Anda di halaman 1dari 13

Inisiasi ke 1

Mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen

Program studi Manajemen


Fakultas Ekonomi

Penulis : Anung Widodo ,Skom,MM


E mail : anung4pp@gmail,com
Tinjauan Matakuliah

 Matakuliah Sistem Informasi adalah salah satu matakuliah pada Program


Studi Manajemen (EKMA 4434 ) Matakuliah ini membahas Pengertian
Sistem sampai pada penerapan sistem informasi dengan menggunakan
teknologi jaringan komputer web e-commerse.

 Setelah mengikuti matakuliah ini diharapkan sudah mampu membedakan


antara data dengan informasi dalam suatu sistem dan mengenal perangkat
input ouput pada computer serta dapat menerapkan tahapan system keamanan
database pada organisasi .Secara umum matakuliah ini bermanfaat agar
mahasiswa mengenal kebutuhan informasi pada masing –masing jajaran
dan tatanan organisasi
Skenario Pembelajaran

Skenario dan tahapan

1. Pendahuluan
2. Materi
3. Tes Formatif
4. Tugas Tutorial

Komposisi Nilai

1. Kehadiran 20%
2. Keaktifan pada saat diskusi 30%
3. Tugas Mandiri 50%
Pengertian sistem

 Sistem (system) dapat dijelaskan dengan pendekatan prosedur dan dengan


pendekatan komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat diartikan
sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu.

 Contoh sistem yang tepat didekati dengan pendekatan prosedur ini adalah
sistem akuntansi. Sistem ini didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-
prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku
besar.
 Sistem (system) dapat dijelaskan dengan pendekatan prosedur dan dengan
pendekatan komponen. Dengan pendekatan komponen, sistem dapat diartikan
sebagai kumpulan dari komponen yang mempunyai tujuan tertentu.
 Contoh sistem yang tepat didekati dengan pendekatan komponen ini adalah
sistem komputer. Sistem ini didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen
Hardware dan software.
Pengertian sistem Dari beberapa pakar

Berikut ini adalah contoh dari beberapa definisi sistem yang


menekankan pada struktur, elemen atau blok bangunannya.
1. Suatu sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi
subsistem yang berusaha untuk mencapai tujuan (goal) yang sama
(Moscove dan Simkin, 1984).

2. Suatu sistem beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungannya


untuk mencapai sasaran (objectives) tertentu, suatu sistem
menunjukkan tingkah lakunya melalui interaksi di antara komponen-
komponen di dalam sistem dan di antara lingkungannya (Wu, 1984).

3. Suatu sistem adalah sebagai suatu kumpulan komponen yang


berinteraksi membentuk suatu kesatuan dan keutuhan yang
kompleks di dalam tingkat tertentu untuk mengejar tujuan umum
(Nash dan Roberts, 1984).
Definisi sistem Secara Umum

 Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi


untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang
nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul
ada dan terjadi
 Secara umum, suatu sistem terdiri dari struktur dan proses.
Beberapa definisi dari sistem menyebutkan bahwa sistem
terdiri dari struktur dan proses. Akan tetapi, beberapa definisi
dari sistem hanya menyebutkan kumpulan dari struktur atau
proses saja.
Karakteristik sistem

 Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang


tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components),
batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem
(environments), penghubung (interface), masukan (input),
keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives
Komponen sistem

 Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling


berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk
satu kesatuan.

 Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem


dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
Setiap sistem tidak peduli betapapun kecilnya, selalu
mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

 Sebagai misal, sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa


subsistem-subsistem, yaitu subsistem akuntansi penjualan,
subsistem akuntansi pembelian, subsistem akuntansi
penggajian, subsistem akuntansi biaya.
Klasifikasi sistem

 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik
(physical system).
 Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak
secara fisik. Misalnya, sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-
pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem
yang ada secara fisik. Misalnya, sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi.

 Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat
manusia. Misalnya, sistem perputaran bumi .

 Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat
manusia. Melainkan diciptakan oleh Tuhan Misalnya, sistem perputaran bumi .

 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka
(open system).
 Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan lingkungan luarnya.
Sistem Pengendalian Umpan Balik

Pengendalian sistem
 Pengendalian dari suatu sistem dapat berupa pengendalian umpan balik
(feedback control system), pengendalian umpan maju (feed forward control
system) dan pengendalian pencegahan (preventive control system).

Sistem Pengendalian Umpan Balik

Sistem pengendalian umpan balik mempunyai 4 komponen dasar, yaitu sebagai berikut.
 Suatu karakteristik atau kondisi yang dikendalikan diukur dari keluarannya.
 Suatu sensor (censor) yang mengukur karakteristik atau kondisi tersebut.
 Suatu unit pengendali (control unit) yang membandingkan hasil ukuran sensor
dengan
suatu standar (standard).
 Suatu unit pengatur (activating unit) yang menghasilkan tindakan penyesuaian untuk
masukan selanjutnya.
Perbedaan Data dan Informasi

 Telah disinggung bahwa data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses
yang tertentu. Misalnya, data temperatur ruangan yang didapat adalah dalam satuan derajat Fahrenheit dan
data ini masih dalam bentuk yang kurang berarti bagi penerimanya yang terbiasa dengan satuan derajat
Celsius.
 Supaya dapat lebih berarti dan berguna dalam bentuk informasi maka perlu diolah dengan melalui suatu
model tertentu. Dalam hal ini, dipergunakan model matematik yang berupa rumus konversi dari satuan derajat
Fahrenheit menjadi satuan derajat Celsius

Contoh Data diolah melalui suatu model tertentu


Kualitas Informasi

Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk menjadi suatu informasi
maka data yang diolah tersebut harus berguna bagi pemakainya.
Untuk dapat berguna maka informasi harus didukung oleh tiga pilar, yaitu tepat kepada orangnya atau
relevan (relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate).

Misalnya, seorang asing dari luar negeri membutuhkan informasi tentang temperatur dari suatu ruangan
dan menanyakannya kepada Anda. Dari termostat yang ada menunjukkan bahwa temperatur ruangannya
adalah sebesar 20oC.
Anda mengatakan kepadanya bahwa temperaturnya adalah 20 derajat Celcius. Akan tetapi dia mengatakan
itu bukan sebagai informasi untuknya karena dia tidak tahu berapa 20oC tersebut. Nilai 20oC ini masih
merupakan data bagi dia dan perlu diolah terlebih dahulu untuk menjadi informasi.

Dengan menggunakan model matematis, yaitu F = 1,8  C + 32 maka besarnya temperatur ruangan
tersebut dalam Fahrenheit adalah sebesar 1,8  20 + 32 = 68oF. Nilai 68oF ini sekarang sudah merupakan
informasi bagi dia karena nilai ini merupakan nilai yang dipahaminya dan berguna untuknya.
.
Sekian dan Terima kasih