Anda di halaman 1dari 58

PT.

Kalbe Farma Tbk (KLBF)

Presentasi Perusahaan

Sistem Pengendalian Manajemen


Apa yang akan dibahas?

• Pengenalan dan Profil Kalbe Farma

• Sejarah dan Kronologi

• Struktur Manajemen dan SDM

• Kepemilikan dan Anak Perusahaan

• Kinerja Keuangan

• Divisi dan Produk Perusahaan

• Analisis SWOT

• Market Share dan Pesaing


Pengenalan dan Profil Kalbe Farma

PT Kalbe Farma merupakan perusahaan internasional yang bergerak


dalam bidang farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan yang
bermarkas di Jakarta. Kalbe Farma memiliki motto Innovation for Better
Life.

Dimulai pada tahun 1966, Kalbe telah tumbuh dan bertransformasi


menjadi penyedia solusi kesehatan terintegrasi melalui 4 kelompok divisi
usahanya : Divisi Obat Resep (kontribusi 23%), Divisi Produk Kesehatan
(kontribusi 17%), Divisi Nutrisi (kontribusi 30%) serta Divisi Distribusi dan
Logistik (kontribusi 30%).

Di pasar internasional, Kalbe Farma telah hadir di negara-negara ASEAN,


Nigeria, dan Afrika Selatan, dan menjadi perusahaan produk kesehatan
nasional yang dapat bersaing di pasar ekspor.
Pengenalan dan Profil Kalbe Farma

Jenis : Publik swasta (IDX: KLBF)


Industri : Farmasi, produk nutrisi, distribusi dan logistik, alat
kesehatan
Didirikan : 10 September 1966
Publik sejak : 1991
Kantor pusat : Jakarta, Indonesia
Tokoh kunci : Vidjongtius (Presiden Direktur)
Produk : Farmasi
Pendapatan : Rp 21.074 Trilliun
Laba bersih : Rp 2.497 Trilliun
Total aset : Rp 18.146 Trilliun
Pemilik : Kalbe Group
Djarum Group
Karyawan : 17.000 (YTD Q3 2018)
Situs web : www.kalbe.co.id
Motto : The Scientific Pursuit of Health for a Better Life
Pengenalan dan Profil Kalbe Farma

Visi Kalbe :
Menjadi perusahaan produk kesehatan Indonesia terbaik dengan skala
internasional yang di dukung oleh inovasi, merek yang kuat, dan manajemen
yang prima.

Misi Kalbe :
Meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Nilai utama
dari Kalbe adalah integritas, kerjasama yang kuat, inovasi, agility dan
memberikan yang terbaik untuk konsumen.
Sejarah dan Kronologi

Kalbe Farma didirikan pada 1 September 1966, oleh 6 bersaudara, yaitu


Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan,
Maria Karmila dan F. Bing Aryanto yang bertujuan untuk memabntu
meningkatkan kesadaran kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pertama kalinya, karena modal yang kecil kecil dan mencoba untuk penetrasi
pasar, perusahaan farmasi kecil-kecilan ini hanya didirikan di tempat sebuah
garasi yang berlokasi di Tanjung Priuk, daerah Jakarta Utara, serta dijadikan
satu juga dengan ruang tamu sebagai ruang kantor perusahaan farmasi
kecil-kecilan itu.

Dr. Boen adalah seorang dokter dan ahli farmakologi yang sangat faham
tentang dunia farmasi, sedangkan Bing yang merupakan saudara Dr. Boen
sangat jeli dalam melihat kesempatan mengembangkan bisnis Kalbe. Bing
juga memiliki jaringan bisnis dan relasi yang luas.
Kronologi PT Kalbe Farma Tbk

1966: 1981: 1989: 1991:


