Anda di halaman 1dari 47

PENGUKURAN

ELEKTRONIK
DR. JAJA KUSTIJA, M.SC
PENGUKURAN ELEKTRONIK
 Pengukuran
 Alat ukur
 Ketelitian (accuracy)
 Ketepatan (precision)
 Sensitivitas (sensitivity)
 Resolusi (resolution)
 Errors
Pengukuran
 Membandingkan suatu besaran yang tidak diketahui harganya dengan besaran lain
yang telah diketahui harganya. Alat ukur digunakan untuk keperluan pengukuran.

Alat Ukur
 Instrumen untuk mengetahui harga suatu besaran atau suatu variabel.Prinsip kerja alat
ukur harus dipahami agar alat ukur dapat digunakan dengan cermat dan sesuai dengan
pemakaian yang telah direncanakan.

Ketelitian (Accuracy)
 Harga terdekat suatu pembacaan instrumen dari variabel yang diukur terhadap harga
sebenarnya sehingga tingkat kesalahan pengukuran menjadi lebih kecil.
Ketelitian berkaitan dengan alat ukur yang digunakan pada saat pengukuran.

Ketepatan (Precision)
 Tingkat kesamaan nilai pada sekelompok pengukuran atau sejumlah nilai dimana
pengukuran dilakukan secara berulang-ulang dengan instrumen yang sama.
Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah cara melakukan pengukuran.
 Contoh- contoh Masalah dalam ketepatan dan Ketelitian
 kesalahan paralax
 kesesuaian (conformity)
 jumlah angka berarti jumlah angka dibelakang koma untuk menyatakan hasil
pengukuran

Sensitivitas (sensitivity)

 Perbandingan antara sinyal keluaran/respon instrumen terhadap perubahan variabel


masukan yang diukur.

Resolusi (resolution)

 Perubahan terkecil pada nilai yang diukur dari respon suatu instrumen.

Errors
 Penyimpangan variabel yang diukur dari nilai sebenarnya.
 Sisteminstrumentasi yang digunakan untuk
melakukan pengukuran memiliki masukan berupa nilai
sebenarnya dari variabel yang sedang diukur, dan
keluaran berupa nilai variabel yang terukur seperti gambar
berikut.
 Prosesor sinyal merupakan elemen sistem instrumentasi
yang akan mengambil keluaran dari sensor dan
mengubahnya menjadi suatu bentuk besaran yang cocok
untuk tampilan dan transmisi selanjutnya dalam beberapa
sistem kontrol.
 Seperti pengondisi sinyal (signal conditioner) merupakan
salah satu bentuk prosesor sinyal.
 Secara
umum sistem pengukuran dapat digambarkan
sebagai berikut
Sensor

Thermocouple
 Thermocouple adalah sepasang logam yang jenisnya berb
yang kedua ujungnya disatukan (dengan solder) – yang ak
menghasilkan gaya gerak listrik (dalam satuan mV) jika ada
perbedaan temperatur pada kedua titik sambungan tadi.
Fotovoltaic (Solar Cell/Fotocell)

Berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi


arus listrik DC. Tegangan yang dihasilkan sebanding
dengan intensitas cahaya yang mengenai
permukaan solar cell. Semakin kuat sinar matahari
tegangan dan arus listrik DC yang dihasilkan semakin
besar.
Simbol Solar Cell:

Bahan pembuat solar cell adalah silicon, cadmium


sullphide, gallium arsenide dan selenium.
(Fotoconductiv families)
Sensor LDR
LDR (Light Dependent Reisistor)

Nilai resistansi pada LDR :


Ada cahaya resistansinya = rendah
Tidak ada cahaya resistansinya = besar

LDR (Light Dependent Resistor)


Aplikasi Sensor Cahaya
•LDR
•Q1 : Transistor BC107 atau BC 547
•VR1 : Potensio 100 Kohm
•RL1 : Relay 9 Volt
•R2 : 47 Kohm
•BL1 : Lampu taman
•R1 : 1K

Aplication in Robotic
Pengkondisian Sinya

Pengkondisi Sinyal
Ada 6 pengkondisi sinyal
• Penguat
• Filter
• Konverter • Konverter
• Kompensator
• Diferensiator dan Integrator
• Elemen transmisi data
Penguat Sinya

Macam-macam Penguat :
1. Penguat listrik (penguat operasi) :
inverting,
noninverting dll
2. Penguat mekanik (pengungkit atau tuas)
2. Penguat mekanik (pengungkit atau tuas)
3. Penguat hidrolik / pneumatik
4. Penguat optik
Filter

Macam-macam filter
• Low pass filter
• High pass filter
• Band pass filter • Band pass filter
• Notch Filter
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai