. perlu makanan ( nutrisi )
4. Tumbuh
5. berkembang
Kesimpulan
Setelah mengamati makhluk hidup dan makhluk
tak hidup disimpulkan bahwa makhluk hidup
mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh
makhluk tak hidup seperti bergerak ,bernapas,
perlu makanan , tumbuh , berkembang
Jawaban pertanyaan
1. Ya,Tumbuhan juga memenuhi ciri-ciri gerak dan
bereaksi terhadap rangsang tetapi relatif lambat ,
pasif dan umumnya sukar untuk diamati.

2. Perbedaan ciri hewan dan tumbuhan jika tumbuhan


geraknya terbatas , pasip dan reaksi terhadap
rangsang lambat sedang hewan reaksi terhadap
rangsang cepat,simultan aktif serta dapat berpindah
tempat.
2. Gerak pada Tumbuhan
a. Hasil Pengamatan
1) Seismonasti dan Niktinasti

Tabel 1.2
Hasil Pengamatan Seismonasti
No Jenis sentuhan pada Reaksi daun Putri Keterangan
Daun Putri malu malu
1 Halus
2 Sedang
3 Kasar
Tabel 1.3
Hasil Pengamatan Niktinasti
Reaksi daun Putri malu
No Pot Putri malu
Mula-mula ½ jam kemudian
1. Disimpan ditempat terang
2. Ditutup dengan penutup yang kedap cahaya
2) Geotropisme

Tabel1.4
Hasil Pengamatan Geotropisme negatif

Pengamatan hari ke
Jenis Pot Keterangan
1 2 3 4 5 6 7

B
b. Pembahasan

∗Gerak Seismonasti adalah gerak menutupnya daun putri malu karena rangsangan
berupa sentuhan
∗ Gerak Niktinasti gerak menutup atau membukanya daun karena rangsangan berupa
intensitas cahaya
∗ Gerak Geotropisme adalah gerak tumbuhan karena rangsangan gaya tarik bumi
Gerak geotropisme negatif yaitu gerak tumbuhan yang arahnya berlawanan dengan arah
gaya grafitasi bumi sedangkan Gotropisme positip jika arah gerak tumbuhan searah
dengan gaya grafitasi bumi.

C. Kesimpulan ( selalu mengacu pada tujuan percobaan )


Dari hasil pengamatan membuktikan bahwa tumbuhan juga melakukan gerak , tetapi
tetapi geraknya pasip dan tergantung pada rangsangannya.

DAN SETERUSNYA MATA KULIAH INI LANJUTAN DARI MATA KULIAH KONSEP
DASAR IPA – SD JADI SEBAGAI RUJUKAN DAPAT DI BUKA KEMBALI BUKU
MODUL KONSEP DASAR IPA-SD
MODUL : 3
1. Judul percobaan:Pengelompokan bahan makanan Pertemuan 2
a. Hasil Pengamatan
Pengelompokan bahan makanan berdasarkan zat gizi.

No Jenis bahan makanan Karbohidrat Protein Lemak Vitamin


1 Tempe √ √ √ √
2 Kentang √ √ - √
3 Jagung √ - - √
4 Kelapa √ - √ √
5 Beras √ - - √
6 Daging √ √ √
7 Telor √ √ √ √
8 Ikan laut √ √ √ √
9 Mangga √ - - √
10 Wortel √ √ - √
Pembahasan:

Beradasarkan hasil pengamatan, semua bahan makanan dapat dikelompokan berdasarkan kandungan
nutrisinya untuk mempermudah pengelolaan bahan makanan dan penyusunan menu yang bervariasi ,
sesuai kandungan nutrisi yang dibutuhkan seseorang.

Kesimpulan :

Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa dengan pengelompokan jenis bahan makanan , dapat
menjadi acuan seseorang dalam menyusun menu yang sesuai kandungan nutrisi yang dibutuhkan
(menu seimbang)

Jawaban Pertanyaan :
1. Zat Pembangun (Protein ,vitamin dan mineral)
2. Zat sebagai sumber tenaga ( Karbohidrat , lemak )
3. Zat pengatur ( Vitamin dan garam mineral )
2. Judul Percobaan : Pengelompokan sayuran
a. Hasil Pengamatan
Pengelompokan Sayuran

No Jenis bahan Sayuran Sayuran Sayuran Sayuran kacang- Sayuran Tunas


makanan daun buah Akar/Umbi kacangan
1 Wortel - - √ - -
2 Kentang - - √ - -
3 Kol/Kubis √ - - - -
4 Tangkil - √ - - -
5 Brokoli √ - - - -
6 Jagung - √ - - -
7 Bayam √ - - - -
8 Rebung - - - - √
9 Terong - √ - - -
10 Kacang - - - √ -
Panjang
Pembahasan:

Untuk memperkaya nutrisi dari bahan nabati bagi tubuh , sayuran dapat berasal dari daun,
buah , akar/umbi-umbian, kacang-kacangan, atau dari tunas tumbuhan dengan sarat bahan
makanan baik sebelum diolah atau sesudah diolah karena faktor suhu tidak merusak zat gizi
atau bersifat racun

Kesimpulan :

Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa bahan nabati sayuran dapat berupa daun tumbuhan,
buah, akar/umbi-umbian, kacang-kacangan, atau tunas tumbuhan

Jawaban Pertanyaan :
1. Sayuran termasuk dalam kelompok protein , garam mineral, dan vitamin
2. Kelompok sayuran buah : cabe , melinjo ,terong, brokoli
Kelompok sayuran Umbi : bawang merah
3.Judul Percobaan : Membuat menu makanan berdasarkan 4 sehat 5 sempurna
a. Hasil Pengamatan
Menu yang dibuat :
Menu siang : Sup Jamur
No Jenis Kelompok Jenis bahan Zat makanan
masakan makanan makanan
Karbohidrat Protein lemak Vitamin
1 Nasi Makanan Pokok Beras √ - √ √

2 Sup Jamur Sayur Wortel √ √ √ √

Kentang √ - - √
Kol √ - - √
3 Buah-buahan Buah Tomat/Timun √ - - √

3 Sambal Lauk Cabe √ - - √


Garam - - - -
Air - - - -
4 Tempe bacem Lauk Tempe √ √ √ √

5 Susu Penyempurna Susu √ √ √ √


Pembahasan

Berdasarkan pengamatan , menggunakan tabel, jenis masakan , bahan makanan dan kandungan
nutrisinya akan mempermudah dalam penyusunan menu empat sehat lima sempurna.

Kesimpulan

Dengan menggunakan Tabel , jenis masakan , kelompok makanan , jenis bahan makanan dapat
menyusun menu 4 sehat 5 sempurna dari bahan yang sederhana , murah , mudah didapat namun
kandungan nutrisi/zat gizinnya tinggi sehingga memenuhi syarat hidup sehat.

Jawaban Pertanyaan :

1. Makanan yang mengandung karbohidrat , lemak, protein, mineral dan vitamin dalam jumlah
seimbang yang berupa makanan pokok ( nasi), sayur , lauk pauk , buah-buahan, dan segelas susu
2. Bahan pangan yang ditinjau dari 3 Fungsi fisiologisnya Yaitu sumber energi , pembangun dan
pengatur tubuh
B. KEGIATAN PRAKTIKUM 2
1. Judul Percobaan : Uji Karbohidrat
a. Hasil pengamatan
Uji Karbohidrat
Warna

No Bahan Makanan Sebelum diberi Sesudah diberi Keterangan


Yodium Yodium

1 Pisang Putih Biru tua/Ungu Mengandung karbihidrat

2 Apel
3 Nasi
4 Telur rebus (bagian Putihnya)
5 Tahu putih
6 Margarin
7 Biskuit
8 Tepung terigu Putih Biru tua/Ungu Mengandung karbihidrat

9 Gula Pasir
Pembahasan:

Sebagai indikator yaitu Karbohidrat (Tepung) terigu yang ditetesi Yodium berubah menjadi
warna biru-ungu jika bahan makanan ditetesi Larutan Yodium menunjukan warna biru-ungu
berati mengandung Karbohidrat
Kesimpulan :

Dari Percobaan disimpulkan bahwa Bahan makanan yang mengandung karbohidrat/patinya


tinggi adalah Nasi , Tepung terigu , biskuit, sedangkan yang mengandung karbohidrat sedang
adalah apel, pisang dan kentang sedangkan putih telur tidak mengandung karbohidrat.

