Anda di halaman 1dari 16

ADSORPSI

Adsorpsi
Merupakan penyerapan pada
permukaan sorbent padat
dengan cara pelekatan
Jenis-Jenis Proses Adsorpsi
Adsorpsi Fisika ( Physisorption)

Disebabkan oleh gaya Van Der Waals. Adsorpsi


ini mirip dengan proses kondensasi dan
biasanya terjadi pada temperatur rendah.
Pada proses ini gaya yang menahan molekul
fluida pada permukaan solid relatif lemah, dan
besarnya sama dengan gaya kohesi molekul
pada fase cair (gaya van der waals) sekitar
2.19-21.9 kg/mol.
Adsopsi Kimia (Chemisorption
atau activated adsorption)
• Yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dengan
zat terlarut yang teradsorpsi. Pada adsorpsi ini
terjadi reaksi antara zat yang diserap dengan
adsorben, banyaknya zat yang teradsorbsi
tergantung pada sifat khas zat padatnya yang
merupakan fungsi tekanan dan suhu.
Proses Terjadinya Adsorbsi

• Gaya tarik listrik (electrostatik attraction) antara molekul.


• Interaksi dipol-dipol
elektron yang memiliki komposisi yang tidak
seimbang sehingga saling tarik-menarik, terutama
senyawa polar.
• Ikatan hidrogen
interaksi antara hidrogen dengan elektron negatif
makin negatif maka makin kuat.
• Gaya Van Der Waals
Interaksi antara molekul yang sama (molekul itu
sendiri) ikatannya lemah.
Faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi
• Temperatur
Adsorpsi secara alamiah eksotermik (melepas kalor),
adsorpsi tinggi pada kondisi temperatur yang rendah.
• Tekanan
Tekanan tinggi, maka adsorpsi akan tinggi hingga
kejenuhan tercapai (jika sudah tercapai makan tidak akan
terjadi lagi adsorpsi, seberapapun tekanan yang
diberikan).
• Luas permukaan
Luas permukaan besar, maka adsorpsi tinggi.
• Aktivasi adsorben.
• Jenis adsorben.
• Jenis zat yang diadsorpsi (adsorbate).
• Luas permukaan adsorben.
• Konsentrasi zat yang diadsorpsi (adsorbate).
Sifat Penting Adsorben
1. Luas permukaan spesifik (spesific
surface area).
2. Pori—pori (porosity).
3. Densitas (density).
4. Kapasitas adsorpsi (capacity
adsorption).
5. Selektif (selectivity).
Jenis – Jenis Adsorben
1. ALUMINAS

• Low porosity
• High porosity
• Desiccant, CaCl2-coated
• Activated bouxite
• Chromatographic alumina
Aluminas

Properties Porositas rendah Porositas tinggi


(fluoride sorbent) (drying, separation)

Bentuk Granule, Bola Granule

Ukuran mesh 8-14 bervariasi

Porositas internal % 40 57

Bulk densitas kering kg/L 0,70 0,85

Diameter pori rata-rata nm 7 4-14

Luas permukaan Km2/kg 0,32 0,25 – 0,36

Kapasitas penyerapan (kering) kg/kg 0,20 0,25 – 0,33


2. SILICATES & ALUMINOSILICATES

 molecular sieves
Silica gel ( drying, separation)
Magnesium silicate (decolourizing)
Calcium silicate (Fatty acid removal)
Clay, acid-treated (refining of petroleum, food
products )
Fuller’s earth
Diatomaceous earth
Silicates & aluminosilicates

Molecular sieves

Type 3A Type 4A Type 5A Type 13X Mordenite Chabaz


(dehydra (dehydra (separa (purifi (acid (acid
Properties tion) tion) tion) cation) drying) drying)

Bentuk S, C, P S, C, P S, C, P S, C, P S, C, P S, C, P

Ukuran mesh Various


Porositas 30 32 34 38
internal %
Bulk densitas 0,62 – 0,68 0,61 – 0,67 0,60 – 0,66 0,58 – 0,64 0,88 0,72
kering kg/L
Diameter pori 0,3 0,4 0,5 1,0 0,3 – 0,8 0,4 – 0
rata-rata nm
Luas 0,7 0,7 0,7 0,6
permukaan
Km2/kg
Kapasitas 0,21 – 0,23 0,22 – 0,26 0,23 – 0,28 0,25 – 0,36 0,12 0,20
penyerapan
(kering) kg/kg
3. KARBON
• Shell based
• Wood based
• Petroleum based
• Peat based
• Lignited based
• Bituminous coal based
Carbon

Petroleum Lignited Bituminous


Properties Shell Wood based based Peat based based coal based
based

Bentuk G G G, C G, C, P G, P G, P

Ukuran mesh Various Various Various Various Various 8-30 ; 12-40


Porositas 60 80 80 55 70 - 85 60 - 80
internal %
Bulk densitas 0,45-0,55 0,25 – 0,30 0,45 – 0,55 0,30 – 0,50 0,40-0,70 0,40- 0,60
kering kg/L
Diameter 2 2 1-4 3 2-4
pori rata-rata
nm
Luas 0,8-1,6 0,8-1,8 0,9-1,3 0,8-1,6 04 – 0,7 0,9 – 1.2
permukaan
Km2/kg
Kapasitas 0,40 0,70 0,3 – 0,4 0,5 0,3 0,4
penyerapan
(kering)
kg/kg
4. ORGANIC POLYMERS
 Polystyrene (removal of organics, eg
phenol, antibiotics recovery)
 Polyacrylic ester (purification of pulping
waste waters, antibiotic recovery )
 Phenolic ( phenolic amine ) resin (
decolorizing and deodorizing of solutions )
Organic polymers

Properties Polystirene Polyacrylic ester Phenolic

Bentuk S G, S G

Ukuran mesh 20 - 60 20 - 60 16 - 50
Porositas internal % 40 - 50 50 - 55 45

Bulk densitas kering kg/L 0,64 0,65 – 0,70 0,42

Diameter pori rata-rata nm 4-9 10 - 25 0,15 – 0.4

Luas permukaan Km2/kg 0,3 – 0,7 0,15 – 0,4 0,08 – 0,12

Kapasitas penyerapan 0,45 – 0,55


(kering) kg/kg