Perusahaan Melakukan spin-off PT IPO PT Igar Kalbe Farma
didirikan Enseval sebagai Jaya dan PT melakukan IPO
distributor karena Dankos
1977: peraturan pemerintah Laboratories
KLBF
mengakuisisi
PT Dankos 1985:
Laboratories Mengakuisisi
PT Bintang
Toedjoe dan
Hexphram
Jaya
1993: 1994: 1997: 2005:
Kalbe Farma • Kalbe • Penjualan sisa 50% kepemilikan Konsolidasi
mengakuisisi memasuki pada PT Helios Arnott’s Grup Kalbe
Sanghiang bisnis minuman Indonesia
Perkasa & energi • Penjualan divisi pengemasan
konsolidasi • IPO PT EPMT gelas kepada Schott Glassweke
bisnis nutrisi • Akuisisi merk Woods sebesar
ke dalam 805
anak 1996:
perusahaan Dilusi 50% kepemilikan
pada bisnis makanan
PT Bukit Mahakam
kepada PT Helios
Arnott’s Indonesia
2006: 2010: 2012:
Memperluas • Menjual PT Kageo Igar Jaya • Meresmikan pabrik
cakupan • Mendirikan perusahaan joint- obat generik PT
regional dan venture, Asiawide Kalbe Hexpharm Jaya
global Philliphines Inc. • Akuisisi PT Hale
• Meresmikan Panca Sradha Kalbe International
2007: sebagai nilai perusahaan
• Peluncuran logo
perusahaan baru 2011:
• Produk-produk • Melakukan Right Issue pada
memasuki semua PT EPMT untuk membiayai
negara ASEAN ekspansi perusahaan
kecuali Laos • Meningkatkan rasio
• Pembukaan Stem Cell pembayaran dividen hingga
dan Cancer Institute 51%
2013: 2015: 2016: 2017:
Mendapatkan Mendirikan 2 Mendirikan Meresmikan
izin operasional perusahaan joint- perusahaan Klinik
pertama di venture, PT Kalbe joint-venture, Hemodialisa
Indonesia untuk Blackmores Nutrition PT Medika RenaMedika
laboratorium dan PT Kalbe Komunika yang berlokasi
pengolahan sel Genexine Biologics Teknologi di Jakarta
punca Selatan
2014: 2018:
Mendirikan perusahaan • Meluncurkan Laboratorium
joint-venture, PT Kalbe Klinik Kalgen Innolab
Milko Indonesia yang • Bekerjasama dengan PT
memproduksi produk Citylink atas layanan dan
nutrisi cair pendidikan kesehatan
Struktur Manajemen dan SDM

Rapat Umum Pemegang Saham

Dewan Komisaris Direksi


(Board of Comissioners) (Board of Directors)

Komite Audit

Komite Nominasi
dan Remunreasi
Unit Usaha Strategis Fungsi Korporasi
Komite Risiko
Usaha

Komite GCG
Dewan Komisaris
(Board of Comissioners)

Ferdinand Lucky Surjadi Slamet Santoso Oen


Aryanto Komisaris Independen Komisaris
Komisaris

Farid Anfasa Moeloek Bernadette Ruth Ronny Hadiana


Komisaris Independen Irawati Setiady Komisaris
Presiden Komisaris
Direksi
(Board of Directors)

Bernadus Karmin
Winata
Ongkie Tedjasurja Sie Djohan Direktur Independen
Direktur Direktur

Vidjongtius
Presiden Direktur Bujung Nugroho
Djonny Hartono
Direktur
Tjahyadi
Direktur
Komite Nominasi
Komite Audit dan Remunreasi
• Lucky Surjadi • Alm. Johanes
Slamet Berchman Apik
• Kai Arief Iman Ibrahim
Selomulya • Johannes Setijono
• Kurniawan Tedjo • Lanny Soputro

Komite Risiko
Usaha Komite GCG

• Bernadette Ruth • Bernadette Ruth


Irawati Setiady Irawati Setiady
• Bernadus Karmin • Bernadus Karmin
Winata Winata
• Ronny Hadiana
Struktur Manajemen dan SDM

Berdasarkan RUPS Mei 2019 Kalbe Farma, gaji Dewan Komisaris dan Direksi
diketahui dan ditetapkan sebagai berikut :

1. Menyetujui dan Menetapkan gaji dan/atau honorarium bagi anggota Dewan


Komisaris Perseroan secara keseluruhan untuk tahun buku 2019 sebanyak-
banyaknya tidak melebihi 0,1% (nol koma satu persen) dari total penjualan
Neto Perseroan tahun 2018 dan memberikan wewenang kepada Dewan
Komisaris untuk menetapkan alokasinya, dengan memperhatikan
masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi
 0,1% x Rp. 21.074.306.186.027 = Rp. 21.074.306.186

Gaji Dewan Komisaris ≤ Rp 21.074.306.186

2. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan


gaji dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan, dengan
memperhatikan masukan/rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi
Perseroan
Struktur Manajemen dan SDM

Jumlah karyawan per 2018 adalah sebanyak 17.005 karyawan yang mana terbagi
atas karyawan tetap sebanyak 12.575 dan karyawan tidak tetap sebanyak 4.430.

Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yaitu 2017 yang mana jumlah
karyawan mencapai 17.326 karyawan. Penurunan sebesar 1,85% ini terdiri dari
pengurangan karyawan tetap sebanyak 163 karyawan dan karyawan tidak tetap
sebanyak 158 karyawan.

26%
74%

Karyawan Tetap Karyawan Tidak Tetap


Kepemilikan dan Anak Perusahaan
Kepemilikan dan Anak Perusahaan

Pemegang Saham Pengendali Individu :

56,97%
Kepemilikan dan Anak Perusahaan
Kepemilikan dan Anak Perusahaan
Kepemilikan dan Anak Perusahaan
Kepemilikan dan Anak Perusahaan
Kepemilikan dan Anak Perusahaan

Nilai Saham terbaru (per --)

Total jumlah saham x harga saham terkini

= 46.875.122.110 x
Kepemilikan dan Anak Perusahaan

Saat ini PT Kalbe Farma Tbk mempunyai total 38 anak perusahaan

• Asiawide Kalbe Philipines, Inc • Kalbe International Pte. Ltd


• PT Bifarma Adiluhung • PT Karsa Lintas Buwana
• PT Bintang Toedjoe • PT Karsa Hasta Dinamika
• PT Cakra Radha Mustika • Kalbe Malaysia Sdn. Bhd
• PT Dankos Farma • PT Kalbe Miko Indonesia
• PT Enseval Medika Prima • PT Kalbe Morinaga Indonesia
• PT Enseval Putera Megatrading Tbk • Kalbe Myanmar co., Ltd
• PT Finusolprima Farma Internasional • Kalbe Vision Pte. Ltd
• PT Global Chemindo Megatrading • PT Kalbio Global Media
• PT Global Karsa • PT Kalgen DNA
• PT Global Onkolab • PT Medika Komunika Teknologi
• PT Global Vita Nutritech • PT Medika Renal Citraprima
• PT Hale International • PT Millenia Dharma Insani
• PT Hexpharm Jaya Laboratories • Orange Kalbe Limited
• Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. • PT Pharma Metric Labs
• PT Innolab Sains Internasional • PT Renalmed Tiara Utama
• PT Kalbe Blackmores Nutrition • PT Saka Farma Laboratories
• PT Kalbe Genexine Biologics • PT Sanghiang Perkasa
• Kalbe Global Pte. Ltd • PT Tri Sapta Jaya

data per des 2018


Kinerja Keuangan

Di tengah terjadinya gejolak nilai tukar Rupiah sepanjang tahun 2018, seluruh divisi Kalbe
terus meraih perkembangan yang positif. Kalbe berhasil mencapai 99% penjualan bersih dan
96% laba bersih dari target 2018. Tingkat penjualan bersih Kalbe tercatat sebesar Rp21.074
miliar, meningkat 4,4% di tahun 2018 dari sebesar Rp20.182 miliar di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penjualan sepanjang tahun 2018 didukung oleh Divisi Obat Resep Perseroan,
yang membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 2.8% menjadi Rp4.822 miliar, serta
menyumbang 22,9% dari total penjualan bersih Kalbe di tahun 2018. Divisi Produk Kesehatan
meraih pertumbuhan penjualan sebesar 4,4% menjadi Rp3.569 miliar dengan kontribusi
sebesar 16,9% terhadap total penjualan bersih Perseroan. Penjualan bersih Divisi Nutrisi
tercatat sebesar Rp6.308 miliar di tahun 2018, tumbuh 3,4% dari pencapaian di tahun
sebelumnya dan menyumbang 29,9% dari total penjualan bersih Kalbe, sedangkan Divisi
Distribusi & Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 6,9% dari Rp5.970 miliar
menjadi Rp6.375, serta menyumbang 30,3% terhadap total penjualan bersih Perseroan.

Di akhir tahun 2018, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp2.457 miliar. Bidang usaha
internasional juga meraih pertumbuhan usaha yang signifikan, di mana pendapatan ekspor
tumbuh sebesar 10,9% serta menyumbang 5,7% dari total penjualan bersih Perseroan tahun
2018.
Laporan
Perubahan Ekuitas
Ekuitas awal Ekuitas akhir
periode periode Naik (Turun) %

Saham Biasa 468.751 468.751 - -

Tambahan Modal Disetor (34.119) (34.119) - -

Cadangan selisih kurs


60.871 71.460 10.589 17,4%
penjabaran
Cadangan perubahan nilai wajar
36.878 42.056 5.178 14,0%
aset dijual
Cadangan pengukuran kembali
(82.213) (44.768) 37.448 45,5%
program imbalan pasti
Selisih ekuitas NC 42.780 46.968 4.188 9,8%

Saldo laba yang ditentukan


177.354 201.390 24.036 13,6%
pengunaannya
Saldo laba yang belum
12.610.504 13.871.719 1.261.215 10,0%
ditentukan pengunaan
Ekuitas yang dapat diatribusikan
13.280.807 14.623.458 1.342.650 10,1%
kepada entitas induk
NCI 613.224 671.137 57.912 9,5%

Ekuitas 13.894.031 15.294.595 1.400.563 10,0%


Jumlah kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas 341

Kas dan setara kas arus kas, awal periode 2,781

Efek perubahan nilai kurs pada kas dan setara kas 27

Kas dan setara kas arus kas, akhir periode 3,149


Divisi dan Produk Perusahaan
Kalbe Farma Tbk terdiri dari 4 divisi yaitu Divisi Obat Resep, Divisi Produk Kesehatan, Divisi Nutrisi,
serta Divisi Distribusi dan Logistik.
Pada penjualan 2018, di antara keempat divisi tersebut, Divisi Distribusi dan Logistik memberikan
kontribusi terbesar, yaitu sebesar 30,3%, diikuti oleh Divisi Nutrisi sebesar 29,9%, Divisi Obat Resep
sebesar 22,9% dan Divisi Produk Kesehatan sebesar 16,9%.
1 Divisi
Obat Resep
Kalbe merupakan pemain utama di pasar obat resep Indonesia. Melalui Divisi Obat Resep,
Perseroan menawarkan ragam produk yang komprehensif untuk seluruh kelompok
segmen, mulai dari obat generik tanpa merek untuk segmen menengah ke bawah, hingga
obat-obat generik bermerek dan obat lisensi bagi segmen menengah ke atas.

Divisi Obat Resep menutup tahun 2018 dengan penjualan bersih sebesar Rp4.822 miliar
dari Rp4.690 miliar di tahun sebelumnya. Kontribusi ke total penjualan bersih Perseroan
mencapai 22,9% dari total penjualan bersih dibanding sebesar 23,2% di tahun sebelumnya.
2 Divisi Produk Kesehatan
Divisi Produk Kesehatan mengelola beberapa kategori produk, dari obatan-obatan bebas (over-the-
counter atau OTC) dan minuman energi, hingga produk-produk minuman kesehatan siap saji.

Produk-produk tersebut telah dikenal di masing masing kategori produknya, serta meraih manfaat dari
demografi Indonesia yang menarik, dengan konsumen kelas menengah yang bertumbuh serta
meningkatnya kesadaran kesehatan konsumen.

Penjualan bersih Divisi Produk Kesehatan mencapai sebesar Rp3.569 miliar dari Rp3.420 miliar di tahun
sebelumnya, menyumbang 16,9% dari penjualan bersih konsolidasi Perseroan tahun 2018. Walaupun
menghadapi gejolak mata uang Rupiah, marjin laba kotor tetap stabil sebesar 55,1% dibanding 55,7%
tahun lalu, didukung oleh kenaikan harga dari beberapa kategori produk OTC tertentu.
3 Divisi Nutrisi
Divisi Nutrisi mengelola ragam produk nutrisi yang komprehensif, terutama berupa produk-produk
susu bubuk untuk segala usia: bayi, balita, anak-anak, praremaja, remaja, orang dewasa, ibu hamil dan
menyusui, hingga para lansia serta konsumen dengan kebutuhan medis khusus.

Produk-produk nutrisi non-susu Divisi ini meliputi Fitbar, sajian snack bar sehat dan lezat yang rendah
kalori, Nutrive Benecol, sajian smoothie dengan bahan khusus penurun kolestrol dan Diva, minuman
sehat yang mengandung kolagen dan antioksidan untuk perawatan kulit. Melalui kerja sama dengan
Blackmores Ltd. Australia, Divisi Nutrisi juga melakukan pemasaran berbagai produk vitamin dan
suplemen kesehatan dari Blackmores.

Di tahun 2018, penjualan bersih tumbuh mencapai Rp6.308 miliar dari sebesar Rp6.102 miliar tahun
2017, didukung terutama oleh kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga beberapa produk.
Penjualan Divisi Nutrisi
memberi kontribusi
sebesar 29,9% terhadap
penjualan bersih
konsolidasi Perseroan.
Marjin laba kotor tercatat
sebesar 54,4% dari 57,1%
di tahun lalu, sebagian
besar akibat pelemahan
Rupiah selama 2018.
4
Divisi Distribusi
Dan Logistik
Bidang usaha distribusi dan logistik Kalbe dijalankan melalui anak usaha yang 91,8% sahamnya dimiliki
Perseroan, PT Enseval Putera Megatrading, sebuah perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia.

Jaringan distribusi dan logistik Kalbe didukung oleh 2 (dua) Pusat Distribusi Regional di Jakarta dan
Surabaya. Pusat Distribusi Regional di Jakarta melayani
cabang-cabang di belahan barat Indonesia, sedangkan yang terletak di Surabaya memfokuskan pada
cabang-cabang Kalbe di sebelah timur Indonesia.

Selain melakukan distribusi produk-produk internal Kalbe, Divisi ini juga mengalokasikan kapasitas
untuk melayani prinsipal pihak ketiga. Kegiatan usahanya juga meliputi perdagangan bahan baku dan
peralatan medis, serta bidang usaha layanan kesehatan ritel Kalbe, Klinik Mitrasana.

Divisi Distribusi dan Logistik menutup tahun 2018 dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp6.389 miliar
dari Rp5.970 miliar di tahun 2017, menyumbang 30,3%
dari penjualan bersih konsolidasi Kalbe tahun 2018. Marjin laba kotor tercatat sebesar 28,4% dibanding
29,9% di tahun sebelumnya. Dalam catatan penjualan konsolidasi Kalbe, nilai penjualan bersih di atas
berasal dari penjualan bersih
produk-produk prinsipal pihak ketiga serta marjin layanan distribusi produk-produk internal Kalbe.
Selain produk-produk yang terbagi dalam 4 divisi tersebut, Kalbe juga menyediakan
berbagai produk lainnya yaitu

1. Health Services

2. Medical Devices
3. Eye Care

4. Animal Health
Analisis SWOT

Strength
• Merupakan marker leader untuk produk kesehatan masyarakat dan produk
ethical.
• Produk-produknya merupakan leading brand dengan berbagai segmentasi
pasar yang spesifik.
• Memiliki personel yang berpengalaman, termasuk di dalamnya mantan dirjen
BPOM dalam mengembangkan, memproduksi, pemasaran dan menjual
produk-produk
• Tim yang solid dan kerja sama yang baik antardepartemen internal dan
hubungan yang erat dengan mitra
• Semua fasilitas produksi milik Kalbe dan anak perusahaan telah
mendapatkan sertifikasi ISO 9001
• Kemampuan distribusi Kalbe yang solid yang mana memiliki jangkauan
distribusi untuk produk farmasi yang terluas di Indonesia, menjangkau
hampir semua rumah sakit, klinik, puskesmas, apotik dan toko obat di
seluruh provinsi Indonesia.
Analisis SWOT

Weakness

• Penjualan ekspor tumbuh sangat besar, namun melemahnya nilai tukar


rupiah terhadap dollar AS tidak dapat membawa keuntungan yang besar
juga.

• Aspek pemasaran dan distribusi hasil produksi industri farmasi masih belum
seimbang baik secara kualitatif dan kuantitatif.

• 90% bahan baku yang diperlukan didapatkan dari kegiatan impor

• Kurang adanya koordinasi antara industri terkait misalnya industri


petrokimia dan industri farmasi.
Analisis SWOT

Opportunity

• Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita


menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan.

• Terbukanya peluang ekspor sebagai akibat dari penurunan nilai rupiah dan
pelaksanaan GMP yang baik di Indonesia.

• Kecenderungan berkembangnya Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar


yang dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang
dibutuhkan.

• Besarnya pasar luar negeri yang membuka kesempatan ekspansi hingga ke


afrika selatan
Analisis SWOT

Threat
• Adanya kompetisi internal yang cukup keras. Contoh: produk Kalbe untuk flu
adalah procold dan bersaing dengan obat flu yang tidak kalah yaitu mixagrip.

• Adanya krisis ekonomi yang membuat daya beli obat rakyat Indonesia
menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional
terutama untuk pasar lokal.

• Industri farmasi Kalbe Farma, yang terbiasa mengandalkan pengembangan


produk-produknya pada strategi copy-cat produk-produk baru yang masih
dilindungi paten, menjadi sulit untuk mengembangkan produk-produknya.

• Legal sistem belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga
harga obat menjadi lebih sulit dikontrol.

• Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional
akan semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi.
Market Share dan Pesaing

1. Pangsa Pasar Produk Kesehatan dan Nutrisi

Market
Perusahaan Persentase
Share
Nestle 378 18,0%

Kalbe Farma 317,1 15,1% Nestle, 378

Sari Husada 151,2 7,2%


Lainnya, 732.9
Tempo Scan Pacific 115,5 5,5% Kalbe Farma,
317.1
Wyeth 86,1 4,1%

Mead Johnson 86,1 4,1%

Nutricia 65,1 3,1%

Konimex 58,8 2,8%

Red Bull 54,6 2,6%


Nestle Kalbe Farma
Abbott 54,6 2,6% Sari Husada Tempo Scan Pacific
Wyeth Mead Johnson
Lainnya 732,9 34,9% Nutricia Konimex
Red Bull Abbott
*dalam jutaan US$ 2.100 100,0%
2. Pangsa Pasar Obat Resep

Market
Perusahaan Persentase
Share
Dexa Medica 180,0 12,0%
Dexa, 180
Sanbe Farma 154,5 10,3% Sanbe Farma,
154.5
Kalbe Farma 141,0 9,4%

Pfizer 58,5 3,9% Lainnya, 709.5

Indofarma 52,5 3,5%

Kimia Farma 45,0 3,0%

Pharos Group 43,5 2,9%


Rajawali Nusantara
39,0 2,6%
Indonesia
Aventis Pharma 39,0 2,6% Dexa Sanbe Farma Kalbe Farma
Novartis 37,5 2,5% Pfizer Indofarma Kimia Farma

Lainnya 709,5 47,3% Pharos Group Rajawali Aventis Pharma


Novartis Lainnya
*dalam jutaan US$ 1.500 100,0%
Total Market Share secara keseluruhan

Market
Perusahaan Persentase
Share
Kalbe Farma 432,0 12,0% Kalbe Farma,
432
Nestle 370,8 10,3%

Dexa Farma 201,6 5,6% Nestle, 370.8

Lainnya, 1,804
Sanbe 194,4 5,4%

Sari Husada 147,6 4,1%

Tempo 122,4 3,4%

Pfizer 86,4 2,4%

Wyeth 82,8 2,3%

Mead Johnson 82,8 2,3% Kalbe Farma Nestle


Dexa Farma Sanbe
Soho 75,6 2,1%
Sari Husada Tempo
Lainnya 1.803,6 50,1% Pfizer Wyeth
Mead Johnson Soho
*dalam jutaan US$ 3.600,0 100,0%
VIDEO PENJELAS
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH

Dibuat dan dipresentasikan oleh kelompok tujuh


tugas Sistem Pengendalian Manajemen