Jawaban Pertanyaan :

1. Ya Karena kandungan karbohidratnya berbeda-beda.


2. Karena bahan makanan yang ditetesi Yodium tidak berwarna biru-ungu tidak
mengandung karbohidrat.
3. Berdasarkan Uji yang telah dilakukan Bahan makanan termasuk Sumber karbohidrat
adalah nasi , Tepung terigu , biskuit, kentang , apel , pisang.
2. Judul Percobaan : Uji Lemak
a. Hasil pengamatan
Uji Lemak

Meninggalkan bekas noda minyak


No Bahan yang diuji Keterangan
Ya Tidak
1 Kemiri √ - Mengandung lemak

2 Margarin √ - Mengandung lemak

3 Seledri

4 Wortel

5 Biji jagung kering

6 Singkong kering

7 Kacang Tanah Kering √ - Mengandung lemak

8 Pepaya

9 Santan √ - Mengandung lemak


Pembahasan :

Kertas yang diolesi bahan makan yang mengandung minyak akan meninggalkan bekas noda
yang transparan/tembus cahaya sedang bahan makanan yang tidak mengandung lemak tidak
meninggalkan bekas noda transparan.

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil uji bahan makanan yang mengandung lemak yaitu margarin,kemiri,
kacang tanah, santan dan susu

Jawaban Pertanyaan :

1. Terasa licin ditangan


2. Tembus cahaya / Transparan
3. Berdasarkan uji yang telah dilakukan bahan makanan sumber lemak adalah Margarin ,
kemiri, kacang tanah , santan dan susu.
3. Judul Percobaan :Uji Protein
a. Hasil pengamatan
Uji Protein

Mengandung Protein
No Jenis Bahan makanan Keterangan
Ya Tidak

1 Seledri - √ -

2 Kangkung - √ -

3 Putih telur √ - Mengandung Protein

4 Roti - √ -

5 Tempe √ - Mengandung Protein

6 Daging Ayam √ - Mengandung Protein

7 Gula Pasir - √ -

8 Tepung terigu - √ -

9 Tahu - √ -

Pisang - √ -
Pembahasan :
Bahan makan yang dibakar baunya sama/mirip dengan bau bulu ayam yang dibakar berarti mengandung
Protein
Protein dapat bereaksi dengan tembaga sulfat menghasilkan senyawa yang berwarna Ungu yang disebut
juga dengan Uji Biuret

Kesimpulan :
Dari hasil Uji Protein disimpulkan Bahan makanan yang mengandung protein Tempe, putih
telur, dan daging ayam

Jawaban Pertanyaan :
1. Tidak
2. Pada saat dibakar makanan yang mengandung protein baunya seperti bau bulu ayam yang
dibakar.
3. Yang menghasilkan warna ungu tua adalah daging ayam , tempe , dan putih telur.
Warna ungu paling tua pada putih telur ,warna ungu paling muda pada tempe
keunggulanya tidak sama protein paling tinggi adalah putih telur karena warna ungunya
paling tua. Sedangkan kadar proteinya paling rendah tempe karena warnanya ungu muda.
4. Berdasarkan uji yang telah dilakukan Bahan makanan sumber protein adalah Putih telur ,
daging ayam , tempe.
C. KEGIATAN PRAKTIKUM 3

1. Judul Percobaan : Struktur sistem Pencernaan


a. Hasil pengamatan :
Struktur sistem pencernaan manusia meliputi :
- Mulut - Usus halus
- Kerongkongan - Usus besar
- Lambung - Rektum
- Usus 12 Jari - Anus
Pembahasan
Berdasarkan Struktur Pencernaan manusia ,makanan akan mengalami perlakuan dikunyah (dicerna secara mekanik )
dimulut setelah lembut ditelan kekerongkongan , sampai dilambung makan dilumatkan lagi dan dicerna secara kimia
oleh enzim-enzim setelah lembut dan cair diserap oleh dinding usus halus , kemudian sampahnya dibusukan diusus
besar setelah lunak dikeluarkan melalui Anus setelah melewati Rektum.
Kesimpulan :
Pencernaan makanan pada manusia terjadi dimulut-kerongkongan-lambung-usus 12 jari – usus halus , usus besar – rektum
dan anus
Jawaban Pertanyaan :
1. Mulut , Lambung dan Usus 12 Jari
2. Amilasa , Pepsin , Renin, HCl, Tripsin , lipasa ,
3. Amilasa mengubah Karbohidrat menjadi Gula
Pepsin mengubah protein menjadi Pepton
Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino
Renin mengendapkan keju pada air susu
Lipasa mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
Pertemuan Ke 3 LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM IPA DASAR DI SD Modul 4
MEKANIKA

Kegiatan Praktikum 1

A. Gaya listrik statis

1. Hasil Pengamatan :
Potongan kertas kecil-kecil bergerak dan menempel pada penggaris plastik

2. Pembahasan :
Pada saat penggaris plastik digosokan ke rambut penggaris plastik mendapat tambahan elektron dari
rambut sehingga penggaris plastik tadinya netral menjadi bermuatan listrik.

3. Kesimpulan : Potongan kertas kecil-kecil dapat menempel pada penggaris plastik karena adanya gaya
listrik
B. Gaya Magnet

Tabel 4.1 Pengamatan gaya magnet

No Magnet Bahan Tertarik/tak tertarik

1. Magnet Jarum jahit Tertarik


2. Magnet Aluminium tak tertarik
3. Magnet Seng Tertarik
4. Magnet Benang jahit tak tertarik
5. Magnet Plastik tak tertarik
6. Magnet Kertas tak tertarik
C. Gaya Gesek

Tabel 4.2 Pengamatan gaya gesek

No Keadaan Penunjukan
Balok Neraca Pegas ( Newton )

1. Sebelum Bergerak 0 N
2. Saat akan bergerak 50 N
3. Sesudah bergerak 100 N
D. Gaya Pegas

Hasil Pengamatan :
Ketika beban ditarik kebawah dan dilepaskan beban ternyata naik turun berulang-ulang
dan berhenti

Pembahasan :
Setelah dilepas gerakan beban dan karet dapat naik turun karena karet gelang benda
elastis.

Kesimpulan :
Gerakan naik turun beban karena adanya gaya pegas ( Gaya elastisitas karet Gelang ).
E. Gaya Berat

Panjang karet gelang mula-mula : 10 cm

No Massa Beban ( gr ) Panjang karet gelang ( cm )

1. 50 gr 11 cm
2. 100 gr 12, 5 cm
3. 150 gr 15 cm
4. 200 gr 19 cm
5. 250 gr 24 cm
F. Perpaduan Gaya

Tabel 4.4 Pengamatan Perpaduan Gaya

No Penunjukan Besar Gaya Oleh Neraca Pegas


1 ( Newton ) 2 ( Newton )

1. 2 N 2 N
2. 3 N 3 N
3. 4 N 4 N
4. 5 N 5 N
5. 6 N 6 N
Jawaban Pertanyaan
1. Potongan kertas bergerak menempel pada sisir plastik karena adanya gaya listrik

2. Magnet batang dapat menarik logam kecil karena adanya gaya magnet.

3. Balok diatas meja hanya dapat ditarik dengan gaya tertentu karena adanya gaya
gesekan

4. Benda yang digantung pada karet gelang bila ditarik kebawah akan kembali keatas
karena adanya gaya pegas.

5. Panjang karet gelang bertambah sesuai dengan penambahan beban yang digantungkan
karena adanya gaya berat. (gaya grafitasi bumi )
Kegiatan Praktikum 2
A. Gerak lurus beraturan ( GLB )
Tabel 4.5 Pengamatan GLB

No Jarak BC, S ( m ) Waktu, t ( sekon )

1. 0,02 m 1 s
2. 0,04 m 2 s
3. 0,06 m 3 s
4. 0,08 m 4 s
5. 0,10 m 5 s
B. Gerak lurus berubah beraturan ( GLBB )
Tabel 4.6 Pengamatan GLBB

No Beban ( gr ) SAB ( cm ) tAB (sek) SBC ( cm ) tBC ( sek )

1. 50 gr 36 cm 2 4 cm 2
2. 100 gr 32 cm 2 8 cm 2
3. 150 gr 28 cm 2 12 cm 2
4. 200 gr 24 cm 2 16 cm 2
5. 250 gr 20 cm 2 20 cm 2
Jawaban Pertanyaan
1. Grafik GLB

s •

• t

2. V = S / t
V = 0,02 m / 0,1 s
V = 0,2 m/s
Jadi Kecepatannya 0,2 m/s
3. Kesimpulan : Gerak lurus beraturan adalah gerak yang kecepatannya tetap
4 . Grafik GLBB


5. Percepatan = Perubahan jarak / Perubahan waktu
a = dv / dt
a = (0,18 m/s) – (16 m/s)
1s
a = 0,02 m/s² Jadi percepatannya = 0,02 m/s²
6. Kesimpulan :
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak dengan kecepatan berubah-ubah tiap detiknya
7. Perbedaan grafik GLBB dengan GLB yaitu pada GLBB jarak ( S ) yang ditempuh tiap detiknya ( t )
berubah-ubah sedangkan pada GLB jarak ( S ) yang ditempuh setiap detiknya ( t ) sama

Kegiatan Praktikum 3
A. Katrol
Tabel 4.7 Data hasil kalibrasi
No Beban Data Hasil kalibrasi
1. 100 gr 100 gr
2. Skala Pada Pegas

100
3. Perbandingan dengan massa A
100 gr : 100 = 1 jadi 1 bebanding 1 kalibrasinya
Jawaban Pertanyaan
a. 1 skala kecil pada pegas sama dengan 100 gr : 20 = 5 gr
b. Keuntungan mekanik ( KM ) yang didapat dari katrol tetap = 1

c. Keuntungan mekanik ( KM ) Katrol bergerak adalah 2


d. Menguntungkan katrol bergerak karena keuntungan mekaniknya lebih besar sehinga gaya untuk
mengangkat beban lebih kecil tetapi lengan kuasanya lebih panjang jadi menariknya lebih panjang.

B. Tuas
Tabel 4.8 Tuas

No Jarak OR Jarak OE
1. 5 cm 25 cm
2. 4 cm 20 cm
3. 3 cm 15 cm

Pembahasan : Perbandingan jarak OR dan OE = Perbandingan beban B dan beban A

Kesimpulan :
Dengan Tuas diperoleh keuntungan sebesar Beban / Kuasa atau lengan Kuasa/lengan beban
Jawaban Pertanyaan
a. Jika masa di A lebih besar dari pada di B agar setimbang maka OR lebih pendek dari
pada OE karena untuk setimbang Beban ( A) x lengan beban (OR) = Kuasa (B) x lengan
kuasa (OE)
b. Beban x lengan beban = Kuasa x lengan Kuasa
c. 1. Neraca , 2 Ungkat angkit , 3 gerobak
LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM IPA DASAR DI SD Modul 5

Kegiatan Praktikum
A. Percobaan Titik lebur es
1. Suhu es sebelum dipanaskan
0⁰ C

1. Tabel 5.1 Kenaikan suhu es

No 2 menit ke Kenaikan suhu Suhu pada Keterangan


Termometer
1. Pertama 0⁰ C 0⁰ C Belum terlihat kenaikan suhu

2. Kedua 5⁰ C 5⁰ C Mulai terlihat kenaikan suhu

3. Ketiga 17⁰ C 22⁰ C Terlihat jelas kenaikan suhunya

4. Kesepuluh 41⁰ C 63⁰ C Kenaikan suhunya terlihat semakin cepat

5. Kelima belas 37⁰ C 100º C Setelah mendidih suhunya tetap 100⁰ C

2. Pembahasan : Dalam Praktikum terlihat es mulai melebur menjadi air pada suhu 0
Air Mendidih pada suhu 100º C perbedaan titik lebur dan titik didih air dalam praktikum
disebabkan perbedaan tekanan udara pada permukaan zat cair saat pemanasan.

3. Kesimpulan : Titik lebur Es 0º C pada tekanan udara 1 Atm


Titik didih Air 100º C Pada tekanan udara 1 Atm, Faktor yang mempengaruhi titik lebur dan titik
didih adalah Tekanan pada permukaan zat cair
Jawaban Pertanyaan

1. Benar . Perubahan wujud es menjadi air dikarenakan adanya pemanasan , sehingga gerakan molekul semakin jauh

dan semakin cepat sehingga wujud es menjadi air.

2. Pada saat suhu pemanasan skala 0º C dan pemanasan masih berlangsung terjadilah peristiwa melebur yaitu

perubahan padat (es ) menjadi cair (air )

3. Bongkahan es dan air suhunya tetap 0º C walau tejadi pemanasan terus menerus karena temperatur belum merata

dan terjadi perubahan wujud

4. Suhu air dapat mencapai suhu 100º C setelah semua es telah berubah menjadi air seluruhnya.

B. Percobaan wujud padat menjadi gas dan sebaliknya

Tabel 5.2

Mencair dulu Langsung menguap


No Kristal Keterangan
Ya atau tidak Ya atau tidak
1. Yodium Tidak Ya Perubahannya Padat - gas
2. Kapur barus Ya tidak Perubahanya Padat – cair – gas - padat
3. Naftalin Tidak Ya Perubahannya Padat - gas
4.

5.
Pembahasan
Pada percobaan terlihat bahwa kapur barus padat dapat menjadi saat dipanaskan dan uap kapur barus langsung
menjadi padat saat didinginkan

Kesimpulan:
• Benda padat dapat langsung menjadi gas jika dipanaskan , peristiwanya disebut menyublim
• Benda gas dapat langsung menjadi padat jika didinginkan ,peristiwanya disebut sublimasi

Jawaban Pertanyaan
1. Jika gas/uap didinginkan akan berubah menjadi cair
2. Salju yang ada diatmosfeer dapat mencair

C. Percobaan wujud cair menjadi gas


1. Proses air menjadi uap/gas dan menjadi air kembali

Hasil Pengamatan :
Pada saat air dalam ketel uap dipanaskan terlihat uap air mengalir melalui pipa menuju tabung reaksi
,karena tebung reaksi berada pada air yang dingin maka uap air berubah menjadi cair kembali

Pembahasan :
Pada saat benda cair dipanaskan maka gerakan molekul semakin cepat dan jaraknya semakin jauh
sehingga dapat meninggalkan kelompoknya keadaan ini wujud cair berubah menjadi wujud gas, demikian
pula sebaliknya jika benda gas didinginkan gerakan molekul semakin lambat ,jaraknya semakin dekat dan
terjadilah gaya tarik kohesi yang mengikat gerakan antar molekul keadan ini wujud gas menjadi cair.
Kesimpulan :
Karena pemanasan wujud cair akan berubah menjadi gas peristiwanya disebut menguap.
Karena pendinginan wujud gas akan berubah menjadi wujud cair peristiwanya disebut mengembun

Jawaban pertanyaan
1. Air dalam ketel mengeluarkan uap air pada suhu 100º C
2. Uap air dalam ketel uap menimbulkan tekanan sehingga uap mengalir melalui pipa menujun tabung rekasi karena
tabung reaksi berada dalam air yang dingin maka uap air berubah menjadi titik –titik air dan terkumpul dalam
tabung reaksi

KEGIATAN PRAKTIKUM 2
A. Percobaan konduksi
Tabel 5.3 Pengamatan terhadap lilin

Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair


No Jenis bahan
pertama kedua ketiga keempat
1. Besi - - - √
2. Tembaga √ - - -
3. Kuningan - - √ -
4. Aluminium - √ - -

Pembahasan
Pada percobaan terlihat lilin pertama yang mencair lilin yang berada diatas Tembaga , yang kedua lilin diatas
Aluminium yang ketiga lilin diatas Kuningan dan terakhir lilin diatas Besi
Kesimpulan
Pada percobaan disimpulkan bahwa dari bahan besi , tembaga , kuningan dan aluminium yang paling baik daya hantar
panasnya ( Konduktor ) adalah jenis bahan Tembaga

Jawaban Pertanyaan
1. Dari keempat bahan konduktor pada percobaan diatas adalah jenis bahan dari tembaga terbukti lilin diatasnya
paling cepat mencairnya saat keempat jenis bahan dipanaskan secara bersamaan.
2. Konduktor tembaga lebih baik dari pada kayu sebab kayu isolator panas
3. Sebab pada logam-logam tersebut terbukti yang dipanaskan ujungnya tetapi pangkalnya juga menjadi panas.

B. Percobaan Konveksi
Hasil Pengamatan
Saat lilin belum dinyalakan asap tidak masuk dalam kotak , setelah lilin dinyalakan asap dari cerobong 1 masuk
kedalam kotak konveksi dan diatas lilin asap naik dan keluar melalui cerobong ke 2.

Pembahasan
Pada saat lilin dinyalakan udara diatas lilin panas dan naik sehingga menyebabkan tekanan udara dalam kotak
konveksi lebih rendah sehingga asap turun dan masuk kekotak konveksi dan mengalir keatas lilin yang menyala
sehingga keluar.

Kesimpulan
Konveksi udara terjadi karena ada perbedaan tekanan udara didaerah panas dan didaerah dingin sehingga terjadi
gerakan/perpindahan udara dari tekanan tinggi ketekanan rendah

Jawaban Pertanyaan
1. Cerobong pabrik dan cerobong tungku merupakan peristiwa konveksi udara.
2. Aliran asap kertas pada percobaan diatas terjadi karena pemanasan lilin yang menyala sehingga udara diatasnya
mengembang dan naik keluar melalui cerobong 2 akibatnya udara dalam kotak konvekasi lebih rendah sehingga
asap turun masuk dalam kotak melalui cerobong 1dan naik keluar melalui cerbong 2
C. Percobaan Konveksi dalam Air
1. Hasil Pengamatan
Keadaan serbuk gergaji sebelum dipanaskan mengendap didasar bejana kaca , setelah dipanasi terlihat serbuk
gergaji yang berada diatas nyala api naik ketas dan turun kembali melalui tepian bejana dan seterusnya selama
pemanasan berlangsung.

2. Pembahasan
Sebelum sebelum pemanasan suhu air merata setelah dipanaskan yang mula-mula panas bagian diatas nyala api
sehingga volume mengembang dan massajenisnya lebih kecil sehingga terapung naik dengan membawa serbuk
gergaji sedang air yang masih dingin turun sehingga terlihat serbuk gergaji ditengah bergerak naik sampai diatas
turun melalui tepian bejana kaca.

3. Kesimpulan
Konveksi dalam air terjadi karena perbedaan massa jenis air yang panas dan yang masih rendah suhunya,
karena pemanasan volumenya mengembang sehingga massa jenisnya kecil dan terapung naik digantikan air yang
suhunya masih rendah turun masa jenisnya lebih besar dan tenggelam turun kebawah.

Jawaban pertanyaan
1. Tak lama setelah dipanasi serbuk gergaji bergerak naik turun terus menerus.
2. Posisi serbuk gergaji diatas turun karena suhu air (T) diatas relatif lebih rendah dan tenggelam turun sampai
dibawah air panas volumenya ( V ) memuai sehingga masa jenisnya kecil dan terapung naik.
D. Percobaan Radiasi
1. Hasil Pengamatan
Setelah dijemur diterik matahari beberapa saat cairan biru dalam selang bergerak kearah lampu yang dicat putih.
2. Pembahasan
Benda berwarna hitam lebih kuat menyerap panas dibandingkan warna putih yang lebih kuat memantulkan panas.
sehingga lampu yang dicat hitam lebih cepat menyerap panas sehingga udara dalam lampu memuai dan menekan
cairan biru dalam selang sehingga terlihat cair biru dalam selang bergerak kearah lampu yang di cat putih.
3. Kesimpulan
Sinar matahari memancarkan panas secara radiasi keseluruh permukaan bumi tetapi benda yang berwarna hitam
bersifat menyerap radiasi panas sedangkan benda berwarna putih bersifat memancarkan kembali radiasi panas yang
diterimanya

Jawaban pertanyaan
1. Pada percobaan saat termoskope berada diterik matahari cairan biru bergerak kearah lampu yang dicat putih ,
karena benda hitam lebih kuat menyerap panas dibandingkan benda putih sehingga udara dalam lampu hitam cepat
panas dan memuai timbul tekanan udara yang lebih besar akibatnya menekan cairan biru kearah lampu putih
2. Bola Hitam bersifat menyerap panas sedangkan bola putih bersifat memancarkan kalor.
Kegiatan Praktikum 3
A. Percobaan perubahan panjang
Tabel 5.4 Pengamatan perubahan panjang

NO Jenis Logam Pertambahan panjang Keterangan

1. Tembaga 0,8 cm

2. Nikelin 0,6 cm

3.

4.

Pembahasan
Pada percobaan diatas terlihat , dengan perlakuan pemanasan yang sama ternyata logam Tembaga Mengalami
perubahan panjang paling besar, dibandingkan perubahan panjang logam Nikelin.

Kesimpulan
Dari percobaan diatas logam tembaga mengalami perubahan panjang paling besar

Jawaban Pertanyaan
1. Logam yang mengalami perubahan panjang paling besar adalah Tembaga karena dengan pemanasan yang sama
Tembaga menujukan pertambahan panjang paling besar.
2. Yang mengalami pertambahan panjang paling besar adalah kawat tembaga karena memiliki panas jenis paling
besar.
B. Percobaan Pemuaian zat cair

Hasil Pengamatan
Suhu larutan merah
1. Suhu larutan merah sebelum dimasukan kedalam air panas adalah 17 º C
2. Suhu air panas dalam ember 80 º C
3. Ketinggian air yang merambat pada pipa dari lilin adalah :
1 menit pertama 0 cm
1 menit kedua 0,5 cm
1 menit ketiga 1,5 cm
1 menit keempat 2,5 cm
1 menit kelima 3,5 cm
4. Ketinggian maksimum air yang merambat pada pipa adalah , 5 cm , setelah mencapai waktu 18 menit.
5. Suhu akhir air pada pipa setelah mencapai ketinggian akhir adalah 32 º C
Suhu akhir air dalam ember saat larutan pada pipa mencapai tinggi maksimum adalah 43 º C

Pembahasan
Setelah air larutan merah dalam botol dimasukan kedalam ember yang berisi air panas Air larutan merah dalam
botol memuai sehingga terlihat air larutan merah naik melalui pipa

Kesimpulan
Zat Cair akan memuai Volumenya jika dipanasi

Jawaban Pertanyaan
1. Pada percobaan ada 4 perpindahan kalor yaitu ke baskom , ke botol , ke termometer dan ke air.
2. Jika air dalam ember didinginkan larutan dalam pipa akan menyusut dan turun.
C. Percobaan pemuaian benda Gas

Tabel 5.5

No Cara pertama Keterangan


1. Sebelum botol dipanaskan apa yang terlihat dalam air Belum ada perubahan
2. Setelah botol dipanaskan apa yang terlihat dalam air Mulai terlihat gelembung udara keluar
dari pipa sedotan yang terendam air
3. Kira-kira berapa lama setelah pemanasan timbul gelembung Kira-kira 10 menit
udara dalam air

Tabel 5.6

No Cara kedua Keterangan


1. Sebelum botol dimasukan kedalam air panas keadaan balon Mengarah kedalam botol

2. Setelah botol dimasukan kedalam air panas posisi balon Balon mulai terdorong muncul keluar
3. Lama pemuaian gas dalam botol diperekirakan 10 Menit
4. Suhu maksimum air saat botol dimasukan dalam ember 80⁰ C

Pembahasan :
Hasil pengamatan percobaan cara pertama udara memuai saat dipanaskan sehingga timbul gelembung melalui
pipa sedotan yang dimasukan dalam air , cara kedua memperlihatkan saat botol kosong dipanaskan udara dalam
botol memuai dan mengisi balon sehingga balon terdoron keluar dan menggelembung
Kesimpulan
Dari percobaan 1 dan 2 disimpulkan bahwa udara akan memuai jika dipanaskan

Jawaban pertanyaan :
1. Pada saat balon atau Ban yang berisi penuh udara dijemur , akibat panas matahari suhu udara dalam balon atau
dalam ban naik sehingga Volume udara memuai dan timbul tekanan yang akan mendesak dinding balon atau
dinding ban bagian dalam jika balon atau ban tidak mampu lagi menahan tekanan udara maka balon atau ban akan
meledak.
MODUL 6 KEGIATAN PRAKTIKUM
Nama : ................................................
NIM : ................................................
UPBJJ – UT : Bandar Lampung

KEGIATAN PRAKTIKUM JENIS DAN BENTUK GELOMBANG


Percobaan Jenis-jenis Gelombang
Hasil Pengamatan :
Gambarkan :
1. Gelombang pada slinki , arah getarannya , arah rambatan gelombangnya
Gambar pengamatan karet gelang ketika gelombang berjalan

2. Gambar Gelombang yang terjadi pada kabel listrik ,arah getaranya , arah rambatannya
Gambar pengamatan karet gelang ketika gelombang berjalan

Pembahasan :
• Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya berimpit dengan arah getaranya , sedang
gelombang Transversal adalah gelombang yang arah rambatanya tegak lurus terhadap arah getaranya.
• Karet gelang tidak ikut rambatan gelombang.

Kesimpulan :
1. Gelombang Slinki merupakan gelombang longitudinal
2. Gelombang pada kabel merupakan gelombang transversal
3. Dalam gelombang yang merambat adalah energinya yang dipindahkan
Percobaan sifat Pemantulan Gelombang
Hasil Pengamatan
Gambarkan : Gelombang pada permukaan air

Pembahasan
Gelombang yang terjadi pada air merupakan perpaduan gelombang longitudinal dan transversal jika
gelombang membentur penghalang akan dipantulkan dengan fase yang sama dan arah yang berlawanan karena
energinya makin melemah terbentuklah setengah panjang gelombang.
Kesimpulan
Sifat gelombang akan dapat dipantulkan jika mengenai dinding penghalang.
Dalam merambat gelombang membawa energi , gelombang pantul membawa energi yang lebih kecil dari fase
utamanya
Percobaan gelombang stasioner
Hasil Pengamatan :
Gambar gelombang Stasioner

Pembahasan
Mengukur panjang gelombang caranya ukur panjang tali ,dan sepanjang tali itu terdapat berapa gelombang sehingga 1
gelombangnya dapat dihitung
Menghitung tegangan tali dengan menggunakan rumus T = mv²/L

Kesimpulan :
1. Semakin besar masa beban semakin besar tegangan tali dan semakin besar panjang gelombangnya
2. Semakinbesar tegangan semakin besar cepat rambat gelombangnya

Jawaban Pertanyaan
1. Rambatan energinya
2. Energi elektromagnetnya
KEGIATAN PRAKTIKUM GETARAN DAN BUNYI
Percobaan Getaran dan Bunyi
Hasil pengamatan mengukur getaran benda pada pegas
Tabel 6.1
Massa = 100 gram
Percobaan ke Waktu 20 getaran ( Sekon ) Periode( Sekon ) Frekwensi ( Sekon)
1 ... s ... s ... Hz
2 ... s ... s ... Hz
3 ... s ... s ... Hz
4 ... s ... s ... Hz
5 ... s ... s ... Hz
T = Periode ( Waktu terjadinya 1 getaran ) satuannya sekon
F= Frekwensi ( Banyaknya getaran dalam 1 sekon ) satuan getaran persekon atau Hertz disingkat Hz
Hasil pengamatan pengaruh massa terhadap frekwensi
Tabel 6.2
Massa Benda Percobaan ke Waktu 20 getaran Periode Frekwensi
(sekon) ( sekon ) ( Hertz )
150 gram 1 ... s ... s ... Hz

2 ... s ... s ... Hz

3 ... s ... s ... Hz

4 ... s ... s ... Hz

5 ... s ... s ... Hz

200 gram 1 ... s ... s ... Hz

2 ... s ... s ... Hz

3 ... s ... s ... Hz

4 ... s ... s ... Hz

5 ... s ... s ... Hz

250 gram 1 ... s ... s ... Hz

2 ... s ... s ... Hz

3 ... s ... s ... Hz

4 ... s ... s ... Hz

5 ... s ... s ... Hz


Pembahasan :
Dengan elastisitas pegas sama dengan menambahkan massa beban untuk terbentuk 20 getaran
waktu yang diperlukan semakin lama , sehingga Periodenya makin besar , sehingga frekensinya
semakin kecil
Kesimpulan :
Semakiun besar masa beban semakin besar periodenya dan semakin kecil frekwensinya.

Percobaan Getaran benda pada ayunan ( bandul sederhana )


Tabel 6.3
Panjang tali ( ℓ ) = 100 cm tetap
Beban ( gram ) 10 T ( S ) T Periode ( S ) F Frekwensi ( Hz )

50 gram ... S ... S ... Hz

100 gram ... S ... S ... Hz

150 gram ... S ... S ... Hz

200 gram ... S ... S ... Hz

250 gram ... S ... S ... Hz


Tabel 6.4
Massa beban (m) = 50 gram ( tetap )

Panjang Tali (ℓ ) 10 T T Periode F Frekwensi


( cm ) (S) (S) ( Hz )
100 cm ... S ... S ... Hz
80 cm ... S ... S ... Hz
60 cm ... S ... S ... Hz
50 cm ... S ... S ... Hz
40 cm ... S ... S ... Hz

Pembahasan
Semakin besar massa beban frekwensi ayunan tetap , asal panjang tali tidak diubah
Semakin panjang tali frekwensi ayunan semakin kecil.

Kesimpulan :
Frekwensi ayunan sederhana tergantung pada panjang tali dan tidak tergantung massa bandul (beban)
Percobaan benda bergetar sebagai sumber Bunyi
Hasil pengamatan

Gambar

Pembahasan
Pada percobaan mistar dijepit tangan diujung meja dan ujung mistar lainya digetarkan ternyata saat mistarnya
panjang frekwensinya kecil dan tidak terdengar , saat mistar dipendekkan bagian mistar yang bergetar frekwensinya
semakin keras dan semakin nyaring suara yang terdengar.

Kesimpulan

Bunyi selalu dihasilkan dari suatu getaran


Percobaan Resonansi Bunyi

1. Resonansi ayunan bandul


Hasil Pengamatan

Gambar :

Pembahasan
Resonansi terjadi jika Frekwensinya sama karena panjang talinya sama maka jika salah satu di ayunkan hanya
bandul dengan panjang tali yang sama yang ikut berayun sedang bandul yang panjang talinya berbeda tidak
ikut berayun , karena frekwensi ayunan tergantung panjang tali

Kesimpulan :
Resonansi dapat terjadi jika Frekwensinya sama , karena Frekwensi ayunan tergantung pada panjang tali ,
sehingga Resonansi pada ayunan dapat terjadi pada ayunan yang panjang talinya sama
2. Resonansi Bunyi
Hasil Pengamatan

Gambar percobaan

Pembahasan :
Resonansi bunyi diudara menyebabkan bunyi terdengar lebih nyaring, dari percobaan ternyata bunyi terdengar
lebih nyaring pada saat tinggi kolom udara diatas permukaan air ¼ panjang gelombang atau kelipatan ganjil dari
nada garpu tala yang digetarkan diatas tabung.

Kesimpulan :
Resonansi Bunyi di udara hanya dapat terjadi jika tinggi kolom udara ¼ panjang gelombang atau kelipatan ganjil
panjang gelombang dari sumber bunyi .
LEMBAR PENGAMATAN PRAKTIKUM KONSEP DASAR I P A
KEGIATAN PRAKTIKUM TENTANG INDERA

Nama : .........................................
NIM : ........................................
UPBJJ-UT : .........................................

