Anda di halaman 1dari 5

Uveitis Anterior

Epidemiologi
• Insidensi dari uveitis di Amerika Serikat sekitar
15 per100.000 orang/tahun
• Sekitar 75% merupakan uveitis anterior lebih sering
di negara berkembang karena tingginya infeksi yg
mempengaruhi mata (toxoplasma/tuberkulosis)
• Penderita umumnya berada pada usia 20-50tahun.
Setelah usia 70 tahun, angka kejadianuveitis mulai
berkurang.
• Sekitar 50% pasiendengan uveitis menderita penyakit
sistemikterkait seperti spondilitis
ankilosa, penyakitReiter, sarkoidosis, dan arthritis
Etiologi
• Uveitis terjadi karena beberapa hal, antara lain:
a. Eksogen
Pada umumnya disebabkan oleh karena trauma, operasi
intraokuler, ataupun iatrogenik.
b. Endogen
Karena adanya kelainan sistemik sebagai faktor predisposisi.
• Auto imun : Arthritis rheumatoid juvenilis, Spondilitis ankilosa,
Kolitis ulserativa, Uveitis terinduksi lensa,Sarkoidosis, Penyakit
Chron.
• Infeksi : sifilis, tuberkulosis, lepra, herpes zoster, herpes
simpleks,onkoserkiasis,adenovirus
• Keganasan : Retinoblastoma, leukimia, limfoma, melanoma maligna
• Lain-lainnya : idiopatik, uveitis traumatika, ablasio retina
Prognosis
• Perjalanan penyakit dan prognosis uveitis
tergantung pada banyak hal, seperti derajat
keparahan, lokasi, dan penyebab peradangan.
• Uveitis umumnya baik jika diterapi yang
sesuai.
• Uveitis juga dapat terjadi berulang,terutama
jika penyebabnya sistemik.
Pencegahan
Deteksi dan pengobatan sejak dini dapat
mengurangi risiko hilangnya penglihatan yang
bersifat permanen