1. Kegiatan Praktikum kepekaan Indera Pendengar Manusia

Hasil Pengamatan
Tabel 6.1 Kepekaan Indera Pendengar Manusia

Telinga setelah ditutup


No Jarak Telinga sebelum ditutup Keterangan
Telinga Kiri Telinga Kanan
1 1 meter

2 3 meter

3 6 meter

4 9 meter

5 10 meter

Pembahasan
Jika jarak sumber bunyi semakin jauh ternyata bunyi semakin tidak jelas terdengar semakin besar kekuatan getar
sumber bunyi semakin nyaring terdengar
Kesimpulan :
Sensitifitas atau kepekaan pendengaran setiap manusia berbeda-beda tergantung jarak pendengar terhadap sumber
bunyi , Semakin jauh jarak sumber bunyi semakin lemah bunyi yang mampu didengar .
2. Kegiatan Praktikum Struktur dan fungsi telinga
Hasil Pengamatan
Gambar Penampang Telinga
Tabel 6.2
Bagian-bagian yang menyusun Telinga beserta Fungsinya
Telinga
NO. Fungsi
Bagian Luar Bagian Tengah Bagian Dalam
1 Daun Telinga Menangkap Getaran
2 Lubang Telinga Memfokuskan getrana
3 Kelenjar Minyak Melindungi dari gangguan luar
4 Selaput Gendang Sebagai Resonator
5 Tulang Martil Ketiga tulang fungsinya menangkap
getaran dari gendang telinga
6 Tulang Landasan
kemembran tingkap oval untuk
7 Tulang sanggurdi diteruskan ketelingan dalam
Menyamakan Tekanan Udara dalam
8 Pembuluh Eustachius
telinga dengan Udara Luar
9 Ultrikulus
10 Sakuilus Organ keseimbangan
11 Saluran Gelung
12 Rumah Siput Meneruskan getaran ke klokea
13 Klokea Meneruskan getaran ke reseptor
14 Reseptor berambut Mengubah getaran menjadi impuls
Ujung saraf
15 Membawa impuls ke Otak
Pendengaran
Pembahasan
Bunyi dapat didengar manusia dengan frekwensi antara 20 - 20.000 Hz.getaran ini ditangkap daun telinga diperkuat dan
difokuskan lubang telinga ke gendang telinga, oleh rangkaian Osikel getaran diteruskan ketingkap Oval sampai
dikoklea terus dipancarkan melalui cairan sampai akhirnya keujung saraf pendengar dan diteruskan Ke Otak baru
disadari Jenis suaranya.

Kesimpulan :
Bunyi dapat didengar manusia Jika 1. Frekwensinya antara 20 - 20.000 Hz
2. Organ Telinganya berfungsi

3. Kegiatan Praktikum Mekanisme Transmisi Pendengaran


Hasil Pengamatan

a. Gendang pendengaran
Getaran ditangkap daun telinga ,difokuskan dan diperkuat oleh lubang telinga sehingga menggetarkan gendang
pendengaran
b. Tulang-tulang pendengaran
Getaran gendang telinga diperkuat oleh tulang pendengaran atau rangkain osikel yang terdiri dari tulang martil ,
landasan dan tulang sanggurdi yang meneruskan getaran ke tingkap Oval.
c. Tingkap Oval
Getaran dari Rangkaian Osikel menyebabkan cairan limfe bergetar sampai kekoklea
d. Koklea
Koklea terdiri dari ribuan sel reseptor berambut yang digerakkan oleh cairan sehingga mengubah getaran menjadi
impuls
e. Cairan Limfe
Oleh Cairan limfe getaran diubah menjadi impuls dirimkan ke Otak melalui Syaraf pendengaran untuk
diinterprestasikan menjadi bunyi yang kita dengar
Pembahasan :
Untuk dapat mendengar sauatu bunyi Getaran ditangkap daun telinga dan melaui proses pengiriman getaran sesuai
prinsip Resonansi dari Daun telinga sampai kecairan limfe di telinga bagian dalam diubah menjadi impuls dan
dikirimkan ke Otak.
Kesimpulan
Manusia dapat mengenal berbagai macam bunyi melalui mekanisme transmisi getaran tertentu dari organ
pendengaran dan diubah menjadi impuls , sampai ujung saraf pendengaran sampai ke Otak , setelah
diinterprestasikan Otak barulah kita menyadari jenis bunyi yang didengar

Jawaban Pertanyaan
1. Peranan daun telinga sebagai alat penangkap getaran dan memfokuskan ke lubang telinga
2. Fungsi saluran Eustchius untuk memasukan udara dan menyamakan tekanan udara dalam telinga denga tekanan
udara luar.
3. Proses rambatan bunyi sampai didengar berawal dari sumber bunyi yang bergetar ditangkap dan difokuskan
daun kelubang telinga sehigga menggetarkan gendang telinga dan merambat melalui rangkaian Osikel sampai
Ke ujung saraf pendengaran getaran diubah menkjadi impuls sampai ke Otak setelah diinterpretasikan barulah
kita sadar mendengar bunyi .
4. Karena kepekaan atau sensitifitas organ pendengaran manusia tidak sama.
5. A. Kerusakan/kelainan pada organ pendengaran
B. Faktor Usia lanjut
C. Sensitifitas organ pendengaran tidak berfungsi
LEMBAR KERJA (LAPORAN)PRAKTIKUM IPA DI SD
PDGK4107/MODUL 7
OPTIK
Nama : ............................................
NIM : ............................................
UPBJJ : ............................................
Tanggal Percobaan : ............................................
Nama Instruktur : ..........................................
Penilaian Instruktur : ............................................

A. KEGIATAN PRAKTIKUM SIFAT CAHAYA


1. Pemantulan Cahaya
a. Pemantulan cahaya pada cermin datar.
3) Gambar Jalanya berkas sinar pada cermin datar.

i = Sudut datang
r = Sudut pantul
O-N = Garis normal
i
O N
r
4.Besar sudut datang ( i ) dan sudut pantul ( r )
Tabel 7.1

NO i ( derajat ) r ( derajat )
1 30⁰ 30⁰
2 45⁰ 45⁰
3 60⁰ 60⁰
4 80⁰ 80⁰
5 90⁰ 90⁰
6. Sifat yang dibentuk oleh cermin datar : Maya , Tegak , sama besar/simetris

b. Pemantulan cahaya pada cermin cembung


3. Gambar jalanya berkas sinar

F
Berkas sinar sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik api

F
Sinar datang menuju titik api dipantulkan sejajar sumbu utama
F M

Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin di pantulkan melalui berkas itu juga

4. Sifat bayangan yang dibentuk cermin cembung : Selalu maya , tegak , lebih kecil.

C. Pemantulan cahaya pada cermin cekung


3. Gambar jalannya berkas sinar pada cermin cekung
a. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik api

M F

b. Sinar datang melalui titik api dipantulkan sejajar sumbu utama

M F

c. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan melalui berkas itu juga
4.Sifat yang dibentuk oleh cermin cekung
1. Maya , tegak , lebih besar
2. Sejati , terbalik , lebih besar
3. Sejati , terbalik , sama besar
4. Sejati , terbalik , lebih kecil

5. NO ( So ) Jarak benda ( cm ) (S’) Jarak Bayangan ( cm )

1 15 cm 30 cm
2 20 cm 20 cm
3 30 cm 15 cm
4 15 cm 30 cm
2. Pembiasan cahaya
c. Gambar jalanya berkas sinar pada balok kaca

r
N
No Sudut datang ( i ) Sudut bias ( r )
1 30⁰ 15⁰

2 45⁰ 23⁰

3 60⁰ 30⁰

4 75⁰ 38⁰

Sifat bayangan yang dibentuk lensa cekung : Selalu ,Maya ,tegak , lebih kecil
3.Percobaan Difraksi.Interferensi dan Dispersi
- Memilih warna Ungu dari lampu TL
- Orde atau warna ungu dari lampu TL (k) = 3
- Jarak kisi ke Lampu TL = 40 cm
- Gambar Difraksi Gelombang atau cahaya

Jawaban Pertanyaan
a. Jarak Fokus pada percobaan 15 cm

b. So = 15 cm Jadi jarak benda dari cermin cekung 15 cm

c. n1.sin 60⁰ = n2.sin 30 ⁰


1. 0,86 = n2. 0,5 sehingga n2 = 0,86 : 0,5 = 1,76 jadi indeks bias balok kaca 1,76
n = C/Cn sehingga Cn = C / n , sehingga Cn = 300.000.000m/s : 1,76 = 180.000.000 m/s
jadi cepat rambat cahaya dalam balok kaca 180.000.000 m/s

d. Benda harus diletakan 60 cm didepan lensa cembung.

e. Karena Cahaya lampu TL putih maka akan terurai menjadi warna merah jingga,kuning , hijau ,biru dan ungu

f. - Difraksi adalah peristiwa melenturnya gelombang atau cahaya diseputar sisi penghalang
- Interferensi adalah Peristiwa perpaduan gelombang tanpa berkurang kecepatan masing-masing gelombang.
- Dispersi adalah peristiwa terurainya Cahaya putih karena melalui medium yang berbeda kerapatan optiknya.
B. KEGIATAN PRAKTIKUM II LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG

1. Lensa Cembung

No Jarak benda S ( cm ) Jarak bayangan S’ ( cm )


1 20 cm 60 cm
2 30 cm 30 cm
3 45 cm 22 cm
4 60 cm 20 cm
5 75 cm 19 cm

2. Cermin Cekung.

No Jarak benda S ( cm ) Jarak bayangan S’ ( cm )

1 15 cm 30 cm

2 20 cm 20 cm

3 25 cm 16 cm

4 30 cm 15 cm

5 40 cm 13 cm
Jawaban Pertanyaan
1. Jarak Fokus lensa cembung yang digunakan f = 15 cm

2. P = 1/f , sehingga P = 1 / 0,15 = 6,6 Dioptri Jadi kekuatan lensanya = 6,6 Dioptri

3. Jarak fokus cermin cekung yang digunakan dalam percobaan = 10 cm

C. KEGIATAN PRAKTIKUM MATA


1. Bintik buta ( 1 ) dan ( 2)
a. Hasil pengamatan
Tabel hasil pengamatan bintik buta (1 )
Dengan fokus pada lensa (+) maka tanda
N0 Jarak gambar A dari mata anda Keterangan
bundaran hitam
1 60 cm Tampak jelas

2 59 cm ...

3 58 cm ...

4 57 cm ...

5 56 cm ...

6 ... cm ...
Tabel hasil pengamatan bintik buta ( 2 )
Hal 7.30

Dengan Fokus pada tanda positip ( + ) maka


No Jarak gambar A dari mata anda
Garis pendek Garis pendek tampak menyatu dengan garis panjang
1 60 cm √ -
2 59 cm

3 58 cm

4 57 cm

5 56 cm

Pembahasan
Pada mata normal seseorang akan melihat dengan jelas pada jarak terdekat 25 – 30 cm
Pada usia lanjut titik dekat maupun titik jauhnya bergeser sehingga untuk melihat dekat harus dijauhkan
Kesimpulan
Mata dapat melihat jelas pada titik terdekat 25 – 30 cm dan titik terjauhnya di jauh tak hingga (∾ )
Jawaban Pertanyaan
1. Karena pada saat itu bayangan jatuh tidak tepat pada sel kerucut maupun sel batang pada retina
2. Karena Pengaruh Daya akomodasi mata . Kedua garis menyatu pada jarak 50 cm
hal ini terjadi karena untuk melihat tepat harus sinkron antara daya akomodasi mata kiri dan kanan
Lembar Kerja
Percobaan 1 : Muatan Listrik
1. Bola pingpong tidak ditarik oleh penggaris plastik yang telah digosok kerambut
2. Potongan kertas ditarik oleh sisir plastik yang telah digosokkan kerambut.
3. Setelah lama menempel potongan kertas , lepas tidak menempel lagi
4. Tidak terjadi interaksi
5. Kedua bola tolak menolak

6. Bola Pingpong kanan digosok dengan


Bola pingpong kiri digosok dengan
Wool Plastik Nilon
Wool Tolak menolak Tarik menarik Tarik menarik
Plastik Tarik menarik Tolak menolak Tarik menarik
Nilon Tarik menarik Tarik menarik Tolak menolak

Jawaban pertanyaan
1. Karena sebelum kedua benda digosokan wool atau kain lainya , kedua bola pingpong tidak bermuatan Listrik.
2. Bola pingpong pad a langkah 6 memiliki memiliki muatan sejenis saat digosok kain jenis yang sama.
3. Benda B bemuatan + karena ditarik benda A yang bermuatan negatif.
Benda C bermuatan - karena ditarik benda B
Benda D bermuatan + karena ditarik benda C
4. Muatan sejenis bila didekatkan tolak menolak
Muatan tak sejenis bila didekatkan akan tarik menarik.
Percobaan 2 : Arus Listrik
1. Gambar Rangkaian
bahan

A
- + - + - +
2. Bila bahan dihubungkan lampu menyala , bahan tersebut dapat menghantarkan arus listrik atau Konduktor
Bila bahan dihubungkan rangkaian lampu tidak menyala bahan tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik
atau Isolator
3. Konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik
Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
4. Ampermeter alat untuk mengukur kuat arus dalam rangkaian
5. Tabel 8.1 Lampu Konduktor
NO Bahan
Menyala Tidak Ya Tidak
1 Kawat besi √ √
2 Kawat Tembaga √ √
3 Sendok Perak √ √
4 Kayu √ √
5 Karet Penghapus √ √
6 Grafit ( Mata Pensil ) √ √
7 Kertas √ √
8 Tas Plastik √ √
9 Air Keran √ √
10 Air Garam √ √
Percobaan 3 : Tegangan Listrik
1. a) Gambar Skema rangkaian
V
X

- +
s

Ternyata saklar ditutup Lampu tidak menyala karena kutub positip dan negatip sumber tegangan tidak terhubung
b) Gambar skema rangakaian V
x
s

- +
Setelah saklar S ditutup ternyata lampu menyala tetapi redup ( kurang terang )
c) Gambar skema rangkaian

V
s
X

- + - +
Setelah saklar ditutup ternyata lampu menyala sangat terang

d) Gambar skema rangkaian


V
s X

- + - + - +
Setelah saklar s ditutup ternyata lampu menyalanya paling terang
2) Pada langkah b,c dan nyala lampu berbeda karena Jumlah Baterynya berbeda sehingga teganganya
juga berbeda semakin banyak batery tegangan dalam rangkaian semakin besar sehingga nyala lampu
semakin terang

Jawaban Pertanyaan

1. Arus listrik adalah aliran muatan dari potansial tinggi ke potensial rendah
Tegangan listrik adalah energi untuk memindahkan muatan

2. Pada percobaan 1 batery disusun seri agar tegangan lebih besar


3. Hubungan Arus listrik dengan tegangan sebanding artinya semakin besar tegangan nya besar arus listrinya juga
semakin besar.

4. Tiga buah batery akan lebih tahan lama kalau disusun paralel dibandingkan jika disusun Seri karena jika
disusun paralel tengan kecil arus listriknya juga kecil karena energi listrik terpakai sebanding Tegangan dan
kuat arus maka sehingga batery lebih awet tetapi redup nyala lampunya

5. Dari percobaan disimpulkan bahwa


a) Arus listrik adalah aliran muatan dari satu titik ketitik lainya dan untuk mengalirkan muatan diperlukan
Energi Aliran dalam rangkaian sebagai akibat adanya tegangan listrik
b) Tegangan listrik adalah energi untuk mengalirkan muatan sehingga Arus listrik yang mengalir selalu
tergantung pada tegangan listrik
Percobaan 4 : Energi listrik

1. Gambar rangakaian

1. a) Setelah saklar s ditutup pada kawat lilitan lama kelamaan panas


b) setelah ± 2menit pentul korek api diletakkan pada lilitan terlihat menyala
3. Skala termometer yang terlihat saat saklar dibuka terbaca 27⁰ C
4. Setelah saklar ditutup ± 2menit skala Termometer terbaca 71⁰ C
5. Setelah saklar ditutup terlihat kenaikan suhu , karena pada kawat lilitan yang dialiri arus listrik
timbul panas
Jawaban Pertanyaan :
1. Pada setrika listrik terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kalor/panas
2. Diketahui : n = 2 Ditanyakan : a. I = .... Ampere
E = 1,5 Volt b. P = .... watt
r = 0, 5 Ohm c. W = ..... Joule
R = 2 Ohm
t = 1 menit = 60 s
Jawab: a) I = nE/R+nr b) P = V.I c) W= V.I.t Joule
I = 2.1,5 Volt/2 Ohm+2.0,5 Ohm P = 3 Volt . 1 Ampere W= 3Volt.1 A . 60 s
I = 3 Volt/3 Ohm P = 3 Watt W= 180 Joule
I = 1 Ampere Dayanya 3 Watt Jadi energi yang timbul
Jadi kuat arusnya 1 A selama 2 menit 180 Joule
3. Kesimpulan :
Energi listrik dapat diubah menjadi energi kalor dengan menggunakan alat dan bahan tertentu
KEGIATAN PRAKTIKUM

1. Percobaan bentuk Medan Magnet


4.
Gambar serbuk besi diatas karton yang dibawahnya terdapat magnet batang

5.
Kesimpulan:
Medan magnet adalah ruang disekitar magnet yang masih dipengaruhi gaya magnet , dalam medan
magnet dipenuhi garis-garis gaya magnet
Jawaban Pertanyaan

1. Medan magnet adalah ruang disekitar magnet yang masih dipengaruhi gaya magnet
2. Setiap magnet selalu mempunyai dua kutub yaitu kutub utara magnet dan kutub selatan magnet.
3. a) bentuknya garis lengkung b) arahnya dari kutub utara magnet c) ditunjukan dengan tanda panah
4. a) c)

S U U

b) d)
U S U S

e) f)
S S U U
2. Percobaan mengamati Gejala Medan Magnet

1 ) Gambar rangkaian
lampu
X
kompas kecil

- + - +
2 ) Setelah saklar S ditutup lampu menyala ternyata kompas kecil menyimpang dari posisi semula
Kompas menyimpang karena dipengaruhi medan magnet disekitar arus listrik.
Kompas menyimpang kekanan.

3 ) Setelah kutub batery dibalik dan saklar s ditutup kemabali lampu menyala dan jarum kompas menyimpang
kembali tetapi arahnya kekiri.

3 ) Kesimpulan :
Pada percobaan diatas disimpulkan bahwa disekitar kawat berarus listrik terdapat medan
arah medan magnet tergantung pada arah arus Listrik

5) Gambar rangkaian
S lampu
X
Kompas kecil

- + -+ - +- +
Jawaban Pertanyaan

1. Penyimpangannya semakin besar karena penambahan batery menambah tegangan sehingga arusnya semakin
besar jika arusnya semakin besar maka kuat medan magnetnya semakin besar.

2. Jika arus I yang dialirkan semakin besar Induksi magnet (B) semakin besar

3. Hubungan arus listrik dengan medan magnet yang ditimbulkan dirumuskan F = B I l

4. a ) Jika kawat berarus listrik semakin didekatkan ke kompas maka jarum kompas penyimpangannya semakin
besar
b) Jika kawat berarus listrik semakin dijauhkan semakin kecil penyimpangan njarum kompas
karena kuat medan nya semakin kecil

5. Hubungan antara induksi magnet B dengan jarak antara kompas kepenghantar berbanding terbalik
artinya semakin kecil jarak kompas ke penghantar semakin besar kuat medan yang mempengaruhinya
3. Percobaan mengamati Sifat-sifat magnet

3. Kutub S magnet ditolak kutub S yang dipegang


4. Kutub S yang digantung ditarik kutub U yang dipegang
5. Setelah kutub S yang dipegang didekatkan kutub U yang digantung, kutub U yang digantung ditarik kuat oleh
kutub S yang dipegang.
6. Setelah Kutub U yang dipegang diskatkan kutub U yang digantung ternyata saling tolak menolak

Jawaban Pertanyaan
1. Sifat – sifat magnet :
a ) Setiap magnet selalu mempunyai 2 kutub yaitu kutub Utara dan Selatan
b) Kutub yang senama akan tolak menolak ,kutub tak senama tarik menarik
2. Dipol Magnet artinya tiap magnet hanya mempunyai 2 kutub yaitu kutub U dan Kutub S
3. Jika magnet dipotong-potong menjadi lebih kecil tiap potongan magnet yang kecil kecil selalu mempunyai 2
kutub.
4. Kesimpulan dari percobaan tentang sifat sifat magnet
a ) Setiap magnet selalu mempunyai 2 kutub yaitu kutub Utara dan Selatan
b) Kutub yang senama akan tolak menolak ,kutub tak senama tarik menarik
c.) Magnet yang dipotong-potong menjadi bagian yang kecil –kecil , magnet yang kecil kecil juga mempunyai
2 kutub jadi magnet besar tersusun dari magnet-magnet kecil ( elementer magnet )
4. Percobaan cara membuat magnet
1. Membuat magnet melalui gesekan
a) Ujung paku besi tidak menarik klip kertas
b) Setelah paku besi digesek-gesekan dengan salah satu kutub magnet dengan arah yang sama selama 10 detik
kemudian didekatkan pada klip kertas tertarik tetapi belum kuat.
c) Setelah paku besi digesek-gesek dengan salah satu kutub magnet dengan arah yang tetap dan dilakukan dalam
waktu yang lama 40 detik kemudian didekatkan pada klip kertas klip kertas tertarik lebih kuat.

2. Membuat magnet dengan cara Elektromagnet


a) Gambar rangakaian
Batere S

Paku
Sebelum saklar S ditutup paku tidak menjadi magnet
b) Setelah saklar S ditutup Paku menjadi magnet terlihat paku dapat menarik
c) Setelah jumlal lilitan dikurangi ternyata kemagnetan paku besi berkurang
d) etelah jumlah lilitan ditambah kemagnetan paku besi semakin kuat
3. Membuat magnet dengan cara induksi
b) Klip menempel kesalah satu kutub magnet.
c) setelah didekatkan klip ke 2 menempel keujung klip pertama
d) Setelah dilkukan sampai klip ke 4 ternyata klip ke 4 menempel keklip 3
Jawaban Pertanyaan
1. Cara membuat magnet ada 3 cara : a) dengan cara digesek b) dengan cara Induksi c) dengan cara Elektromagnet
2. Kekuatan magnet dipengaruhi oleh banyaknya Fluks magnet
3. Besarnya kuat medan magnet dirumuskan F = Bi l

LEMBAR PENGAMATAN
PRAKTIKUM IPA DI SD MODUL 9

KEGIATAN PRAKTIKUM 1
1. Percobaan Udara
a) Pembakaran memerlukan udara
5 . Gambar

Ternyata lilin yang ditutup dengan gelas lebih cepat padam dibandingkan yang tidak ditutup gelas
6. Setelah lilin yang menyala ditutup gelas lama kelamaan mati.

7. No Selang waktu sampai lilin mati ( t )


1 17 s
2 16 s
3 15 s
4 15 s
b. Udara Menekan dari tekanan tinggi ke Rendah
5. Gambar percobaan

Sebelum lilin dinyalakan air dalam gelas lebih rendah dibandingkan diluar gelas tetapi setelah lilin dinyalakan
sampai padam air dalam gelas tertelungkup naik

C Udara sebagai sumber energi


7. Gambar Percobaan
9. Gambar gerak balon tanpa lintasan
10. Pembahasan : dari pengamatan balon yang ukurannya besar , bentuknya , kecil dan panjang ternyata lintasannya
cepat dan jauh
11. Selongsong yang digunakan balpoin plstik ternyata meluncurnya lebih cepat dibandingkan dari logam

Jawaban Pertanyaan
1. Lilin yang menyala akan mati jika ditutup dengan gelas karena udara dalam gelas untuk pembakaran habis
2. a) Gelas ditelungkupkan didalam air , air tidak masuk dalam gelas karena Udara memenuhi ruangan gelas
b) Balon ditiup menjadi besar
3. a) Dengan meniupkan udara ke muka seseorang siswa.
b) Terjadinya angin laut siang hari dan terjdinya angin darat dimalam hari
4. Banyak bukti bahwa angin sebagai salah satu sumber energi : angin menggerakkan kincir ,angin dapat mendorong
perahu layar ditengah laut dll.
2. Percobaan Klasifikasi Batuan
a. Jenis Batuan
Tabel 9.2

No Batuan Massa ( Kg ) Volume ( m³ ) Massa jenis Kg/m³

1 Batu Kali
2 Pasir
3 Batu Kapur
4 Batu Marmer
5 Batu Apung
Jawaban pertanyaan
1. Batuan Beku, batuan sedimen , Batuan metamorf
2. Batuan beku mempunyai tekstur kasar ,dan kristalnya besar-besar
Batuan Sedimen mempunyai tekstur lebih halus dan kristalnya lembut
Batuan metamorf teksturnya paling keras , dengan lapisan mineral yang tersusun sejajar.
3. Jenis Suatu batuan dapat berubah menjadi jenis batuan yang lain karena pengaruh tekanan dan temperatur yang
tinggi dalam waktu yang lama.